Articles

Found 5 Documents
Search

POLA ASUH KELUARGA DAN TIPE KEPRIBADIAN REMAJA DI SMPN 7 MEDAN yanti, susi
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada usia remaja, kehadiran orang tua sangat penting untuk mengarahkan perilaku remaja agar terbentuk kepribadian yang baik. Karena pada usia ini merupakan periode perubahan dan pencarian identitas yang terkadang sering menimbulkan masalah. Penelitian ini didasarkan pada teori pola asuh orang tua dari Baumrind yang mengasumsikan bahwa ada 3 tipe pola asuh orang tua yaitu demokrasi, otoriter, dan permisif. Teori kepribadian yang digunakan didasarkan pada teori Hippocrates-Galenus yang kemudian dikembangkan oleh Florence Littauer dalam bukunya yang berjudul Personality Plus. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh keluarga dengan tipe kepribadian remaja dengan sampel 87 siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Medan. Subjek dipilih dengan menggunakan metode accidental sampling. Data penelitian diolah dengan menggunakan analisa chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pola asuh keluarga dengan tipe kepribadian remaja di SMP Negeri 7 Medan dengan nilai signifikasi 0,332.   Kata Kunci : Pola Asuh Keluarga, Tipe Kepribadian, Remaja
FORMULATION OF YELLOW PUMPKIN (Cucurbita Moschata) AND GRATED COCONUT TO CHEMISTRY AND SENSORY PROPERTIES ON COOKIES MAKING Murdianto, Wiwit; Syahrumsyah, Hudaida; Yanti, Susi
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research to determine the formu lation of yellow pumpkin and grated coconut and on chemical and sensory properties of the cookies making. The experimental design used in this study was completely rando mized design (CRD) with six non -factorial treat ment and repeated four times. The treaments are formu lations yello w pu mpkin and grated coconut is 0 : 100 (S 1 ), 20 : 80 (S 2 ), 40 : 60 (S 3 ), 60 : 40 (S 4 ), 80 : 20 (S 5 ), 0 : 100 (S 6 ). Data were analy zed using analysis of variance by F test, if there is a real d ifference t en contin ed it test Least ignificant Difference (L D) it α level of 5 % . The results showed that the formu lation of yellow pump kin and grated coconut with a ratio o f 40 g : 60 g (S3) was the best treatment because it had the highest score compared to the other treatments that hedonic aroma with a score of 3.27 (like), with a score of 3.57 co lors (like) , texture with a score of 3.62 (like) and flavor with a score of 3.09 (like), and the chemistry properties were mo isture con tent 3.80 %, protein content 55.84(g/100g), and fat content 11,25 (g/100g)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV.A SD NEGERI 79 PEKANBARU Yanti, Susi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The problem in this research is the low learning outcomes IPS CLASS IVA SDN 79 Pekanbaru because the model used by the teacher in the learning process is less precise because the IPS given less precise characteristics of the learning ips is a real experience and discovery. based on the problems it is necessary to find a way to solve using problem-based learning model, and improve learning activities with everyday life that can improve learning outcomes IPS.Subjek in this study were fourth grade students of SDN 79 Pekanbaru the number of students 20 people. This research was conducted in two cycles, cycle 1 held two meetings with the repetitions end of the cycle, and the second cycle was also conducted two meetings with one end siklus.Instrumen replicates data collection in this study is the end of the cycle repeat test and student observation sheet , teacher observation sheet. The study is in the form of classroom action research (PTK), this study aims to improve learning outcomes IPS. The results showed that problem-based learning model can improve student learning outcomes IPS, on the basis of a score of 66.50 has increased the average value in the first cycle class average value of 75.50 and the second cycle increased by a margin 85.50 increase base score to the first cycle of 10 points. In the teacher activity increased from the first first meeting first cycle of 60%, the second meeting of the second cycle increased to 75%. The second meeting of the second cycle increased to 80%, and the second meeting of the second cycle increased to 85% .In the first meeting student activity by 60% the first cycle, the second meeting of the first cycle to 70%. whereas at the first meeting of the second cycle of 80% and at the second meeting of the second cycle increased to 90% .This means of problem-based learning model can improve learning outcomes IPS IV.A grade students of SD Negeri 79 Pekanbaru.Keywords : Implementation Model Problem Based Learning, Learning Process and Learning Outcomes IPS
ESTIMASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIVE MESIN PRODUKSI PADA PTPN V SEI TAPUNG Yanti, Susi; Idris, Iswandi; Hermawan, Indra; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 5, No 1 (2018): Teknovasi April 2018
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan perawatan mempunyai peranan yang sangat penting , karena selain sebagai pendukung beroperasinya sistem agar lancar sesuai yang dikehendaki , kegiatan perawatan juga dapat meminimalkan biaya atau kerugian – kerugian yang ditimbulkan karena adanya kerusakan mesin. Depot LPG Gasdom I menghadapi masalah dalam hal perawatan preventif, yaitu dalam menetapkan waktu perawatan mesin. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif dalam menentukan waktu pelaksanaan kegiatan perawatan preventif , bagi mesin pompa yang dapat meminimalkan biaya perawatan yang dikeluarkan perusahaan. Metode yang dilakukan melalui wawancara langsung dengan pihak –pihak yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti , hal ini adalah pihak perusahaan dari bagian maintenance. Dari hasil perawatan preventif maka peluang mesin akan rusak untuk mesin beroperasi selama 8 jam sebesar 14,8 % untuk jenis kerusakan A , 8,5 % untuk jenis kerusakan B dan 6,2 % untuk jenis kerusakan C . Maka mesin pompa selama beroperasi 8 jam peluang rusaknya cukup besar , sehingga perlu mendapat perawatan harian. Sehingga cara menentukan perawatan yang tepat bagi mesin pompa pengisap ini adalah dengan cara mesin harus mendapat perawatan sebelum waktu operasi diatas. Atau lebih tepatnya mesin harus dirawat setelah waktu operasi selama 35,27 jam untuk jenis kerusakan A , 51,2 untuk jenis kerusakan B dan 61,05 untuk jenis kerusakan C . dimana waktu diatas merupakan MTBM nya atau waktu rata-rata perawatannya Keyword: waktu perawatan, perawatan preventif, mesin pompa, MTBM
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PEUDADA Rahman, Aisyah A; Yanti, Susi
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan besarnya pengaruh dari  gaya  belajar  visual, gaya  belajar auditorial, dan gaya  belajar kinestetik secara sendiri -sendiri terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VII SMP Negeri 1 Peudada. Penelitian  ini  termasuk penelitian asosiatif. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner model skala  Likert. Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan  cara  menguji  keberartian  dari  koefisien arah regresi, dalam hal ini dilakukan dengan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat  pengaruh  yang  positif dan  signifikan  gaya  belajar  visual  terhadap  hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Peudada yang dibuktikan dengan Fhitung = 9,091 maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan  kontribusi  gaya belajar visual terhadap hasil belajar IPS Terpadu sebesar  8,35%; (2) Terdapat  pengaruh yang positif dan  signifikan gaya  belajar  auditorial terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Peudada yang dibuktikan  dengan  Fhitung =  4.064 maka  Ho ditolak dan Ha diterima dengan  kontribusi gaya belajar  auditorial  terhadap hasil belajar  IPS Terpadu sebesar 4,53%; (3) Terdapat  pengaruh  yang positif dan signifikan gaya belajar  kinestetik terhadap  hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Peudada yang dibuktikan dengan Fhitung = 10,019 maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan kontribusi gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar IPS Terpadu sebesar 5,15%; Kata kunci: Gaya Belajar, Hasil  Belajar.