Articles

Found 11 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP DI KOTA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008? 2) apakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 telah mencapai tujuan yang sudah di tetapkan? c) bagaimanakah model pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan persentase kelulusan pada ujian nasional? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui efektivitas penerapan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008. Metode penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi dengan pendekatan yaitu: (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi. Selain itu, dengan bertitik tolak pada pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri, dan dilengkapi dengan penggunaan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Pada dasarnya pelaksanaan KBK dan KTSP tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang sudah sangat baik. Guru dan Kepala Sekolah telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik yang terbukti dengan hasil jawaban yang positif disamping adanya kendala/ hambatan saat pembelajaran yang secara umum disebabkan oleh sarana dan prasarana serta perbedaan karakteristik pada diri siswa. Pelaksanaan KBK tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang secara umum telah mencapai tujuan yang diharapkan, akan tetapi pelaksanaan KTSP tahun 2007/2008 di sekolah-sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian yang serius.Pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase kelulusan siswa sebaiknya disusun bersama-sama tidak hanya dari pihak sekolah (Guru, Kepala Sekolah) tetapi juga masyarakat pengguna, dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi proses dan evaluasi rensana pembelajaran, dibuat dengan menyediakan jenis-jenis mata pelajaran wajib yang bersifat mendasari untuk dimiliki oleh setiap siswa, dan mata pelajaran yang ditentukan berdsarkan kebutuhan dan bakat siswa.   Kata kunci : kurikulum, evaluasi, KBK, KTSP

PENGARUH PEMBINAAN BERKELANJUTAN, SUPERVISI PENGAWAS DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI UPT DISDIKPORA KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA

Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objectives of this research are to acknowledge: (1) relationship between coaching and sustained by the principal to teacher performance, (2) relationship between the provision of supervision and supervisors with teacher performance, (3) relationship between motivation with teacher performance, and (4) relationship between supervision supervisor and work motivation with teacher performance variable except coaching sustainability. The sample was all the teachers at a primary school teacher in the district of Jepara regency Mayong number of teachers who became population is 79 people. Result of this research indicate (1) There is no significant positive relationship between coaching and sustained by the principal to teacher performance and contribute effectively is 0%, (2) There is a positive and significant relationship between the provision of supervision and supervisors with teacher performance contribute effective at 5.3%., (3) There is a positive and significant relationship between motivation with teacher performance and provide an effective contribution of 21.2%, (4) There is a positive and significant relationship between supervision supervisor and work motivation with teacher performance variable except coaching sustainability contribute effectively 21.6%.Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembinaan berkelanjutan oleh kepala sekolah dengan kinerja guru, hubungan antara pemberian supervisi pengawas dengan kinerja guru, hubungan antara motivasi dengan kinerja guru, dan hubungan secara bersama-sama antara pembinaan berkelanjutan oleh kepala sekolah, supervisi pengawas, dan motivasi terhadap kinerja guru. Sampel penelitian ini adalah semua guru di guru sekolah dasar di kecamatan mayong kabupaten jepara Jumlah guru yang menjadi populasi adalah 79 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat hubungan positif dan tidak signifikan antara pembinaan berkelanjutan oleh kepala sekolah dengan kinerja guru dan memberikan sumbangan yang efektif yaitu 0%, (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemberian supervisi pengawas dengan kinerja guru dan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 5,3%., (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru dan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 21,2%, (4) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara supervisi pengawas dan motivasi kerja dengan kinerja guru kecuali variable pembinaan keberlanjutan dengan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 21,6%.Kata-kata Kunci: Pembinaan Berkelanjutan, Supervisi Pengawas, Motivasi Kerja, Kinerja Guru

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF LIFE-SKILLS

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapatmembangun life skills pada tahapan pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre. Penelitian ini adalahpenelitian kualitatif berbasis pada analisis konsep. Penelitian dilakukan di 3 SMA dan 3 SMK di KotaSemarang dalam 4 tahapan: 1) observasi mendalam dan studi kepustakaan; 2) Wawancara dengan gurubahasa Inggris; 3).pemberian try out; 4) peer debriefing, diskusi terbatas dengan teman sejawat dan ahli,Temuan menunjukan bahwa life skills dapat diterapakan pada masing-masing tahapan pembelajaranbahasa Inggris (Building Knowledge of the Field, Modeling, Joint Construction, IndependentConstruction). Life-skills dapat diterapkan melalui: 1) pembiasaan; 2) memanipulasi isi materi; 3)penguatan dan pembetulan perilaku; dan 4) memanipulasi aktifitas kelas.Kata kunci: Kecakapan hidup, tahapan pembelajaran, proses pembelajaran.

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP DI KOTA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.448 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008? 2) apakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 telah mencapai tujuan yang sudah di tetapkan? c) bagaimanakah model pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan persentase kelulusan pada ujian nasional? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui efektivitas penerapan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008. Metode penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi dengan pendekatan yaitu: (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi. Selain itu, dengan bertitik tolak pada pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri, dan dilengkapi dengan penggunaan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Pada dasarnya pelaksanaan KBK dan KTSP tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang sudah sangat baik. Guru dan Kepala Sekolah telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik yang terbukti dengan hasil jawaban yang positif disamping adanya kendala/ hambatan saat pembelajaran yang secara umum disebabkan oleh sarana dan prasarana serta perbedaan karakteristik pada diri siswa. Pelaksanaan KBK tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang secara umum telah mencapai tujuan yang diharapkan, akan tetapi pelaksanaan KTSP tahun 2007/2008 di sekolah-sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian yang serius.Pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase kelulusan siswa sebaiknya disusun bersama-sama tidak hanya dari pihak sekolah (Guru, Kepala Sekolah) tetapi juga masyarakat pengguna, dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi proses dan evaluasi rensana pembelajaran, dibuat dengan menyediakan jenis-jenis mata pelajaran wajib yang bersifat mendasari untuk dimiliki oleh setiap siswa, dan mata pelajaran yang ditentukan berdsarkan kebutuhan dan bakat siswa. ?é?á Kata kunci : kurikulum, evaluasi, KBK, KTSP

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP DI KOTA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008? 2) apakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 telah mencapai tujuan yang sudah di tetapkan? c) bagaimanakah model pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan persentase kelulusan pada ujian nasional? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui efektivitas penerapan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008. Metode penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi dengan pendekatan yaitu: (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi. Selain itu, dengan bertitik tolak pada pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri, dan dilengkapi dengan penggunaan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Pada dasarnya pelaksanaan KBK dan KTSP tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang sudah sangat baik. Guru dan Kepala Sekolah telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik yang terbukti dengan hasil jawaban yang positif disamping adanya kendala/ hambatan saat pembelajaran yang secara umum disebabkan oleh sarana dan prasarana serta perbedaan karakteristik pada diri siswa. Pelaksanaan KBK tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang secara umum telah mencapai tujuan yang diharapkan, akan tetapi pelaksanaan KTSP tahun 2007/2008 di sekolah-sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian yang serius.Pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase kelulusan siswa sebaiknya disusun bersama-sama tidak hanya dari pihak sekolah (Guru, Kepala Sekolah) tetapi juga masyarakat pengguna, dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi proses dan evaluasi rensana pembelajaran, dibuat dengan menyediakan jenis-jenis mata pelajaran wajib yang bersifat mendasari untuk dimiliki oleh setiap siswa, dan mata pelajaran yang ditentukan berdsarkan kebutuhan dan bakat siswa.   Kata kunci : kurikulum, evaluasi, KBK, KTSP

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF LIFE-SKILLS

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapatmembangun life skills pada tahapan pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre. Penelitian ini adalahpenelitian kualitatif berbasis pada analisis konsep. Penelitian dilakukan di 3 SMA dan 3 SMK di KotaSemarang dalam 4 tahapan: 1) observasi mendalam dan studi kepustakaan; 2) Wawancara dengan gurubahasa Inggris; 3).pemberian try out; 4) peer debriefing, diskusi terbatas dengan teman sejawat dan ahli,Temuan menunjukan bahwa life skills dapat diterapakan pada masing-masing tahapan pembelajaranbahasa Inggris (Building Knowledge of the Field, Modeling, Joint Construction, IndependentConstruction). Life-skills dapat diterapkan melalui: 1) pembiasaan; 2) memanipulasi isi materi; 3)penguatan dan pembetulan perilaku; dan 4) memanipulasi aktifitas kelas.Kata kunci: Kecakapan hidup, tahapan pembelajaran, proses pembelajaran.

PELATIHAN PEMBUATAN ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6054.467 KB)

Abstract

PELATIHAN PEMBUATAN ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA SEMARANG

GENRE ANALYSIS OF THE ENGLISH FINAL PROJECT ABSTRACTS WRITTEN BY THE STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF IKIP PGRI SEMARANG

Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.33 KB)

Abstract

This study is specifically focused on the student final project abstract based on genre analysis which covers the study of the generic structure and the linguistic features. The statements of the study are: (1). How do the students of English Education Department of IKIP PGRI Semarang realize the generic structure in their final project abstracts (2). How do they realize the linguistic features in their final project abstracts, and (3). What is the contribution of the result of the study to the English Education Program of IKIP PGRI Semarang. The main purpose of this study is to find out the generic structure and linguistic features of the final project abstracts and analyze the contribution of this study to the English Department. This study applies the descriptive qualitative method. The object of this study is the final project abstracts written by English Education Department students of ‘IKIP PGRI Semarang’. The total of 10 final projects formed the data of this study. The data of the study were analyzed using the genre analysis approach. The first step of data analysis was identifying the Moves which was done by using Linguistic evidence and understanding the texts. The finding shows that only some of the final project abstracts made by the students of IKIP PGRI applied the five Moves. It is found that two Moves are applied in all abstracts, they are Purpose and Method Moves (100%). Situating the research is used in five abstracts (50%). Meanwhile the third move that is the Result Move used in eight abstracts (80%). The Conclusion Move found in five abstracts (50%). The result of the analysis showed that two personal pronouns were found in the final project abstracts. Personal pronouns such as ‘the writer’ and ‘the researcher’ were found in all of the abstracts. Personal pronoun ‘she’ was found in one abstract. Finally, there are only five expressions of hedges that are used in the final project abstracts, they are modal auxiliary verbs, adjectival, adverbial, nominal and Approximators of degree. The suggestions toward this study are (1) The English lecturers should introduce how to create a meaningful text, particularly the abstract as the representation of the research report in good structure for the students based on the theory of genre. (2) The lecturers should improve the teaching and learning process relating to the improvement of academic writing, in this case lecturers who in charge of teaching academic writing. (3) The final project supervisors should put a high concern of genre to be applied in writing the abstract of the final project during the supervision. (4) The English Education department should provide a precise guideline for final project writing.Key words: genre, final project, abstract.

Pemberdayaan Industri Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Tambahan Kelompok Keluarga Mitra Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berperspektif Gender Desa Langse Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2016

E-DIMAS Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.79 KB)

Abstract

Desa Langse merupakan wilayah yang berada di lereng Pegunungan Pati Ayam di wilayah pinggiran Kabupaten Pati. Sebagian tanahnya tandus dan sebagian lagi tanah ladang yang hanya dapat ditanami palawija, jagung, kacang tanah, dan ketela pohon. Keadaan sosial ekonomi mereka masih rendah, apalagi di daerah lereng Pegunungan Pati Ayam, tanahnya berupa tanah ladang yang tidak subur, penduduknya tergolong miskin. Kemiskinan di daerah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Pati bertekad meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin melalui program pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan melakukan pendekatan strategis program yang dilakukan dalambeberapatahap,yaitu indentifikasi masalah, Sosialisasi program, Program Penyuluhan dan Pelatihan, Demonstrasi Plotting/Pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian ini adalah meningkatnya taraf kehidupan masyarakat desa Langse, salah satunya meningkatnya pendapatan harian dari 25 ribu rupiah menjadi 40 ribu rupiah per hari.

ALTERNATIVE ASSESSMENTS IN READING : MAKING THE TEST MORE AUTHENTIC

ETERNAL (English Teaching Journal) Vol 3, No 2 (2012): August
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.269 KB)

Abstract

This paper tries to evaluate the exisence of reading test format used in national exam which has been applied for many many years in our schools.As we know that under the reasons of practicality and and limited budget from the government, a multiple choice type is used to assess the students’ language competence. Logically, language competence is not only assessed through recognition test, but also production test.In that way then it is regarded important to provide  test types other than traditional test in the hope that the test does not only function as a way to measure the product of learning, but also the proses of learning.Some alternative assessments will be discussed and offered to the language practitioners.