Articles

Found 27 Documents
Search

AKTIVITAS ENZIM AMILASE Rattus norvegicus PADA DIET TINGGI SERAT PANGAN : VARIASI pH DAN LAMA PEREBUSAN (AMYLASE ENZYME ACTIVITY Rattus norvegicus ON A DIET HIGH IN FIBER FOOD: VARIATION OF pH AND BOILING TIME) MAHARDIKA NINGRUM, SESILIA; Yuanita, Leny
UNESA Journal of Chemistry Volume 1, Number 1, 2012
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
ADSORPSI Pb2+ OLEH ARANG AKTIF SABUT SIWALAN (Borassus flabellifer) (ADSORPTION OF Pb2+ BY SIWALAN FIBER (Borassus flabellifer) ACTIVATED CARBON) Rahmawati, Esty; Yuanita, Leny
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN SODIUM TRIPOLYFOSFAT FOOD GRADE (STPP FG) PADA DAGING AYAM POTONG (Gallus Gallus) TERHADAP KADAR GLUKOSA (EFFECT OF SODIUM TRIPOLYFOSFAT SOAKING SOLUTION FOOD GRADE (STPP FG) TO MEAT CHICKEN (Gallus Gallus) OF GLUCOSE LEVELS) Iqbal, Muhammad Zafar; Yuanita, Leny
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH VARIASI pH DAN LAMA PEREBUSAN KACANG PANJANG (Vigna Sesquipedalis (L) fruhw) TERHADAP KADAR ASAM KOLAT DAN ASAM DEOKSIKOLAT PADA FESES HEWAN COBA (Rattus norvegicus L) (THE EFFECT OF pH VARIATION AND LENGTH BOILING TIME OF YARD-LONG BEAN (Vigna S Rizkiyanto, Rizkiyanto; Yuanita, Leny
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Adsorption of Pb (II) by Chitosan Resulted from Bakau Crab’s Shell (Scylla sp) Chitin Isolation Sanjaya, Indah; Yuanita, Leny
Jurnal ILMU DASAR Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.297 KB)

Abstract

The aim of this research was to find the effect of interaction time on adsorption of Pb (II) by chitosan.The research was done in three stages: (i), the isolation of chitin from Bakau Crab’s Shell (Scylla sp); (ii), chitin deacetilation becomes chitosan; (iii), interaction of chitosan to Pb (II). Qualitative analysis was done by ninhidrin test, while quantitatively was carried out by infra red spectra. Langmuir Hinshelwood kinetica equation was applied to determine adsorption velocity of chitosan to Pb (II), and one way analysis of variance to determine the effect of interaction time to adsorption of Pb (II) (α = 5%). Interaction time was 10, 30, 50, 70, 90, 110, and 130 minutes. The results showed that: (a) deacetilation degree of chitin and chitosan were 35.94 and 65.28 % respectively, (b) ninhidrin test was resulting purple colour for chitosan, (c) period time of equilibrium to adsorp Pb (II) was 70 minutes. From Langmuir- Hinshelwood kinetica equation resulting that k1 = 0.0014 minutes-1 and K = 1189.6 M-1. Range of chitosan adsorption velocity to Pb (II) was 2977. 10-7 to 3.275. 10-7 mol/L minutes.Keywords: adsorption, chitin, chitosan, Scylla sp, Pb (II)
Interaction Mechanism of Fe with Dietary Fiber Component at in vitro Gastrointestinal System Condition Yuanita, Leny
Jurnal ILMU DASAR Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.135 KB)

Abstract

The aim of the research was to describe the interaction mechanism of Fe with yard long bean dietary fiber macromolecules at gastrointestinal system in-vitro, through the combination of acidity and boiling time. The research based on the factorial experimental design, with two independent variables, i.e. acidity medium (pH 3, 4, 5, 6, 7)and boiling time (0/raw, 5, 20, 35 minutes). Dependent variables were iron binding percentage, effective stability constants (Keff), and adsorption constants (Kads). Scatchard and Langmuir graph methods through Keff and Kads were then applied to determine the mechanism of iron interaction. The results of the research showed that the highest binding Fe by dietary fiber at pH 7- raw, and lowest at pH 3- boiling time 35 minutes. The iron binding pattern by dietary fiber at gastrointestinal system is through formation of complex compound that more prominent than physically adsorption, and involved two types of specific binding sites, one of which showed a higher affinity than the other.Keywords: Fe (iron), dietary fiber, gastrointestinal system, Keff (effective stability constant),, Kads (adsorptionconstant)
Analysis of Sacharide Monomer and Functional Groups of Fe- Dietary Fiber Complex at Acid Condition Boiling Yuanita, Leny
Jurnal ILMU DASAR Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.704 KB)

Abstract

The aim of the study was to describe the changes of sacharide monomer and functional groups of Fe-dietaryfiber complex at boiling with acidic medium. The research was designed as the Pre test-Post test Control Group,the treatment of variation pH (pH 3 and 7) and boiling time (raw and 35 minutes). The dependent variables weresacharide monomer of dietary fiber and functional groups of Fe-dietary fiber complex. FeSO4. 7 H2O was addedas source of mineral Fe. The results of the study showed: 1) At pH 3-boiling time 35’ treatment, no changes tokinds of dietary fiber sacharide monomer, however changes of monomer content. 2) At pH 3-35’ treatment, theFe binding both to lignin and cellulose at –OH groups, but it was not able to bind hemicellulose. At raw-pH 7,the Fe binding to lignin at –OH, -COOH groups; to cellulose at –OH, -CH2-O-CH2-, -COO groups; while tohemicellulose at –OH groups.Keywords: Monomer, functional group, iron, acidity, dietary fiber
PENERAPAN MEDIA LABORATORIUM VIRTUAL (PhET) PADA MATERI LAJU REAKSI DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (THE APPLICATION OF VIRTUAL LABORATORY MEDIA (PhET) AT REACTION RATE SUBJECT USING DIRECT INSTRUCTION MODEL) SUMARGO, EKO; YUANITA, LENY
UNESA Journal of Chemical Education Vol 3, No 1 (2014): Vol. 3, No. 1, (2014)
Publisher : UNESA Journal of Chemical Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media laboratorium virtual (PhET) pada materi laju reaksi terhadap hasil belajar siswa. Selain itu diteliti juga kelayakan perangkat pembelajaran yang digunakan, keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa selama pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu random  pre-test post-test design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri Ploso Jombang. Penelitian ini mengambil 20 orang siswa tiap kelas. Hasil belajar yang dibandingkan adalah perbedaan rata-rata nilai pretes dan rata-rata nilai postes. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik t (α = 5%) . Kemampuan guru mengajar dan aktivitas siswa selama pembelajaran diamati oleh seorang pengamat. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi: soal pretes-postes, lembar angket dan lembar observasi. Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara pretes dan postes pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Namun tidak ada perbedaan yang signifikan jika dibandingkan perubahan pretes ke postes antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Sementara perangkat pembelajaran dinyatakan layak oleh validator dengan kelayakan 90% untuk RPP dan LKS dinyatakan valid oleh validator. Keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik mendapatkan skor 74,46% dari skor maksimum. Aktivitas siswa selama pembelajaran dikategorikan tinggi. Pendapat siswa tentang pembelajaran didapatkan sejumlah 87,72% siswa mengatakan media PhET adalah hal baru.  Kata kunci : Virtual, PhET, model pengajaran langsung There was done experiment to knew an influence of application of PhET virtual laboratory at reaction rate topic  to student achievement. There was done also appropriateness of learning sets, how was reach learning process, how were student activity, and how were student opinion about learning process. Type of this experiment was experimental research. Design of experiment were random pre-test and post-test. The experiment taken place at SMA Negeri Ploso Jombang. The student achievement that compare were pretest mean and postest mean. Statistic t test was used. Experiment equipments were pretest-postest task, observation of reach learning process and student activity list, and survey of student opinion about learning process. According data analyzed, it was shown that there was significant difference of t test (α = 5%) between mean pretest and postest. But there was not significant difference of t test between experiment class and control class. And than lesson plan got 90% score from assessor and student work sheet was declared valid by assessor. Learning process accomplished got 74,46% from maximum score. Student activity during learning process was hight. There were 87,72% of students said that PhET was new thing for them. Keywords: Virtual, PhET, direct instruction model
PENGARUH ASAM SITRAT DAN FITASE Bacillus subtilis HOLIWOOD GRESIK PADA JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP DAYA CERNA PROTEIN DAN BIOAVAILABILITAS ZINK THE EFFECT OF CITRIC ACID AND PHYTASE Bacillus subtilis HOLIWOOD GRESIK IN CORN (Zea mays L.) TOWARDS PROTEIN DIGESTIBILITY AND ZINC BIOAVAILABILITY KHUFYATUN NISA, AMALIA; YUANITA, LENY
UNESA Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam sitrat dan fitase Bacillus subtilis Holiwood Gresik pada jagung (Zea mays L.) terhadap kadar fitat, daya cerna protein dan bioavailabilitas Zn. Fitase yang digunakan merupakan ekstrak kasar dari isolat Bacillus subtilis HG. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test-Only Control Group Design. Tahapan penelitian: 1) untuk analisis kadar fitat jagung dengan variasi bahan perendam berupa asam sitrat 9%, 50 mL/50 g (12 jam) dan fitase 250 µL/50 g  (30 menit). P1 adalah jagung tanpa perendaman (kontrol), P2 perendaman asam sitrat dan P3 kombinasi perendaman asam sitrat, kemudian fitase., 2) untuk analisis daya cerna protein-Protein Efficiency Ratio (PER) pada Mus musculus, digunakan jagung hasil tahap I. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anava satu arah (α= 0.05). Hasil: 1) ada pengaruh variasi bahan perendam terhadap kadar fitat jagung. Kadar fitat secara berturut-turut dari P1, P2, dan P3 adalah  11.378, 3.975, and 1.402 (mg/g)., 2) penurunan kadar fitat jagung tahap I dapat meningkatkan PER dan bioavailabilitas Zn Mus musculus. Nilai PER dan % bioavailabilitas Zn secara berturut-turut dari P1, P2 dan P3 adalah 1.9 dan 12.31; 2.5 dan 25.22; 2.7 dan 36.68.   Kata Kunci: Asam sitrat,  fitase, Protein Efficiency Ratio, bioavailabilitas Zn.   Abstract.  The aim of this research was describe the effect of variation soaking with citric acid and phytase Bacillus subtilis Holiwood Gresik in corn toward concentration of phytate, protein digestibility, and Zn bioavailability. In this research used crude extract of Bacillus subtilis HG isolate. Research design used Post Test-Only Control Group Design. Phases of research: 1) for analyze phytate concentration in corn with variation soaking were citric acid 9%, 50 mL/50 g (12 hour) and phytase 250 µL/50 g (30 minutes). P1 was corn without soaking as control, P2 soaking with citric acid, and P3 combination soaking with citric acid, then phytase., 2) for analyze protein digestibility-Protein Efficiency Ratio (PER) and Zn bioavailability Mus musculus, used corn result phase I. Data were analyze by One-way Anava (α= 0.05). Results: 1) there was effect of variation soaking toward phytate concentration in corn. Phytate concentration from P1, P2, and P3 were 11.378, 3.975, and 1.402 (mg/g) respectively., 2) decreasing concentration of phytate in phase I obtained increasing protein digestibility and Zn bioavailability Mus musculus. PER value and % Zn bioavailability from P1, P2, and P3 were 1.9 and 12.31; 2.5 and 25.22; 2.7 and 36.68 repectively.   Keywords: citric acid, phytase, Protein Efficiency Ratio, bioavailability Zn.
PENGARUH ASAM SITRAT DAN FITASE Bacillus subtilis HG PADA JAGUNG (Zea mays L) TERHADAP BIOAVAILABILITAS MINERAL Ca (in-vitro) THE EFFECT OF CITRIC ACID AND PHYTASE’S Bacillus subtilis HG IN CORN (Zea mays L) TOWARDS THE BIOAVAILABILITY OF THE MINERAL Ca (in-vitro) RATRI KURNIAWATI, YULIA; YUANITA, LENY
UNESA Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam sitrat dan fitase Bacillus subtilis HG pada jagung (Zea mays L) terhadap bioavilabilitas mineral Ca (in-vitro). Enzim fitase yang digunakan merupakan ekstrak kasar dari isolat Bacillus subtilis HG. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap. Tahap I adalah penentuan perlakuan terbaik dalam penurunan kadar asam fitat pada jagung 1) dengan variasi lama perendaman dan konsentrasi asam sitrat, 2) dengan variasi konsentrasi enzim fitase terhadap hasil tahap I.1. Tahap II adalah penentuan bioavailabilitas mineral Ca secara in-vitro. Data dianalisis secara berurutan pada tahap I.1 dan I.2 melalui anova dua arah dan anova satu arah, sedangkan pada tahap II dengan anova satu arah (α = 0,05). Hasil penelitian: 1) diperoleh perlakuan terbaik penurunan kadar asam fitat pada perendaman jagung dengan asam sitrat 9% selama 12 jam sebesar 32,45, sedangkan pada variasi konsentrasi enzim 250µL/50mL sebesar 50,09%. 2) bioavailabilitas mineral Ca secara in-vitro tertinggi sebesar 56,880% dari perlakuan perendaman jagung dengan asam sitrat 9% selama 12 jam dengan penambahan enzim fitase 250µL/50mL.   Kata kunci: asam fitat, asam sitrat, bioavailabilitas mineral Ca, fitase     Abstract. The purpose of the research is to know the effect of citric acid and phytase’s Bacillus subtilis HG in corn (Zea mays L) towards the bioavailability of the mineral Ca (in-vitro). Phytase enzyme used in this research is the extract of the Bacillus subtilis HG isolate. This research consists of two steps. The first step is determining the best treatment to reduce the amount of phytase enzyme in corn, 1) with the variation of  the submersion duration and the citric acid concentrate, 2) with the variation of the phytase enzyme concentrate towards the result of the step I.I. The second step is to determining the bioavailability of mineral Ca through in-vitro process. The data is analized consecutively in step I.1 and I.2, using two way anova and one way anova, whereas in step II using two way anova (α = 0,05) . The result of the research: 1) the best treatment to reduce the phytate acid is found in the immersion of corn with 9% citric acid for 12 hours in the amount of 32,45%, whereas in the variation of the concentration of enzyme 250µL/50mL in the amount of 50.09%. 2) The highest bioavailability of mineral Ca  through in-vitro is in the amount of 56.880% with 9% citric acid for 12 hours and with the increment of phytase enzyme 250µL/50mL.   Keyword: phytic acid, citric acid, bioavailability of mineral Ca, phytase.