Onesimus Yoku
Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PRODUKSI PADANG PENGGEMBALAAN ALAM DAN POTENSI PENGEMBANGAN SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM KECUKUPAN DAGING DI PAPUA BARAT Yoku, Onesimus; Supriyantono, Andoyo; Widayati, Trisiwi; Sumpe, Iriani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p11

Abstract

Papua Barat merupakan daerah yang sangat potensial bagi pengembangan ternak sapi potong karena daya dukung wilayah cukup luas. Ketersediaan sumberdaya alam tesebut memberikan peluang besar bagipengembangan usaha peternakan sapi bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi botanis, kapasitas tampung, dan potensi produksi hijauan pakan di dataran Kebar Kabupaten Tambraw Provinsi PapuaBarat. Komposisi botanis dianalisis dengan metode ranking (dry weight rank) yaitu dengan mengobservasi hanya tiga jenis hijauan yang mempunyai kontribusi besar, dan menetapkannya sebagai ranking 1, 2,dan 3 berdasarkan bahan kering, sedangkan produksi hijauan pakan diestimasi dengan metode cuplikan menggunakan kuadrat berukuran 1 m2 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 100% hijauan padapadang penggembalaan didominasi jenis rumput; kapasitas padang penggembalaan alam sangat rendah yaitu 0,48-1,70 UT/ha/tahun; dan produksi hijauan pada padang penggembalaan alam sangat tidak potensial untuk rencana pengembangan ternak sapi bali dan/atau sapi potong untuk mendukung program kecukupan daging sapi di Provinsi Papua Barat.
KOMPOSISI BOTANI DAN PERSEBARAN JENIS-JENIS HIJAUAN LOKAL PADANG PENGEMBALAAN ALAM DI PAPUA BARAT Yoku, Onesimus; Supriyantono, Andoyo; Widayati, Trisiwi; Sumpe, Iriani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v04.i02.p02

Abstract

Papua Barat merupakan daerah yang sangat potensial bagi pengembangan ternak sapi potong dan/atau usaha peternakan sapi bali karena wilayahnya yang luas dan cukup tersedia sumberdaya hijauan lokal sebagai pakan ternak. Padang penggembalaan alam merupakan sumber hijauan pakan bagi ternak ruminansia terutama oleh peternakan rakyat di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi botani dan persebaran jenis-jenis hijauan lokal di areal padang penggembalaan alam di dataran Kebar kabupaten Tambraw provinsi Papua Barat. Komposisi botani dianalisis dengan metode dry weight rank yaitu menaksir komposisi botani bahan kering tanpa melakukan pemotongan dan pemisahan spesies hijauan dan mengobservasi hanya tiga jenis hijauan yang mempunyai kontribusi besar, dan menetapkannya sebagai ranking 1, 2, dan 3. Persebaran jenis-jenis hijauan lokal dengan menginventarisir semua spesies yang ditemukan, dihitung frekuensi mutlak dan frekuensi relatif jenis. Komposisi botani dan persebaran jenis ditetapkan dengan metode cuplikan menggunakan kuadran berukuran 1 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padang penggembalaan alam dengan komposisi botani sekitar 82 – 87% rumput, 1% legum dan hijauan yang dapat dikonsumsi dan 12 - 17% hijauan lain yang tidak dapat dikonsumsi ternak. Ditemukan sebanyak 40 spesies hijauan pada padang penggembalaan alam di dataran Kebar.
POTENSI PRODUKSI HIJAUAN DAN KOMPOSISI KIMIA RUMPUT SUDAN (Sorghum sudanense) SEBAGAI SUMBER HIJAUAN PAKAN LOKAL DI WILAYAH PAPUA Yoku, Onesimus
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 1 (2016): Pastura Vol. 6 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v06.i01.p05

Abstract

Paper ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang potensi produksi hijauan, komposisi kimianutrein dan antinutrisi, dan potensi pengembangan rumput sudan (Sorghum sudanense) di kawasan timurIndonesia dan khususnya wilayah Papua sebagai hijauan pakan lokal ternak ruminansia. Hijauan pakan lokalini sangat potensial dikembangkan di wilayah papua, karena cocok pada lahan kering, tahan kekeringan,berkemampuan tumbuh kembali dan sangat responsif terhadap pemupukan dan pengairan, serta tumbuhdan berkembang secara alamiah mulai dataran rendah hinggi dataran tinggi diseluruh wilayah Papua.Perlakuan pemupukan nitrogen, phosfor, dan kalium berpengaruh signifikann terhadap produksi bahankering, bahan organik dan aplikasi pupuk anjuran sesuai hasil penelitian adalah 300 kg N/ha; 300 kg P/ha; dan 150 kg P/ha.Kata kunci: rumput sudan, pemupukan, produksi hijauan, nutrien dan antinutrisi
PERTUMBUHAN DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI RUMPUT (Ischaemum sp) TANAH ASAL AMBAN DAN KEBAR DENGAN LEVEL DOSIS PUPUK NPK YANG BERBEDA Yoku, Onesimus; Seseray, Daniel Yohanis; Krey, Maria
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 1 (2017): Pastura Vol. 7 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v07.i01.p02

Abstract

Pakan hijauan merupakan pakan basal ternak ruminansia, sehingga ketersediaannya baik kualitas,kuantitas maupun kontinuitasnya merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan usahapeternakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanah asal Ambandan Kebar dengan level dosis pupuk NPK terhadap karakteristik morfologi rumput Ischaemum sp, yangmeliputi karakteristik daun (panjang daun, lebar daun), dan batang (panjang ruas, diameter batang) sertaproduktivitas rumput Ischaemum sp yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun. Metode yangdigunakan pada penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalahasal tanah dengan 2 (dua) taraf dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK dengan 3 (tiga) taraf. Datayang diperoleh diolah menggunakan metode eksperimen dalam rancangan acak lengkap (RAL) polafaktorial, apabila berpengaruh signifikan akan diuji lanjut dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian perlakuan tanah asal Amban dan Kebar dengan dosis pupuk 0 NPK, 0,165NPK dan 0,330 NPK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terdahap pertumbuhan tinggi tanaman,jumlah anakan dan jumlah daun serta karakteristik daun (panjang dan lebar daun), batang (panjangruas dan diameter batang). Rata-rata pertumbuhan tinggi dan laju pertumbuhan, serta jumlah anakandan jumlah daun tanaman rumput Ischaemum sp pada tanah Kebar lebih tinggi dibandingkan tanah asalAmban. Karakteristik daun dan batang rumput Ischaemum sp pada 2 MSP hingga 6 MSP ukuran maksimalpanjang daun 36,2 cm; lebar daun 1,7; panjang ruas 7,5 cm dan diameter batang 0,3 mm.Kata kunci: tanah, pupuk, morfologi, karakteristik, rumput Ischaemum sp
PRODUKSI RUMPUT SUDAN DAN PERHITUNGAN EKONOMI PENGGUNAAN PUPUK NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM Yoku, Onesimus; Soetrisno, Djoko; Siradz, Syamsul Arifin
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis Vol 5 No 2 (2010): JURNAL ILMU PETERNAKAN
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study were to obtain the optimum level of NPK fertilizers of sudan grass and economic of NPK fertilizers utilization. The randomized completely block design (RCBD) were used to evaluate, namely 4 levels of fertilizer doses NPK and 4 blocks for determine the grass production. The treatments for randomly N application, namely: No (PO); N150 (P1); N300 (P2); and N450(P3). Phosphorus and K fertilizer were given at the same rate, that were 300 kg P2O5 and 150 kg K2O ha-1. The results of study showed that DM production for PO (3.19 tonha-1) differed significantly with P1, P2 and P3; but between P2 and P3 did not differ significantly. There were increased DM production due to increasing of fertilizers applied. The values of DM production increasing percentage for P1, P2, and P3 compared with PO, for DM were 69.44%, 80.45% and 85.28%, respectively. The increased percentages of DM production of P3 tended to decrease. Therefore, it can be summarized that P2 (300 kg N, 300 kg P and 150 kg K ha-1) was optimum level for DM production. Based on partial budget analysis, indicated that cultivation of sudan grass with NPK fertilizer treatments yielded profit positively. The profit value for P1, P2, and treatment of P3 were Rp 581.500,-; Rp 2.009.500,-; and Rp 2.997.500,-per hectare, respectively.
Proses Adopsi Introduksi Sistem Tiga Strata (Sts) Di Manokwari Irian Jaya Woran, Jonly ; Yoku, Onesimus
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis Vol 1 No 1 (2006): JURNAL ILMU PETERNAKAN
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Manokwari, Introduction Adoption Process of Three Strata Forage System (TSFS) is one way to improve productivity of grass along the year. The TSFS is an inovation to supply high quality grass to improve population of cattle. The relationship between cattle ownership with variables observability, compatibility and triability is significant, but with variables compiexity and relative advantage is non significant. The variables have significant value showed that the degree of relationship association is high enough. Model of TSFS can be applied by peasant based on the preference of individual peasant.
PRODUKSI BAHAN KERING DAN TINGGI TANAMAN RUMPUT SUDAN (Sorghum sudanense) PADA DEFOLIASI KE DUA TANPA PUPUK NITROGEN ULANGAN Soetrisno, Djoko; Yoku, Onesimus
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis Vol 5 No 1 (2010): JURNAL ILMU PETERNAKAN
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study were to obtain the dry matter (DM) production of sudan grass at second harvest under different plant distances without nitrogen fertilization and to decide whether fertilization have to be added or not. The design of the study was split plot design 4 x 7 with three blocks. The main plots were plant distances, namely :20x40 cm (J1), 40x40 cm(J2), 60x40 cm (J3) and 80x40 cm (J4), and each plot was divided into 7 subplots for randomly N application treaments, namely :N0 (P0); N75 (P1); N150 (P2); N225 (P3); N300 (P4); N375 (P5) dan N450 (P6). Phosphorus and K fertilizer were given at the same rate, that were 300 kg P2O5 and 150 kg K2O. Result of the study showed that planting distances, level of fertilizers and the interaction were significant (P<0.05) affected DM production and height of plants in the second harvest. The DM production in the second harvest was significantly lower (P<0.05) than the DM production in the first harvest. From this study it can be concluded that N fertilizer application should be given again after cutting in order to maintain the DM production of sudan grass in the next harvest.