Articles

Found 36 Documents
Search

The Abundance of Pioneer Vegetation and Their Interaction with Endomycorrhiza at Different Land Qualities after Merapi Eruption Agus, Cahyono; Wulandari, Dewi
JURNAL MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.005 KB) | DOI: 10.7226/jmht.18.3.145

Abstract

Eruption of Merapi volcano caused accumulation of lahar materials that led to extensive land degradation.  This research was to study the population of pioneer plants and their correlation with endomycorrhiza population at  different land qualities after Merapi eruption.  Samples of soil, pioneer plants, and endomycorrhiza were collected from Merapi volcano, 1 year after eruption, using stratified sampling method based on plant densities, with the following categories: dense vegetation, moderately dense vegetation, sparse vegetation, and control (bare land), with 3 replications for each category.  Pioneer plants and endomycorrhiza were identified. Plant biomass, soil pH, total-C,-N, and exchangeable-K, -Ca, -Mg, -Fe were analyzed. The abundance of pioneer plants and their interaction with mycorrhiza was strongly correlated with depth of eruption material, quantity of sandy texture, soil pH, total-C and total-N, exchangeable-K, exchangeable-Ca, exchangeable-Mg, and exchangeable-Fe.  Among the 12 identified pioneer plants, only Acacia villosa, Fiurena ciliaris, and Bidens pilosa were recommended as plant-remediator to improve soil chemical, physical and biological properties. Among the 3 genera of endomycorrhiza (Acaulospora, Gigaspora, Glomus), only Acaulospora was recommended to be a biological agent to rehabilitate sandy soil area.  This research indicated that adaptive pioneer plants and endomycorrhiza  were likely to be suitable for biological agents to stimulate recovery of degraded land through improvement of physical, chemical, and biological properties, that will stimulate plant growth and biodiversity.Keywords: eruption of Merapi, endomycorrhiza, land quality, pioneer plant
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR KOMBINASI KOPERATIF TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF, PSIKOMOTOR DAN AFEKTIF MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UMUM I Derlina, Derlina; Wulandari, Dewi; Tanjung, Yulifda
INPAFI Vol 1, No 1 (2013): INPAFI
Publisher : INPAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimanakah pengaruh model pembelajaran siklus belajar yang dikombinasi dengan model pembelajaran  kooperatif  terhadap kemampuan kognitif dalam pembelajaran  Fisika Umum I ?; (2) bagaimanakah aktivitas belajar mahasiswa dalam model siklus belajar yang dikombinasi dengan model pembelajaran kooperatif ?; (3) bagaimanakah pendapat mahasiswa tentang penerapan model belajar siklus  belajar  yang dikombinasi dengan model pembelajaran kooperatif? dan (4) faktor-faktor apakah yang mempengaruhi model model pembelajaran siklus  belajar yang dikombinasi dengan model pembelajaran kooperatif?. Hasil penelitian adalah (1) Ada pengaruh model pembelajaran siklus belajar kombinasi koperatif terhadap tingkat kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif mahasiswa pada pembelajaran Fisika Umum I, (2) Aktivitas mahasiswa dalam partisipasi kelompok  meningkat dari kategori kurang (56,1) pada pertemuan I menjadi kategori cukup (68,2)  pada pertemuan II, aktivitas persentase kelompok meningkat dari kategori cukup (64) pada pertemuan I menjadi kategori baik (74) pada pertemuan II. Dan (3). Pendapat mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran siklus belajar kombinasi koperatif adalah menyatakan bahwa pembelajaran memberikan pengalaman belajar menyenangkan karena mahasiswa aktif dalam  pembelajaran, dapat menemukan hal-hal baru, punya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, dapat saling  bertukar informasi. menjadi lebih semangat dan termotivasi karena diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan kreativitas yang mereka miliki. Kata Kunci: Model Pembelajaran Siklus Belajar Kombinasi Kooperatif, Kemampuan Kognitif, Psikomotor dan Afek
Pembelajaran Mekanika dengan Model Analisis Struktur Pengetahuan Materi (ASPM) untuk Meningkatkan Kemahiran Generik Sains Mahasiswa JurusanFisika FMIPA UNIMED Sinulingga, Karya; Bukit, Nurdin; Wulandari, Dewi; Tanjung, Yulifda
INPAFI Vol 1, No 1 (2013): INPAFI
Publisher : INPAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan model analisis struktur pengetahuan materi Mekanika untuk membangun Problem Solving untuk mahasiswa program pendidikan fisika dan program fisika di PerguruanTinggi. Pengembangan Problem Solving bertujuan untuk peningkatan keterampilan intelektual mahasiswa dalam meningkatkan kemahiran generik sains.Peningkatan kemahiran generik sains yang dimaksud meliputi indikator: kesadaran skala(KGS1); keterampilan menggunakan bahasa simbolik(KGS2);  pemodelan matematika (KGS3); menggunakan hukum sebab akibat(KGS4); kerangka logis (KGS5) dan membangun konsep (KGS6). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan kepada mahasiswa angkatan 2011 semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013 yang mengambil perkuliahan Mekanika dengan jumlah siswa 37 orang. Pada siklus I, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 0,80 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,27. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes namun peningkatan ini masih tergolong sedang. Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g sebesar 70,59% dengan kategori sedang dan terendah pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 12,28% dengan kategori rendah. Indikator KGS1 menunjukkan kemahiran mahasiswa pada bagaimana membaca skala. Padasiklus II, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 0,97 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,70 dengan %g 57,33 kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes dan peningkatan ini telah menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pada siklus I. Peningkatan rata-rata skor antara hasil pretes dan postes juga terjadi pada semua komponen namun hasilnya juga masih belum maksimal. Ada beberapa indikator seperti KGS3 (Pemodelan Matematika), KGS5 (Kerangka Logis) dan KGS6 (Membangun Konsep) yang belum maksimal peningkatannya. . Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi masih pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g 75% dengan kategori tinggi dan terendah masih pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 12,77 kategori rendah. Padasiklus III, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 1,02 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,64 dengan %g sebesar 72,04% kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes dan peningkatan %g dari siklus III ini telah menunjukkan kategori yang lebih baik dibandingkan siklus I dan siklus II. Peningkatan rata-rata %g antara hasil pretes dan postes juga terjadi pada semua komponen dan hasilnya sudah maksimal. Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g 87,5% dan terendah pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 53,33%. Pada siklus III ini, indikator KGS6 yaitu membangun konsep mengalami peningkatan yang baik dibandingkan pada siklus II. Pada siklus I, II dan III secara berurutan rata-rata %g KGS total sebesar 51,02% dengan kategori sedang, 57,33% dengan kategori sedang dan 87,5% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut terdapat peningkatan yang signifikan sehingga model Problem Solving berdasarkan pengembangan model ASPM dapat meningkatkan kemahiran generik sains mahasiswa.
PERAN REVEGETASI TERHADAP RESTORASI TANAH PADA LAHAN REHABILITASI TAMBANG BATUBARA DI DAERAH TROPIKA Agus, Cahyono; Pradipa, Eka; Wulandari, Dewi; Supriyo, Haryono Supriyo; Saridi, Saridi; Herika, Dody Herika
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan batubara terbuka menyebabkan degradasi lahan, sehingga perlu upaya rehabilitasi lahan melalui program revegetasi. Penelitian dilakukan di areal PT. Berau Coal  pada site Binungan, Lati dan Sambarata, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap ber-blok dengan umur revegetasi sebagai perlakuan, tiga kali ulangan dan tiga site sebagai blok. Pemilihan lokasi menggunakan metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan pada umur pengolahan lahan revegetasi, meliputi S1 : area hutan sebelum ditambang (rona awal), S2 : revegetasi awal, umur tanaman  < 1 tahun, S3 : revegetasi menengah, umur tanaman 3 tahun, dan S4: revegetasi lanjut, umur tanaman  > 5 tahun. Pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0–20 dan 20-40 cm pada setiap perlakuan di ketiga lokasi, selanjutnya dianalisis sifat fisik dan kimianya. Tanah Typic Hapludult pada lahan hutan sebelum ditambang batubara secara terbuka (S1,  rona awal) mempunyai kadar C-organik (1,87 %), N-total (0,14 %), P-tersedia (31,40 ppm), K-tertukar (0,11 me/100g), pH (3,98), KTK (10,72 me/100g) dan kejenuhan basa (17 %). Penambangan terbuka batubara telah menyebabkan lapisan bawah dan  permukaan tanah menjadi terbongkar dan terjadi penurunan kualitas tanah yang sangat drastis. Penimbunan lahan dengan media tanah permukaan sebelumnya, telah cukup  mampu memperbaiki sifat-sifat tanah tertambang namun belum sesuai sebagai media pertumbuhan, serta sangat rentan terhadap degradasi lahan lebih lanjut. Revegetasi menggunakan tanaman pionir, cepat tumbuh dan adaptif seperti Sengon, Akasia, Sungkai, Melina, Angsana, Jarak serta Legume Cover Crop (LCC) pada area bekas tambang  batubara memberikan pengaruh yang  nyata terhadap peningkatan kandungan C-organik, N-total dan  pH tanah. Revegetasi menggunakan spesies cepat tumbuh setelah berumur 5 tahun telah mengembalikan bahkan memperbaiki sifat kimia tanah dibanding dengan kondisi pada hutan tropika basah sebelum dilakukan penambangan terbuka.
PERAN MIKROBA STARTER DALAM DEKOMPOSISI KOTORAN TERNAK DAN PERBAIKAN KUALITAS PUPUK KANDANG Agus, Cahyono; Faridah, Eny; Wulandari, Dewi; Purwanto, Benito Heru
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik perlu didekomposisi oleh mikroba dan memerlukan lingkungan yang sesuai agar cepat matang sempurna dan tidak memberikan dampak negatif pada aspek sosial, estetika maupun kesehatan pada makluk hidup dan lingkungan. Dekomposisi bahan pupuk organik dilakukan dengan menggunakan kotoran sapi, dengan 2 perlakuan mikroba (tanpa dan dengan mikroba starter) dan 3 variasi waktu, yaitu 0, 6 dan 24 jam setelah diberi mikroba starter. Analisis meliputi  uji fisik bahan pupuk yang meliputi pH, warna, aroma, lengas, dan DHL,  uji mikroba patogen (Eschericia. coli dan Salmonella) pada pupuk, pengujian kandungan hara pupuk total (C, N, P, K, Ca, Mg, Na, S, Cd, Cr, B, Fe, Cu, Zn)  dan Ntersedia (NH4 dan NO3),  serta analisis emisi gas amonia (NH3), oksigen (O2), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), metana (CH4), NOx, NO, dan SO2. Mikroba starter mengandung mikrobia dan unsur hara yang sangat diperlukan dalam proses dekomposisi bahan organik. Pupuk kandang sapi setelah aplikasi  mikroba starter masih mengandung E. coli dan Salmonella sp. yang cenderung menurun seiring dengan lama waktu inkubasi. Terjadi dinamika kandungan unsur-unsur hara seperti P, K, Mg, Fe dan Cu serta logam berat Cr selama proses inkubasi baik pada pupuk kandang ayam maupun sapi. Dengan perlakuan mikroba starter, bagian senyawa sulfur dari bahan organik banyak yang terombak menjadi gas SO2 yang relatif tidak berbau, dan sebaliknya H2S serta senyawa reduktif sulfida lainnya menjadi terhambat pembentukannya. Perombakan dengan  mikroba starter sebaiknya diupayakan dalam suasana aerobik atau dengan suasana lembab tetapi tidak sampai anaerobik sehingga kehadiran senyawa H2S dan senyawa sulfur reduktif lainnya dapat dikurangi atau tidak terbentuk. Hasil penelitian ini menunjukkkan pentingnya penggunaan mikroba starter optimal dan benar untuk memperbaiki kandungan nutrisi dan kualitas pupuk kandang.
KEKUATAN PEMBUKTIAN PENGGUNAAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN NEGERI KARANGANYAR Hapsari, Aurelia Dini Vera; Puput P., Chandra Arvintha; Wulandari, Dewi
VERSTEK Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam sidang perkara perdata di Pengadilan Negeri masih banyak penggunaan saksi testimonium de auditudalam pembuktian suatu perkaraperdata.Keberadaan saksi testimoniumde Auditu merupakan cara pintas yang digunakan oleh pihak-pihak yang berperkara untuk memperkuat danmempermudah pada saat pembuktian di persidangan. Hal ini tentu akan menimbulkan perbedaan konsepsi kekuatan pembuktian dari seorang saksitestimonium de auditu oleh Hakim. Penulisan ini berdasarkan metode normatif yang tidak dapat melepaskan fakta empiris yang terdapat di persidangan perkara perceraian melalui penghadiran seorang saksi testimonium de Auditu pada Pengadilan Negeri Karanganyar. Fakta empirik dan aturan dasar normatifperundang-undangan yang dijadikan sebagai dasar untuk kemudian dianalisis menggunakan metode interpretasi dan teknik analisis induksi. Terkait bahanhukum yang diperoleh melalui studi kepustakaan dari Perpustakaan maupun berkas yang dimiliki Pengadilan Negeri Karanganyar.ABSTRACTIn civil session in the court there are still employing the witnesses testimonium de auditu in the verivication of civil matter. The existence witnessestestimonium de auditu is a shortcut which use by the lawsuit partner of civil to strengthened or make easier in the verivication court. It will cause the diffeense of conception verivication strength from the witness testimonium de auditu.This writing is based of normative method that can not escaping the empiric fact that contained in divorce court through the presence of the witnesses testimonium de auditu in Karanganyar civil court. The Empiric fact and basic rule of normative legislation that become a basic for analising by using interpretasion method and inuction analising technic.Concerned law material that optained through literatue studies from the library and document from Karanganyar Civil Court.
STUDI KRITIS KONSEP KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DALAM CONVENTION ON THE ELIMINATION OF ALL FORMS DISCRIMINATION AGAINST WOMEN (CEDAW) MENURUT TINJAUAN ISLAM Wulandari, Dewi
Profetika Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.639 KB)

Abstract

As one of the international covenant that had been ratified by Indonesia through UU No. 7 Tahun 1984, CEDAW had been made several consequences like abortion legalization and easy access of contraception. One thing must be noticed that CEDAW didn’t mention marriage as a must, as we can review from ICPD’s definition about reproductive health in women. ICPD was a dynamic response from CEDAW. As a convention emerged from West’s worldview, Indonesia as an adoption country, must doing strict selection because CEDAW can be mean of infiltration West’s worldview. The formulation of this research are how the concept on reproductive health women in CEDAW and how Islam’s critics toward the concept of reproductive health women in CEDAW. The aim of this research is to know the concept of reproductive health in women and how Islam critics about that concept. The method of this research was library research, with specifically analysis documents. The researcher using content analysis to analysis the content of the documents. Overall, researcher use deductive method for analysis. The findings from concluding comments’ documents, CEDAW’s committee feedback about application CEDAW in Indonesia, is feminism value. The point is women have fully freedom to decide all the problems in her reproductive health without intervention by her husband, her family, country or religion. Islam has point of critics start from difference on worldview. Islam as worldview has its paradigm towards several concepts, like concept of God, concept of divine, concept of prophet, etc.
IbM KELOMPOK PKK KELURAHAN WONOSEKAR DEMAK Kusumaningsih, Widya; Wulandari, Dewi; Nashir Tsalatsa, Ahmad; Harun, Lukman
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4620.662 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v7i2.1139

Abstract

Demak merupakan salah satu kabupaten yang memiliki wilayah pertanian terbesar di Jawa Tengah. Hampir semua kelurahan di kabupaten Demak memiliki wilayah pertanian yang luas, pun tak terkecuali kelurahan Wonosekar. Komoditas pertanian utama di Wonosekar adalah padi di mana selama ini hasil sampingan dari padi belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, di kelurahan Wonosekar ditemukan banyak ibu-ibu rumah tangga yang cenderung memiliki banyak waktu luang di sela-sela rutinitas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Melihat dua kondisi yang berelasi ini, kami melihat peluang pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui wirausaha dengan memanfaatkan bekatul yang merupakan hasil sampingan padi. Bekatul relatif murah dan mudah didapatkan. Selain itu, bekatul memiliki berbagai macam kandungan gizi bagi tubuh. Dewasa ini bekatul dapat diolah menjadi berbagai macam makanan salah satunya adalah kukis. Dalam pengabdian ini kami memberikan motovasi kewirausahan, demo pembuatan kukis bekatul, metode pengemasan produk dan metode marketing produk berbasis online. Kata Kunci: Kewirausahaan, bekatul, kukis, marketing online   
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR KOMBINASI KOPERATIF TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF, PSIKOMOTOR DAN AFEKTIF MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UMUM I Derlina, Derlina; Wulandari, Dewi; Tanjung, Yulifda
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 1, No 1 (2013): INPAFI
Publisher : INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.985 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v1i1.1189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimanakah pengaruh model pembelajaran siklus belajar yang dikombinasi dengan model pembelajaran  kooperatif  terhadap kemampuan kognitif dalam pembelajaran  Fisika Umum I ?; (2) bagaimanakah aktivitas belajar mahasiswa dalam model siklus belajar yang dikombinasi dengan model pembelajaran kooperatif ?; (3) bagaimanakah pendapat mahasiswa tentang penerapan model belajar siklus  belajar  yang dikombinasi dengan model pembelajaran kooperatif? dan (4) faktor-faktor apakah yang mempengaruhi model model pembelajaran siklus  belajar yang dikombinasi dengan model pembelajaran kooperatif?. Hasil penelitian adalah (1) Ada pengaruh model pembelajaran siklus belajar kombinasi koperatif terhadap tingkat kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif mahasiswa pada pembelajaran Fisika Umum I, (2) Aktivitas mahasiswa dalam partisipasi kelompok  meningkat dari kategori kurang (56,1) pada pertemuan I menjadi kategori cukup (68,2)  pada pertemuan II, aktivitas persentase kelompok meningkat dari kategori cukup (64) pada pertemuan I menjadi kategori baik (74) pada pertemuan II. Dan (3). Pendapat mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran siklus belajar kombinasi koperatif adalah menyatakan bahwa pembelajaran memberikan pengalaman belajar menyenangkan karena mahasiswa aktif dalam  pembelajaran, dapat menemukan hal-hal baru, punya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, dapat saling  bertukar informasi. menjadi lebih semangat dan termotivasi karena diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan kreativitas yang mereka miliki. Kata Kunci: Model Pembelajaran Siklus Belajar Kombinasi Kooperatif, Kemampuan Kognitif, Psikomotor dan Afek
RISK ASSESSMENT PADA PEKERJA PENGELASAN PERKAPALAN DENGAN PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS Wulandari, Dewi
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol 6, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.058 KB) | DOI: 10.20473/ijosh.v6i1.2017.1-15

Abstract

ABSTRAKPT. Dumas Tanjugn Perak Shipyard berkembang menjadi perusahaan yang juga bergerak dalam pembangunan kapal baru. Proses pembangunan kapal merupakan suatu aktivitas yang dilakukan mulai dari perencanaan kapal (desain) sampai dengan penyerahan produk kapal kepada pemilik kapal. Pada proses aktivitas penyambungan blok-blok kapal tidak lepas dari aktivitas pengelasan. Dimana dalam proses pengelasan tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun baik merupakan crack, over heat, dan sebagainya. Aktivitas pengelasan dilakukan diberbagai tempat seperti pengelesan diruang terbuka, ruang tertutup dan di tempat ketinggian. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya aktivitas pengelasan, menilai risiko dari bahaya pengelasan pada ruang terbuka, ruang tertutup dan ditempat ketinggian sehingga dapat menentukan cara pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis untuk mengidentifikasi potensi bahaya pengelasan listrik dan gas, penilaian resiko serta pengendaliannya. Hasil dari pengambilan data ini didapat Risiko keselamatan yang terdapat pada pekerja pengelasan di PT. DUMAS Tanjung Perak Shipyard yaitu terbentur benda kerja, tergores dan terpukul palu terak, terpotong gurinda tangan, terpeleset, tersengat listrik, terbakar, tersengat api, terjatuh, terkena percikan api, tertusuk potongan besi, terjatuh dari ketinggian, pingsan, keracunan gas, dan tertimpa benda kerja. Dampak bahaya yang akan terjadi adalah merusak mata dan kulit, gangguan pernapasan, menimbulkan ledakan atau kebakaran, kematian, cidera pada tubuh, dan luka bakar pada tubuh tenaga kerja. Pengendalian yang dilakukan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu engineering control, administrative control dan alat pelindung diri.Kata kunci  : Job Safety Analysis, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian resiko