Articles

Found 9 Documents
Search

KOMITMEN MENJADI KEPALA SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI OTORITAS PROFESIONAL DAN MORAL

Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The results of research on school leadership elementary and secondary schools show that school principals showed good characteristics such as having a clear vision, strong leadership and have high expectations for student achievement and teacher performance.Good school management can not be avoided will be found that the principal  aggressive, dynamic and professionally cautious in providing educational programs that are considered important. There is no / very rare good school with a bad principal, or school with the principal ugly either.Indicators that describe the characteristics of an effective school is a school management and democratic decision-making, instructional leadership, the maximum learning time, collaborative planning and the pattern of collegial relationships among teachers.Abstrak.Hasil-hasil penelitian tentang kepemimpinan sekolah dasar dan sekolah menengah menunjukkan bahwa kepala sekolah yang baik menunjukkan ciri-ciri antara lain memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat dan memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja guru.Manajemen sekolahyang bagus tidak dapat dihindari akan dijumpai kepala sekolah yang agresif, dinamis dan secara profesional berhati-hati dalam menyediakan program-program pendidikan yang dianggap penting. Tidak ada/sangat jarang dijumpai sekolah baikdengan kepala sekolah jelek, atau sekolah jelek dengan kepala sekolah baik.Indikator yang menggambarkan ciri sekolah yang efektif adalah manajemen sekolah dan pengambilan keputusan secara demokratis, kepemimpinan instruksional, waktu belajar maksimal, perencanaan kolaboratif dan adanya pola hubungan kolegial di antara para guru.Kata kunci: kepala sekolah, profesional

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SD PADA MAHASISWA S1 PGSD IKIP PGRI SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperolehdeskripsi tentang hal-hal berikut; (a) kemampuan mahasiswa PGSD IKIP PGRISemarang dalam mengembangkan bahan ajar tematik, (b) langkah-langkahpenyusunan bahan ajar tematik SD, (c) Meningkatkan kemampuan mahasiswaPGSD IKIP PGRI Semarang dalam mengembangkan bahan ajar pembelajarantematik. Penelitian ini menggunakan analisis teks bahan ajar. Langkahpenyelesaian penelitian menggunakan langkah R&D, yakni: Tahap I: Studipendahuluan, yang meliputi : observasi, identifikasi respon dan kebutuhanmahasiswa dalam pengembangan bahan ajar, Tahap II : Pengembangan awal,rancangan penyusunan bahan ajar tematik, meliputi: penyusunan jejaringkompetansi dasar, pembuatan silabus, pengembangan materi pokok menjadibahan ajar , Tahap III : Evaluasi pengembangan bahan ajar tematik SD, Tahap IV: Perbaikan dan penyusunan bahan ajar tematik SD. Pengembangan materidilaksanakan dalam perkuliahan menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkahlangkahpengembangan bahan ajar adalah pembuatan jejaring tema,pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran, pengembangan materi ajar, danpenilaian bahan ajar. Produk yang dihasilkan berupa buku bahan ajar untuk kelassatu semester satu.Kata kunci: Bahan ajar, pembelajaran tematik.

ANALISIS PERKEMBANGAN OLAHRAGA FUTSAL DI KOTA SEMARANG

Jendela Olahraga Vol 1, No 1/Juli (2016): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaknai suatu fenomena di balik berkembangnya olahraga futsalyang ada di Kota Semarang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif denganmeneliti dan menemukan informasi sebanyak-banyaknya dari fenomena yang ada di lapangan.Informan dalam penelitian ini adalah para pemilik ataupun pengelola dan penyewa (pemainatau pengunjung) lapangan-lapangan futsal yang ada di Kota Semarang, dan diberi namasamaran. Sedangkan semua informan diambil secara purposive . Data penelitian ini di ambildengan wawancara secara mendalam dengan pemilik, pengelola maupun pemain. Validasi datamenggunakan perpanjangan pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga futsal yang berkembang tidak bisadilepaskan dari Industri, futsal dapat berkembang dan dikenal luas oleh mastyarakat karena parapengusaha yang telah menyediakan sarana dan prasarana futsal. Futsal yang berkembangmemang tidak lepas dari unsur bisnis karena para pemilik sebagian besar adalah seorangpengusaha. Sebagian besar lapangan-lapangan futsal mengunakan standar minimum nasionalbahkan ada yang mengunakan ukuran yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan olehFIFA. Tetapi disamping hal yang bernada negatif juga banyak sekali hal positif, denganberkembangnya futsal, olahraga ini bisa lebih digemari oleh masyarakat luas dan fenomena inibisa dijadikan refleksi bagi orang-orang olahraga untuk bisa menangkap fenomena tersebutsebagai sebuah peluang kerja.Kata Kunci: Futsal, Perkembangan, Masyarakat

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SD PADA MAHASISWA S1 PGSD IKIP PGRI SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperolehdeskripsi tentang hal-hal berikut; (a) kemampuan mahasiswa PGSD IKIP PGRISemarang dalam mengembangkan bahan ajar tematik, (b) langkah-langkahpenyusunan bahan ajar tematik SD, (c) Meningkatkan kemampuan mahasiswaPGSD IKIP PGRI Semarang dalam mengembangkan bahan ajar pembelajarantematik. Penelitian ini menggunakan analisis teks bahan ajar. Langkahpenyelesaian penelitian menggunakan langkah R&D, yakni: Tahap I: Studipendahuluan, yang meliputi : observasi, identifikasi respon dan kebutuhanmahasiswa dalam pengembangan bahan ajar, Tahap II : Pengembangan awal,rancangan penyusunan bahan ajar tematik, meliputi: penyusunan jejaringkompetansi dasar, pembuatan silabus, pengembangan materi pokok menjadibahan ajar , Tahap III : Evaluasi pengembangan bahan ajar tematik SD, Tahap IV: Perbaikan dan penyusunan bahan ajar tematik SD. Pengembangan materidilaksanakan dalam perkuliahan menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkahlangkahpengembangan bahan ajar adalah pembuatan jejaring tema,pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran, pengembangan materi ajar, danpenilaian bahan ajar. Produk yang dihasilkan berupa buku bahan ajar untuk kelassatu semester satu.Kata kunci: Bahan ajar, pembelajaran tematik.

PERLUASAN LESSON STUDY DI SEKOLAH DASAR JATINGALEH SEMARANG

E-DIMAS Vol 4, No 1 maret (2013): EDIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesson Study (LS) merupakan pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson study menyediakan suatu proses untuk berkolaborasi dan merancang lesson (pembelajaran) dan mengevaluasi kesuksesan strategis. Strategi mengajar yang telah diterapkan sebagai upaya meningkatkan proses dan perolehan belajar siswa. Guru bekerja sama untuk merencanakan, mengajar, dan mengamati suatu pembelajaran yang dikembangkannya secara kooperatif. Tujuan Utama Lesson Study: Meningkatkan pengetahuan tentang materi ajar, Meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran, Meningkatkan kemampuan mengobservasi aktivitas belajar, Meningkatkan hubungan kolegalitas, Meningkatkan hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang yang harus dicapai, Meningkatkan motivasi belajar, baik guru maupun siswa untuk selalu berkembang, Meningkatkan kualitas rencana pembelajaran. Kata Kunci: Kegiatan Guru (KKG), Lesson Study, Sekolah Dasar

PERLUASAN LESSON STUDY DI SEKOLAH DASAR JATINGALEH SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.488 KB)

Abstract

Lesson Study (LS) merupakan pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson study menyediakan suatu proses untuk berkolaborasi dan merancang lesson (pembelajaran) dan mengevaluasi kesuksesan strategis. Strategi mengajar yang telah diterapkan sebagai upaya meningkatkan proses dan perolehan belajar siswa. Guru bekerja sama untuk merencanakan, mengajar, dan mengamati suatu pembelajaran yang dikembangkannya secara kooperatif. Tujuan Utama Lesson Study: Meningkatkan pengetahuan tentang materi ajar, Meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran, Meningkatkan kemampuan mengobservasi aktivitas belajar, Meningkatkan hubungan kolegalitas, Meningkatkan hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang yang harus dicapai, Meningkatkan motivasi belajar, baik guru maupun siswa untuk selalu berkembang, Meningkatkan kualitas rencana pembelajaran. Kata Kunci: Kegiatan Guru (KKG), Lesson Study, Sekolah Dasar

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN BOTANGGALAH UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN SISWA SEKOLAH DASAR

TRIHAYU Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.748 KB)

Abstract

 Games are awarded to learners should be tailored to the characteristics of the growth rate of learners, this will facilitate the learners in doing akativitas motion. Learning to add to the enrichment of motion in children carried out in the form of the game. Interesting and exciting games for learning in primary schools one of which is the game botanggalah. This research is the development of procedures to cover include; analysis of the product to be developed, develop initial product, expert validation, field trials that include testing small group and large group test, product revision, and the results of product development. Botanggalah game is a game of handball modification using holahop goal. Botanggalah game is a simple game made by learners, the benefits of the game are able to provide botanggalah physical health, increased enrichment of motion, agility and dexterity to train elementary school students. Through his hopes botanggalah game can be one of the solutions to the activities undertaken in relation to the learning process. The desired expectations at least: 1) to increase the interest of students towards learning materials penjasorkes, 2) can be a solution to overcome the boredom of students in learning, which is still relatively monotonous. 

ANALISIS PERKEMBANGAN OLAHRAGA FUTSAL DI KOTA SEMARANG

Jendela Olahraga Vol 1, No 1 Juli (2016): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.639 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaknai suatu fenomena di balik berkembangnya olahraga futsalyang ada di Kota Semarang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif denganmeneliti dan menemukan informasi sebanyak-banyaknya dari fenomena yang ada di lapangan.Informan dalam penelitian ini adalah para pemilik ataupun pengelola dan penyewa (pemainatau pengunjung) lapangan-lapangan futsal yang ada di Kota Semarang, dan diberi namasamaran. Sedangkan semua informan diambil secara purposive . Data penelitian ini di ambildengan wawancara secara mendalam dengan pemilik, pengelola maupun pemain. Validasi datamenggunakan perpanjangan pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga futsal yang berkembang tidak bisadilepaskan dari Industri, futsal dapat berkembang dan dikenal luas oleh mastyarakat karena parapengusaha yang telah menyediakan sarana dan prasarana futsal. Futsal yang berkembangmemang tidak lepas dari unsur bisnis karena para pemilik sebagian besar adalah seorangpengusaha. Sebagian besar lapangan-lapangan futsal mengunakan standar minimum nasionalbahkan ada yang mengunakan ukuran yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan olehFIFA. Tetapi disamping hal yang bernada negatif juga banyak sekali hal positif, denganberkembangnya futsal, olahraga ini bisa lebih digemari oleh masyarakat luas dan fenomena inibisa dijadikan refleksi bagi orang-orang olahraga untuk bisa menangkap fenomena tersebutsebagai sebuah peluang kerja.Kata Kunci: Futsal, Perkembangan, Masyarakat

PENGEMBANGAN MEDIA GAYANGHETUM (GAMBAR WAYANG HEWAN DAN TUMBUHAN) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERINTEGRASI KELAS IV SD

Mimbar Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.299 KB)

Abstract

Lack of concentration learned in grade IV Elementary School N 01 Tegorejo due to the learning process is still given over monotonous so easily bored students in learning activities, and the lack of use of the environment as a medium of learning were encountered in the learning process. An environment where learning can simultaneously be used as a study material which has many benefits. Management and efficient utilization of the environment can produce a product that teaching has a high educational level. Based on these problems GAYANGHETUM media can be used as an alternative to learning. This type of research is the Research and Development is the development of instructional media. Media GAYANGHETUM is the development of an effective puppet media for use in learning. Analysis of test media expert GAYANGHETUM feasibility level by 90%, feasibility of matter 88.33%, and 91.48% was obtained from a questionnaire students who agree GAYANGHETUM media used in the study.Keywords: media gayanghetum, integrated thematic learning, class IV semester 1 elementary school.