Eflita Yohana
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 47 Documents
Articles

PERBANDINGAN STACK EFFECT PADA RUMAH SECARA KONVEKSI PAKSA DAN KONVEKSI ALAMI KETIKA KONDISI HUJAN Yohana, Eflita; Novariawan, Bayu
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sebuah ruangan atau rumah dimodifikasi dengan menambah sebuah stack (cerobong) untuk memanfaatkan fenomena stack effect. Stack ini berguna untuk mengalirkan udara dari dalam ruangan ke luar, sehingga panas yang di dalam ruangan dapat keluar dan ruangan dapat menjadi nyaman. Perbedaan warna pada dinding luar rumah juga dapat mempengaruhi temperatur di dalam ruangan karena energi panas yang tersimpan di dalam rumah akan berbeda. Rumah dengan dinding lebih gelap akan memliki energi panas yang lebih tinggi dibandingkan rumah yang menggunakan dinding lebih cerah. Sedangkan rumah yang menggunakan exhaust fan akan menyimpan energi panas yang lebih kecil dibandingkan rumah yang tidak menggunakan exhaust fan.Tinggi fenomena stack effect yang dibutuhkan dapat diperoleh dari hasil perhitungan energi panas yang tersimpan dalam ruangan. Pada miniatur rumah menggunakan exhaust fan, sebaiknya ditambah cerobong atau menara pada bagian atap setinggi 0,55 meter untuk rumah yang tanpa cat, 0,35 meter untuk rumah yang dicat warna putih, 0,55 meter untuk rumah yang dicat warna abu-abu, dan 0,36 meter untuk rumah yang dicat warna kuning. Sedangkan pada miniatur rumah tidak menggunakan exhaust fan (secara alami), sebaiknya ditambah cerobong atau menara pada bagian atap setinggi 0,86 meter untuk rumah yang tanpa cat, 0,74 meter untuk rumah yang dicat warna putih, 0,85 meter untuk rumah yang dicat warna abu-abu, dan 0,75 meter untuk rumah yang dicat warna kuning.
ANALISA PENGARUH POSISI KELUARAN NOSEL PRIMER TERHADAP PERFORMA STEAM EJECTOR MENGGUNAKAN CFD Utomo, Tony Suryo; Nugroho, Sri; Yohana, Eflita
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.725 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.22-26

Abstract

Steam ejector refrigerasi merupakan sistem refrigerasi dengan memanfaatkan panas buangan sebagai inputnya. Steam ejector berperan sebagai pengganti kompresor pada siklus kompresi uap. Steam ejector refrigerasi memiliki COP (Coefficient of Performance) yang rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengoptimalkan kinerja dari steam ejector. Kinerja steam ejector dapat dilihat dari besarnya nilai entrainment ratio yaitu perbandingan laju aliran massa suction dengan laju aliran massa motive. Peningkatan nilai entrainment ratio pada steam ejector dapat meningkatkan COP dari sistem refrigerasi tersebut. Dalam penelitian ini, Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan untuk memprediksi fenomena aliran dan performansi steam ejector. Simulasi dilakukan dengan memodifikasi posisi keluaran nosel primer yaitu jarak nosel dengan constant-area section steam ejector. Jarak nosel dengan constant-area (throat) section steam ejector divariasikan dari 0.1 sampai 5 kali diameter constant-area section. Hasil simulasi menunjukkan performansi optimum diperoleh pada jarak nosel antara 1.5 sampai 4 kali diameter constant-area section. Semakin besar diameter throat nosel maka nilai entrainment ratio semakin menurun.
ANALISA EFISIENSI LOW PRESSURE HRSG (HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR) PADA PLTGU PT. INDONESIA POWER UBP SEMARANG Yohana, Eflita; Priambodo, Ady
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) adalah suatu komponen kesatuan antara turbin gas dan turbin uap pada sistem combine cycle power plant. HRSG berfungsi sebagai alat yang memanfaatkan gas buang dari turbin gas untuk memanaskan air pada pipa-pipa yang berada di dalam HRSG hingga menjadi uap kering yang mampu memutar turbin uap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efisiensi low pressure HRSG pada saat commissioning process untuk dibandingkan dengan efisiensi low pressure HRSG pada tanggal 5 februari 2010. Hasil perhitungan analisa efisiensi low pressure HRSG pada saat commissioning process adalah sebesar 7,82% dan sebesar 6,55% untuk tanggal 5 februari 2010. Penurunan efisiensi yang terjadi adalah sebesar 1,27%.
PERHITUNGAN EFISIENSI DAN KONVERSI DARI BAHAN BAKAR SOLAR KE GAS PADA BOILER EBARA HKL 1800 KA Yohana, Eflita; Askhabulyamin, Askhabulyamin
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Boiler atau ketel uap adalah suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam.Steam diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar. Umumnya boiler memakai bahan bakar cair ( residu, solar ), padat ( batu bara ) , atau gas. Sedangkan bahan bakar pada boiler EBARA HKL 1800 KA di PT. INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL Tambun I. Menggunakan minyak solar ( HSD ). Operasional boiler membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membelinya menjadi tidak sedikit.Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia.Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar menjadi lebih besar.Sehingga perlu dipikirkan usaha penghematan biaya operasi. Salah satu alternatif cara penghematan adalah dengan penggantian bahan bakar dari minyak solar ( HSD ) menjadi natural gas ( LNG ). Dalam paper ini akan dibahas perbandingan perhitungan biaya yang diperlukan oleh boiler berbahan bakar solar dengan boiler berbahan bakar gas untuk menghasilkan steam output yang sama. Dari perhitungan, kebutuhan bahan bakar yang dikeluarkan untuk boiler dan LNG masing–masing adalah 260,79 kg/jam = 0,265 m3/jam dan 21 m3/jam. Sedangkan untuk biaya yang dikeluarkan Rp 1.319.797,00/jam dan Rp 27.300,00/jam. Sehingga akan didapat penghematan sebesar Rp 1.292.497,00/jam untuk pembelian bahan bakar.
ANALISA DAN SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN DALAM RUANG STEAMER DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM NUMERIK Yohana, Eflita; Muchammad, Muchammad; Adam, Rey; Pratama, Susetio
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 11, Nomor 2, April 2009
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Steamer merupakan alat yang berguna untuk mengatur kelembaban dalam proses fermentasi roti. Udara lembab yang berasal dari preoses penguapan air yang di campur udara luar di masukan dalam ruang steamer, sehingga masuk ke steamer dengani kelembaban relatif 80 – 85 % dan temperatur 400C. Dengan dasar hal tersebut dibuatlah simulasi distribusi temperatur dan kelembaban relatif dalam ruang steamer, hasil yang di peroleh adalah distribusi temperatur dalam ruang steamer cenderung konstan di semua titik sedangkan kelembaban relatif cenderung tinggi di bagian depan dan belakang ruang sedangkan bagian tengah cenderung turun, tetapi masih dalam batas yang diperbolehkan dalam persyaratan ruang steamer. Kelembaban spesifik maksimum sebesar 34,12 g/kg udara kering pada bagian belakang steamer dan minimum 19,52 g/kg udara kering pada bagian tengah steamer.
MOISTURE REMOVAL RATE FOR REGENERATION AND DEHUMIDIFICATION PROCESS BETWEEN DESICCANT-AIR CONTACT SYSTEMS ON PACKED LAYER USING SOLAR ENERGY Yohana, Eflita
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 11, Nomor 1, Januari 2009
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

MOISTURE REMOVAL RATE FOR REGENERATION AND DEHUMIDIFICATION PROCESS BETWEEN DESICCANT-AIR CONTACT SYSTEMS ON PACKED LAYER USING SOLAR ENERGY
STUDI KARAKTERISTIK ALIRAN FLUIDA NON NEWTONIAN (PASIR BESI) Yohana, Eflita
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 2, Nomor 4, September 2000
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.59 KB)

Abstract

This research investigated the characteristic of dilatant fluid flow of  iron sand and water within a pipe.The fluid flow in  a transparant pipe,  a straight and an elbow pipe on horizontal position, with length 1.5 m for straight pipe and radius of curvature is 0.96 m for elbow pipe and 38 mm diameter. The variation of  sand concentrations , were 4%, 6%, 9%, and 13%, for the elbow pipe and 4%, 5%, 7%, and 10%, for the straight pipe.  The variation of flow rates within a range of 0.2 l/s to 2.5 l/s. The results show that rheology of dilatant fluid influenced by iron sand concentrations, flow rates and the forms of  the pipe.  Increasing the mass concentration will increased wall shear and fluid viscosity. The wall shear, the apparent viscosity and the friction coefficient on the elbow pipe are higher than straight pipe.  At cm = 4 %, tw = 3,069   N/m2 ,hc = 0,012  N. s/m2, ,   cm = 13 %, tw = 3,999  N/m2, hc = 0,016 N. s/m2,  for elbow pipe, and cm = 4 % , tw = 2,965  N/m2 ,hc = 0,010 N. s/m2, , cm = 7 %, tw   = 2,755 N/m2 ,hc = 0,009 N. s/m2 ,  for the straight pipe. Key words :  Fluid flow, Dilatant, Mass concentration, iron sand.
SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF RUANGAN DARI SISTEM DEHUMIDIFIKASI MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUIDS DYNAMICS (CFD) Yohana, Eflita; Yunianto, Bambang; Diana, Ade Eva
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.1.1-11

Abstract

Dehumidifikasi merupakan proses pengurangan kadar uap air  yang berpengaruh terhadap besar nilai kelembaban relatif dan temperatur suatu ruangan. Dalam mengkondisikan kadar uap air dalam suatu ruangan tersebut agar dapat sesuai dengan kebutuhan, maka perlu diketahui distribusi kelembaban relatif dan temperatur dalam ruangan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan selama 20 menit dan dilakukan pada pukul 08.00 WIB.  Liquid desiccant yang digunakan dijaga pada temperatur 10°C dengan variasi konsentrasi 40% dan 50%. Sensor DHT 11 dipasang pada lima sisi, atap, dinding, lantai, inlet, outlet, yang berfungsi untuk mencatat perubahan kelembaban dan temperatur selama pengujian berlangsung. Pada kondisi normal tanpa menyalakan alat dehumidifier, sensor mencatat temperatur rata-rata di dalam ruangan sebesar 29,9°C dan RH 58,9%. Simulasi dilakukan menggunakan software CFD Solidworks Flow Simulation 2014. Validasi hasil eksperimen dengan hasil simulasi dengan membandingan bahwa liquid desiccant 40% dan 50%, nozzle sprayer 0.2 mm dengan temperatur yang dijaga pada 10°C mempunyai distribusi yang cukup merata dengan konsentrasi 40% memiliki nilai RH terendah sebesar 65,21%, nilai RH tertinggi sebesar 68,99%, nilai ω = 18 gr/kg, serta mempunyai temperatur tertinggi 31,11°C dan temperatur terendah 30,05°C. Sedangkan dengan konsentrasi 50% distribusi dalam ruangan juga cukup merata karena memiliki nilai RH terendah sebesar 59,21%., nilai RH tertinggi sebesar 62,80%, nilai ω = 17 gr/kg, serta mempunyai temperatur tertinggi 31,71°C dan temperatur terendah 30,93°C. Sehingga liquid desiccant dengan konsentrasi 50% mempunyai nilai Humidity Ratio (ω) lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki konsentrasi 40%.
ANALISA EFISIENSI HIGH PRESSURE HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR UNIT 2.1 PUSAT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP PT. INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN SEMARANG Yohana, Eflita
ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.734 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.1.19-22

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) adalah sebuah alat dalam combined cycle power plant yang memanfaatkan gas buang dari turbin gas untuk memanaskan air pada pipa-pipa yang berada di dalamnya supaya dihasilkan uap kering yang mampu memutar turbin uap. Analisa nilai efisiensi dilakukan pada saat commissioning dan tanggal 5 Februari 2010 sehingga bisa diketahui perubahannya. Metode penelitian yang dilakukan meliputi metode interview, observasi, dan studi literatur maka diperoleh nilai efisiensi saat commissioning sebesar 68,04% dan pada tanggal 5 Februari 2010 sebesar 66,92%. Penurunan efisiensi adalah 1,12%. Penurunan nilai efisiensi berarti penurunan bagi performa HRSG, salah satu penyebabnya adalah korosi.
PERHITUNGAN EFISIENSI DAN KONVERSI DARI BAHAN BAKAR SOLAR KE GAS PADA BOILER EBARA HKL 1800 KA Yohana, Eflita
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.11 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.3.13-16

Abstract

Boiler atau ketel uap adalah suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam. Steam diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar. Umumnya boiler memakai bahan bakar cair ( residu, solar ), padat ( batu bara ) , atau gas. Sedangkan bahan bakar pada boiler EBARA HKL 1800 KA di PT. INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL Tambun I. Menggunakan minyak solar ( HSD ).Operasional boiler membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membelinya menjadi tidak sedikit. Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar menjadi lebih besar. Sehingga perlu dipikirkan usaha penghematan biaya operasi. Salah satu alternatif cara penghematan adalah dengan penggantian bahan bakar dari minyak solar ( HSD ) menjadi natural gas ( LNG ). Dalam paper ini akan dibahas perbandingan perhitungan biaya yang diperlukan oleh boiler berbahan bakar solar dengan boiler berbahan bakar gas untuk menghasilkan steam output yang sama.Dari perhitungan, kebutuhan bahan bakar yang dikeluarkan untuk boiler dan LNG masing–masing adalah 260,79 kg/jam = 0,265 m3/jam dan 21 m3/jam. Sedangkan untuk biaya yang dikeluarkan Rp 1.319.797,00/jam dan Rp 27.300,00/jam. Sehingga akan didapat penghematan sebesar Rp 1.292.497,00/jam untuk pembelian bahan bakar.