Articles

Found 12 Documents
Search

Kinetics of Petroleum-Contaminated Soil Biodegraded by An Indigenous Bacteria Bacillus megaterium YUDONO, BAMBANG; SAID, MUHAMMAD; SABARUDDIN, .; NAPOLEON, ADIPATI; UTAMI, MARYATI BUDI
HAYATI Journal of Biosciences Vol 17, No 4 (2010): December 2010
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.342 KB)

Abstract

Bioremediation of petroleum sludge was conducted by using land-farming method in micro scale and by applying an indigenous bacteria Bacillus megaterium. The samples were from PT. Pertamina Musi Banyuasin district of South Sumatra. The research aim was to evaluate the performance of the bacteria in degrading petroleum sludge. The rate of the biodegradation process was determined by using differential method and the data analyses show that the reaction order is 0.74. Then, the rate of biodegradation constant was determined by using an integral method assuming that the biodegradation process was a first reaction order. From the calculation, it was revealed that the biodegradation reaction constant was 0.0204/day. The bioremediation-kinetics model is y = -0.0204X + 2.0365, and by using this model the bioremediation process could be ended after 99.83 days. The qualitative analysis was carried out by using GC-MS to investigate the components of compounds changed during the bioremediation process. The results show that the B. megaterium could degrade 99.32% of alkane compounds.
Perengkahan Tir Batubara Dengan Menggunakan Katalis Ni-Mo-S/ZAA Yudono, Bambang; Fanani, Zainal; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7280.759 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh temperatur, laju alir dan berat katalis Ni-Mo-S/ZAA terhadap hidrocracking tir batubara untuk menghasilkan fraksi bensin dan fraksi kerosin serta kalor pembakaran produk tersebut. Proses hidrocracking tir batubara dilakukan pada temperatur 300-400°C, laju alir gas hidrogen 1-2 mL/det dan jumlah katalis 0,25-1,0 g. Produk hidrocracking tir batubara dianalisa dengan menggunakan alat infra merah, kromatografi gas dan kalorimeter. Hasil analisa menunjukkan bahwa fraksi bensin dan kerosin yang dihasilkan pada temperatur hidrocracking 350°C, laju alir gas hidrogen 1,5 ml/det dan berat katalis 1,25 g mencapai hasil yang maksimum yaitu 20,486 persen untuk fraksi bensin dan 26,552 persen untuk fraksi kerosin. Kalor pembakaran produk hidrocracking tersebut nilainya terletak antara nilai kalor pembakaran bensin dan kerosin yaitu sebesar 48,6419 kJ/g.
Studi Pengaruh Aktivasi Zeolit Terhadap Kadar Garam NaCl Dalam Pembuatan Telur Asin Yudono, Bambang
Jurnal Penelitian Sains No 8 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.389 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aktivasi zeolit terhadap daya adsorpsi larutan NaCl dan pengaruh zeolit hasil aktivasi sebagai media pengasinan terhadap kadar NaCl yang terdifusi kedalam telur.Zeolit diaktivasi dengan menggunakan H2SO4 pada berbagai konsentrasi yaitu 2, 4, 6 N. Penentuan daya adsorpsi zeolit dan abu gosok dilakukan pada larutan Na konsentrasi 120 ppm dengan waktu kontak 120 menit. Sedangkan pembuatan telur asin menggunakan cara tradisional. Konsentrasi garam yang ditambahkan kedalam medium pengasinan adalah 25%, pengasinan dilakukan selama 10 hari. Analisa NaCl pada putih dan kuning telur dilakukan menggunakan metode Atomic Emission Spectrofotometric.Hasil penelitian daya adsorpsi zeolit dan abu gosok terhadap larutan NaCl berkisar antara 1,6088 – 7,5612 mg/g. Hasil penelitian terhadap kadar NaCl dalam putih dan kuning telur masing-masing berkisar antara 3,6307% - 9,1279% dan 1,1413% - 2,669%. Hasil uji organoleptik terhadap telur asin, yang memperoleh skor tertinggi terhadap tekstur, aroma, rasa, warna masing-masing adalah pada perlakuan menggunakan zeolit tanpa aktivasi (6,65), zeolit hasil aitivasi dengan H2SO4 6 N (6,75), zeolit tanpa aktivasi (6,10), zeolit hasil aktivasi dengan H2SO4 6 N (6,80).
Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) Aliyenah, Aliyenah; A Napoleon, A Napoleon; Yudono, Bambang
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.49 KB)

Abstract

Penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Pupuk Cair Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) ini telah dilaksanakan pada Ja-nuari - Maret 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan limbah cair industri tahu agar dapat digunakan sebagai pupuk cair organik untuk tanaman kangkung darat. Penelitian ini dilakukan dengan meng-gunakan Rancang Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan konsentrasi pupuk cair organik dari limbah tahu sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15%. Dan masing-masing perlakukan diulang sebanyak 3 kali. Ha-sil penelitian menunjukan bahwa pupuk cair organik tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat. Pengaruh yang signifikan dan nyata terlihat dari perlakuan pemberian konsentrasi pupuk cair sebesar 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% yang berpengaruh terhadap berat basah tanaman kangkung da-rat yaitu 10,89 gr, 16,32 gr, 23,47 gr dan 37,61 gr. Sedangkan perlakuan terhadap berat kering tanaman kang-kung darat yaitu 2,59 gr, 3,28 gr, 4,11 gr, 5,31 gr dan 9,60 gr. Dari analisis sidik ragam pada taraf Uji 5%, di-dapat nilai F hitung (349,677) lebih tinggi dari nilai F tabel (2,209) pada berat basah tanaman kangkung darat. Sebaliknya untuk berat kering didapat nilai F hitung (412,665) lebih tinggi dari nilai F tabel (2,209). Sehingga dari analisis tersebut terdapat pengaruh yang signifikan dan nyata antara pemberian konsentrasi pupuk cair limbah tahu terhadap produksi tanaman kangkung darat (H1 diterima dan H0 ditolak).
Pengaruh Penambahan Poliakrilamida Sebagai Pendukung Koagulan Alumunium Sulfat Dalam Menurunkan Nilai Kok, Warna dan Turbiditas Limbah Cair Industri Pulp Yudono, Bambang; Loekitowati H, Poedji; Victor H S, Victor H S
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10226.071 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kemampuan koagulan alumunium sulfat terhadap pertikel koloid dalam limbah cair industri pulp. Penelitian ini menggunakan alumunium sulfat (alum) yang dicampur dengan poliakrilamida sebagai bahan kimia pendukung yang membantu proses koagulan-flokulasi. Variabel dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi alum, konsentrasi poliakrilamida dan pH larutan limbah. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah konsentrasi KOK sisa, konsentrasi warna sisa dan konsentras turbiditas sisa yang ditentukan dengan metode refluk KOK, Spektrofotometri dan Turbidimetri. Pada konsentrasi alum 400 ppm dan konsentrasi poliakrilamida 0,60 ppm, pengkoagulasian partikel koloid maksimum terjadi pada pH 4,33 dengan persentase penurunan konsentrase KOK sisa, konsentrasi warna sisa dan konsentrasi turbiditas sisa berturut-turut adalah 44,16%; 78,95% dan 81,75%.
Kemampuan Fitoremediasi Salvinia molesta D. S. Mitchell pada Beberapa Konsentrasi Limbah Cair Minyak Bumi Pertiwi E, Sri; Juswardi, Juswardi; Yudono, Bambang; Nita, Fahri Arlio
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.932 KB)

Abstract

Penelitian tentang Kemampuan Fitoremediasi Salvinia molesta D.S. Mitchell pada Bebera-pa Konsentrasi Limbah Cair Minyak Bumi telah dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2011. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan fitoremediasi S. molesta pada beberapa konsentrasi limbah cair minyak bumi dengan mengukur TPH (Total Petroleum Hidrokarbon), pH dan berat basah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi limbah 0%, 15%, 30%, 45%, 60% dan 75%, dan masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S. molesta mampu menurunkan TPH pada tiap perlakuan konsentrasi limbah cair minyak bumi, dengan penurunan TPH tertinggi diperoleh pada konsentrasi limbah 75%, yaitu sebesar 1317 ppm. Pada fitoremediasi limbah cair minyak bumi menggunakan S. molesta terjadi penurunan pH yang stabil. Pertumbuhan S. molesta yang tepat pada fitoremediasi limbah cair minyak bumi diperoleh pada konsentrasi limbah 60%, dengan per-tambahan berat basah selama 30 hari sebesar 68,85 g. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpul-kan bahwa konsentrasi limbah cair minyak bumi yang tepat untuk proses fitoremediasi dan per-tumbuhan S. molesta diperoleh pada konsentrasi limbah 60%, dengan penurunan TPH 1157 ppm.
Pemanfaatan Rumput Fimbrisylis sp. dalam Proses Bioremediasi Tanah pada Berbagai Konsentrasi Limbah Minyak Bumi Pertiwi E, Sri; Widjajanti, Hary; Yudono, Bambang; Wahyudi, Hary
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pemanfaatan rumput Fimbristylis sp dalam proses bioremediasi bertujuan untuk mengamati pengaruh pemanfaatan Fimbristylis sp. terhadap jumlah populasi bakteri dan persentase penurunan TPH pada proses bioremediasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1: kosentrasi limbah minyak bumi yang terdiri dari 5 taraf: C0:0%, C1:5% , C2:10%, C3:15% dan C4: 20% Faktor 2 Penggunaan rumput Fimbrisylis sp yang terdiri dari 2 taraf : R0 : Tanpa menggunakan rumput Fimbristylis sp. dan R1: menggunakan rumput Fimbristylis sp., diperoleh 10 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan Fimbristylis sp. meningkatkan jumlah populasi bakteri dan penurunan nilai Total Petroleum Hidrokarbon (TPH). Namun semakin banyak limbah minyak bumi yang ditambahkan maka pertumbuhan Fimbristylis sp. semakin rendah 
Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipes), Hydrilla (Hydrilla verticillata), dan Rumput Payung (Cyperus alterni-folius) dalam Pengolahan Limbah Grey Water Kalsum, Sy. Ummi; A. Napoleon, A. Napoleon; Yudono, Bambang
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.889 KB)

Abstract

The purpose of this research is to determine the effectiveness of each phytoremediation agents, namely water hyacinth (Eichhornia crassipes), Hydrilla (Hydrilla verticillata) and Umbrella Grass (Cyperus al-ternifolius) in domestic wastewater remediate greywater manifold. The method used is pupossive sampling. Domestic waste water samples taken from residential waste and plant samples were taken from the field. Do-mestic waste water created within 4 concentrations are 100%, 75%, 5% and 25% and into the each concentra-tion of waste water planted with each phytoremediation agent. The result showed that water hyacinth (Eich-hornia crassipes) with 25% concentration of waste is most effective than the two other phytoremediation agents in remediate waste water with the ability to improve the quality of waste as indicated by the decline in 85% BOD value, 82% COD value, and 86% of TSS value.
Bioremediation of petroleum sludge was conducted by using land-farming method in micro scale and by applying an indigenous bacteria Bacillus megaterium. The samples were from PT. Pertamina Musi Banyuasin district of South Sumatra. The research aim was to evaluate the performance of the bacteria in degrading petroleum sludge. The rate of the biodegradation process was determined by using differential method and the data analyses show that the reaction order is 0.74. Then, the rate of biodegradati YUDONO, BAMBANG; SAID, MUHAMMAD; SABARUDDIN, .; NAPOLEON, ADIPATI; UTAMI, MARYATI BUDI
HAYATI Journal of Biosciences Vol 17, No 4 (2010): December 2010
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.034 KB)

Abstract

Bioremediation of petroleum sludge was conducted by using land-farming method in micro scale and by applying an indigenous bacteria Bacillus megaterium. The samples were from PT. Pertamina Musi Banyuasin district of South Sumatra. The research aim was to evaluate the performance of the bacteria in degrading petroleum sludge. The rate of the biodegradation process was determined by using differential method and the data analyses show that the reaction order is 0.74. Then, the rate of biodegradation constant was determined by using an integral method assuming that the biodegradation process was a first reaction order. From the calculation, it was revealed that the biodegradation reaction constant was 0.0204/day. The bioremediation-kinetics model is y = -0.0204X + 2.0365, and by using this model the bioremediation process could be ended after 99.83 days. The qualitative analysis was carried out by using GC-MS to investigate the components of compounds changed during the bioremediation process. The results show that the B. megaterium could degrade 99.32% of alkane compounds.
Eksplorasi Bakteri Hidrokarbonoklastik dari Rhizosfer di Lahan Tambang Minyak Rakyat, Kecamatan Babat Toman, Sumatera Selatan Hardestyariki, Dwi; Yudono, Bambang; Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.983 KB)

Abstract

This study aims to obtain rhizosphere bacteria as a potential agent of bioremediation. The method of sampling the plant rhizosphere by purposive sampling. Soil samples were taken from around the rhizos-phere of plants that live in soil contaminated oil. Bacteria were isolated from the rhizosphere soil samples, then they were selected into steps : performed purification, selection I and selection II. The among bacteria are tested the synergism, then characterized and identified it’s genus. The results showed that there were as many as 34 rhizosphere bacterial isolates were collected from three different sampling locations. Identification of bacteria that have potential as a bioremediation agent. Each bacterial isolate was identified as Sporosarcina sp. A.4.10, Proteus sp. C.6.7, Actinobacillus sp. A.6.3, and Flavobacterium sp. A.5.8.