Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA SISWA KELAS XII DI SMK NEGERI 1 SURABAYA WULANDARI, SUCI; , HARTI
Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN) Vol 1, No 1 (2013):
Publisher : Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
STUDI KASUS RESILIENSI REMAJA TUNENETRA DI SMA NEGERI 10 SURABAYA WULANDARI, SUCI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Kepemimpinan Dalam Organisasi: Perspektif Teoritik dan Metodologi Wulandari, Suci
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 5, No 2 (2003): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.357 KB)

Abstract

Pada saat ini organisasi menghadapi lingkungan dengan perubabahan yang relatif cepat. Dalam organisasi, yang merupakan kesatuan sosial yang bekerja bersama-sama dalam upaya mencapai tujuan bersama, kepemimpin memegang peranan penting. Pemimpin yang efektif diharapkan dapat mempengaruhi dan menggerakkan anggota organisasi untuk bekerja dalam upaya mencapai tujuan. Empat pendekatan utama yang membahas kepemimpinan yaitu: (1) teori sifat, (2) teori perilaku, (3) teori situasional, dan (4) teori transformasional. Pendekatan transformasional pada akhirnya berkembang. Pendekatan Kepemimpinan Transformasional menyebutkan bahwa pemimpin tidak lagi bagaimana organisasi yang berada dibawah kepemimpinannya dapat menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan tetapi lebih kepada bagaimana pemimpin dapat memanfaatkan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sesuai dalam proses pencapaian tujuan. Kepemimpinan yang efektif dapat dievaluasi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu metode Importance-Performance Analysis. Kata kunci: kepemimpinan, efektivitas, metode penilaian
PERFORMA PRODUKSI DOMBA YANG DIBERI COMPLETE FEED FERMENTASI BERBASIS POD KAKAO SERTA NILAI NUTRIEN TERCERNANYA SECARA IN VIVO Wulandari, Suci; Agus, Ali; Soejono, Mohamad; Cahyanto, Muhammad Nur; Utomo, Ristanto
Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui nilai manfaat pod kakao sebagai bahan pakan complete feed ruminansia, khususnya domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nutrien tercerna complete feed, berbahan baku utama pod kakao terfermentasi, dan mengetahui performa produksi domba. Perlakuan CF0 adalah complete feed tanpa fermentasi (kontrol), perlakuan CF1 adalah complete feed dengan penambahan pod kakao terfermentasi, dan perlakuan CF2 adalah complete feed fermentasi berbasis pod kakao. Replikasi masing-masing perlakuan sebanyak 6 ekor domba. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis variansi pola searah dan hasil yang berbeda dilanjutkan dengan uji beda mean Duncan new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pod kakao terfermentasi pada complete feed maupun pakan complete feed fermentasi berbasis pod kakao tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, protein, maupun bahan organik tercerna, serta tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Nilai serat kasar tercerna secara in vivo terbaik terdapat pada pakan perlakuan CF2.(Kata kunci: Pod kakao, Fermentasi anaerob, Inokulum mikrobia, Complete feed, Domba)
BENTUK DAN FUNGSI TRADISI MERDI DESA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PADA TAHUN 1985 DAN 2012 DI DESA KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN (KAJIAN PERUBAHAN BUDAYA) Wulandari, Suci
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) perubahan bentuk tradisi merdi desa pada tahun 1985 dan 2012 di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (2) makna simbolis sesaji dalam tradisi merdi desa di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen; (3) fungsi merdi desa terhadap kehidupan sosial masyarakat di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Desa Krangsambung, waktu penelitian dimulai dari bulan Desember 2012 sampai Maret 2014. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah informan yang dianggap menguasai tentang tradisi merdi desa, sedangkan data dalam penelitian ini adalah informasi dari hasil wawancara dengan informan tradisi merdi desa. Instrumen penelitian menggunakan handphone untuk merekam dan kamera untuk mengambil gambar serta merekam. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) Perubahan bentuk tradisi merdi desa yang terjadi pada tahun 1985 dan 2012 yaitu sudah adanya pembentukan sistem organisasi, adanya pelaksanaan tahlilan, dan kendhuri di perempatan desa dengan perwakilan beberapa orang saja. Perubahan penggunaan sesaji yaitu hanya menggunakan lima sesaji pokok dalam prosesi tradisi merdi desa. (2) Makna simbolis sesaji dalam tradisi merdi desa sebagai wujud rasa syukur terhadap Allah Swt. atas hasil bumi yang didapat dan menjaga agar tanaman pertanian terhindar dari hama, dan untuk mempererat persatuan warga desa Karangsamung. Sesaji yang digunakan meliputi: kepala, darah, dan kaki kambing kendhit yang dibungkus dengan kain kafan, degan ijo, pisang raja, pisang ambon, kembang telon, uncet, wedang kopi, wedang teh, wedang jembawuk, wedang putih yang diberi daun tawa, jajan pasar, kecambah, kangkung, daging ayam, tempe, rokok, minyak duyung, kemenyan, pocong padi, beras kuning, air leri, kemenyan, bahan kinang, dan daun-daunan. (3) fungsi tradisi merdi desa terhadap kehidupan sosial masyarakat masih sama dan tidak mengalami perubahan, yaitu sebagai wujud rasa syukur masyarakat Karangsambung terhadap Allah Swt. atas hasil bumi yang diperoleh dan sebagai sarana pemersatu antar warga masyarakat Karangsambung.       Kata Kunci: Bentuk, fungsi, merdi desa
NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN NOVEL KASIDAHKASIDAH CINTA KARYA MUHAMMAD MUHYIDIN (KAJIAN INTERTEKSTUAL DAN NILAI PENDIDIKAN) Wulandari, Suci
BASASTRA Vol 1, No 3 (2014): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.32 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan intertekstual dan nilai pendidikan dalam novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan Kasidah-kasidah cinta karya Muhammad Muhyidin. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data menggunakan dokumen, yaitu kedua novel dan wawancara. Uji validitas menggunakan triangulasi data. Teknik analisis menggunakan model analisis mengalir, yaitu 1) reduksi data; 2) penyajian data; dan 3) simpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) ada keterjalinan antarunsur intrinsik novel Ayat-ayat Cinta dan Kasidah-kasidah Cinta, yaitu persamaan yang meliputi tema, alur, dan amanat serta perbedaan, yaitu penokohan, sudut pandang, latar tempat, sosial, dan waktu. (2) novel Kasidahkasidah Cinta merupakan teks transformasi dari Ayat-ayat Cinta. (3) kedua novel memiliki kelebihan dan kekurangan. (4) nilai pendidikan dalam novel Ayat-ayat Cinta dan Kasidah-kasidah Cinta meliputi religi, moral, sosial budaya, dan estetik.Kata kunci: intertekstual, nilai pendidikan, Ayat-Ayat Cinta, Kasidah-Kasidah Cinta
PERSEPSI USERS ATAS AKUNTABILITAS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KOTA SURAKARTA) Wulandari, Suci
Jurnal Studi Akuntansi Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Studi Akuntansi Indonesia
Publisher : Jurnal Studi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to investigate perception between group users of public accountability and finance accountability for responsibility report of Surakarta governmental finance district. There are two group users in this research, namely: internal users (functionary of work unit at local government /SKPD) and external users (member of region parliament/DPRD, society of self-supporting institution/LSM and Academician). The hypothesis examination of this research uses independent sample t-test and ANOVA. The result of statistical shows that there is different perception between group users of public accountability and finance accountability for responsibility report of Surakarta governmental finance district, which brings the matter because there is different understanding and assessment to measure public accountability and finance accountability of among users. Beside that also known the different statistical value of t-test public accountability is smaller than difference of finance accountability, this matter is consistent with the research of Mack and Ryan (2006) expressing that target of financial reporting of local government more for the purpose of public accountability, afterwards newly for the purpose of finance accountability
PENERTIBAN IZIN TEMPAT USAHA DI KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Wulandari, Suci; Rusli, Zaili
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2015): WISUDA FEBRUARI 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERTIBAN IZIN TEMPAT USAHA DI KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
PERFORMA PRODUKSI DOMBA YANG DIBERI COMPLETE FEED FERMENTASI BERBASIS POD KAKAO SERTA NILAI NUTRIEN TERCERNANYA SECARA IN VIVO Wulandari, Suci; Agus, Ali; Soejono, Mohamad; Cahyanto, Muhammad Nur; Utomo, Ristanto
Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i1.4615

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui nilai manfaat pod kakao sebagai bahan pakan complete feed ruminansia, khususnya domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nutrien tercerna complete feed, berbahan baku utama pod kakao terfermentasi, dan mengetahui performa produksi domba. Perlakuan CF0 adalah complete feed tanpa fermentasi (kontrol), perlakuan CF1 adalah complete feed dengan penambahan pod kakao terfermentasi, dan perlakuan CF2 adalah complete feed fermentasi berbasis pod kakao. Replikasi masing-masing perlakuan sebanyak 6 ekor domba. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis variansi pola searah dan hasil yang berbeda dilanjutkan dengan uji beda mean Duncan new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pod kakao terfermentasi pada complete feed maupun pakan complete feed fermentasi berbasis pod kakao tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, protein, maupun bahan organik tercerna, serta tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Nilai serat kasar tercerna secara in vivo terbaik terdapat pada pakan perlakuan CF2.(Kata kunci: Pod kakao, Fermentasi anaerob, Inokulum mikrobia, Complete feed, Domba)
Nilai Cerna dan Biodegradasi Theobromin Pod Kakao dengan Perlakuan Fermentasi Menggunakan Inokulum Multi Mikrobia Wulandari, Suci; Agus, Ali; Soejono, Mohamad; Cahyanto, Muhammad Nur
Agritech Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9506

Abstract

In the recent years it has been reported that there is a multimicrobe culture which is used for fermentation of feed ingredients and complete feeds. This multi microbial culture is introduced by the name of SBP® (Saus Burger Feed). This research study aims to understand the influence of fermented cocoa pod using multi microbe which is contained in the SBP to digest and biodegrade theobromine in the cocoo pod. Cocoa pod was fermented under anaerobic conditions at room temperature. Inoculums levels which were added consist of 0; 0,05, and 0,1% respectfully. During fermentation of the cocoa pod, its samples were taken on days of 0, 3, and 6, to understand the bacterial growth, pH changes, and changes in digestibility, and biodegradation of theobromine. Furthermore, it was followed by the isolation of bacteria, to understand the characteristics of obtained bacterial isolates, and fermented cocoa pod by way of isolates, and tested its ability in producing the cellulase enzyme (CMC-ase and β-glucosidase), and its ability to degrade the theobromine. The research results showed that during fermentation of cocoa pod there were increasing of lactic acid bacteria population, and total bacteria, decreasing in the pH, increasing in the fiber digestibility, and decreasing in content of theobromine in the cocoa pod. Changes in these parameters, more real case, and the cocoa pod is fermented with a moisture content of  40% and inoculated with a dose of 0,05% SBP® with a long fermentation of 6 days. Decreasing in the fermentation of theobromine in the cocoo pod with the largest reaching of 17,02%. Increasing in the fiber digestibility, and decreasing in the content of theobromine, during fermentation of cocoa pod by inoculants SBP, it is confirmed with characteristic of bacterial isolates which is obtained from the fermented cocoa pod. There were 8 isolates of bacteria, which can produce CMC-ase enzyme, and β-glucosidase with the different level of production. Several bacterial isolates were also able to reduce the content of theobromine, in liquid culture, up to 27,07%. ABSTRAKBeberapa tahun terakhir telah diberitakan adanya kultur multi mikrobia yang dipergunakan untuk fermentasi bahan pakan dan complete feed. Kultur multi mikrobia ini dikenalkan dengan nama Saus Burger Pakan® (SBP®). Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi pod kakao menggunakan multimikrobia yang terkandung dalam SBP terhadap nilai cerna serat dan biodegradasi theobromin. Pod kakao difermentasi dalam kondisi anaerob pada suhu ruang. Kadar inokulum yang ditambahkan adalah 0; 0,05; dan 0,1 %. Selama fermentasi dilakukan pengambilan sampel pada hari ke-0, 3, dan 6 untuk mengetahui pertumbuhan bakteri selama fermentasi pod kakao, perubahan pH, perubahan nilai cerna, dan degradasi theobromin selama fermentasi, kemudian dilanjutkan dengan isolasi bakteri untuk mengetahui karakteristik isolat bakteri dari pod kakao terfermentasi dengan cara isolat yang diperoleh diuji kemampuannya dalam menghasilkan enzim selulase (CMC-ase dan βglukoseidase) dan kemampuannya dalam mendegradasi theobromin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama fermentasi pod kakao terjadi kenaikan populasi bakteri asam laktat dan bakteri total, penurunan pH, kenaikan nilai cerna serat, dan penurunan kandungan theobromin dalam pod kakao. Perubahan parameter tersebut lebih nyata terjadi pada pod kakao yang difermentasi dengan kadar air 40% dan diinokulasi dengan SBP® dosis 0,05% dengan lama fermentasi 6 hari. Penurunan theobromin pada pod kakao fermentasi terbesar mencapai 17,02%. Kenaikan nilai cerna serat dan penurunan kandungan theobromin selama fermentasi pod kakao oleh inokulan SBP dikonfirmasi dengan karakteristik isolat-isolat bakteri yang diperoleh dari pod kakao yang terfermentasi. Ada 8 isolat bakteri yang mampu menghasilkan enzim CMC-ase dan β-glukosidase dengan tingkat produksi yang berbeda-beda. Beberapa isolat bakteri juga mampu menurunkan kandungan theobromin dalam kultur cair sampai sebesar 27,07%.