Articles

Found 20 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN KEPITING BIOLA DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.189 KB)

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang khas dan memiliki fungsi penting secara ekologi, sosial-ekonomi, dan pendidikan. Luas kawasan mangrove di Kabupaten Purworejo semakin berkurang akibat adanya penebangan, permukiman, tambak,dan pertanian. Berkurangnya tegakan mangrove akan mempengaruhi keberadaan berbagai fauna yang berasosiasi dengannya. Oleh karena itu dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 untuk mengetahui keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ada tiga stasiun, yaitu mangrove lebat (Desa Gedangan), mangrove sedang (Desa Jatikontal), dan mangrove jarang (Desa Ngentak). Dari penelitian didapatkan 7 jenis kepiting biola, yaitu Uca annulipes, U.crassipes, U.paradussumieri, U.rosea, U.tetragonon, U.vocans, dan U.vomeris. Indeks keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada stasiun 1 (1,67)dan stasiun 2 (1,90) tergolong sedang. Adapun indeks keanekaragaman kepiting biola di stasiun 3 (0,64) tergolong rendah. Kondisi lingkungan di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan mangrove dan kepiting biola, yaitu suhu26-30°C, pH 6-8, oksigen terlarut 3,5-6,6 mg/L, salinitas 3-9 ppt, dan substrat lumpur berpasir. Vegetasi mangrove pada stasiun I adalah Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, dan Hibiscus tiliaceus. Vegetasi mangrovepada stasiun II adalah Sonneratia caseolaris, Rhizophora stylosa, N.fruticans, H.tiliaceus, dan Morinda citrifolia.Vegetasi mangrove pada stasiun III adalah S.alba, S.caseolaris, N.fruticans, dan R.mucronata. Kerapatan vegetasi mangroveberkaitan dengan kelimpahan jenis (kepadatan) kepiting biola.

MITIGASI TSUNAMI DI KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH BERBASIS KEANEKARAGAMAN VEGETASI

- Vol 6, No 2 (2016): Volume 6, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang rawan terhadap bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui keanekaragaman vegetasi sebagai s,uatu upaya mitigasi tsunami di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 di kawasan pantai dan pesisir Desa Gedangan, Desa Jatikontal, dan Desa Ngentak. Pada kawasan pantai di Kabupaten Purworejo terdapat 16 famili dengan 18 jenis tumbuhan dengan jenis tumbuhan yang berpotensi untuk mitigasi tsunami adalah Casuarina equisetifolia, Terminalia catappa, dan Hibiscus tiliaceus. Pada kawasan pesisir di Kabupaten Purworejo terdapat vegetasi mangrove yang terdiri dari 6 famili dengan 8 jenis tumbuhan dengan jenis tumbuhan yang berpotensi dalam mitigasi tsunami adalah Rhizophora mucronata, R.stylosa, Sonneratia alba, S.caseolaris, and Nypa fruticans.Purworejo coastal area laid down in the critical area on nature disaster like tsunami. The aim of this research is determine of  biodiversity vegetation as an efforts of tsunami mitigation in Purworejo coastal area, Central Java. This research conducted at August-September 2016 in beach and coastal area of Purworejo Regency, Central Java. It was three location including Gedangan Village, Jatikontal Village, and Ngentak Village. This research obtained that beach area of Purworejo Regency consist of 16 family and 18 plant species with the potencial species for tsunami mitigation are Casuarina equisetifolia, Terminalia catappa, and Hibiscus tiliaceus. The coastal area of Purworejo Regency are habitat of mangrove vegetation consist of 6 family and 8 plant species with the potencial species for tsunami mitigation are Rhizophora mucronata, R.stylosa, Sonneratia alba, S.caseolaris, and Nypa fruticans.

PEMETAAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR PADA POKMAIR KECAMATAN WATUMALANG

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 3: SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan air secara mandiri oleh masyarakat Watumalang dinilai belum memenuhi syarat kualitas. Kondisi ini dipandang sebagai penyebab terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB ) diare pada beberapa lokasi di Watumalang. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas bakteriologis pada air konsumsi dan persepsi lingkungan masyarakat serta memetakan hasil pengkajian keduanya di Kecamatan Watumalang. Evaluasi kualitas bakteriologis dilakukan dengan uji koliform melalui metode Most Probable Number (MPN) dari sampel air masyarakat POKMAIR di Kecamatan Watumalang, sedangkan persepsi lingkungan dinilai dari hasil kuisioner responden. Analisis hasil evaluasi kualitas bakteriologis dan persepsi lingkungan dilakukan secara deskriptif. Hasil kedua variabel penelitian selanjutnya ditampilkan dalam format spasial menggunakan software ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas air baku tidak memenuhi syarat regulasi (71%) dengan hanya 29% yang memenuhi persyaratan. Hanya satu desa (Limbangan) yang kualitas airnya dianggap layak secara regulasi apabila ditinjau dari kontaminasi koliformnya. Tinjauan perspektif lingkungan menunjukkan mayoritas responden (60%) memiliki persepsi lingkungan yang baik, khusunya pada kesehatan lingkungan.

KEANEKARAGAMAN TANAMAN BUAH DAN KANDUNGAN MERKURI KAWASAN PENAMBANGAN EMAS RAKYAT DUSUN MESU DESA BOTO JATIROTOWONOGIRI JAWA TENGAH

EnviroScienteae Vol 13, No 1 (2017): EnviroScienteae Volume 13 Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The processing of gold by means of amalgamation produces mercury wastes. Mercury wastes can pollute the environment. This study aims to determine the diversity of fruit crops and mercury content in the gold mining area of Dusun Mesu. The research method used is survey method, measurement, field observation, and laboratory analysis. The types of plants found are recorded, the number and the diameter. Samples of roots, stems, and leaves of plants were analyzed mercury contents in the laboratory. Based on the results of the analysis, there were 7 types of fruit plants, as many as 32 individuals with the type of vegetation seedling, stake, poles, and trees. The results of calculation of diversity index (H¹), uniformity index (E), and dominance index (C) at all growth rates show low diversity (H = 0.02222 - 0.86648), low uniformity (E = 0.00403-0) , 27959), low dominance (C = 0,0000162 - 0,08). The content of mercury in the soil ranges from 0.001 to 0.044 mg/m³. The content of mercury in fruit crops ranges from <0.0001 - 0.0168%, and soil pH ranges from 4 to 6.8.

KEANEKARAGAMAN KEPITING BIOLA DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH

EnviroScienteae Vol 13, No 1 (2017): EnviroScienteae Volume 13 Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove is a unique ecosystem and has an important function ecologically, socio-economically, and education. The area of mangroves in Purworejo Regency is decreasing due to logging, settlement, ponds, and agriculture. Reduced mangrove stands will affect the existence of various fauna associated with it. Therefore it is done in August-September 2016 to know the diversity of the fiddler crabs in the mangrove area Purworejo District, Central Java. There are three stations, namely dense mangroves (Gedangan Village), medium mangroves (Jatikontal Village), and rare mangroves (Ngentak Village). From the research, there were 7 types of fiddler crab, Uca annulipes, U. crassipes, U. paradussumieri, U. rosea, U. tetragonon, U. vocans, and U. vomeris. The index of fiddler crab diversity in the mangrove area of Purworejo Regency, Central Java at station 1 (1.67) and station 2 (1.90) is moderate. The fiddler crab biodiversity index at station 3 (0.64) is low. Environmental conditions throughout the station are relatively good for mangrove life and fiddler crabs, ie temperature 26-30oC, pH 6-8, dissolved oxygen 3,5-6,6 mg / L, salinity 3-9 ppt, and sandy mud substrate. Vegetations of mangrove at station I are Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, and Hibiscus tiliaceus. Mangrove vegetation at station II is Sonneratia caseolaris, Rhizophora stylosa, N. fruticans, H. tiliaceus, and Morinda citrifolia. Vegetations of mangrove at station III are S. alba, S. caseolaris, N. fruticans, and R. mucronata. The density of mangrove vegetation is related to species abundance (density) of fiddler crabs.

Reconstruction of Ethics Supervision System Towards Constitutional Court Justice

Constitutional Review Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : The Constitutional Court of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.201 KB)

Abstract

Ethics supervision of constitutional justices is an important issue for the development of ethics supervision system in the Constitutional Court, because the supervision of constitutional justices is a means of maintaining the independence and impartiality of constitutional justices, which is in fact the main pillar of an independent judiciary. In its development, there has always been a debate about the ethics supervision of the constitutional justices, whether the justices should be overseen externally or internally. This is because, juridically, the law does not regulate it clearly. Based on the above background, the research issues drawn are: (1) What is the significance of ethics supervision toward constitutional justices ?; (2) What is the system of ethics supervision of constitutional justices according to Indonesia’s current positive law, (3) How to reconstruct the system of ethics supervision of constitutional justices more optimally in the future? Based on the result of the research entitled “Reconstruction of Ethics Supervision System toward Constitutional Justice”, the following conclusions are obtained: (1) Based on philosophical, juridical and empirical perspective, ethics supervision of constitutional justices has important meaning in order to maintain and uphold the honor, dignity, and the behavior of constitutional justices. (2) Based on the analysis of the evolution of the ethics supervision system, the result shows that the ethics supervision system toward constitutional justices which is always changing indicates that there is still no standard system as a guideline for the enforcement of alleged violation of ethics against the constitutional justices. Therefore, there is a need for normative reconstruction of the ethics supervision system toward constitutional justices through legislation. (3) The reconstruction of the ethics supervision system toward constitutional justices can be done through: a. Amendment to the 1945 Constitution by adding a new norm governing the provision on ethics supervision system toward constitutional justices, b. Amendment to the Constitutional Court Law.

KONSTRUKSI SOSIAL DI MEDIA MASSA

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 12 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media selalu ditempatkan sebagai "panggung pertunjukkan " yang merupakan sebuah  konstruksi sosial  dimana keberadaanya dibangun melalui interaksi antar berbagai agen dan struktur di dalam suatu perjalanan sejarah. Di dalamnya terdapat pola distribusi  kekuasaan  yang  tidak selamanya terjadi pertimbangan­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­

GLOBALISASI DAN LOKALISASI

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 9 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GLOBALISASI DAN LOKALISASI

BENARKAH INFORMASI SEBAGAI BARANG KOMODITAS?

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 3 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BENARKAH INFORMASI SEBAGAI BARANG KOMODITAS?

KONTROL TERHADAP VARIABEL COVARIATE DAN PENERAPAN ANALISIS COVARIANS (ANCOVA) PADA PENELITIAN ILMU KOMUNIKASI.

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila anda seorang peneliti seyogyanya memiliki kehati hatian untuk memasukan jumlah variabel covariate. Hal ini disebabkan bahwa bila tidak ada kemampuan untuk mengontrolmua, akan mengaburkan makna hasil penelitian dan kesulitamn menafsirkan hasilnya.jumlah variabel covatiate yang dilibatkan tergantunf asumsi, teori, atau kerangka berfikir yang dikemukakan. Bila memasukan variabel covariate yang tidak  didukung oleh asumsi, dasar teori dan kerangka berfikir yang kokoh, akan membingugkan peneliti dalam menghilangkan pengaruh varibel itu. Metode analisis data eksperimen yang dilibatkan satu atau lebih covariate, penyerta variabel terika (Y) yang merupakansuatu gabungan disebut analisis Cavarians. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji disebut Analisis Covarians. Tulisan inibertujuan untuk mengkaji teknik pengntrolan efek efek variabel laten yang satu lengkap terhadap yang lain, dan pengaruh efek variabel laten terhadap variabel variabel yang diamati, variabel laten adalah suatu konstuk yang bersifat hipotesis, yang tidak teramati dan yang senyatanya diasumsikan dari variabel variabel indikator yang diamati.