Articles

IMPLEMENTASI BALANCE SCORECARD PADA PERUSAHAAN JASA PERHOTELAN : STUDI KASUS PADA PT. HOTEL X DI SEMARANG Winarsih, Winarsih
Jurnal Akuntansi Indonesia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Faculty of Economics, Department of Accounting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jai.3.2.161-167

Abstract

Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategis yang mengukur kinerja perusahaan melalui empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan konsep BSC yang diimplementasikan pada perusahaan jasa yang bergerak di bidang pariwisata, yaitu perhotelan. Data yang digunakan dalam pnelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer, pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan sampel sebanyak 53 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan Balanced Scorecard maka pihak manajemen mendapatkan hasil yang komprehensif. Hal ini dapat dilihat bahwa perusahaan selain dapat mengelola pendapatan dan biayayang dikeluarkan secara optimal, kepuasan pelanggan, pengembangan produk, serta kepuasan karyawan atas kinerja perusahaan dapat terpenuhi dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan yang diukur melalui empat perspektif dalam balanced scorecard sudah tergolong baik dan kinerja perusahaan mencapaitingkat yang memuaskan.
Plant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas) in Bukit Tua Well, Gresik Putri, Pradnya A.; Hajar, Shinta S.; Wibawa, Gede; Winarsih, Winarsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.04 KB)

Abstract

Gas alam atau yang sering disebut sebagai gas bumiadalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiridari metana (CH). Gas alam cair (Liquefied Natural Gas) adalahgas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor danhidrokarbon berat kemudian gas alam dikondensasi menjadicairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar 160oPlant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas) inBukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri, Shinta S. Hajar, Gede Wibawa dan WinarsihJurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 4C dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan karenavolume gas sebelum dan sesudah dicairkan adalah 600:1. Saat inigas alam diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) danLiquefied Petroleum Gas (LPG), sedangkan sisa pencairan gasalam yang berupa condensate juga memiliki nilai ekonomis yangtinggi karena sifatnya yang mirip minyak mentah (crude oil)dengan kualitas yang terbaik. Gas alam tidak berwarna, tidakberbau, tidak korosif, tidak beracun, dan ramah lingkungan. Gasalam juga digunakan sebagai pembangkit listrik PLTG danPLTU. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia pada tahun 2010Indonesia mengalami defisit sebesar 18,57 MTPA (Million TonPer Annum). Pabrik Cluster LNG direncanakan dibangun padatahun 2015 dengan target siap beroperasi pada tahun 2018.Pabrik ini berlokasi di Gresik dengan bahan baku yang diperolehdari sumur Lapangan Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur dengancadangan gas alam sebesar 52359,62 MMSCFD. Kapasitaspabrik ini adalah 20 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhikebutuhan konsumen skala kecil hingga menengah atas sepertihalnya pembangkit listrik untuk daerah Bali, Lombok dan JawaTimur. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Dehydration, unitAcid Gas Removal, unit Refrigeration dan unit Liquefaction.Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 60MUSD, IRR sebesar 39,67%, POT selama 2,38 tahun, BEPsebesar 18% dan NPV 10 tahun sebesar 63,904 MUSD.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Limbah Sisa Makanan dengan Penambahan Berbagai Bahan Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Wasilah, Qurrotul Aini; Winarsih, Winarsih; Bashri, Ahmad
LenteraBio Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kandungan hara N, P, K dan rasio C/N dalam pembuatan pupuk organik cair bahan baku limbah sisa makanan dengan penambahan berbagai bahan organik, pengaruhnya dan konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair pada setiap media dengan 5 perlakuan yaitu: P0 (0,1 gram urea/L air/polybag); P1 (2,6 mL/L air/polybag); P2 (5,2 mL/L air/polybag); P3 (7,8 mL/L air/polybag); dan P4 (10,4 mL/L air/polybag). Pengulangan sebanyak 5 kali, sehingga keseluruhan terdapat 25 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa basah tanaman sawi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan hara N, P, dan K pada pupuk organik cair termasuk dalam kriteria sangat tinggi masing masing sebesar N = 1,918%; P = 0,642%; dan K = 1,593%. Sedangkan unsur hara rasio C/N sebesar 13 termasuk dalam kriteria sedang. Konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa basah tanaman sawi. Perlakuan P4 dengan konsentrasi 10,4 mL/L air/polybag merupakan perlakuan yang paling optimal pada penelitian ini untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi.
Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Pupuk Cair untuk Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Alternanthera ficoides) NURUL LATIFAH, RIRIS Nurul; Winarsih, Winarsih; Rahayu, Yuni Sri
LenteraBio Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Kualitas Perairan Estuari Porong Sidoarjo Jawa Timur Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Makrozoobentos EKA MEKAR SARI, AYU Eka Mekar; Purnomo, Tarzan; Winarsih, Winarsih
LenteraBio Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG) dari Low Rank Coal Permatasari, Asti; Al Nafi, Muhammad Faris; Wibawa, Gede; Winarsih, Winarsih
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.693 KB)

Abstract

Substitute Natural Gas (SNG) merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4) melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable) serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006) menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas rendah dan sedang yang sangat banyak, yaitu masing-masing sebesar 2.426,00 juta ton dan 186,00 juta ton. Maka dari itu, pabrik SNG dari low rank coal ini akan didirikan di Kecamatan Ilir Timur, Sumatera Selatan. Rencananya pabrik ini akan didirikan pada tahun 2016 dan siap beroperasi pada tahun 2018. Diperkirakan konsumsi gas alam pada tahun 2018 sebesar 906.599,3 MMSCF sehingga pendirian pabrik yang baru diharapkan dapat menggantikan kebutuhan gas alam sebesar 4% di Indonesia, yaitu sebanyak 36.295,502 MMSCF per tahun atau sebesar 109.986 MMSCFD. Proses pembuatan SNG dari low rank coal terdiri dari empat proses utama, yaitu coal preparation, gasifikasi, gas cleaning, dan metanasi. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat Investasi 823.947.924 USD, IRR sebesar 13,12%, POT selama 5 tahun, dan BEP sebesar 68,55%.
Pra Desain Pabrik Dimethyl Ether (DME) dari Gas Alam Yudiputri, Ajeng Puspitasari; Setiawati, Eviana Dewi; Wibawa, Gede; Winarsih, Winarsih
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.886 KB)

Abstract

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), total konsumsi LPG 2008 mencapai 1,85 juta ton dan 600.000 ton di antaranya untuk program konversi. Pada 2009 kebutuhan LPG akan meningkat menjadi 3,67 juta ton dan 2 juta ton di antaranya untuk program konversi sampai akhir tahun. Namun, sumber pasokan LPG dari dalam negeri diperkirakan tidak akan beranjak dari angka 1,8 juta ton per tahun dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, Indonesia harus menutup kebutuhan dengan mengimpor LPG dalam jumlah cukup besar. Maka dari itu dibutuhkan bahan bakar gas lain yang mampu mengatasi permasalahan yang ditimbulkan tersebut. Dimethyl Ether (DME) merupakan senyawa ether yang paling sederhana dengan rumus kimia CH3OCH3. Produksi DME dapat dihasilkan melalui sintesis gas alam. DME berbentuk gas yang tidak berwarna pada suhu ambien, zat kimia yang stabil, dengan titik didih -25,1oC. Tekanan uap DME sekitar 0,6 Mpa pada 25oC dan dapat dicairkan seperti halnya LPG. Viskositas DME 0,12-0,15 kg/ms, setara dengan viskositas propana dan butane (konstituen utama LPG), sehingga infrastruktur untuk LPG dapat juga digunakan untuk DME. Berdasarkan data Departemen ESDM pada Januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Square Cubic Feet (TSCF). Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47,35 TSCF sisanya masih belum terbukti. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa senyawa DME merupakan senyawa yang sesuai untuk bahan substitusi LPG. Dan ditinjau dari analisa ekonomi, didapatkan besar Investasi : $ 636,447,074.69 ; Internal Rate of Return : 20.51%; POT: 4.13 tahun; BEP : 37.36 %; dan NPV 10 year : $ 518,848,692. Dari ketiga parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa ketiganya tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga pabrik DME dari Gas Alam ini layak untuk didirikan.
KETEPAT WAKTUAN PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KANDUNGAN KUALITAS INFORMASI LABA AKUNTANSI DI PASAR MODAL Winarsih, Winarsih
PRESTASI Vol 6, No 01 (2010): Juni PRESTASI
Publisher : PRESTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.745 KB)

Abstract

Informasi keuangan menjadi berkualitas atau kredibel dan bermanfaat apabila memiliki sifat relevan dan reliable. Dikatakan relevan, apabila informasi keuangan tersebut memiliki sifat bernilai prediktif, bernilai umpan balik dan tepat waktu. Sedangkan reliabilitas atau keandalan apabila dapat diujikan, penyajian secara jujur dan bersifat netral. Kualitas informasi dapat meningkat bagi investor apabila tingkat asimetri informasi rendah, dimana investor dapat mengamati setiap kebijakan manajemen maupun informasi internal perusahaan. Pada teori signaling berperan dalam mengungkapkan peran ketepatwaktuan sebagai signal yang dapat menunjukkan kandungan kualitas informasi laba akuntansi. Ketepatwaktuan dalam proksi kecepatan manajemen melakukan publikasi laporan keuangan tahunan setelah pengauditan akan berpengaruh positif terhadap nilai return abnormal kumulatif yang sekaligus mencerminkan semakin tinggi kandungan kualitas informasi laba akuntansi.Keyword : Publikasi Laporan Keuangan, Kualitas Informasi, Laba, Pasar Modal
PENGARUH TENAGA KERJA, TEKNOLOGI, DAN MODAL DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DI INDUSTRI PENGOLAHAN GARAM KABUPATEN PATI Winarsih, Winarsih
Jurnal Pendidikan Insan Mandiri Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Insan Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to investigate whether there is an effect of manpower, technology, and capital on the salt production improvement at salt processing industry of Pati regency.             This research used the descriptive quantitative research method. The population of the research 58 persons in Pati regency. The samples  consisted of 40 entrepreneurs. The data used were primary data, whick were collected through questionnaire. They  study uses   multiple regression analys.            The results of the research the t test shows that the significance value is 0.005, meaning that the variables of manpower, technology, and capital partially have a significant effect on the salt production. The F test shows the significance value of 0.000 is smaller than that of the significance value of t test = 0.005, indicating that the variables of manpower, technology, and capital have a significant effect on the salt production. The value of R2 is 0.645 meaning that 64.5% of the salt production variations can be verified by the independent variables (manpower, technology, and capital), and the rest 35.4% are verified by other variables outside the regression model.            Based on the results of the research it can be concluded  that manpower, technology, and capital have a simultaneously significant effect on the salt production improvement at salt processing industry of Pati regency. In order to improve salt production  it is suggested that the producers of salt should pay attention to the iodized salt quality in accordance with the SNI standards; and be manpower guidance and training as well as appropriate technology use at the salt industries shall be conducted.   Keywords: Manpower, technology, capital and salt production
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Winarsih, Winarsih
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 29, No 01 (2017): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 15 Purworejo Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan, dari April 2016 sampai Maret 2017. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa yang terlibat dan aktif mengikuti pembelajaran matematika di kelas dengan pendekatan saintifik. Metode yang digunakan adalah metodekualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Indikator berpikir kritis yang digunakan adalahmenggunakan fakta-fakta secara tepat dan jujur, mengorganisasi pikiran dan mengungkapkannya dengan jelas, logis atau masuk akal, membedakan antara kesimpulan yang didasarkan pada logika yang valid dengan logika yang tidak valid, mengidentifikasi kecukupan data, dan menyangkal suatu argumen yang tidak relevan dan menyampaikan argumen yang relevan. Dari penelitian ini, kemampuan berpikir kritis siswa untuk indikator mengidentifikasi kecukupan data dapat dipenuhi semua subjek dan terdapat subjek yang memenuhi indikator maksimal. Berdasarkan tingkat berpikir kritis (TBK), maka subjek berada pada TBK 0, TBK 1, dan TBK 3. Siswa pada TBK 3 mampu memenuhi kelima indikator berpikir kritis, kemampuan memberikan alasan dan mengkomunikasikan jawabannya dengan baik dan lancar. Dua subjek dengan TBK 1 mampu memenuhi 2 dan 3 indikator, mampu memberikan alasan dan mengkomunikasikan pada beberapa indikator cukup baik. Sedangkan siswa dengan TBK 0 mampu memenuhi satu indikator berpikir kritis untuk keempat soal, kemampuannya untuk memberikan alasan pada jawaban masih kurang tepat dan kemampuannya untuk mengkomunikasikan pada semua indikator masih sangat kurang.   Kata kunci: berpikir kritis