Noor Yudhi
Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), BATAN Kawasan Puspiptek-Tangerang Selatan 15314, Banten

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH TEGANGAN, WAKTU DAN KEASAMAN PADA PROSES ELEKTRODIALISIS LARUTAN URANIL NITRAT ., Sigit,; Widodo, Ghaib; Langenati, Ratih; ., Torowati; Yudhi, Noor
Jurnal Teknologi Bahan Nuklir Vol 6, No 1 (2010): Januari
Publisher : PTBN - BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.784 KB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH TEGANGAN, WAKTU DAN KEASAMAN PADA PROSES ELEKTRODIALISIS LARUTAN URANIL NITRAT. Telah dipelajari proses elektrodialisis dari larutan uranil nitrat sebagai umpan dengan variabel tegangan, waktu dan keasaman dengan tujuan untuk mempelajari pemisahan uranium dari larutan umpan. Sel elektrodialisis yang digunakan berbentuk kotak empat persegi yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu bilik anode, bilik umpan dan bilik katode. Pada bilik anode dipasang anode, pada bilik katode dipasang katode, sedangkan umpan uranil nitrat ditempatkan pada bilik umpan yang berada di antara bilik anode dan katode. Antara bilik anode dan bilik umpan dibatasi dengan membran tukar anion (MTA) dan antara bilik umpan dan bilik katode dibatasi dengan membran tukar kation (MTK). Pada saat proses elektrodialisis berlangsung, ion uranil ditarik oleh katode menuju bilik katode melewati MTK, sedangkan ion nitrat ditarik oleh anode ke bilik anode. Untuk mengetahui konsentrasi uranium pada bilik umpan, dilakukan analisis menggunakan titroprosesor. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin tinggi tegangan dan semakin lama waktu proses elektrodialisis, semakin kecil kadar uranium dalam bilik umpan. Sebaliknya, semakin besar konsentrasi uranium dalam bilik katode berarti telah terjadi pemisahan uranium dari umpan menuju bilik katode. Penurunan kadar uranium dalam umpan terbesar terjadi pada tegangan 8 Volt yaitu 38,09% atau kadar U akhir dalam umpan sebesar 0,832 g/L untuk waktu elektrodialisis selama 180 menit dan keasaman (normalitas asam nitrat) pada umpan 4,58 N. Keasaman umpan juga berpengaruh terhadap penurunan kadar uranium. Untuk tegangan 4 dan 5 Volt, keasaman pada umpan yang rendah yaitu 2 N memberikan kenaikan kadar uranium yang rendah pada bilik katode. Kadar uranium selanjutnya naik sewaktu keasaman umpan bertambah menjadi 3,56 N, tetapi menurun lagi pada keasaman umpan 4,58 N. KATA KUNCI: elektrodialisis, uranil nitrat, tegangan, keasaman (normalitas asam nitrat) ABSTRACTTHE INFLUENCE OF VOLTAGE, TIME AND ACIDITY ON ELECTRODIALYSIS PROCESS OF URANYL NITRATE SOLUTION. Electrodialysis of uranyl nitrate solution with voltage, time and acidity as the process variables has been investigated in order to study uranium separation from feed solution. The electrodialysis cell is of a box shape that is divided into three sections, which are the anode, feed and cathode compartments. In the anode and cathode compartments, the anode and cathode were fitted correspondingly, while the feed was placed in the feed compartment. The anode and feed compartments are separated by an anion exchange membrane (AEM), and the cathode and feed compartments are separated by a cation exchange membrane (CEM). When the electrodialysis was performed, the uranyl ions were drawn by the cathode toward the CEM, while the nitrate ions were drawn by the anode toward the MTA. The uranium concentration in the feed was analysed by using a titroprocessor. The experiment results showed that the higher the electrodialysis voltage and the longer the time, the less the uranium concentration in the feed compartment. On the other hand, increasing the concentration of the uranium in the cathode compartment resulted in a separation of uranium from the feed toward the cathode compartment. A decrease of the uranium concentration in the feed occurred at a voltage of 8 Volts, which was 38.09%, or the final U concentration in the feed was 0.832 g/L for electrodialysis time of 180 minutes and the feed acidity (nitric acid normality) of 4.58 N. The acidity of the feed also posed an influence toward the decrease of uranium concentration. At voltages of 4 and 5 Volts, the low acidity of 2 N in the feed resulted in a small increase of uranium concentration in the cathode compartment. The uranium concentration then increased as the feed acidity was increased to 3.56 N, but decreased again at the feed acidity of 4.58 N.  FREE TERMS: electrodialysis, uranyl nitrate, voltage, acidity (nitric acid normality)
OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT Setiawan, Iwan; Yudhi, Noor
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 8, No 15 (2015): April 2015
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.943 KB)

Abstract

ABSTRAK - Larutan yang dihasilkan selama proses pemurnian uranil nitrat ditampung dalam tangki V-404 untuk dipekatkan dengan level tetap, proses pemekatan ini diperlukan karena larutan Uranil Nitrat Heksahydrat (UNH) yang diperoleh terlalu encer sehingga larutan UNH perlu dipekatkan. Larutan UNH yang dihasilkan berasal dari proses ekstraksi yang dipekatkan dalam penguap. Pengamatan terhadap instrumen pengukuran selama proses harus baik untuk menjaga suhu penguap tetap terkendali. Hasil analisis dari proses pemekatan larutan UNH pada seksi 600 diperoleh hasil UNH pekat dengan konsentrasi uranium 131,895 g/l. Sedangkan UNH sebelum dipekatkan sebagai hasil ekstraksi yang tertampung pada V-404 B memiliki konsentrasi uranium 35,5608 g/l, dan hasil embunan untuk dilimbahkan pada V-601 memiliki konsentrasi uranium 0,4832 g/l. Proses pemekatan belum optimal dari hasil pemekatan yang diperoleh untuk nilai batas keberterimaan 180 g/l – 220 g/l, sedangkan hasil embunan sudah memenuhi nilai batas keberterimaan yaitu konsentrasi < 1 g/l. Kata Kunci - Penguapan, Pemekatan
Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), BATAN Kawasan Puspiptek-Tangerang Selatan 15314, Banten Yudhi, Noor
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 2, No 03 (2009): April 2009
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.092 KB)

Abstract

ABSTRAK PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI. Telah dilakukan penelitian penentuan konsentrasi sulfat dengan metoda back titration menggunakan alat potensiometer. Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan jangkauannya analisis, batas deteksi terendah dan kesalahan analisis. Metoda back titration dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi sulfat (orde ppm) didalam larutan (fase air). Contoh larutan diendapkan sebagai Barium sulfat dengan cara menambahkan Barium klorida berlebihan, kelebihan Barium dititrasi dengan larutan NaEDTA menggunakan elektroda ion selektif Kalsium. Perbedaan antara Barium klorida yang ditambahkan dengan kelebihan Barium yang dititrasi merupakan Barium sulfat yang diendapkan.  Dalam percobaan digunakan sulfat standar 1000 ppm, larutan Ba Cl2 0,01 M, larutan Ca 1000 ppm dan larutan titer EDTA  0,01 M. Parameter percobaannya yaitu variasi konsentrasi sulfat dari  2, 5, 10 dan 20 ppm, dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan sulfat jangkauan analisis berkisar dari 5 s/d 20 ppm, kesalahan analisis berkisar antara 1,70 dan 2,40% dengan batas deteksi terendah sebesar 2 ppm. Hasil analisis penentuan sulfat di dalam  FeSO4 7H2O dan Na2SO4 sebesar 34,00 dan 67,72%. Kata kunci : analisis, potensiometri, sulfat (ppm).
Pemungutan Uranium Dalam Limbah Uranium Cair Menggunakan Amonium Karbonat ., Torowati; Yudhi, Noor
PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 2, No 4 (2009): Oktober 2009
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.904 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMUNGUTAN URANIUM DALAM LIMBAH URANIUM CAIR MENGGUNAKAN AMONIUM  KARBONAT. Percobaan proses pemungutan uranium dalam limbah uranium cair  telah dilakukan  dengan menggunakan amonium  karbonat. Percobaan dilakukan bertujuan untuk memungut kembali uranium  dalam limbah uranium cair. Metode yang digunakan untuk proses pemungutan   uranium tersebut  adalah dengan  cara pengendapan. Sebagai umpan, digunakan  limbah uranium cair yang  berada di Laboratorium Kendali Kualitas Bidang Bahan Bakar Nuklir (BBN), PTBN. Kandungan uranium dalam limbah uranium cair tersebut adalah 0,653 g/l dengan  keasaman 3,52 N. Reagen yang digunakan untuk  pengendapan adalah  amonium karbonat [(NH4)2CO3]. Dari percobaan diperoleh hasil efisiensi pengendapan maksimum sebesar  (94,64 ± 0,06)%  dengan  kondisi   pH = 5. Kata kunci : uranium,  pengendapan, amonium  karbonat.