Wiranto Wiranto
Universitas Negeri Jakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA Perannya Dalam Pengembangan Jati Diri Wiranto, Wiranto
DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur) Vol 27, No 2 (1999): DESEMBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Vernacular architecture is derived from The Folk Architecture.The Folk Architecture is born by the ethnical community ,anchored by tradition. Vernacular architecture usually concerned with the cosmology,way of life and life style of the ethnical community, it would be an alternative answer of modernization. Modernization,the development of Technology and the social-economical interaction would like to get some modern needs .Vernacular Architecture is a translation of tradition and also it haves identities which can be increased by inovation and creativity in syncretism or eclectism.The syncretism or eclectism of Indonesian vernacular architecture would be a strand of post modernism in the form of Neo-Vernacular architecture. Vernacular architecture have been proposed as one of the vehicles toward the evolution of Indonesian architecture with National identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Arsitektur Vernakular tumbuh dari arsitektur rakyat,yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada Tradisi etnik.Dengan demikian Arsitektur tersebut sejalan dengan paham kosmologi,pandangan hidup, gaya hidup dan memiliki tampilan khas sebagai cerminan jati diri yang dapat dikembangkan secara inovatif kreatif dalam pendekatan sinkretis ataupun eklektis. Modernisasi dan kemajuan teknologi serta interaksi sosial ekonomi menuntut kehadiran Arsitektur yang mampu berdialog dengan tuntutan baru.Sinkretisme .arsitektur vernakular Indonesia merupakan potensi yang memberi sumbangan pada "post modernisme" dalam tampilan arsitektur "Neo-Vernakular".Dengan demikian diharapkan Arsitektur Vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur Indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi. Kata kunci : Arsitektur adalah sebuah produk Budaya Bangsa.
SINCRETIC SEMIOTIC THE ANCIENT INDONESIAN MOSQUE TOMBHOUSE Case study SENDANG DUWUR-EAST JAVA Wiranto, Wiranto
DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur) Vol 30, No 2 (2002): DESEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Mosque is a place for worship, spirit, contemplation, but above all, Mosque is "a gate way". Sendang Duwur Mosque and Tombhouse is an Islamic antiquity as the product of syncretism process between traditional Javanese architecture - Hindunese/Budhanese - foreign Islamic which born early Mosque in Java. The semiotic and syncretic of Indonesian Mosque and Tombhouse also integrated some principles of the Javanese cosmology blend with the concept of Islamic Architecture, which resulted a symthesis of both traditional and new idea. It manifested in the type of ancient Mosque and tombhouse Sendang Duwur,which is original types ,specific with identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada hakekatnya peran suatu Masjid adalah sebagai tempat beribadat, tempat menemukan kekuatan bathin ,tempat samadi, namun diatas itu semua peran Masjid adalah sebagai suatu "gerbang". Masjid makam Sunan Sendang Duwur adalah bangunan purbakala sebagai salah satu produk proses sinkretisme arsitektur Tradisional Jawa - Hindu/Budha - dan Islam .yang selanjutnya melahirkan wujud awal Masjid utama diJawa. Semiotic dan sinkretis Masjid makam di Indonesia juga mengintegrasikan beberapa prinsip Kosmologi Jawa yang diramu secara harmonis dengan konsep arsitektur Islam ,yang selanjutnya menghasilkan suatu sinthesa tradisional sebagai ide baru. Jabaran tersebut terlihat pada Masjid makam Sunan Sendang Duwur yang menampilkan type yang aseli, spesifik dan beridentitas. Kata kunci: sinkretisme, semiotic, Masjid, Gapura, Nilai.
KONSEP MULTICRITERIA COLLABORATIVE FILTERING UNTUK PERBAIKAN REKOMENDASI Wiranto, Wiranto; Winarko, Edi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.998 KB)

Abstract

Untuk membantu pencari informasi yang belum memiliki referensi diperlukan alat bantu recommender system. Pengembangan recommender system sebagian besar dilakukan dengan menggunakan pendekatan berbasis collaborative filtering. Sistem berbasis collaborative filtering akan bekerja dengan cara mempelajari kebiasaan para pencari informasi dan membangun profil pencari informasi, kemudian memberikan rekomendasi. Pendekatan collaborative filtering klasik diterapkan pada kasus pemilihan item yang hanya memiliki satu kriteria. Sementara itu, banyak kasus yang tidak bisa dimodelkan dengan satu kriteria. Oleh karena itu konsep collaborative filtering perlu dikembangkan untuk pemilihan item yang memiliki banyak kriteria agar rekomendasi yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan relevan dengan kebutuhan pengguna.
Implementasi Pengembangan Smart Helpdesk di UPT TIK UNS Menggunakan Algoritma Naive Bayes Classifier Suryono, Wachid Daga; Saptono, Ristu; Wiranto, Wiranto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil dari pengembangan helpdesk online yang digagas di UPT TIK UNS. Sistem helpdesk itu sendiri adalah sistem yang menangani hubungan antara customer dan juga penyedia layanan. Helpdesk tersebut berbasis web yang lebih mudah diakses oleh para civitas akademika yang akan memberikan keluhannya kepada UPT. TIK UNS. Keluhan tersebut diinputkan ke dalam sistem smart helpdesk yang kemudian akan diolah oleh sistem sehingga bisa langsung tersalur kepada bidang-bidang yang akan menanganinya tanpa harus melewati operator. Peran operator akan digantikan oleh sistem untuk masalah mengklasifikasikan keluhan berdasarkan algoritma naive bayes classifier yang juga sudah dibuktikan pada penelitian sebelumnya. Pada awalnya sistem helpdesk menggunakan operator sebagai post pengalihan keluhan. Operator berperan sebagai penyalur antara civitas akademika yang telah memberikan keluhannya yang kemudian dikirimkan ke masing-masing group bidang yang menanganinya. Pengembangan smart helpdesk online merupakan pengembangan sistem agar peran manusia atau operator dalam meminimalisir kesalahan klasifikasi yang dilakukan. Selain itu, peran operator sebagai perantara atau penyalur tiket tersebut bisa ditiadakan dengan adanya smart helpdesk tersebut.