Igun Winarno
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemantauan Tekanan Intra Kranial

Jurnal Anestesiologi Indonesia Vol 1, No 2 (2009): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Treatment of patients with increased intra-cranial pressure in the pressure began with monitor with invasive and non invasive way before the management of surgical and non surgical. It was instrumental in the field of management of anesthesia for intra -cranial pressure lowering to keeping the airway, keeping the emotional stability of patients with sedation drugs and anelgetik, the use of drugs and inhalation agents that do not affect intra-cranial pressure and cope with the effects that arise later. Keywords : - ABSTRAK Penanganan penderita dengan peningkatan tekanan intra kranial di mulai dengan memonitor tekanannya sendiri baik dengan cara invasive maupun non invasive, kemudian dengan pengelolaan secara bedah dan non bedah. Pengelolaan dibidang anestesi sangat berperan untuk menurunkan tekanan intra kranial yaitu dimulai dengan menjaga jalan nafas, menjaga kestabilan emosi penderita dengan obat-obat sedasi dan anelgetik, penggunaan obat -obatan dan agent inhalasi yang tidak mempengaruhi tekanan intra kranial serta mengatasi efek yang timbul kemudian.

Pengelolaan Trauma Susunan Saraf Pusat

Jurnal Anestesiologi Indonesia Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CNS trauma is a major health problem as the cause of death and disability worldwide. The severity of the injury is crucial primary outcome, whereas secondary injury caused by physiological factors hypotension, hypoxemia, hiperkarbi, hyperglycemia, hypoglycemia, and other develop further will cause further brain damage and aggravate CNS trauma. Appropriate perioperative anesthetic management and began preoperative period, especially when the patient is in the emergency, determine the outcome of the patient.Keywords : -ABSTRAKTrauma SSP merupakan masalah kesehatan yang utama sebagai penyebab kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Tingkat keparahan cedera primer sangat menentukan hasil, sedangkan cedera sekunder yang disebabkan faktor fisiologi hipotensi, hipoksemia, hiperkarbi, hiperglikemi, hipoglikemia, dan lainnya yang berkembang selanjutnya akan menyebabkan kerusakan otak lanjutan dan memperburuk trauma SSP. Manajemen anestesi perioperatif yang tepat dan dimulai sejak periode preoperatif, terutama saat pasien berada di Unit Gawat Darurat, sangat menentukan keluaran dari pasien.Kata kunci : -

Jarum Spinal dan Pengaruh Yang Mungkin Terjadi

Jurnal Anestesiologi Indonesia Vol 1, No 3 (2009): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technical success rate of spinal anesthesia is determined by manyfactors, including : drug dose, volume, position the patient and the complications that may arise. The effects can be associated with pharmacological drugs, the physiology of the body, and technical equipment used, especially the spinal needle. Side effects include spinal anesthesia, hypotension, bradycardia, hematome, where puncture wounds, bleeding, infection, trauma to the spinal cord and the incidence of headache after spinal anesthesia. Development of the spinal needle started long ago to the present, it is due to the spread of drugs that might happen, ease of deployment medicine, tissue tearing Subarachnoid, the release of CSF and the incidence of post dural headeche punctu m (PDPH). Along with the development progress of spinal needle type, has been much corrected all deficiencies to give the spinal anesthesia technique better.Keywords : -ABSTRAKTingkat keberhasilan teknik spinal anestesi ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya : dosis obat, volume, posisi pasien serta komplikasi yang mungkin ditimbulkan. Efek yang ditimbulkan bisa berkaitan dengan farmakologis obat, fisiologi tubuh, teknis dan peralatan yang digunakan, terutama jarum spinal. Efek samping spinal anestesi diantaranya, hipotensi, bradikardi, hematome, luka tempat tusukan, perdarahan, infeksi, trauma medula spinalis dan kejadian nyeri kepala pasca anestesi spinal. Perkembangan penggunaan jarum spinal dimulai sejak lama sampai sekarang, hal ini berkaitan dengan penyebaran obat yang dimungkinkan terjadi, kemudahan penyebaran obat, robeknya jaringan subarakhnoid, keluarnya LCS dan kejadian post dural punctum headeche (PDPH). Seiring perkembangan kemajuan jenis jarum spinal, telah banyak dikoreksi segala kekurangan untuk memberikan hasil teknik spinal anestesi yang lebih baik.Kata kunci : -

PENGARUH PEMBERIAN LOADING 500 CC HIDROXYLETHYL STARCH 130/0,4 (6%) TERHADAP PRODUKSI URIN PADA ANESTESI SPINAL PASIEN SECTIO CAESARIA

MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anestesi spinal pada bedah sesar menyebabkan penurunan tekanan darah dan sirkulasi uteroplasenta. Hipotensi sendiri akan menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR), sehingga produksi urin menjadi rendah. Pada pemberian cairan kristaloid belum cukup efektif untuk mencegah penurunan tekanan darah. Loading 500 cc HES 130/0,4 diharapkan lebih efektif karena memiliki efek intravaskular yang lebih lama.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh loading 500 cc HES 130/0,4 terhadap produksi urin pada anestesi spinal pasien section caesaria.Metode:  Penelitian observational dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 27 rekam medis pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel merupakan pasien yang diberi loading 500 cc Hidroxylethyl strach 130/0,4 (6%) sebelum anestesi spinal pada pasien section caesaria.Produksi urin dicatat pada menit ke 15, 30, 60 dan 120. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis dan IBS dr. Kariadi Semarang.Hasil: Nilai rerata volume produksi urine mengalami penurunan yang bermakna dari menit ke-15 sebesar 35,93 ml dengan menit ke-30 (21,11 ml), menit ke-60 (11,48 ml), dan menit ke-120 (29,11).Kesimpulan : Terdapat penurunan bermakna pada volume produksi urine sebelum dan sesudah pemberian HES 130/0,4 (6%), tetapi masih dalam batas normal.

PENGARUH PEMBERIAN LOADING 500 CC HIDROXYLETHYL STARCH 130/0,4 (6%) TERHADAP TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI PADA PASIEN DRNGAN ANESTESI SPINAL PADA SECTIO CESAREA

MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Metode sectio cesarea dengan anestesi spinal dapat menyebabkan perubahan hemodinamik seperti tekanan darah dan denyut nadi.  Sehingga diberi terapi cairan koloid karena lebih bertahan lama di dalam cairan intravaskular dan membantu menstabilkan kondisi hemodinamik pasien.Tujuan : Menganalisis pengaruh pemberian loading 500 CC Hydroxylethyl Starch(HES) 130/0,4(6%) terhadap tekanan darah dan denyut nadi anestesi spinal pasien sectio cesarea.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 27 pasien. Tekanan darah dan denyut nadi dimonitor saat menit ke-0 dan menit ke-30 sesudah diberikan HES. Analisis hasil dengan uji beda wilcoxon untuk membandingkan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah diberikan HES.Hasil : Dari 27 sampel yang digunakan didapatkan perbedaan bermakna pada sistole, diastol,dan denyut nadi. Terdapat perbedaan bermakna (p=0,002) rerata sistole sebelum perlakuan (121,85 ± 15,25) dan sesudah perlakuan (113,93 ± 9,156). Terdapat perbedaan bermakna (p=0,000) rerata diastole sebelum perlakuan (67,04 ± 15,61) dan sesudah perlakuan (54,44 ± 8,021). Terdapat perbedaan bermakna (p=0,000) rerata denyut nadi sebelum perlakuan (85,41 ± 10,95) dan sesudah perlakuan (93,19 ± 11,70).Kesimpulan : Terdapat penurunan tekanan darah dan peningkatan frekuensi denyut nadi bermakna antara sebelum dan 30 menit sesudah diberikan loading 500 ccHES130/0,4 (6%) pada pasien anestesi spinal pasien sectio cesarea.

PENGARUH PERBEDAAN PEMBERIAN LOADING 500 CC HES 130 DAN HES 200 TERHADAP TEKANAN DARAH PADA ANESTESI SPINAL PASIEN SECTIO CAESARIA

MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Hipotensi adalah komplikasi yang biasanya paling sering terjadi pada penggunaan anestesi spinal pasien sectio caesaria. Pemberian koloid merupakan pencegahan hipotensi akibat anestesi spinal yang paling banyak direkomendasikan. Hal ini dikarenakan koloid memiliki reaksi anafilaktoid paling kecil dan merupakan jenis koloid yang paling sering digunakan.Tujuan : Membandingkan efek pemberian HES 130 dengan HES 200 terhadap tekanan darah pasien anestesi spinal pada operasi sectio caesaria.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cros sectional. Sampel diperoleh dari data sekunder 54 pasien dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I merupakan kelompok yang mendapatkan HES 130. Kelompok II merupakan kelompok yang mendapatkan HES 200. Tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan MAP dihitung pada menit sebelum pemberian HES, kemudian dilanjutkan pada menit ke 15, 30, 45, 60, 75, 90, dan 120. Uji statistik menggunakan Paired t-test atau Wilcoxon test dan Independent t-test atau Mann Whitney test. Analisis data menggunakan program analisis statistik untuk komputer.Hasil : Uji Paired t-test dan Wilcoxon test pada pre dan post 60 menit, memperlihatkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan pada kelompok HES 200. Sedangkan uji Independent t-test dan Mann Whitney test memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada penurunan tekanan darah sistolik, diastolik, maupun MAP antara kelompok HES 130 dengan HES 200.Kesimpulan    Pemberian HES 130 pada pasien yang sedang dilakukan sectio caesaria dapat lebih menurunkan risiko hipotensi dari anestesi spinal, dibandingkan dengan pemberian HES 200.Kata Kunci:   Sectio caesaria, anestesi spinal, HES, hemodinamik

PENGARUH PEMBERIAN LOADING 500 CC HIDROXYLETHYL STARCH 130/0,4 (6%) TERHADAP PRODUKSI URIN PADA ANESTESI SPINAL PASIEN SECTIO CAESARIA

JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 4, No 2 (2015): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Spinal anesthesia in caesar surgery lead to reduction of blood pressure and uroplacenta circulation. Hypotension alone will decrease Glomerulus Filtration Rate (GFR), causing low urine production. Administration of crystalloid fluid is not too effective to prevent lowering of blood pressure. Loading 500 cc HES 130/0.4 are expected to be more effective because it has longer intravascular effect.Objective. This research aims to prove the effect of loading 500 cc HES 130/0.4 towards the urine output of caesarean patients with spinal anesthesia.Method. This research is observational, using cross sectional as it’s base of design. Samples collected from 27 medical record that fulfill the inclusion and exlusion criteria. Samples are pateints who receive loading of 500 cc Hydroxylethyl starch 130/0.4 (6%) before spinal anesthesia in caesarean patients. Urine output is noted in 15,30,60 and 120 minutes. Research is done in medical record installations and IBS dr. Kariadi Semarang.Result. Mean volume of urine output have a significant decrease between 15 minutes with 35,93 ml to 30 minutes (21,11 ml), 60 minutes (11,48 ml), and 120 minutes (29,11).Conclusion. A significant decrease in volume of urine output before and after administration of HES 130/0.4 (6%) is noted, but still within normal limits.