Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN RELATIF ALGAE MIKROSKOPIS DI BERBAGAI EKOSISTEM PADA KAWASAN INTERTIDAL PULAU MENJANGAN BALI BARAT Yudasmara, Gede Ari
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.094 KB) | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v4i1.4929

Abstract

Algae mikroskopis memiliki peranan yang penting karena merupakan organisme autotrof yaitu organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri, sehingga berperan sebagai produsen bagi konsumen yang hidup di lautan dan sangat erat kaitannya dengan rantai makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan relatif algae mikroskopis serta tingkat perbedaannya pada ekosistem Padang Lamun, Terumbu Karang dan Mangrove di kawasan intertidal Pulau Menjangan Bali Barat. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan metode observasi lapangan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh algae mikroskopis pada ekosistem Mangrove, Padang Lamun dan Terumbu Karang, sedangkan Sampel dalam penelitian ini adalah algae mikroskopis yang berhasil ditangkap pada sejumlah titik pengambilan sampel. Analisis data menggunakan statistik ekologi. Hasil penelitian menunjukkan (1) algae mikroskopis yang teridentifikasi pada ekosistem Mangrove sebanyak 20 jenis, ekosistem Padang Lamun 24 jenis, dan ekosistem Terumbu Karang 32 jenis; (2) Indeks keanekaragaman pada ekosistem Mangrove dan Padang Lamun tergolong sedang sedangkan ekosistem Terumbu Karang tergolong tinggi; (3) Kemelimpahan relatif tertinggi pada Lamun adalah spesies Guinardia blavyana, ekosistem Mangrove adalah Triceratium alternans dan ekosistem Terumbu karang adalah Cocconeis scutelum; (4) terdapat perbedaan keanekaragaman dan kemelimpahan relatif algae mikroskopis antara ketiga ekosistem di kawasan intertidal Pulau Menjangan.
PENGHAMPIRAN MODEL SISTEM DINAMIS DALAM MEMPREDIKSI AKTIVITAS WISATA BAHARI DI KAWASAN PULAU MENJANGAN BALI BARAT Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 1, No 1 (2011): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak: Pariwisata merupakan bentuk pemanfaatan yang sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional. Perkembangan pasar pariwisata internasional saat ini memiliki kecenderungan untuk berwisata ke kawasan yang relatif masih alami (back to nature). Kondisi ini memberikan peluang bagi pengembangan pariwisata di daerah Taman Nasional seperti kawasan Pulau Menjangan Bali Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) perkembangan wisata bahari dalam kurun waktu 25 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial. Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit  yaitu, kondisi sumberdaya alam yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal bisa dipakai untuk pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level pengelolaan wisata bahari
ANALISIS POTENSI DAN KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU MENJANGAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS PENDIDIKAN TERPADU Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 3, No 1 (2013): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi trumbu karang.
ANALISIS POTENSI PERAIRAN PULAU MENJANGAN UNTUK DESTINASI WISATA EDUKATIF DAN KONSERVASI TERUMBU KARANG Yudasmara, Gede Ari; Adnyana, Putu Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 3, No 1 (2013): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi terumbu karang
PEMODELAN SUMBER DAYA PESISIR KAWASAN PULAU MENJANGAN MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 2, No 1 (2012): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

AbstrakSumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi bagian dalam sektor andalan pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir dan laut, termasuk kawasan Pulau Menjangan yang cukup tinggi potensi sumberdaya pesisirnya.Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) kondisi sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan dalam kurun waktu 30 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan secara ekologis.Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit yaitu, kondisi sumberdaya alam seperti hutan mangrove dan terumbu karang yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal agar keberadaan sumberdaya pesisir dapat tetap terjaga dan lestari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta diberlakukannya fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level model ekologis.Kata-kata kunci : model dinamik, sumberdaya pesisir, kawasan pulau Menjangan
Budidaya Anggur Laut (Caulerpa Racemosa) melalui Media Tanam Rigid Quadrant Nets Berbahan Bambu Yudasmara, Gede Ari
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.188 KB) | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v3i2.4481

Abstract

Anggur laut (Caulerpa racemosa) merupakan makro alga hijau yang sering dimanfaatkan sebagai makanan bagi masyarakat sekitar pantai. Akan tetapi ketersediaannya masih dalam jumlah yang sangat terbatas dan musiman, karena masih tergantung dari alam dan belum dibudidayakan secara baik dan benar. Untuk itu diperlukan usaha budidaya untuk menunjang kontinuitas produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis efektifitas dan efisiensi rigid quadrant nets berbahan bambu dalam budidaya Caulerpa racemosa dan mengkaji kualitas dan kuantitas yang diperoleh dari penerapan rigid quadrant nets berbahan bambu dalam budidaya Caulerpa racemosa. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan melalui penelitian eksperimen dengan rancangan pre test post test control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rigid quadrant nets berbahan bambu cukup efektif dan efisien dalam budidaya Caulerpa racemosa, begitupula dari segi kualitas dan kuantitas substrat rigid quadrant nets berbahan bambu cukup baik kualitasnya serta hasil panen sebanyak Bak I sebesar 2340,46 gram, Bak II sebesar 2003,60 gram dan Bak ke III sebesar 2135,5 gram dengan masa penanaman selama 42 hari.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKIF BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Yudasmara, Gede Ari; Purnami, Desi
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 48, No 1-3 (2015): April, 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.129 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v48i1-3.6923

Abstract

ABSTRACT: Developing Interactive Instructional Media in Biology to Improve Junior High School Students’ Achievement. This study aimed to produce interactive instructional media inter-active which is practical, and effective. This research was a research and development, which was-held in SMP Negeri 3 Bangli Kintamani to the class VIIIA in the Odd semester of the school year 2014/2015. The subjects were Biology teacher and eighth grade students of class VIIIA. The data were analyzed using descriptive analysis related to aspects of practicality and effectiveness through a questionnaire and Biology achievement test. The result shows that 1) the media that was developed has fulfilled the criteria of practicality based on the average score of the response of teachers to 3.73 (categorized positive) and the students responses 3.5 (categorized very positive) and 2) interactive instructional media of Biology has accomplished the criteria of effectiveness because it has reached the learning outcomes of the test scores of students who achieved an average of 79.04 above KKM (the minimum criteria of mastery) from previously determined 72, and the percentage of students achieving the minimum criteria of mastery is 95.83%. Keywords: instructional media, learning achievement, quality of media ABSTRAK:Pengembangan Media Pembelajaran Interakif Biologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Belajar Siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif biologi yang praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kintamani Bangli, pada kelas VIIIA semester Ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah guru Biologi dan siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kinta-mani. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifyang berkaitan dengan aspek kepraktisan dan efektivitas melalui angket dan tes hasil belajar biologi siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) media pembelajaran yang berhasil dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan ber-dasarkan rata-rata nilai respon guru 3,73 (terkategori positif) dan respon siswa 3,5 (terkategori sangat positif) dan 2) Media pembelajaran interaktif biologi ini telah memenuhi syarat keefektivan karena telah berhasil mencapai nilai tes hasil belajar siswa yang mencapai rata-rata 79,04 diatas KKM yang ditetapkan yaitu 72, dan persentase tingkat ketuntasan minimal siswa mencapai 95,83%. Kata-kataKunci: hasil belajar siswa, kualitas media, media pembelajaran
PERBANDINGAN INTERAKSI BELAJAR INDIVIDUAL DAN KOOPERATIF KONSEP PERILAKU SEKSUAL HEWAN DALAM MODEL PEMBELAJARAN PQ4R Yudasmara, Gede Ari
Jurnal IKA Vol 14, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : Jurnal IKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep perilaku seksual hewan antara mahasiswa yang dibelajarkan dengan pola interaksi belajar kooperatif dan individual dalam model pembelajaran PQ4R. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan eksperimen Non-Equivalent Pre-test-Post-test Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi semester 5A dan 5B yang mengambil mata kuliah Tingkah Laku Hewan. Semester 5B adalah kelas yang mendapat perlakuan pola interaksi belajar kooperatif sedangkan 5A adalah kelas yang mendapat perlakuan pola interaksi belajar individual. Kedua pola interaksi belajar ini menggunakan model pembelajaran PQ4R. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik Anacova. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep materi perilaku seksual hewan antara yang dibelajarkan dengan pola interaksi belajar kooperatif dengan yang dibelajarkan dengan pola interaksi belajar individual dalam model pembelajaran PQ4R pada semeter 5A dan 5B. Nilai rata-rata yang diperoleh pada pola interaksi belajar kooperatif dalam model pembelajaran PQ4R sebesar 77,80 dan pada pola interaksi belajar individual dalam model pembelajaran PQ4R sebesar 69,44. Kata-kata kunci : pola interaksi, belajar kooperatif, belajar individual, PQ4R  ABSTRACT This study aimed at analyzing the students’ levels of understanding on the concept of animal sexual behavior between those who learned it with cooperative learning interaction pattern and individual learning interaction pattern in PQ4R model. This research is a quasi-experimental study with experimental design of Non-Equivalent Pre-test-post-test control group design. The samples of the study were students of the Department of Biology Education class 5A and 5B who enrolled in Animal Behavior course. Class 5B was treated using cooperative learning interaction pattern while 5A was treated using individual learning patterns. Both of these learning patterns implemented PQ4R model. The data analysis was conducted through descriptive analysis and Anacova statistical analysis. The results showed that there were significant differences of the students’ understanding on the concept of animals sexual behavior between that was learned through cooperative learning pattern and that with individual learning patterns of PQ4R model by class 5A and 5B. The average value which was obtained by the group who implemented cooperative learning interaction pattern with PQ4R model was 77.80 and which was obtained by the group of individual learning pattern with PQ4R model was 69.44. Keywords: patterns of interaction, cooperative learning, individual learning, PQ4R
Mina Wisata Sebagai Alternatif Pengembangan Wisata Bahari di Kawasan Pesisir Buleleng, Bali Utara Yudasmara, Gede Ari
Jurnal Segara Vol 12, No 1 (2016): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v12i1.7653

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Buleleng saat ini telah dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan kepariwisataan, akan tetapi kegiatan tersebut masih belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan memiliki kecenderungan mengalami kejenuhan. Untuk itu, diperlukan suatu pengembangan wisata alternatif yang sesuai dengan kondisi dan potensi sumber daya alam yang ada serta saling  bersinergi dengan aktivitas wisata lainnya, seperti contohnya pengembangan mina wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kondisi dan potensi sumberdaya alam pesisir dan laut, tingkat kesesuaian kawasan pesisir Buleleng dalam menunjang pengembangan mina wisata dan menghasilkan model aktivitas mina wisata di kawasan pesisir Buleleng yang terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kesesuaian kawasan dengan rancangan penelitiannya berupa survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesisir Kabupaten Buleleng apabila dilihat dari kondisi dan potensi sumberdaya alamnya masih mampu untuk mendukung aktivitas mina wisata dengan tingkat kesesuaian kawasan berdasarkan indeks kesesuaian wisata, yaitu pesisir Buleleng timur terkategori cukup sesuai (76,92), pesisir Buleleng tengah terkategori cukup sesuai (61,53) dan pesisir Buleleng barat terkategori sangat sesuai (87,17). Rencana model mina wisata yang dapat dikembangkan antara lain pesisir Buleleng timur adalah mina wisata budidaya laut (ikan hias dan karang) dan mina wisata perikanan tangkap (mancing dan spearfishing adventures), pesisir Buleleng tengah adalah mina wisata budidaya laut (rumput laut) dan mina wisata perikanan tangkap (mancing dan spearfishing adventures), dan pesisir Buleleng barat adalah mina wisata budidaya laut (rumput laut, Bandeng, Kerapu, Mutiara, ikan hias dan karang) dan mina wisata perikanan tangkap (mancing dan spearfishing adventures).