Sri Pingit Wulandari
Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemodelan Resiko Penyakit Pneumonia pada Balita di Jawa Timur Menggunakan Regresi Logistik Biner Stratifikasi Noviana, Ita; Wulandari, Sri Pingit; Purhadi, Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.918 KB)

Abstract

Abstrak— Pneumonia merupakanpenyakit yang dapat menyebabkan kematian pada anakdibawah usia lima tahun (balita) lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lainseperti AIDS, malaria dan campak. Indonesia saat ini belum memenuhi target MDGsyakni harus menurunkan angka kematian pada balita (akba) hingga dua per tigadalam kurun waktu 1990-2015. Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat kedua diIndonesia untuk jumlah balita penderita pneumonia dan menduduki peringkat ke 6untuk angka kematian balita akibat pneumonia. Banyak penelitian yang telahdilakukan guna menekan angka kematian balita. Penelitian ini menggunakan 9 faktor yang diduga mempengaruhi kejadianpneumonia pada balita di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan dalampenelitian diperoleh berdasarkan hasil survey Riset Kesehatan Dasar tahun 2007dengan wilayah survey Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah regresi logistik binerstratifikasi. Variabel yang signifikan terhadap model pada strata dataran rendah adalah klasifikasitempat tinggal dan lama pemberian ASI,sedangkan pada model di strata dataran sedang hanya lama pemberian ASI. Variabel  yang signifikan terhadap model pada strata dataran tinggi hanya pemberian imunisasi campak. Hasil pengujian vektor parameter lama pemberian ASI dalammodel regresi logistik untuk strata dataran sedang danstrata dataran rendah menyatakan bahwa lamapemberian ASI memberikan pengaruh yang sama.
PENGEMBANGAN PREFERENSI DALAM PEMILIHAN KONSEP PRODUK KOSMETIK BEDAK BERBASIS ANALISIS KONJOIN Wulandari, Sri Pingit
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 14, No 1 (2009)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri kosmetik yang terus meningkat menyebabkan beragamnya produk bedak yang beredar di pasar, baik dari segi merek, fasilitas, jenis, harga maupun variasi lain yang terkandung dalam produk tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi, baik produksi barang maupun jasa, tidak akan lepas dari mencari keuntungan optimal. Salah satu cara adalah dengan jalan kombinasi suatu produk. Analisis konjoin adalah suatu metode untuk mengoptimalkan keuntungan dengan jalan kombinasi produk. Kombinasi produk yang dimaksudkan adalah memproduksi satu jenis produk dengan ukuran atau kemasan tertentu dengan tujuan khusus agar dapat mencapai pangsa pasar yang lebih luas. Penyusunan konsep produk bedak berdasarkan pertimbangan atribut-atribut paling dipentingkan yang terkandung dalam produk bedak. Analisis konjoin menghasilkan konsep produk baru yang paling diinginkan sesuai preferensi responden. Konsep produk bedak yang terbentuk adalah produk bedak dengan jenis tabur, bahan kemasan melamin, tanpa harus terkandung kandungan UV dan Vitamin, disertai wewangian, bentuk kemasan bulat, dan ukuran harga yang penting.
PEMODELAN RESIKO PENYAKIT KAKI GAJAH (FILARIASIS) DI PROVINSI PAPUA DENGAN REGRESI ZERO-INFLATED POISSON Wulandari, Sri Pingit; Sutijo, Brodjol; Rahmawati, Ika
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goverment has established elimination of filariasis tropical disease as one of the priority programs. One of the districts that has become a target is Papua. The total amount of  filariasis victim on every regency/city in Papua district can be assumed to follow a Poisson distribution. So Poisson regression method is a suitable method to know the influence factor of filariasis disease. Poisson regression model assumes equidispersion, that is equality of mean and variance of the response variable. Overdispersion test shows that the variance of the response variable exceeds its mean value. So the model is modified into zeroinflated Poisson (ZIP) regression model (logit and log). ZIP logit regression model shows that the quantity of filariasis victim in every regency/city in Papua district with zero count is influenced by the percentage of household members who sleep inside mosquito net, the percentage of household members who sleep inside insecticide musquito net, and the percentage of house-holds who keep pet (dog/cat/rabbit). While ZIP regression on log model shows that the increasing number of percentage household who keeps their pet will enhance the quantity of filariasis victim  in Papua district as many as two people. Regencies/cities which need to get special attention through an elimination program of filariasis are Asmat, Tolikara, Supiori, Yapen Waropen, and Jayapura city.
Klasifikasi Pasien Hasil Pap Smear Test Sebagai Pendeteksi Awal Upaya Penanganan Dini Pada Penyakit Kanker Serviks Di RS. “X” Surabaya Dengan Metode Bagging Logistic Regression Intansari, Ida Ayu Sevita; Purnami, Santi Wulan; Wulandari, Sri Pingit
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan pertumbuhan dari suatu kelompok sel yang tidak normal pada serviks (mulut rahim). Menurut WHO (2003), Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim nomor satu di dunia. Kanker serviks adalah kanker yang paling sering dijumpai pada wanita setelah kanker payudara dan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, pasien hasil pap smear test sebagai pendeteksi awal upaya penanganan dini pada penyakit kanker serviks di RS. “X” Surabaya guna melihat karakteristik dan faktor resiko yang paling berpengaruh terhadap pendeteksi awal kanker serviks. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa lebih banyak pasien yang memiliki hasil test abnormal dibandingkan dengan yang normal menggunakan Pap Smear Test. Pada analisis regresi logistik diperoleh tiga variabel prediktor yang signifikan berpengaruh terhadap hasil test, yaitu usia pasien, jumlah anak (paritas) dan penggunaan kontrasepsi, dengan nilai ketepatan klasifikasi sebesar 66,7%.  Nilai ketepatan klasifikasi tersebut dapat ditingkatkan dengan pendekatan bagging regresi logistik (bagging logistic regression). Hasil analisis bagging regresi logistik pada 2 jenis kombinasi data, menunjukkan bahwa pada 80 kali replikasi bootstrap diperoleh nilai ketepatan klasifikasi meningkat sebesar 1,11%..  
PEMODELAN RESIKO PENYAKIT KAKI GAJAH (FILARIASIS) DI PROVINSI PAPUA DENGAN REGRESI ZERO-INFLATED POISSON Wulandari, Sri Pingit; Sutijo, Brodjol; Rahmawati, Ika
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goverment has established elimination of filariasis tropical disease as one of the priority programs. One of the districts that has become a target is Papua. The total amount of  filariasis victim on every regency/city in Papua district can be assumed to follow a Poisson distribution. So Poisson regression method is a suitable method to know the influence factor of filariasis disease. Poisson regression model assumes equidispersion, that is equality of mean and variance of the response variable. Overdispersion test shows that the variance of the response variable exceeds its mean value. So the model is modified into zeroinflated Poisson (ZIP) regression model (logit and log). ZIP logit regression model shows that the quantity of filariasis victim in every regency/city in Papua district with zero count is influenced by the percentage of household members who sleep inside mosquito net, the percentage of household members who sleep inside insecticide musquito net, and the percentage of house-holds who keep pet (dog/cat/rabbit). While ZIP regression on log model shows that the increasing number of percentage household who keeps their pet will enhance the quantity of filariasis victim  in Papua district as many as two people. Regencies/cities which need to get special attention through an elimination program of filariasis are Asmat, Tolikara, Supiori, Yapen Waropen, and Jayapura city.
PENGEMBANGAN PREFERENSI DALAM PEMILIHAN KONSEP PRODUK KOSMETIK BEDAK BERBASIS ANALISIS KONJOIN Wulandari, Sri Pingit
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 14, No 1 (2009)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri kosmetik yang terus meningkat menyebabkan beragamnya produk bedak yang beredar di pasar, baik dari segi merek, fasilitas, jenis, harga maupun variasi lain yang terkandung dalam produk tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi, baik produksi barang maupun jasa, tidak akan lepas dari mencari keuntungan optimal. Salah satu cara adalah dengan jalan kombinasi suatu produk. Analisis konjoin adalah suatu metode untuk mengoptimalkan keuntungan dengan jalan kombinasi produk. Kombinasi produk yang dimaksudkan adalah memproduksi satu jenis produk dengan ukuran atau kemasan tertentu dengan tujuan khusus agar dapat mencapai pangsa pasar yang lebih luas. Penyusunan konsep produk bedak berdasarkan pertimbangan atribut-atribut paling dipentingkan yang terkandung dalam produk bedak. Analisis konjoin menghasilkan konsep produk baru yang paling diinginkan sesuai preferensi responden. Konsep produk bedak yang terbentuk adalah produk bedak dengan jenis tabur, bahan kemasan melamin, tanpa harus terkandung kandungan UV dan Vitamin, disertai wewangian, bentuk kemasan bulat, dan ukuran harga yang penting.
DETEKSI DINI RISIKO KREDIT MELALUI RATING TRANSITION STOCHASTIC MATRIX DAN VALUE AT RISK (Early Detection of Credit Risk Through Rating Transition Stochastic Matrix and Value at Risk) Haryono, _; Wulandari, Sri Pingit; Retnaningsih, Sri Mumpuni
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Credit risk is the risk occurs when the debtors fail to meet their obligation in accordance with agreed term to the bank. This research is made to analyze the credit risk for industrial and trade sector in Bank X, both sectors contribute about 80% loan credit. The calculation of the VaR 95% used Markov Chain regular and ergodic and adjusted by macro economic variable which significance influence the movement of those quality rating. The result of Markov chain for industrial sector show that the ability debtor increase for repay the loan in the long run but for trade sector became worst. The VaR 95% results for industrial sector is Rp 2,17 billion or about 3,27% and for trade sector is Rp 4,46 billion or about 2,03% from outstanding credit those sectors. This results is not appropriate with the New Basel Capital Accord which recomennded to allocate capital 8% from outstanding credit to cover credit risk. The calculation of the TVaR 95% for industrial sector is Rp 4,89 billion or about 7,38% and for trade sector is Rp 16,60 billion or about 7,55% from outstanding credit both sectors. For the TVaR 95% portofolio give the results is Rp 18,99 billion or about 6,5% from outstanding credit.Keywords : Credit Risk, Markov chain, Regression, Macroeconomics, VaR, TVaR, Portofolio Risk.
Model Regresi Logistik Biner Stratifikasi Pada Partisipasi Ekonomi Perempuan Di Provinsi Jawa Timur Kotimah, Muinah Kusnul; Wulandari, Sri Pingit
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.367 KB)

Abstract

Berdasarkan data BPS Jawa Timur, jumlah tenaga kerja perempuan pada Agustus 2008 mencapai 7,499 juta jiwa atau naik cukup signifikan yakni 232,2 ribu orang dibandingkan pada tahun 2007 hanya sebesar 7,267 juta jiwa. Adanya kondisi ini maka perlu dilakukan analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perempuan bekerja dalam kaitannya dengan kondisi perekonomian. Data yang digunakan adalah data sekunder BPS-SUSENAS 2009. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi ekonomi perempuan di Provinsi Jawa Timur pada wilayah perkotaan dan perdesaan  digunakan metode regresi logistik biner dengan stratifikasi. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang digunakan sebagai prediktor adalah umur, status pernikahan, status dalam keluarga, jumlah ART, pendidikan, dan jumlah jam kerja/minggu. Hasil analisis deskriptif  menunjukkan bahwa karakteristik perempuan di  wilayah perkotaan yang bekerja mayoritas lulusan PT, bekerja di bidang perdagangan, dan berstatus pegawai/karyawan, sedangkan perempuan yang bekerja dan tinggal di perdesaan mayoritas adalah berpendidikan SMP, bekerja dibidang pertanian dan berstatus pekerja tidak dibayar. Hasil uji dengan regresi logistik biner menunjukkan bahwa  untuk strata perkotaan ada 3 variabel yang signifikan  yaitu status pernikahan, status dalam keluarga, dan pendidikan, sedangkan untuk strata wilayah perdesaan ada 2 variabel signifikan yaitu status pernikahan dan pendidikan. Hasil uji wald menunjukkan terdapat perbedaan antara perkotaan dan perdesaan.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum (TN) di Jawa Timur dengan Metode Regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP) Lestari, Siska Puji; Wulandari, Sri Pingit
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.116 KB)

Abstract

Salah satu penyebab dari kesakitan dan kematian anak adalah Tetanus Neonatorum. Tetanus Neonatorum merupakan penyakit tetanus yang disebabkan oleh neurotoxin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani pada luka tertutup pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kematian. Jumlah kasus Tetanus Neonatorum merupakan data jumlahan dengan asumsi mengikuti distribusi Poisson. Banyaknya data yang bernilai nol sebanyak 76,3% mengindikasikan adanya overdispersi dalam variabel respon. Adanya overdispersi dapat menyebabkan model yang terbentuk menghasilkan estimasi parameter yang bias sehingga dalam penelitian ini menggunakan regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2012. Model terbaik yang dihasilkan dari regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP) menghasilkan 2 variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus Tetanus Neonatorum yaitu persentase ibu bersalin ditolong dukun (X2) dan persentase kunjungan neonatus 3 kali (KN3 atau KN Lengkap) (X4).
Pemodelan Proporsi Kasus Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagian Atas pada Balita di Kabupaten Gresik dengan Geographically Weighted Regression Hidayah, Ratna Nurul; Wulandari, Sri Pingit; Pramono, Setyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.075 KB)

Abstract

Industrialisasi yang meningkat tiap tahunnya di Kabupaten Gresik memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya yaitu polusi/pencemaran yang ditimbulkan oleh industri dapat mengganggu kondisi kesehatan masyarakat di sekitarnya, salah satunya adalah penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang disebabkan tingginya polusi udara yang ditimbulkan oleh perusahaan-perusahaan yang dekat dengan pemukiman. Tingginya proporsi kasus ISPA diduga juga dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti fasilitas kesehatan dan perilaku tiap rumah tangga. Pemodelan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dilakukan saat diuji secara parsial, variabel persentase kepadatan penduduk dan persentase balita yang medapatkan ASI ekslusif  yang berpengaruh signifikan pada model sehingga diduga terdapat aspek spasial yang mempengaruhi. Pengujian aspek spasial pada pemodelan ini tidak terpenuhi,proporsi kasus ISPA bagian atas pada balita tidak memiliki heterogenitas spasial atau dependensi spasial. Model GWR lebih baik daripada model regresi linear berganda karena memiliki nilai AIC minimum dan R2 yang maksimum. Berdasarkan variabel yang signifikan untuk tiap kecamatan  terbentuk pengelompokan kecamatan yang memiliki kesamaan variabel yang berpengaruh  terdapat 7 kelompok  yang terbentuk.