Articles

Virtual View Image over Wireless Visual Sensor Network Putra Sastra, Nyoman; Wirawan, Wirawan; Hendrantoro, Gamantyo
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 9, No 3: December 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.287 KB)

Abstract

In general, visual sensors are applied to build virtual view images. When number of visual sensors increases then quantity and quality of the information improves. However, the view images generation is a challenging task in Wireless Visual Sensor Network environment due to energy restriction, computation complexity, and bandwidth limitation. Hence this paper presents a new method of virtual view images generation from selected cameras on Wireless Visual Sensor Network. The aim of the paper is to meet bandwidth and energy limitations without reducing information quality. The experiment results showed that this method could minimize number of transmitted imageries with sufficient information.
Combined Scalable Video Coding Method for Wireless Transmission Rantelobo, Kalvein; Wirawan, Wirawan; Hendrantoro, Gamantyo; Affandi, Achmad
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 9, No 2: August 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.287 KB)

Abstract

Mobile video streaming is one of multimedia services that has developed very rapidly. Recently, bandwidth utilization for wireless transmission is the main problem in the field of multimedia communications. In this research, we offer a combination of scalable methods as the most attractive solution to this problem. Scalable method for wireless communication should adapt to input video sequence. Standard ITU (International Telecommunication Union) - Joint Scalable Video Model (JSVM) is employed to produce combined scalable video coding (CSVC) method that match the required quality of video streaming services for wireless transmission. The investigation in this paper shows that combined scalable technique outperforms the non-scalable one, in using bit rate capacity at certain layer.
Simulasi dan Analisa Kinerja Protokol 802.15.4 (Zigbee) pada Jaringan Sensor Nirkabel Septyantono, Arizal Lebda; Wirawan, Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.877 KB)

Abstract

Jaringan sensor nirkabel digunakan untuk memantau daerah rawan bencana alam, sensor suhu suatu pabrik, dan lain lain. Node – node sensor tersebut diletakkan pada daerah yang sulit dijangkau oleh manusia. Oleh karena itu konsumsi energinya rendah, delay yang tidak terlalu lama, dan throughput yang sesuai dengan kebutuhan, serta drop paket yang sedikit merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk mengatasi masalah tersebut dikembangkan protokol 802.15.4 (Zigbee). Makalah ini menjelaskan uji performa (throughput, delay dan konsumsi energi) dari protokol 802.15.4 (Zigbee) dengan 3 mode (beacon mode, inactive slot mode dan non-beacon mode). Dari analisa data simulasi dapat disimpulkan bahwa pada saat interval pengiriman pesan 1 detik atau pada saat trafik dalam keadaan paling padat mode beacon memiliki nilai throughput lebih besar yaitu antara 2,82% - 34,71% dari pada mode non-beacon dan mode inactive slot memiliki throughput 7,93% - 43,28% lebih kecil dari pada mode non-beacon, serta pada interval pengiriman pesan ini mode beacon memiliki nilai konsumsi energilebih besar 30,9% - 75,84% dari pada mode non-beacon dan nilai konsumsi energi pada mode inactive slot lebih besar 16,41% - 68,96% dari pada mode non-beacon. Sedangkan pada nilai delay memiliki nilai yang berbanding terbalik dari pada nilai throughput, pada interval pengiriman pesan 10 detik atau kondisi trafik paling tidak padat pada simulasi ini, mode beacon memiliki nilai delay lebih besar 1,85% - 83,93% dari pada mode non-beacon dan pada mode inactive slot memiliki nilai delay lebih besar 84,52% - 90,06% dari pada mode non-beacon.. Bertambahnya jumlah node juga mempengaruhi nilai kinerja dari protokol 802.15.4 (Zigbee).
Implementasi Modem Akustik OFDM pada TMS320C6416 Widhyatmaka, Yuandhika Adhi; Wirawan, Wirawan; Suwadi, Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.468 KB)

Abstract

Desain sistem komunikasi digital menggunakan sinyal akustik untuk aplikasi bawah air adalah bidang yang sangat menantang karena sifat yang sangat kompleks dari saluran bawah air. Teknologi yang dikenal dengan sebutan underwater acoustic merupakan jawaban atas tantangan terhadap keterbatasan kemampuan pengiriman sinyal informasi pada media air. Hal ini disebabkan karena gelombang elektromagnetik dan radio tidak dapat mencapai jarak yang jauh pada medium air karena akan menghasilkan redaman yang sangat besar, sementara sinyal akustik dapat mencapai jarak yang jauh walaupun dengan kecepatan dan bandwidth yang terbatas. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem tersebut, yang secara efektif dapat menahan efek samping saluran namun tetap memberikan laju data yang memadai. Untuk tujuan ini, sebuah studi mendalam tentang saluran komunikasi bawah air dilakukan dandianalisis. Seiring dengan kemajuan yang signifikan telah dibuat penggunaan modulasi multicarrier dalam bentuk ortogonal frekuensi division multiplexing (OFDM) dengan data rate tinggi untuk komunikasi akustik bawah air. Dalam tugas akhir ini, implementasi modem akustik OFDM pada sistem single-input single-output menggunakan modul fixed-point DSP TMS320C6416 di mana inti DSP berjalan pada 1 GHz. Terdapat terdapat tiga kategori untuk mengetahui karakteristik modem akustik OFDM yang ditampilkan dalam grafik Bit Error Rate (BER) terhadap Signal to Noise Ratio (SNR). Pengujian dilakukan dengan mengirimkan citra 40x64 8bit. Kinerja terbaik terdapat pada implementasi sistem mfile dengan nilai BER mencapai 0,0067 pada 32 subcarrier. Sedangkan kinerja terburuk terdapat pada implementasi sistem pada TMS320C6416 dan sistem simulink rata-rata nilai BER 0,5 dikarenakan kondisi sample rate antar perangkat yang tidak sinkron.
Implementasi Algoritma FBLMS Untuk Pereduksi Derau Pada Sinyal Suara Menggunakan TMS320C6416T Hartono, Dimitra Levina; Suwadi, Suwadi; Wirawan, Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.492 KB)

Abstract

Dalam sistem komunikasi, derau merupakan sinyal yang tidak diinginkan, yang menyertai sinyal informasi sehingga akan mempengaruhi kualitas sinyal yang akan dikirimkan. Pada aplikasi filter adaptif penghapus derau, sebagai masukannya adalah sinyal utama yaitu sinyal informasi yang telah tercampur dengan derau dan sinyal referensi dimana sinyal referensi tersebut memiliki korelasi dengan sinyal utama.Selama pengujian dan analisa algoritma Fast Blok LMS (FBLMS) menggunakan modul DSK TMS320C6416T ini telah berhasil diimplementasikan sistem penghilang derau berbasis TMS320C6416T dengan menggunakan pembanding algoritma LMS dan FBLMS. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada perbandingan SNR untuk hasil simulasi antara LMS dan FBLMS, untuk hasil terbaik yaitu pada saat step size dengan besar 0.005, baik untuk filter length 16, 32, maupun 32. Nilai SNR terbesar dan konvergen untuk LMS adalah 28.2499 sedangkan FBLMS adalah 28.2362. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil kinerja LMS masih lebih baik daripada FBLMS.
Rancang Bangun Sistem Transfer Video Real – Time Menggunakan Jaringan Mobile Ad hoc Pada Robot ITS - 01 Baginda, Yorisan Permana; Setijadi, Eko; Wirawan, Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.882 KB)

Abstract

Pengembangan robot monitoring dan surveylance banyak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan, pertahanan. Robot tersebut dihubungkan menggunakan standar wireless-LAN 802.11g sebagai media komunikasi data. Implementasi jaringan adhoc ditujukan untuk memberdayakan masing-masing robot dapat berfungsi sebagai router, sehingga memungkinkan untuk melakukan komunikasi multihop dari robot satu yang terdekat dengan stasiun pengontrol ke robot selanjutnya yang sudah keluar jangkauan stasiun pengontrol. Dengan demikian cakupan operasi robot monitoring menjadi semakin luas. Sistem transfer video real-time dalam pelenelitian ini dibangun menggunakan KinectTCP yang di modifikasi untuk menerima data dari robot berupa RGB,Depth dan Skeleton. Evaluasi performansi  dilakukan pada topologi single hop dan multihop dengan mengukur parameter throughput, FPS, packet loss, packet delay dan jitter. Hasil pengujian menunjukkan topologi multihop dapat mendukung operasional robot dalam gedung meskipun mengalami penurunan  parameter Throughput dan FPS rata-rata sebesar 82,86%, dan mengalami pertambahan delay rata-rata sebesar 149,73%.
Implementasi Algoritma BLMS Untuk Pereduksi Derau Pada Sinyal Suara Menggunakan TMS320C6416T Kurnia, Rayi Margina Putri; Suwadi, Suwadi; Wirawan, Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.002 KB)

Abstract

Dalam system komunikasi, derau merupakan masalah utama yang senantiasa menyertainya. Derau menyebabkan penurunan kualitas sinyal informasi, bahkan dapat terjadi pada saat sebelum sinyal ditransmisikan. Untuk mengatasinya diperlukan pemrosesan sinyal sebelum sinyal ditransmisikan sehingga derau dapat direduksi. Pemfilteran merupakan salah satu cara untuk mereduksi derau dari sinyal informasi. Berdasarkan kemampuannya untuk beradaptasi, filter digolongkan menjadi dua yaitu filter adaptif dan filter non-adaptif. Dalam hal ini diperlukan filter adaptif yang mempunyai kemampuan untuk mengubah karakteristik derau secara kontinyu. Algoritma adaptasi yang digunakan adalah algoritma LMS dan BLMS untuk dibandingkan karakteristiknya dalam mengurangi derau dengan menggunakan perangkat DSP board TMS320C6416T. Hasil implementasi yang diinginkan yaitu memperoleh sinyal keluaran informasi tanpa noise. Nilai SNR yang paling baik yaitu pada parameter panjang filter 16 dengan step size 0.05 sebesar 30,0193 dB dengan MSE minimum diperoleh 6,9129E-07. Sedangkan hasil simulasi diperoleh SNR terbesar dengan parameter panjang filter 16 pada step size 0,005 yaitu 28,4183 dB dengan nilai MSE minimum 5,47E-05. Semakin panjang filter (orde semakin tinggi) maka proses perhitungan semakin lama. Jika parameter konvergensi diperkecil maka filter membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi namun akan didapatkan sinyal yang mendekati sinyal yang diinginkan.
Penerapan Teknik Blind Source Separation untuk Memisahkan Noise dari Sinyal Akustik yang Non Gaussian Rosi, Farkhan; Wirawan, Wirawan; Widjiati, Endang
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.859 KB)

Abstract

Pada sistem komunikasi bawah air, seringkali sinyal yang diterima oleh sensor berasal dari hasil pencampuran sumber sinyal dengan sinyal-sinyal akustik lain di lingkungan bawah air. Hal ini menjadikan sinyal yang didapatkan menjadi tidak sesuai dengan yang diinginkan. Teknik Blind Source Separation (BSS) dipakai di sini untuk memisahkan sinyal-sinyal yang bercampur tersebut. Dalam tugas akhir ini, dilakukan pemisahan sinyal akustik dengan menggunakan Natural Gradient ICA berdasarkan Generalized Gaussian Model yang didapat dari karakteristik distribusi sumber sinyal akustik non-gaussian yakni ship radiated noise dan sea ambient noise. Pemisahan sinyal akustik dilakukan sebanyak tiga kali yakni dengan simulasi, toolbox ICALABS V3, dan menggunakan pemisahan sinyal akustik dari data riil pengukuran. Dari hasil simulasi menunjukkan pemisahan dengan algoritma Natural Gradien ICA berdasarkan Generalized Gaussian Model berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai SIR shrimp.wav = 48.9946 dB dan ferry.wav = 46.9309. dB. Sedangkan rata-rata MSE shrimp.wav = 1.2605 x 10-5 dan ferry.wav = 2.0272 x 10 -5.
Kombinasi Metode Independent Component Analysis (ICA) dan Beamforming untuk Pemisahan Sinyal Akustik Bawah Air Firstanto, Mandala Anugerahwan; Wirawan, Wirawan; Widjiati, Endang
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.708 KB)

Abstract

Pada bidang perkapalan atau kelautan, sinyal akustik merupakan sebuah sinyal noise. Hal ini dikarenakan sinyal akustik yang ingin kita analisis tercampur dengan sinyal lain. Perlu adanya metode untuk memisahkan sinyal akustik dari suara yang terdapat dalam medium air dan mengetahui arah datang sumber suara. Dalam tugas akhir ini dilakukan pemisahan sinyal akustik dengan menggunakan kombinasi metode ICA dan beamforming. Pemisahan sinyal akustik dilakukan tiga kali. Pertama, simulasi pemisahan suara menggunakan pemodelan shallowwaterdengan algoritma FastICA dan delayandsum(DS) beamformer. Kedua, dengan menggunakan toolboxICALAB. Ketiga, pemisahan sinyal akustik secara riil, hasil rekaman dengan menggunakan hydrophone. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, algoritma FastICA dapat memisahkan sinyal akustik dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai MSE sebesar 3.6399×〖10〗^(-5) dan nilai SIR sebesar 45,72dB. Pada pemisahan suara secara riil, jarak antara speaker dengan hydrophone menentukan kualitas pemisahan suara. Semakin jauh jarak antara speaker dengan hydrophone, semakin berkurang nilai MSE dan SIR pada proses pemisahan suara bawah air. Hal ini dapat dilihat pada jarak 1 meter nilai mean SIR bernilai 51,29dB, jarak 5 meter bernilai 48.55dB, jarak 10 meter bernilai 41,73dB. Algoritma DS beamformer dapat menentukan sumber suara dalam medium air dengan jarak minimal speaker dengan hydrophone10 meter. Peletakan speaker dan hydrophone yang saling berhadapan akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Tradeoff Transfer Informasi dan Energi pada Sistem Komunikasi Nirkabel yang Memanfaatkan Panen Energi Permata, Oktavia Ayu; Wirawan, Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.953 KB)

Abstract

Transfer informasi dan energi secara bersamaan melalui kanal nirkabel menawarkan keuntungan pada pengguna mobile. Akan tetapi desain receiver yang digunakan untuk memanen energi dari sinyal radio belum dapat mendekodekan carrier informasi secara langsung. Olehkarena itu diusulkan sebuah operasi umum pada receiver yang disebut Dynamic Power Splitting (DPS).DPS akan membagi sinyal terima dengan penyesuaian daya untuk panen energi dan dekoding informasi. Tipe dari arsitektur ini dinamakan tipe arsitekturreceiver pemisah.Dimana untuk panen energi akan dilakukan oleh receiver energi dan untuk dekoding informasi akan dilakukan oleh receiver informasi. Dua skema yang diusulkan pada DPS yaitu Time Switching (TS)dan Static Power Splitting (SPS). Tradeoff rate energi dari sistem dikarakteristikkan sebagai rate-energi region. Pada tugas akhir ini, diasumsikan untuk komunikasi link wireless point to point. Dari hasil simulasi diketahui bahwa besarnya noise konversi hasil perpindahan dari RF band ke baseband sangat mempengaruhi nilai rate energi. Untuk skema SPS, menghasilkan rate energi yang lebih optimal dibandingkan dengan skema TS. Pada sistem ini, tradeoff untuk informasi dan energi bisa dicapai dengan menggunakan asumsi dan parameter yang telah ditentukan.Pada receiver informasi, untuk dapat mendekodingkan informasi dengan kesalahan yang kecil diperlukan alokasi daya terima yang besar untuk mengimbangi noise konversi yang muncul setelah power splitter.