Endang Dwi Wulansari
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI DENGAN KRIM EKSTRAK SELEDRI, KRIM MINYAK KEMIRI, KRIM EKSTRAK SELEDRI - MINYAK KEMIRI DAN PENGUJIAN FISIK SEDIAAN Wulansari, Endang Dwi; Masruriati, Eni; Dewanti, Dini
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini minat orang terhadap obat dan kosmetika tradisional meningkat kembali. Secara tradisional banyak tanaman disekitar kita yang telah digunakan untuk pemacu pertumbuhan rambut, diantaranya adalah seledri dan kemiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan rambut yang diujikan pada kelinci dalam bentuk sediaan krim rambut dan pengujian fisik sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, daya sebar dan daya lekat sediaan krim yang dibuat. Cara ekstraksi seledri adalah maserasi, dengan pelarut etanol 80%. Minyak kemiri dibuat dengan biji kemiri disangrai, dihaluskan dan diperas. Pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengukur panjang rambut dengan mikrometer setiap tiga hari sekali, pada hari ke-3, ke-6, ke-9, ke-12, ke-15, ke-18. Hasil pertumbuhan rambut kelinci hari ke-18 setelah diberi krim ekstrak seledri adalah 11,26 mm, krim minyak kemiri adalah 11,20 mm, dan krim ekstrak seledri-minyak kemiri adalah 11,43 mm, kontrol negatif adalah 9,16 mm, dan kontrol positif (hair tonic Mustika Ratu) adalah 11,23 mm. Hasil pengujian karakteristik fisik sediaan : pH krim 5,27 , memiliki tipe emulsi air dalam minyak. Basis krim (kontrol negatif) mempunyai daya sebar lebih lebar dibanding krim ekstrak seledri, krim minyak kemiri dan krim ekstrak seledri-minyak kemiri. Krim minyak kemiri memiliki daya lekat lebih kuat dibanding basis krim, krim ekstrak seledri, krim ekstrak seledri-minyak kemiri. Disimpulkan bahwa krim ekstrak seledri, krim minyak kemiri dan krim ekstrak seledri-minyak kemiri dapat menumbuhkan rambut pada kelinci, dan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok krim tetapi jika dibandingkan dengan kontrol negatif terdapat perbedaan yang signifikan.   Kata kunci : ekstrak seledri, minyak kemiri, krim, pertumbuhan rambut
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL, FRAKSI AIR, DAN FRAKSI ETIL ASETAT BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP KELARUTAN BATU GINJAL KALSIUM SECARA IN VITRO Ulfa, Ika Riyana; Wulansari, Endang Dwi; Wildan, Achmad
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kidney stone is one of diseases that found more in Indonesia. Kidney stone is formed by foods contained many calcium compound. Kidney stone is one of kidney disfunction that often happens. Rosela flower (Hibiscus Sabdariffa L.) is one of plants that can be used to drop kidney stone. This research has aimed to know ethanol extract, water fraction and ethyl acetate fraction capability in dissolving kidney stone in vitro. Rosela flower was extracted by ethanol 70% in soxhlet. Ethanol extract obtained was fractionated by ethyl acetate and water, so it was obtained ethanol extract, water fraction, and ethyl acetate fraction. Identification of flavonoid content in rosela flower was done by thin layer chromatografi. Qualitative analysis of kidney stone was done by infra red spectrophotometer to know that there was calcium in kidney stone. Calcium kidney stone was submerged in extract ethanol, water fraction and ethyl acetate fraction for 6 hours, at temperature 37°C and at concentration 2, 4, 6, 8, and 10% v/v. Capability in dissolving at ethanol extract, water faction, and ethyl acetate fraction were measured by AAS method and was analyzed by anava one way with confidence level 95%. The result of research showed that 10 % of ethanol extract is the highest concentration to dissolve Ca in kidney stone followed by water fraction 84,15 ppm and ethyl acetat fraction 30,64 ppm. It was concluded that ethanol extract, water fraction and ethyl acetate fraction of rosela flower were capable to dissolve kidney stone. The Key word : Calcium kidney stone, Rosela flower, ethanol extract, water fraction and ethyl acetate fraction
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) Kusmita, Lia; Wulansari, Endang Dwi; Supiyanti, Wiwin
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.473 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Buah manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik). Kulit buah manggis berwarna ungu kehitaman. Diduga kulit buah manggis mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis. Obyek penelitian adalah kulit buah manggis yang sudah layak untuk dikonsumsi. Kulit buah manggis dihaluskan kemudian direndam dengan pelarut metanol yang mengandung HCl 1%. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis menggunakan metode perbedaan pH. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis meliputi uji aktivitas antioksidan secara kualitatif berupa lempeng KLT ekstrak kulit buah manggis disemprotkan penampak bercak DPPH 0,1 mM menghasilkan bercak kuning pucat dengan latar belakang ungu. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif berdasarkan parameter EC50 menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Diperoleh nilai EC50 sebesar 8,5539 μg/mL dan nilai EC50 vitamin C adalah 3,3676 μg/mL. Rata-rata kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis adalah 59,3 mg dalam 100 gram kulit buah manggis. 
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) Supiyanti, Wiwin; Wulansari, Endang Dwi; Kusmita, Lia
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.473 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8071

Abstract

Buah manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik). Kulit buah manggis berwarna ungu kehitaman. Diduga kulit buah manggis mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis. Obyek penelitian adalah kulit buah manggis yang sudah layak untuk dikonsumsi. Kulit buah manggis dihaluskan kemudian direndam dengan pelarut metanol yang mengandung HCl 1%. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis menggunakan metode perbedaan pH. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis meliputi uji aktivitas antioksidan secara kualitatif berupa lempeng KLT ekstrak kulit buah manggis disemprotkan penampak bercak DPPH 0,1 mM menghasilkan bercak kuning pucat dengan latar belakang ungu. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif berdasarkan parameter EC50 menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Diperoleh nilai EC50 sebesar 8,5539 μg/mL dan nilai EC50 vitamin C adalah 3,3676 μg/mL. Rata-rata kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis adalah 59,3 mg dalam 100 gram kulit buah manggis. 
Topical Anti-inflammatory Activity of Bangle (Zingiber cassumunar Roxb). Ethanolic Extract in Mice Induced By Carrageenan Wulansari, Endang Dwi; Wahyuono, Subagus; Marchaban, Marchaban; Widyarini, Sitarina
Majalah Obat Tradisional Vol 23, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.451 KB) | DOI: 10.22146/mot.34640

Abstract

Rhizome of bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) is one of the materials that are traditionally used in the traditional preparation to maintain skin from redness. The content of chemical compound in bangle rhizomes has many benefits, including inhibition of the inflammatory processes. This study aims to determine the topical anti-inflammatory activity of ethanolic extract of bangle rhizomes in mice induced by carrageenan. Thirty five female Swiss mice were used in this study. Animals were divided into 7 group of five: normal group, carrageenan 2% group, carrageenan 2% group plus control of basis (Biocream®), carrageenan 2% group plus 2.5% hydrocortisone cream, and carrageenan 2% group plus cream of ethanolic extract of bangle rhizomes with the concentration of 1%, 2.5% and 5% w/w. Carrageenan 2% was injected subcutaneously in all treatment group except normal group. The skinfold thickness of mice was measured every 1 hour for 6 hours after carrageenan injection. Results of this study shows that there is a significant differences between treatment groups (p <0.05) compared to carrageenan 2% treated group. To conclude, ethanolic extract of bangle rhizomes has topical anti-inflammatory in mice induced by carrageenan.