Articles

Found 13 Documents
Search

Transformasi Genetik Nicotiana benthamiana dengan Gen CP untuk Mendapatkan Ketahanan Tanaman terhadap Peanut Stripe Virus Yasin, Nur
Biospecies Vol 2, No 2: Biospecies
Publisher : Biospecies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Transformasi genetik tanaman menggunakan Agrobacterium tumefaciens yang membawagen CP (coat protein) telah dilakukan untuk memperoleh tanamn transgenik tahan Peanut Stripe Virus(PStV). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi (1) transformasi genetik (proses rekayasagenetika) tanaman dan (2) ketahanan tanaman transgenik model (Nicotiana benthamiana) generasi T0yang membawa gen CP dan gen GUS/NPTII terhadap infeksi PStV. Hasil penelitian menunjukkanbahwa masa kritis untuk regenerasi tanaman transgenik hasil kultur jaringan adalah tahapanaklimatisasi. Tanaman transgenik N. benthamiana yang pertumbuhannya baik dengan batang lebihbesar, akar dan daun yang banyak dalam kultur in vitro, biasanya akan lebih berhasil diaklimatisasi.N. benthamiana transgenik yang membawa berbagai tipe gen CP-1, CP-2, CP-3, CP-4, dan genNPTII/GUS telah dapat dihasilkan. Sedangkan ketahanan tanaman transgenik terhadap PStV terjadiakibat integrasi gen CP dan bukan karena integrasi gen marker atau karena proses-proses lain yangdilalui dalam kegiatan transformasi tanaman dengan bantuan Agrobacterium.
Elegansi Perpaduan Syariah dan Tasawwuf Yasin, Nur
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 8 No 1 (2017): Politik dan Keislaman
Publisher : FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jf.v8i1.40

Abstract

The human life in the world is not a coincidence but has been carefully arranged by God. Thus the consequences of Allah include shari'at as a prosecutor of human life and power of light in the form of devices that clarify the heart. In running a life in the world, people will get lost without shari'ah and will be meaningless without tasawwuf. Neither shari'ah nor tasawwuf should be taken either. Both must be implemented together in synergy. Shari'ah is the work of mind and tasawwuf the work of heart (heart) .Akal and kalbu are not two contradictory things, but both are human media to strengthen shari'ah and tasawwuf in him in order to reach the essential life.? Keyword: Syari???at, Tasawwuf, Akal, Hati
PENGARUH APLIKASI BEBERAPA TARAF KONSENTRASI FORMULASI KERING Metarhizium anisopliae (Metchnikoff) Sorokin ISOLAT YOGYAKARTA TERHADAP MORTALITAS KEPIK PENGISAP BUAH KAKAO (Helopeltis spp.) DI LABORATORIUM Erdiyanto, Erwan; Purnomo, Purnomo; Wibowo, Lestari; Yasin, Nur
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.388 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2054

Abstract

Hama pengisap buah kakao (Helopeltis spp.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman kakao. Pengendalian hama menggunakan insektisida selama ini masih kurang memuaskan. Selain itu, petani dalam menggunakan insektisida pada umumnya melebihi dosis anjuran. Penggunaan pestisida yang tidak tepat ini dapat mengganggu ekosistem, keseimbangan populasi musuh alami, menyebabkankan resurjensi atau ledakan hama serta resistensi hama. Untuk itu diperlukan pengendalian yang aman dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang mencakup kedua hal ini yaitu penggunaan agensia pengendali hayati, seperti jamur entomopatogen, yang masih perlu untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa taraf konsentrasi formulasi keringMetarhizium anisopliaeisolat Yogyakarta terhadap mortalitas hama kepik penghisap buah kakao (Helopeltisspp.). Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan. Pengelompokan berdasarkan 3 waktu aplikasi yang berbeda. Setiap unit percobaan terdiri atas 20 ekor imago Helopeltis spp. Perlakuan terdiri atas kontrol (P0), aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 5 g l-1 air (P1), aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 10 g l-1 air (P2), aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 15 g l-1 air (P3), dan aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi konsentrasi 20 g l-1 air (P4). Data yang didapatkan dianalisis ragamnya dan dilanjutkan dengan Uji BNT dengan taraf nyata 1 atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi formulasi kering M. anisopliae isolat Yogyakarta menyebabkan mortalitas pada Helopeltis spp. Mortalitas Helopeltis spp. tertinggi pada 10 hsa terjadi pada perlakuan aplikasi formulasi kering M. anisopliae dengan konsentrasi 15 g l-1 air sebesar 88,24 %, dengan periode letal 4,21 hari yang tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 20 g l-1 air.
PENGARUH APLIKASI BEBERAPA KONSENTRASI FORMULASI KERING Metarhizium anisopliae (Metsch.) Sorokin ISOLAT TEGINENENG TERHADAP MORTALITAS HAMA PENGISAP BUAH KAKAO (Helopeltis spp.) Saputra, Zaka; Purnomo, Purnomo; Yasin, Nur; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.248 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2056

Abstract

Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah jamur patogen serangga Metarhizium anisopliae. Pemanfaatan jamur entomopatogen sebagai bioinsektisida semakin berkembang.Teknologi produksi bioinsektisida dari jenis jamur entomopatogen dalam bentuk formulasi kering berkembang terus dan merupakan objek penelitian yang sangat menarik.  Banyak keuntungan dari jamur entomopatogen yang dibuat dalam bentuk formulasi kering, diantaranya adalah dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, praktis, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa konsentrasi formulasi kering M. anisopliae isolat Tegineneng terhadap mortalitas hama pengisap buah kakao (Helopeltis spp.).  Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan. Pengelompokkan berdasarkan 3 kelompok waktu aplikasi yang berbeda.  Perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa aplikasi M. anisopliae), aplikasi formulasi kering M. anisopliae konsentrasi 5 g l-1 air, aplikasi formulasi kering M. anisopliae konsentrasi 10 g l-1 air, aplikasi formulasi keringM. anisopliaekonsentrasi 15 g l-1 air, dan aplikasi formulasi keringM. anisopliaekonsentrasi 20 g l-1 air.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi formulasi kering jamurM. anisopliaekonsentrasi 20 g l-1 air menyebabkan mortalitas Helopeltis spp. sebesar 83,82%  berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan perlakuan 5 g l-1 dan 10 g l-1, namun tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan 15 g l-1.
KAJIAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN MINT (Mentha arvensis L.) TERHADAP MORTALITAS ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana F.) Ekaristi, Teresia Clara; Yasin, Nur; Hariri, Agus Muhammad; Subeki, Subeki
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.35 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1941

Abstract

Ulat krop kubis dapat merusak tanaman dengan cara memakan bagian titik tumbuh kubis. Untuk mengendalikannya dapatdigunakan insektisida botani. Salah satu diantaranyaadalah dengan mengkaji ekstrak daun mint (Mentha arvensis L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mint terhadap Crocidolomia pavonana F. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Komponen Bioaktif Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Laboratorium Bioteknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Januari sampai Oktober 2012. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap uji hayati. Uji hayati pertama dilakukan untuk mengetahui aktivitas insektisida antara fraksi lapisan air (H2O) dan etil asetat (Et OAc) tehadap mortalitas C. pavonana F. Fraksi yang aktif adalah fraksi lapisan air. Fraksi ini diuapkan dan dielusi menjadi 6 fraksi yaitu 100% H2O, 20% MeOH/H2O, 40% MeOH/H2O, 60% MeOH/H2O, 80% MeOH/H2O, dan 100% MeOH untuk uji hayati kedua. Fraksi 100% H2O menunjukkan aktivitas insektisida lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi lainnya. Fraksi 100% H2O dievaporasi hingga diperoleh residu dan dibuat konsentrasi 10.000, 5.000, 2.500, 1.250, 625, dan 312,5 ppm, untuk uji hayati ketiga. Dari uji ini diketahui bahwa aplikasi ekstrak daun mint pada konsentrasi 10.000 ppm mulai 48 jsa dapat menyebabkan mortalitas ulat C. pavonana F. lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 5.000, 2.500, 1.250, 625, dan 312,5 ppm.
KAJIAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN (Mentha arvensis Linn.) TERHADAP MORTALITAS LARVA PENGGEREK BATANG JAGUNG (Ostrinia furnacalis Guen.) Yulianita, Eka; Yasin, Nur; Hariri, Agus Muhamad; Subeki, Subeki
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.477 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2033

Abstract

Penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis Guen.) merupakan salah satu hama penting pada tanaman jagung. Serangan hama ini dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Salah satu alternatif pengendalian hama yang aman terhadap lingkungan adalah dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai insektisida nabati. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati adalah mint (Mentha arvensis Linn.). Penelitian tentang penggunaan ekstrak daun mint pada larva penggerek batang jagung dilakukan melalui 3 tahap uji hayati (bioassay). Bioassay I dilakukan untuk mengetahui aktivitas insektisida antara fraksi lapisan air (H2O) dan fraksi lapisan etil asetat (EtOAc) terhadap mortalitas penggerek batang jagung. Dari Bioassay I ini diketahui bahwa fraksi yang lebih aktif adalah fraksi lapisan H2O. Fraksi lapisan H2O menyebabkan mortalitas larva penggerek batang jagung pada pengamatan 240 jsa sebesar 53,33% yang lebih tinggi daripada fraksi EtOAc sebesar 49,33%. Fraksi lapisan H2O ini kemudian diuapkan dan dielusi menjadi 4 fraksi yang tingkat polaritasnya mulai dari polar sampai non polar (fraksi 100% H2O, 20% H2O/MeOH, 50% H2O/MeOH, 100% MeOH) untuk bioassay II. Dari bioassay II diketahui bahwa fraksi 100% H2O mempunyai aktivitas insektisida yang lebih tinggi daripada fraksi campuran air dan metanol. Juga menyebabkan mortalitas penggerek batang jagung sebesar 54,67% pada pengamatan 264 jsa. Oleh karena itu, fraksi 100% H2O dilanjutkan untuk bioassay III dengan konsentrasi 0 ppm, 625 ppm, 1.250 ppm, 2.500 ppm, 5.000 ppm, 10.000 ppm, 20.000 ppm, dan 40.000 ppm. Hasil penelitian tahap akhir ini menunjukkan bahwa toksisitas ekstrak daun mint berpengaruh terhadap penggerek batang jagung. Ekstrak daun mint pada bioassay III dengan perlakuan 40.000 ppm pada 240 jsa dapat menyebabkan mortalitas penggerek batang jagung sebesar 54,67% namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan 20.000 ppm.
AKTIVITAS ANTIFIDAN EKSTRAK DAUN MINT (Mentha arvensis L.) DAN BUAH LADA HITAM (Piper nigrum L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolompa pavonana F.) Hestiana, Amelia; Yasin, Nur; Hariri, Agus Muhammad; Subeki, Subeki
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.835 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1942

Abstract

Salah satu hama yang banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman kubis adalah Crocidolomia pavonana (F.). Hama ini menyerang bagian krop tanaman kubis. Salah satu alternatif pengendalian hama yang aman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Contohnya yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah tanaman mint (Mentha arvensis) dan buah lada hitam (Piper nigrum) diuji dalam penelitian ini melalui 3 tahapan bioassay. Pengamatan aktivitas antifidan dilakukan 24, 48, dan 72 jsa. Peubah yang diamati adalah luas daun yang dimakan larva. Hasil dari bioassay 1 ekstrak daun mint fraksi air memberikan indeks antifidan lebih tinggi (48,74%) dibanding fraksi etil asetat (21,61%) pada 72 jsa. Sedangkan ekstrak buah lada hitam fraksi etil asetat memiliki indeks antifidan lebih tinggi (58,24% ) dibanding fraksi air (33,8%). Oleh karena itu fraksi air ekstrak daun mint dimasukan kedalam diaion HP 20 kolom kromatografi dan dielusi menjadi 100% H2O, 20% MeOH/H2O, 50% MeOH/H2O dan 100% MeOH. Sedangkan fraksi etil asetat ekstrak buah lada hitam dimasukan kedalam di silika kolom kromatografi dan dielusi menjadi 100% CHCl3, 3%MeOH/ CHCl3, 20% MeOH/ CHCl3, dan 100% MeOH. Dari keempat fraksi ini hasil bioassay 2 menunjukkan bahwa ekstrak daun mint fraksi 100% H2O memiliki indeks antifidan lebih tinggi (38,9%) dibandingkan dengan fraksi lainnya. Fraksi 100% CHCl3 ekstrak buah lada hitam mempunyai indeks antifidan lebih tinggi (49,5%) dibandingkan fraksi lainnya. Selanjutnya fraksi 100% H2O dan 100% CHCl3 diuji dengan konsentrasi 40.000 ppm, 20.000 ppm, 10.000 ppm, 5.000 ppm, 2.500 ppm, 1.250 ppm dan kontrol. Dari keenam konsentrasi ini, pada ekstrak daun mint dan buah lada hitam bioassay 3, penggunaan konsentrasi 40.000 ppm pada metode daun tanpa pilihan dan daun pilihan memberikan indeks antifidan tertinggi.
TOKSISITAS EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana F.) DI LABORATORIUM Rikardo, Kalbi; Solikhin, Solikhin; Yasin, Nur
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018): JAT Vol.6 (1) 2018
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.12 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2532

Abstract

Ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana F.) merupakan salah satu jenis hama yang menimbulkan masalah pada pertanian kubis. Penggunaan insektisida kimia dengan konsentrasi tinggi serta interval penyemprotan yang sering dapat menyebabkan efek residu pestisida. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama adalah tanaman pinang. Bagian dari tanaman pinag yang paling banyak digunakan sebagai insektisida nabati yaitu biji pinang muda(Areca catechu L.). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) terhadap mortalitas ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana. Konsentrasi larutan ekstrak biji buah pinang yang digunakan sebagai konsentrasi uji toksisitas lanjutan adalah 30%, 20%, 10%, 5%, 1%, 0.8%, 0.6%, 0.4%, 0.2 dan 0%. Data dari uji daya racun dianalisis dengan analisis probit menggunakan Software SPSS version 23 for windows. Nilai toksisitas LC 50 ekstrak biji buah pinang ditentukan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ekstrak biji buah pinang dapat mematikan ulat Crocidolomia pavonana F; (2) Ekstrak biji buah pinang mempunyai nilai LC 50 sebesar 1.17% untuk ulat Crocidolomia pavonana F; (3) Semakin tinggi konsentrasi ekstrak biji buah pinang maka semakin cepat mematikan ulat Crocidolomiapavonana F.
TOKSISITAS EKSTRAK BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana F.) Pebriansyah, Rully; Yasin, Nur; Subeki, Subeki; Sudarsono, Hamim
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.878 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i3.1854

Abstract

Penggunaan insektisida sintetis banyak digunakan petani dalam mengatasi serangan hama Crocidolomia pavonana pada tanaman kubis. Namun demikian, penggunakan insektisida ini dapat menyebabkan resistensi, resurjensi, terbunuhnya musuh alami, pencemaran lingkungan, dan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif lain untuk mengendalikan hama C. pavonana yaitu dengan insektisida nabati dari biji jarak pagar (Jatropha curcas L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak biji jarak pagar terhadap mortalitas ulat krop kubis C. pavonana dan tingkat konsentrasi ekstrak biji jarak pagar yang dapat menyebabkan mortalitas ulat krop kubis C. pavonana. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu fraksinasi ektrak biji jarak pagar untuk menentukan fraksi aktif yang dapat mematikan ulat C. pavonana (bioassay I) dan pengujian fraksi aktif pada konsentrasikontrol, 78, 156, 312, 625, 1.250, 2.500, 5.000, 10.000, dan 20.000 ppm terhadap mortalitas ulatC. pavonana(bioassay II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji jarak pagar fraksi 100% CHCl 3 konsentrasi 20.000 ppm pada 24 jsa menyebabkan mortalitas ulatC. pavonana sebesar 100% lebih tinggi daripada fraksi 3% MeOH/CHCl 3 , 20% MeOH/CHCl 3 ,dan MeOH. Ekstrak biji jarak pagar fraksi 100% CHCl 3 konsentrasi 10.000 ppm pada 96jsa menyebabkan mortalitas ulat C. pavonana lebih dari 50%.
Telaah Ayat-Ayat Hukum Keluarga Perspektif Gender Kritik Terhadap Pemahaman Feminis Muslim Yasin, Nur
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 8 No 2 (2017): Pendidikan dan Pesantren
Publisher : FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jf.v8i2.92

Abstract

ABSTRACT The Qur'an never divides men and women as discriminating couples to the disadvantage of one party. But the differences referred to in the Qur'an are a mere distinctive distinction. With this latter nature, the above distinctions really are a mutual distinction, affecting and benefiting one another (mutualism). The offer of feminist interpretation is apparently not fully holistic in its application because it still views men and women in discriminatory positions. It can not be denied above, there are some interpretations of the feminism that provide new enlightenment but still need to be reconstructed again. Keyword: Paragraphs Family Law, Criticism, Feminist, Gender.