Articles

Found 19 Documents
Search

PENGGUNAKAN SISTEM DINAMIK DALAM MANAJEMEN TRANSPORTASI UNTUK MENGATASI KEMACETAN DI DAERAH PERKOTAAN Wiyono, Sugeng
Jurnal Transportasi Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.095 KB)

Abstract

Traffic congestion is part of the transportation problems which are always resolved using indicators and transportation modeling without considering the spatial or land use development sectors. Land use affects the development and attract the use of urban road network and, thereby, increases the traffic volume. Besides the traffic circulation will create traffic conflicts, congestion, delay, and reduce the traffic speed. Transportation problems can be anticipated by implementing an integrated transportation management system, using a computer program that is able to detect the problem as early as possible. Dynamic modeling can be used to model complex problems of urban transportation. The results of this study indicate that the dynamic systemmodeling can be used as a tool to estimate the space requirement, with modeling variables must be first determined, making it clear what to be assessed and how the data to be structured.Keywords: traffic congestion, transportation management, dynamic modelling
Konsumsi Sayur dan Buah Serta Kadar Kolesterol pada Peserta Senam Jantung Sehat Yayasan Wijaya Kusuma Kelurahan Mekarsari Rw 012 Kecamatan Cimanggis Kabupaten Depok Septiningsih, Ety; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWHO in 2002 estimated that less consumption of fruits and vegetables can may cause about 31% of ischemic heart disease and 11% of stroke. Behavior is the most influencing factor for fruits and vegetables consumption. The high consumption of fiber from fruits and vegetables may decrease absorption of fats. The aim of this study was to determine the relationships between soluble fiber consumption (fruits and vegetables) and cholesterol level of participants healthy heart at gymnasium. This is a descriptive analytical study with cross-sectional design. The population of this study are all participants with healthy heart at gymnastics foundation wijaya kusuma and the sample size of 44 respondents. The data analysis in this study using the Pearson correlation test is intended to determine the relationships between fruits-vegetables and cholesterol levels. Most of respondents is about 68.2% women and > 50 years old. The average daily consumption of vegetables is 310.80 gr/ day (±153.971) and the average daily consumption of fruits is 298.89 gr/day (± 206.791), while the average cholesterol level of respondents is 190.11 mg/dl (±32.277). The correlation test shows that there is no relationships between  soluble fiber consumption (fruits and vegetables) and cholesterol level of participants healthy heart at gymnasium (p>0.05). However, efforts to increase the consumption of fiber from vegetables and fruits should be done to maintain the cholesterol levels.Keywords: fiber consumption, cholesterol level, fruits and vegetablesAbstrakKadar kolesterol dalam tubuh adalah satu faktor terpenting untuk menentukan risiko seseorang untuk menderita penyakit pembuluh darah jantung. Terjadinya penyakit pembuluh darah jantung disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Faktor perilaku yang sangat berpengaruh adalah konsumsi makanan tinggi lemak dan rendahnya konsumsi serat sayur dan buah. Konsumsi serat sayur dan buah dapat menurunkan absorbsi lemak. Laporan Kesehatan Dunia, 2002 memperkirakan konsumsi buah dan sayur yang rendah menyebabkan sekitar 31% dari penyakit jantung iskemik dan 11% dari stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan konsumsi sayur dan buah dan kadar kolesterol para peserta senam jantung sehat Yayasan Wijaya Kusuma. Penelitian ini bersifat merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta senam jantung sehat Yayasan Wijaya Kusuma dan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan konsumsi sayur dan buah dan kadar kolesterol. Sebesar 68.2% responden berusia > 50 tahun dan berjenis kelamin perempun. Rata-rata konsumsi harian sayur adalah 310.80 gram/ hari (+153.971) dan rata-rata konsumsi buah masing-masing peserta senam adalah 298.89 gram/ hari (+206.791) sedangkan rata-rata kadar kolesterol peserta senam adalah 190.11 mg/dl (+32.277). Dari hasil uji korelasi didapat bahwa tidak ada hubungan konsumsi sayur dan buah terhadap kadar kolesterol peserta senam jantung sehat Wijaya Kusuma (r=0.093; p>0,05 dan r=0.17; p>0.05). Upaya meningkatkan konsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah harus dilakukan guna menjaga kestabilan kadar kolesterol darah.Kata kunci: konsumsi serat, kadar kolesterol, buah dan sayuran
Biaya Bahan Makanan, Densitas Energi Makanan dan Status Gizi Wanita Pedagang Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan Nuzrina, Rachmanida; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIt is estimated in 2015, the prevalence of over nutrition will surpass the prevalence of under nutrition as the cause of the death to the poor community. This is caused by consumption of high food fat, sugar and refined grains that is higher compared to vegetables and the seeds because of its deliciousness, give the full feeling and cheaper cost. This research try to explore the relationship between the food cost, the density of food energy intake and the nutritional status of the woman market traders in Kebayoran Lama, South Jakarta. This research used cross sectional design with the number of samples 64 female traders based on the status of the over-weight and normal. The food energy density data is recorded with food recall 24 hours, and the food cost is obtained from price survey in the local market. Results of the research shows food with the highest energy density is jerohan (9 kcals/g), the food with the lowest energy density is the cucumber (0.08 kcals/g), food with the highest cost is the string bean (Rp. 117/100 kcals), the food with the lowest cost is jerohan (Rp.1.10/100 kcals). There is a significant negative correlation between the food cost and the energy density of food (r = - 0,521; (p<0,05). Average energy intake from main food is 979 kcals (±282), vegetables and fruit is 48 kcals(±24.1), sugar and fat is 909 kcals (±299). There is significant difference on  average energy intake (238 kcals) of main food, fruits and vegetables (19 kcals), and sugar and fats (344 kcals) with respect to nutritional status. Nutrition education using dietary guidelines should be the main effort to reduce the prevalence of over-weight.Keywords: food cost, density and nutritional status, woman marketAbstrakDiperkirakan pada tahun 2015 penyakit akibat gizi lebih akan melebihi jumlah penyakit akibat gizi kurang sebagai penyebab kematian pada masyarakat miskin. Hal ini dikarenakan konsumsi makanan tinggi lemak, gula dan makanan pokok lebih tinggi dibandingkan buah, sayur dan biji-bijian karena rasa lezat, memberi rasa kenyang dan biaya yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara biaya bahan makanan, densitas energi makanan yang dikonsumsi, dan Status Gizi wanita pedagang pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 64 pedagang perempuan dengan status gizi lebih dan normal. Data karakteristik dicatat dengan kuesioner, data densitas dicatat dengan food recall 24 jam, dan biaya bahan makanan dengan survey harga pasar. Hasil penelitian menunjukkan makanan dengan densitas energi tertinggi adalah jerohan (9 Kalori/gram), bahan makanan dengan densitas energi terendah adalah ketimun (0.08 Kalori/gram), makanan dengan biaya paling tinggi adalah buncis (117 rupiah/100 Kalori), bahan makanan dengan biaya terendah adalah jerohan (1.10 rupiah/100 Kalori). Hasil Uji Korelasi menunjukkan ada hubungan antara biaya bahan makanan dengan densitas energi makanan r = 0.521 (p<0,05). Rata-rata asupan energi dari konsumsi makanan pokok sebesar 979 Kalori (±282), konsumsi sayur dan buah 48 Kalori (±24.1), konsumsi gula dan lemak 909 Kalori (±299). Perbedaan rata- rata asupan energi dari konsumsi makanan pokok menurut status gizi sebesar 238 Kalori (p<0.05), konsumsi sayur dan buah berdasarkan status gizi sebesar 19 Kalori (p<0.05), perbedaan rata-rata asupan energi dari konsumsi gula dan lemak berdasarkan status gizi sebesar 344 Kalori (p<0.05).Kata kunci: biaya bahan makanan, status gizi, harga pasar
Status Gizi Anak Di Bawah Tiga Tahun (6-35 bulan) dan Pola Pemberian Air Susu Ibu di Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Harjatmo, Titus Priyo; Burhani, Annas; Wiyono, Sugeng; Astuti, Triana; Aria, Nils; Zulfianto, Zulfianto; Tugiman, Tugiman
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.686 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35140

Abstract

AbstractPurpose: This study aims to identify the nutritional status of children under 3 years (6-35 months), nutrient intake and breastfeeding patterns in Purwojati District BanyumasMethod: This study is a survey study with a cross-sectional time-based approach conducted in Purwojati District covering 10 villages located in the District. A total of 392 toddlers were involved in the study.Result: Most aged 12-23 months were 43.4% and the age group 24 - 35 months was 32.7%. Most of the children under five have junior high school education level or equal. The composite analysis was used to look at nutritional problems significantly. Based on the composite analysis showed that as many as 19.6% of toddlers had normal short nutritional problems. energy and protein consumption in toddlers in a large category in the less category. Most toddlers did not do BMD behavior in infants who were born at 60.7% and most did not exclusively breastfeed by 40.3%.Conclusion: the composite analysis of nutritional status based on the index of TB / U and BB / TB shows from the short toddler then 19.6% of toddlers who experience the potential fat. This is slightly lower with the results of 2016 Nutrition Status Monitoring of 27.5% of Short Children (TB / U), as many as 23.4% of under-fives have normal body weight (BB / TB). toddlers are potentially obese Keywords: Nutritional Status, Nutrient Intake, exclusive breastfeeding
Silica Sand Potency of Bukit Pelintung as Base Material of Solar Cell Kausarian, Husnul; Umar, Mursyidah; Wiyono, Sugeng
JOURNAL of OCEAN, MECHANICAL AND AEROSPACE -Science and Engineering- Vol 2 (2013)
Publisher : JOURNAL of OCEAN, MECHANICAL AND AEROSPACE -Science and Engineering-

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukit Pelintung is a part of the Pematang formation exposed atthe surface. Bukit Pelintung has different lithology with the areasurround it, where the area surround Bukit Pelintung consists ofold and young superficial deposit with peat, clay and siltlithology. Bukit Pelintung is a part of the Pelintung village,subdistrictMedangKampai, Dumai city located in the northeasterncity of Dumai. The total area of Bukit Pelintung is about 36km2.Silica sand in Bukit Pelintung associated with iron (Fe2O3) sandand alumina (Al2O3) sand and characterized by different colors ofsand. Four-point location of the research area that has beenconducted in Bukit Pelintung showed a high silica content.Laboratory test using the X-RF (X-Ray Fluorescence) methodshowed the compound silica (SiO2) has a high percentage above95%.
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN KARAKTERSITIK LANSIA TERHADAP FUNGSI EKSEKUTIF OTAK DI POSBINDU (POS BINAAN TERPADU) RW 02 KOTA DEPOK Banurea, Margreth Abletara; Wiyono, Sugeng; Theresa, Ria Maria
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan fungsi eksekutif terjadi pada hampir semua lansia yang disebabkan oleh perubahan biologis yang dialaminya dan umumnya berhubungan dengan proses penuaan. Tetapi  penurunan fungsi eksekutif juga  bisa  terjadi  karena  kurangnya  oksigenasi  jaringan  ke  otak  menyebabkan  terjadi  kerusakan  neuron sehingga  merubah  struktur  dan  fungsi  otak  yang  diakibatkan  adanya  sumbatan  karena  kelebihan kolesterol. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Hubungan kolesterol total terhadap fungsi eksekutif lansia di Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Penelitian ini merupakan  studi analitik, menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Sampel adalah lansia berusia 60 tahun keatas dan memiliki status pendidikan minimal SD serta tidak mengalami gangguan pendengaran yang datang ke Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non  probability  sampling  dengan  metode  purposive  sehingga  didapatkan  102  orang.  Instrumen  yang digunakan  ialah  Trail-Making  Test  B.  Hasil  uji  Chi-Square  menunjukkan  bahwa terdapat  hubungan  yang bermakna antara tingkat pendidikan dan tingkat usia terhadap fungsi eksekutif pada lansia (p=0,026 danp=0,001).  Untuk  kolesterol  total  dan  jenis  kelamin,  tidak  dijumpai  adanya  hubungan  dengan  fungsieksekutif lansia (p=0,165, p=0,217).Kata kunci: kolesterol, fungsi eksekutif, lansia
PENGGUNAKAN SISTEM DINAMIK DALAM MANAJEMEN TRANSPORTASI UNTUK MENGATASI KEMACETAN DI DAERAH PERKOTAAN Wiyono, Sugeng
Jurnal Transportasi Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.095 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i1.461.%p

Abstract

Traffic congestion is part of the transportation problems which are always resolved using indicators and transportation modeling without considering the spatial or land use development sectors. Land use affects the development and attract the use of urban road network and, thereby, increases the traffic volume. Besides the traffic circulation will create traffic conflicts, congestion, delay, and reduce the traffic speed. Transportation problems can be anticipated by implementing an integrated transportation management system, using a computer program that is able to detect the problem as early as possible. Dynamic modeling can be used to model complex problems of urban transportation. The results of this study indicate that the dynamic systemmodeling can be used as a tool to estimate the space requirement, with modeling variables must be first determined, making it clear what to be assessed and how the data to be structured.Keywords: traffic congestion, transportation management, dynamic modelling
Perbedaan efek ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus) Prakoso, Luthfi Octafyan; Yusmaini, Hany; Thadeus, Maria Selvester; Wiyono, Sugeng
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.377 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.3.195-202

Abstract

This study aimed to compare the effect of red dragon fruit extract (Hylocereus polyrhizus) and white dragon fruit extract (Hylocereus undatus) to total cholesterol levels in white rats (Rattus norvegicus). Total of 30 males white wistar strains were divided into five treatments i.e: (1) standard feed and Na-CMC 1% (K1), (2) standard feed and quail egg 10ml/kgBW (K2), (3) standard feed, quail egg 10ml/kgBW and simvastatin dose 0,72mg/day (P1), (4) standard feed, quail egg 10ml/kgBW and red dragon fruit extract dose 60mg/200gBW/day (P2), (3) standard feed, quail egg 10 ml/kgBW and white dragon fruit extract dose 120mg/200gBW/day (P3). The intervention was carried out for 14 days after 7 days acclimatization period. Data was analyzed by One Way ANOVA test and continued with Post Hoc Bonferroni test (p=0.05). In P2 group, there was a difference of total blood cholesterol level by 25.83 mg/dl compared with the positive control group and statistically significant (p<0.05). In P1 and P3 group there were difference in cholesterol levels of 9.5 mg/dl and 11.5 mg/dl compared with the positive control group, but not statistically significant (p>0.05). The comparison between red dragon extract group and white dragon extract showed a non-significant difference (p>0.05). Red dragon fruit extract and white dragon extract have a potential effect to improve hypercholesterolemia conditions.
KAJIAN PERBANDINGAN KADAR ASPAL HASIL EKSTRAKSI CAMPURAN AC-WC GRADASI KASAR DENGAN CAIRAN EKSTRAKSI MENGGUNAKAN BENSIN Soehardi, Fitridawati; Wiyono, Sugeng; Wanim, Arhan
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah perbandingan kadar aspal hasil ektraksi dan perbandingankadar pori dan filler sebelum dan sesudah ektraksi, pada campuran Asphalt concrete-wearingcoarse (AC-WC) bergradasi kasar sesuai dengan speksifikasi 2010 revisi 2. Metode yangdigunakan pada penelitian ini dengan cara ektraksi menggunakan alat centrifuge extractor padatiga benda uji yaitu benda uji yang berasal dari AMP, campuran aspal yg berasal dari belakangmesin Asphalt Finisher dan hasil pemadatan yang diambil menggunakan Coredrill denganmenggunakan pelarut bensin. Penelitian ini meliputi pengujian kadar aspal, analisa berat jenisdan penyerapan Air sebelum dan sesudah Ektraksi.Berdasarkan hasil penelitian Persentasehasil ekstraksi kadar aspal dari ke 6 benda uji dari masing-masing sampel didapat nilai rataratayaitu dari AMP, finisher,dan coredrill adalah 5,51%, 5,46%, 5,34%. Dengan deviasi rataratasebesar 0,12 % dari kadar aspal JMF 5,56%. Kadar pori setelah ektraksi mengalamipenurunan dari nilai kadar pori JMF benda uji AMP, finisher,dan coredrill adalah 1,062%,0,823%, 0,878%, dengan nilai rata – rata devisiasi sebesar 0,273 %. Dengan nilai rata-ratakadar pori untuk benda uji AMP, finisher,dan coredrill adalah 0.673%, 0,667%, 0,602%dengan nilai rata – rata devisiasi sebesar 0,273 %. Dan nilai filler setelah ektraksi mengalamipeningkatan dari nilai filler pada JMF dengan nilai rata-rata deviasi sebesar 1,07 %.Berdasarkan hasil penelitian bahwa perbandingan kadar aspal hasil ekstraksi denganmenggunakan pelarut bensin, dapat disimpulkan bahwa kadar aspal (KA): KA JMF < KAAMP < KA Saat penghamparan < KA Hasil Core, Nilai kadar Pori (KP) hasil ekstraksisebagai berikut: KP JMF < KP AMP < KP Saat penghamparan < KP Hasil Core, dan Kadarfiller menjadi bertambah setelah di ekstraksi . Ini membuktikan bahwa aspal masih meresapkedalam pori, dan tidak semuanya terekstraksi secara sempurna. Berdasarkan kesimpulandiatas penulis menyarankan untuk menggunakan pelarut yang mempunyai oktan lebih tinggi.Kata kunci: Ektraksi, Kadar aspal, Kadar Pori.
Hubungan rasio lingkar pinggang-pinggul (RLPP), IMT dan kontribusi asupan garam dari makanan jajanan dengan tekanan darah pada remaja Prayitno, Nanang; Wiyono, Sugeng; Meilinasari, Meilinasari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.689 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37472

Abstract

Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi adalah obesitas. Obesitas dapat ditentukan melalui pengukuran antropometri seperti indeks massa tubuh (IMT), dan Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul (RLPP). Di Indonesia, penelitian yang mempelajari indikator obesitas dan hubungannya dengan hipertensi masih terbatas. Hipertensi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan (RLPP), (IMT) dengan tekanan darah. Sampel adalah siswa/siswi SMU N 6 Jakarta Selatan yang diambil secara random berjumlah 129 orang. Tekanan darah diukur dengan alat “Sphygmomanometer”. Data antropometri meliputi (IMT),(RLPP), Lingkar Lengan Atas (LLA). Asupan garam diukur dengan metode “Food Frequency Questionnaire” (FFQ) dan Food Recall 1 x 24 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi atau Rank Spearman. Prevalensi hipertensi sebesar 19 %. Nilai rata-rata RLPP pada sampel pria 0,88 dan pada wanita 0,80. Nilai rata-rata IMT 21,5 . Nilai rata-rata tekanan darah sistolik 106,83 mmHg dan tekanan darah diastolik 73,18 mmHg. Hasil uji statistiK menunjukan ada hubungan antara IMT dengan tekanan darah p=0.00. Untuk asupan natrium yang berhubungan dengan tekanan darah Diastolik p=0.022. Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan kemudian hari maka perlu dilakukan penyuluhan tentang pentingnya mencapai berat badan normal.