Bambang Wispriyono
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

RISIKO KESEHATAN PAJANAN BENZENA, TOLUENA DAN XYLENA PETUGAS PINTU TOL Wispriyono, Bambang; Handoyo, Eko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3935

Abstract

Efek negatif dari polusi udara terhadap kesehatan manusia banyak diteliti termasuk polusi akibat sistem transportasi. Emisi kendaraan bermotor menghasilkan Benzena, Toluena dan Xylena (BTX) yang merupakan bahan kimia yang bersifat karsinogenik dan petugas pintu tol merupakan kelompok berisiko terpajan BTX. Penelitian bertujuan mengetahui risiko kesehatan akibat pajanan BTX pada petugas pintu tol. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan  faktor-faktor antropometri. Hasil penelitian menunjukkan pada pintu tol rata-rata konsentrasi (mean+SD) benzena sebesar 0,00167+0,000056 mg/m3, toluena sebesar 0,00124+0.000049 mg/m3 dan xylena sebesar 0,00147+0,000063 mg/m3 sedangkan pada kantor administrasi konsentrasi tidak terdeteksi oleh alat (Method Detection Limit). Rata-rata risiko non karsinogenik (RQ) BTX pada petugas pintu tol lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata RQ BTX petugas administrasi. Risiko kesehatan non karsinogenik dan karsinogenik belum menunjukkan adanya risiko kesehatan yang signifikan. Upaya pencegahan berupa pengelolaan manajemen risiko untuk pengendalian risiko bahan berbahaya di lingkungan perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Pintu Tol, Benzena, Toulena, Xylena The researches of BTX (Benzene, Toluene and Xylene) related to the health impacts have been done and published in any publications. One of the risk groups is toll gate’s workers who have been exposed every day with BTX. The design of this study is cross-sectional with Environmental Health Risk Analysis to determine the magnitude of health risks of BTX on the toll gate. The results showed at the toll workers’s respondents have  benzene concentration 0.00167+0.000056 mg/m3, toluene 0.00124+0.000049 mg/m3 and xylene 0.00147+0,000063 mg/m3 respectively, while in the administrative office’s respondents, BTX was undetectable (Minimum Detection Limit). The average RQ of toll gate respondents was significantly higher than administrative office’s respondents. In conclusion, the risk of all workers have the RQ ≤ 1. Non carcinogenic and carcinogenic health risks to all toll gate’s workers recently have not shown any risk yet. Nevertheless, risk management system should be developed and improved. Keywords: Toll Gate, Benzene, Toulene, Xylene
ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN PM PADA PEKERJAINDUSTRI READYMIX PT. X PLANT KEBON NANAS JAKARTA TIMUR 10 Azni, Isnatami Nurul; Wispriyono, Bambang; Sari, Meliana
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 4 (2015): MKMI DESEMBER 2015
Publisher : Media Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik dengan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/m.Perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/m3. Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.Kata kunci : Analisis risiko, industri beton, PM10
ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN PM-10 PADA PEKERJA INDUSTRI READYMIX PT. X PLANT KEBON NANAS JAKARTA TIMUR Azni, Isnatami Nurul; Wispriyono, Bambang; Sari, Meliana
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 4: DESEMBER 2015
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v11i4.522

Abstract

Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM10 dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik dengan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/m3. Perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/m3. Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.
Karakteristik Risiko Kesehatan Non Karsinogen Pada Remaja Siswa Akibat Pajanan Inhalasi Debu Particulate Matter Rosalia, Ony; Wispriyono, Bambang; Kusnoputranto, Haryoto
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 1: MARET 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v14i1.2079

Abstract

Peningkatan kendaraan transportasi menyebabkan pencemaran udara.PM2,5 polutan utama memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan non karsinogen. Kondisi cekungan Bandung menyebabkan polutan terperangkap karena penyebaran polutan terhambat. Penelitian bertujuan menganalisis risiko kesehatan pada remaja siswa SMPN 16 Bandung akibat pajanan inhalasi PM2,5 di lingkungan sekolah. Desain studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran konsentrasi PM2,5 dilakukan pada 10 titik menggunakan Haz Dust EPAM 5000.  Sampel siswa kelas VIII sebanyak 66 siswa yang dipilih secara acak. Rata-rata konsentrasi PM2,5 sebesar (29,34 µg/m3), masih di bawah nilai baku mutu menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 (65 µg/Nm3). Adanya peningkatan Intake realtime, 3 tahun dan 12 tahun secara berturut-turut 7.53x10-5, 1.25x10-4, 5.02x10-4mg/kg/hari. Intake PM2,5 tinggi pada siswa dengan berat badan rendah dibandingkan dengan siswa dengan berat badan yang besar. Estimasi risiko kesehatan dinyatakan sebagai risk quotient(RQ) yang dihitung dari rata-rata intake pajanan PM2,5 terhadap siswa dan dosis referensi (RfC),RQ>1 menunjukkan risiko perlu dikendalikan.  Hasil analisis dengan durasi pajanan realtime, 3 tahun, dan 12 tahun menunjukkan batas aman terhadap pajanan PM2,5 (RQ < 1). Secara keseluruhan siswa kelas VIII tidak berisiko terhadap pajanan inhlasi PM2,5 di Lingkungan sekolah.
Risk Factors of Malaria Incidence in Endemic Area of Central Java Mahkota, Renti; Nurcandra, Fajaria; Anggraini, Fitria Dewi Puspita; Putri, Annisa Ika; Wispriyono, Bambang
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 50, No 1 (2018): SUPPLEMENT
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.19 KB) | DOI: 10.19106/JMedScieSup005001201808

Abstract

Malaria caused 212 million cases worldwide in 2015 which associated to environmental factors, ecology, and the presence of vectors. Annual paracite incidence (API) in Indonesia in 2011-2015 decreased. Unfortunately, malaria incidence always exist in Purworejo District which known as one of endemic area in Central Java. This research aimed to determine risk factors of malaria incidence in endemic area especially in Purworejo, Central Java. Logistc regression showed that period of residency 19-34 years (OR=1.612; 95% CI 0.853-3.046), period of residency >34 years (OR=2.050; 95% CI 1.036-4.060), male (OR=2.349; 95% CI 1.365-4.043), and education level less than junior high school (OR=1.677; 95% CI 0.976-2.882) as contributing risk factor to malaria incidence in Purworejo District.
RISIKO KESEHATAN PAJANAN BENZENA, TOLUENA DAN XYLENA PETUGAS PINTU TOL Wispriyono, Bambang; Handoyo, Eko
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3935

Abstract

Efek negatif dari polusi udara terhadap kesehatan manusia banyak diteliti termasuk polusi akibat sistem transportasi. Emisi kendaraan bermotor menghasilkan Benzena, Toluena dan Xylena (BTX) yang merupakan bahan kimia yang bersifat karsinogenik dan petugas pintu tol merupakan kelompok berisiko terpajan BTX. Penelitian bertujuan mengetahui risiko kesehatan akibat pajanan BTX pada petugas pintu tol. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan faktor-faktor antropometri. Hasil penelitian menunjukkan pada pintu tol rata-rata konsentrasi (mean+SD) benzena sebesar 0,00167+0,000056 mg/m3, toluena sebesar 0,00124+0.000049 mg/m3 dan xylena sebesar 0,00147+0,000063 mg/m3 sedangkan pada kantor administrasi konsentrasi tidak terdeteksi oleh alat (Method Detection Limit). Rata-rata risiko non karsinogenik (RQ) BTX pada petugas pintu tol lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata RQ BTX petugas administrasi. Risiko kesehatan non karsinogenik dan karsinogenik belum menunjukkan adanya risiko kesehatan yang signifikan. Upaya pencegahan berupa pengelolaan manajemen risiko untuk pengendalian risiko bahan berbahaya di lingkungan perlu ditingkatkan.Kata Kunci: Pintu Tol, Benzena, Toulena, XylenaThe researches of BTX (Benzene, Toluene and Xylene) related to the health impacts have been done and published in any publications. One of the risk groups is toll gates workers who have been exposed every day with BTX. The design of this study is cross-sectional with Environmental Health Risk Analysis to determine the magnitude of health risks of BTX on the toll gate. The results showed at the toll workerss respondents have benzene concentration 0.00167+0.000056 mg/m3, toluene 0.00124+0.000049 mg/m3 and xylene 0.00147+0,000063 mg/m3 respectively, while in the administrative offices respondents, BTX was undetectable (Minimum Detection Limit). The average RQ of toll gate respondents was significantly higher than administrative offices respondents. In conclusion, the risk of all workers have the RQ ? 1. Non carcinogenic and carcinogenic health risks to all toll gates workers recently have not shown any risk yet. Nevertheless, risk management system should be developed and improved.Keywords: Toll Gate, Benzene, Toulene, Xylene
Hubungan Kondisi Rumah dan Kepadatan Lalat di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Wispriyono, Bambang; Afrilia, Erza Nur
Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2017): Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.422 KB) | DOI: 10.12928/kesmas.v11i2.5810

Abstract

Background: People who live in a poor condition of house or in a bad environment quality can attract flies to thrive and transmit disease. In the protection against disease, the house should have safe and clean facilities and being prevented from vector that has role in transmitting the disease, such as housefly. Residential area in Cipayung village, especially around final waste disposal (TPA) Cipayung, Depok with a radius of 200 meters from the landfill of  final waste disposal has the potential to become perching place of housefly, because of flight range of housefly can reach around 200-1000 meters. Method: This research is done by a cross sectional study design that aims to determine relation between house condition with the density of housefly. Results: The results showed that there was no significant relation between house criteria with housefly density inside house with p-value 0.659 (OR 0.7; 95% CI: 0.136 to 3.920), however there is a significant relation between house criteria with housefly density outside house, house with unhealthy house criteria has risk 4.2 times higher houseflies density rather than house with healthy house criteria p-value 0.011, (OR 4.273; 95% CI: 1.414 -12.909). Conclusion: Housefly control can be executed through making healthy housing and environmental.
Variasi Warna Pipet pada Stik Perangkap Lalat terhadap Jumlah Lalat yang Tertangkap Ardiansyah, Iqbal; Wispriyono, Bambang; Werdiningsih, Indah; Amalia, Rizki
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 15, No 2: JUNI 2019
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v15i2.6297

Abstract

Lalat merupakan vektor penyakit. Pada bagian tempat pemotongan ayam Pasar Gedebage memiliki kepadatan lalat tinggi 21 ekor/blok grill maka perlu adanya pengendalian salah satunya stik perangkap lalat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi warna pipet terhadap jumlah lalat yang tertangkap pada stik perangkap lalat dengan jenis penelitian kuasi eksperimen dan desain post test only design. Penelitian ini dilakukan di tempat pemotongan ayam HS Pasar Gedebage Bandung pada 25 sampai 30 Desember 2017 dengan subjek penelitian semua lalat yang berada di lokasi penelitian. Bahan dalam penelitian ini adalah pipet berwarna putih, kuning, merah dan biru. 3/4 permukaan pipet diolesi lem lalat beraroma durian. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dianalisis secara deskriptif dan uji statistik. Uji statistik diawali uji normalitas Shaphiro wilk, lalu uji one way ANOVA dan Pos hoct test LSD. Hasil penelitian jumlah lalat terperangkap pada pipet putih rata-rata 32,6 ekor, pipet kuning rata-rata 24 ekor, pipet merah rata-rata 18 ekor dan pipet biru rata-rata 16 ekor. Hasil uji statistik nilai p-value 0,0005 menunjukan adanya perbedaan antara setiap warna pipet dengan jumlah lalat yang tertangkap, pipet putih merupakan warna pipet paling banyak memerangkap lalat. Kesimpulan penelitian warna pepet putih merupakan warna pipet terbaik untuk dijadikan stik perangkap lalat
Tingkat Keamanan Konsumsi Residu Karbamat dalam Buah dan Sayur Menurut Analisis Pascakolom Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Wispriyono, Bambang; Yanuar, Arry; Fitria, Laila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 7 Februari 2013
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.841 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i7.30

Abstract

Karbamat merupakan salah satu jenis pestisida yang banyak digunakan untuk membasmi hama buah dan sayur. Untuk menentukan bahwa residu karbamat dalam sayuran masih aman dikonsumsi manusia, telah dilakukan analisis beberapa residu karbamat seperti metomil, karbaril, karbofuran, dan propoksur. Sampel-sampel tomat, apel, selada air, kubis, dan sawi hijau dikumpulkan dari tiga supermarket dan satu pasar tradisional di Depok, Jawa Barat. Analisis dilakukan serempak untuk ke empat residu karbamat menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi denganpereaksi o-ftalaldehida dan 2-merkaptoetanol dalam reaktor pascakolom dengan detektor fluoresensi. Dari sampel-sampel buah dan sayur yang dianalisis, hanya sawi hijau asal pasar tradisional yang positif mengandung propoksur dengan kadar 1,2 mg/25 gram berat basah (0,048 mg/g berat basah). Dengan Acceptable Daily Intake(ADI) propoksur 0,005 mg/kg berat badan/hari, konsumsi sawi hijau harian seberat 20 g/hari masih cukup aman dari gangguan kesehatan akibat pajanan kronik propoksur dengan margin of safety 298,7 (> 100 sebagai batas aman).Carbamat is a group of pesticides which is commonly used to control fruits and vegetables pests. To determine that carbamat residues in fruits and vegetables are safe for human consumption, carbamate residues such as methomyl, carbaryl, carbofuran, and propoxur in vegetables and fruits have been analyzed. Samples of tomato, apple, water lettuces, cabbage, and mustard greens were collected from three supermarkets and one traditional market in Depok, West Java. The analysis was carried out simultaneously for all four carbamate residues by high performance liquid chromatography using o-phtaladehyde and 2 mercaptoethanol reagents in post-column reactor with a fluorescence detector. Of fruits and vegetable samples analyzed, only mustard greens from traditional market positively containe propoxur at 1.2 mg/ 25 gram wet weight (0,048 mg/gram wet weight). With Acceptable Daily Intake (ADI) of 0.005 mg/kg body weight/day, mustard greens consumption of 20 g/day is safe from adverse health effect from chronic exposure to propoxur with Margin of Safety of 298.7 (> 100 as safe limit).