Rahmi Putri Wirman
Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Articles
3
Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA JURUSAN FISIKA FAKULTAS TARBIYAH IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran empiris tentang: Aktivitas perkuliahan mahasiswa pada mata kuliah fisika inti dengan menggunakan model pembelajaran problem based instruction dan bagaimana efektifitas model pembelajaran problem based instruction dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep fisika. Penelitian ini terdiri dari tahap persiapan (penyusunan rencana pembelajaran, lembar kegiatan siswa, format penilaian, alat evaluasi dan lembar observasi) dan pelaksanaan (pemantauan dan evaluasi). Aktivitas Belajar mahasiswa meningkat tiap siklus. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari kenaikan nilai rerata dan ketuntasan belajar dari satu siklus ke siklus berikutnya. Hasil belajar mengalami peningkatan. Sebelum penerapan Problem Based Instruction, nilai tes rerata hanya 34 dengan ketuntasan belajar di anggap tidak tuntas. Pada siklus I, nilai tes rerata 45 dan ketuntasan belajar 20% saja. Pada siklus II, nilai tes rerata 51.4 dengan ketuntasan belajar 40%. Sedangkan pada siklus III, nilai tes rerata 60 dengan ketuntasan belajar 76%. Kata kunci : pembelajaran problem based instruction.

Pembuatan Sound Level Meter Berbasis Mikrokontroler At89s51 untuk Media Praktek Pembelajaran Fisika Eksperimen

Edu-Physics Vol 3 (2012)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat eksprimen sederhana yang digunakan untuk mengukur tingkat kebisingan yang diukur dalam skala desibel (dB) bisa digunakan sebagai media praktek pembelajaran fisika eksperimen. Sound level meter berbasis mikrokontroler merupakan salah satu bentuk aplikasi mikrokontroler AT89S51. Sinyal suara yang dihasilkan oleh mikrofon dikuatkan oleh penguat operasional (operational amplifier, op-amp) sebesar 471 kali. Sinyal analog ini kemudian dikonversikan dengan menggunakan ADC0804 menjadi sinyal digital. Sinyal tegangan digital merupakan masukan bagi mikrokontroller. Intensitas bunyi yang diperoleh ditampilkan pada seven-segment. Program sistem pengukuran ini ditulis dalam bahasa Assembly dan dibuat dengan menggunakan Mide-51. Untuk memasukkan program ke mikrokontroler AT89S51 digunakan AEC-ISP. Dari hasil pengujian alat yang telah dilakukan, diperoleh kesalahan relatif maksimum pengukuran sebesar 2,4 %. Rentang intensitas bunyi yang dapat diukur alat ini antara 35 dB hingga 105 dB.

Rancang Bangun Alat Ukur Pollutant Standard Index yang Terintegrasi dengan Pengukuran Faktor-Faktor Cuaca Secara Real Time

Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.459 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perancangan dan pembuatan alat ukur Pollutant Standard Index (PSI) yang terintegrasi dengan pengukuran faktor – faktor cuaca secara real time. Alat ukur  menggunakan basis  mikrokontroller arduino mega ADK. Sensor gas MQ-135 dan MQ-7 digunakan untuk pengukuran indeks polusi udara  sedangkan untuk pengukuran faktor cuaca digunakan sensor DHT-11 dan DFR0026. Sistem ini juga ditambahkan GPS shield untuk penentuan lokasi pengukuran secara real time. Hasil  pengukuran disimpan ke dalam sistem database komputer yang terhubung melalui kabel USB. Penelitian  terdiri atas perancangan hardware, perancangan software, dan  tahap pengujian keseluruhan dari sistem alat ukur. Data yang dapat diukur oleh alat  adalah data tingkat polusi udara, suhu udara, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Tahap pengukuran lapangan dilakukan di area sekitar IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Universitas Jambi. Analisis perhitungan memperlihatkan  tingkat polusi udara sangat mempengaruhi temperatur udara suatu wilayah.  Semakin tinggi tingkat polusi udara, maka temperatur udara di wilayah tersebut akan semakin tinggi. Tingkat polusi udara tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelembaban dan intensitas cahaya.