0.729
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SOSIOLOGI
Andi Windah
Lampung University
Articles
4
Documents
FRAMING THE DIGITAL DIVIDE

JURNAL SOSIOLOGI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : JURNAL SOSIOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan teknologi informasi komunikasi (TIK), seperti internet, menjadi pembahasan diskusi hangat di pelbagai belahan dunia. Salah satunya yakni bagaimana keberadaan TIK telah mengubah masyarakat dunia secara fundamental, mengingat keberadaan teknologi modern dapat menghubungkan beragam relasi di seluruh dunia secara virtual, bebas dari ruang dan waktu. Akan tetapi, ditengah hiruk-pikuknya perkembangan teknologi komunikasi yang mendunia, masih ada daerah terpencil yang memiliki keterbatasan dalam akses teknologi. Keterbatasan inilah yang pada akhirnya menimbulkan suatu gejala sosial yang disebut dengan kesenjangan digital (digital divide). Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi dokumentasi. Selanjutnya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan praktis dengan mengambil contoh kasus Association of Progressive Communication (APC), sebuah lembaga dunia yang berkecimpung dalam memerangi kesenjangan digital di dunia sebagai kerangka dalam menerapkan pembahasan secara deskriptif. Hasil dari penelusuran ditemukan bahwa digital divide muncul sebagai akibat dari kurangnya akses kepada TIK. Faktor yang mempengaruhi yakni tidak hanya karena ketiadaan sarana dan fasilitas, akan tetapi juga karena minimnya pengetahuan dan kurangnya motivasi dalam menggunakan TIK. Disisi lain, program-program yang diterapkan APC untuk memerangi digital divide terkadang mengalami kesuksesan dan kegagalan. Di Indonesia pun, keberadaan TIK masih menjadi persoalan utama di daerah terpencil mengingat keberadaan perangkat keras dan piranti lunak telekomunikasi yang belum memadai.  Kata kunci: teknologi informasi komnikasi, kesenjangan digital

NEW SOCIAL MEDIA AND PUBLIC RELATIONS: REVIEW OF THE MEDIUM THEORY

JURNAL SOSIOLOGI Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : JURNAL SOSIOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat. Integrasi ini membawa berbagai perubahan kepada kedua belah pihak mengingat interaksi yang terjalin di antara keduanya. Salah satu perubahan yang mendasar adalah bagaimana media telah membawa sudut pandang baru bagi masyarakat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Bila dikaji dari sejarah, kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sedari media itu ditemukan untuk pertama kalinya. Gagasan bahwa media adalah sebuah lingkungan yang mampu mendorong inovasi bahkan revolusi sebagaimana yang dicetuskan oleh para ahli teori medium. Artikel ini menilik lebih jauh mengenai keberadaan teori medium dengan menggunakan metode studi literatur dan contoh aplikasinya yakni melalui keberadaan media sosial dan implikasi penggunaan media sosial dalam praktek kehumasan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan praktis dengan menekankan pada pembahasan deskriptif. Dari hasil pembahasan, ditemukan bahwa teori medium berakar pada konsep keberadaan media sebagai sebuah lingkungan yang mampu membawa pengaruh dan perubahan kepada kehidupan manusia. Misalnya aktivitas dalam media sosial semakin mempengaruhi kehidupan di luar media sosial, dengan contoh kasus pemilihan Presiden Barack Obama pada tahun 2008.Kehadiran media sosial juga memciptakan banyak peluang baru bagi praktek di dunia kehumasan, misalnya munculnya profesi kehumasan yang khusus mengelola image perusahaan melalui dunia maya. Kata kunci: media sosial, kehumasan

PUBLIC RELATION PRACTICES IN THE WEB 3.0

JURNAL SOSIOLOGI Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL SOSIOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Masyarakat (Humas) adalah sebuah praktik komunikasi yang berdimensi luas dan memiliki banyak rupa salah satunya sebagai seni berkomunikasi.  Pada satu sisi, humas dianggap sebagai seni dalam membangun hubungan yang secara unik diposisikan untuk menjembatani komunikasi yang efektif antara pihak organisasi atau perusahaan dengan para publiknya. Di sisi lain, praktik ini mengharuskan para pelakunya mengikuti aturan etika yang berlaku, diantaranya adalah peraturan perusahaan atau organisasi. Salah satu kondisi yang menyebabkan para praktisi Humas untuk kembali mengikuti arus adalah perkembangan teknologi. Web 3.0 jelas memberikan peluang dan tantangan bagi dunia kehumasan. Peluang utama yang ditawarkan oleh web 3.0 adalah semakin “menipisnya” jarak antara perusahaan dan para publiknya. Misalnya saja melalui media social, pihak perusahaan akan semakin mudah untuk berinteraksi dengan publiknya. Kemudian, keberadaan web 3.0 memmpermudah para paktisi untuk mengumpulkan  data mengenai public sesuai dengan yang ditargetkan. Selanjutnya, dengan data tersebut para praktisi humas mampu merancang kegiatan komunikasi yang kajian publik sesuai dengan targetnya. Sebaliknya, web 3.0 juga menghadirkan tantangan yang tidak sederhana bagi praktisi humas yakni penguasaan teknik aplikasi web 3.0 dan isu mengenai kerahasiaan data dan reputasi. Web 3.0 dengan segala keterbukaan infomasi menyebabkan para praktisi harus berhati-hati dalam menggunakan data perusahaan atau publiknya dengan tetap memperhatikan tata etika informasi.

Obyektivitas Surat Kabar Regional Pada Pemberitaan Cagub dan Cawagub Pilkada Lampung 2014

JURNAL SOSIOLOGI Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL SOSIOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the objectivity of daily newspapers (SKH) on the news about Governor and Vice Governor Candidate in Lampung Province General Elections on 2014. Newspaper as a form of mass media used to interpret and reassemble the complex facts of reality into a meaningful story which can be understood by audiences. One of the main events that have been constructed in advance is a political event. Political coverage has dimensions of public opinion formation (public opinion) because it could affect the political achievement of political actors. The formation of public opinion in Lampung Provincial General Election also takes place during the campaign before the vote (1-7 November 2014). The news was reported by Lampung Post Daily Newspaper, Tribun Lampung Daily Newspaper and Radar Lampung Daily Newspaper. This study uses a quantitative approach with content analysis method (content analysis). As a result, the Tribune Lampung Daily Newspaper has higher values in reporting the news’ factuality and impartiality principles. This difference is attributed to the editorial policy of the media and also the object influencingfactor such as the object’s strategic position and financial strength.Keywords: Objectivity, daily newspapers, election, content analysis