Articles

Found 2 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KOTA PEKALONGAN YANG BERSIH, AMAN, TERTIB, INDAH DAN KOMUNIKATIF (BATIK) Yarianto, Yarianto; Zulaekhah, Siti
Pena Justisia Jurnal Media Komunikasi Dan Kajian Hukum Vol 6, No 12 (2007): Pena Justisia Jurnal Media Komunikasi Dan Kajian Hukum
Publisher : Pena Justisia Jurnal Media Komunikasi Dan Kajian Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dilakukan sendiri yaknidengan membuat blumbangan atau kumbangan untuk menampung sampah rumahtangganya. Selain itu, bentuk partisipasi yang dilakukan dengan caramenggantungkan kepada tenaga tehnis dari pemkot dan partisipasi yangdilakukan secara bersama –sama dalam bentuk kerja bakti kelompok. Faktorfaktoryang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat ada tiga faktor yangmempengaruhi tingkat partisipasi masyrakat, yakni: Pertama, kepentinganindividu yang bersangkutan,sementara untuk penanganan sampah public harusdidorong oleh stkeholder, Kedua, perlunya stimulant untuk tingkat kesadaranterhadap lingkungan khususnya terhadap pengelolaan sampah danketiga,bantuan berupa fasilitas sarana dan prasarana pengelolaan sampah yangpermanent atau non permanent dalam pengelolaan sampah.Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Partisipasi Masyarakat dan Keindahan Kota
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Komparasi antara Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Ketentuan dalam Fikih Islam) Yarianto, Yarianto; Mustofa, Imam
Pena Justisia Jurnal Media Komunikasi Dan Kajian Hukum Vol 7, No 14 (2008): Pena Justisia Jurnal Media Komunikasi Dan Kajian Hukum
Publisher : Pena Justisia Jurnal Media Komunikasi Dan Kajian Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai salah satu jenis kekerasan yangberbasis gender dari waktu ke waktu terus meningkat. Hal ini pertama dilatarbelakangi oleh budaya patriarki yang terus langgeng, kesetaraan gender yangbelum nampak serta nilai budaya masyarakat yang selalu ingin hidup harmonissehingga cenderung selalu menyalahkan perempuan. Bentuk KDRT yangdilakukan suami terhadap anggota keluarganya dalam bentuk : 1) Kekerasanfisik ; 2) Kekerasan psikis, 3).Kekerasan seksual, 4). Penelantaran rumahtangga yang terjadi dalam lingkup rumah tangganya, Fikih Islam melarangsegala bentuk kekerasan tersebut. Hanya saja, Ada perbedaan antaraUU No. 23 Tahun 2004, dengan hukum Islam yang mana dalam fikihIslam dibolehkan memukul istri yang nusyuz dengan syarat-syarattertentu. Pembolehan memukul ini harus memenuhi syarat dan kaidahyang ditentukan oleh ulama fikih. Dari sisi yuridis alternatif pemecahanmasalah KDRT ditempuh melalui hukum privat, publik maupun administratif.Kata Kunci : KDRT, Hukum Positif dan hukum Islam