Retno Winarni
Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Jember 68121

Published : 32 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya

ASIMILASI PERKAWINAN ETNIS CINA DENGAN PRIBUMI DI JAWA: FOKUS STUDI DI JEMBER SITUBONDO DAN TULUNGAGUNG Winarni, Retno
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang asimilasi perkawinan antara orang-orang Cina dengan orang pribumi. Pertanyaan yang dijawab dalam kajian ini adalah: mengapa pada masa lalu banyak orang–orang Cina pendatang yang menikah dengan pribumi, kapan asimilasi perkawinan mengalami penurunan, dan faktor-faktor apa yang menyebabkannya, bagaimana kondisi sekarang, dan apa dampak asimilasi perkawinan terhadap budaya dan tradisi mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa asimilasi perkawinan terjadi sejak orang-orang Cina perantau memutuskan untuk tinggal dalam waktu lama di Indonesia, tetapi pada akhir abad ke-18 awal abad ke-19, asimilasi perkawinan cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan sudah semakin banyaknya perempuan-perempuan asli Cina yang pergi ke Indonesia (Jawa), sehingga banyak Cina peranakan yang kawin dengan perempuan Cina asli, tetapi bukan berarti asimilasi itu hilang sama sekali. Asimilasi perkawinan ini mulai banyak terjadi sejak era ORBA, anjuran pemerintah untuk asimilasi berpengaruh terhadap asimilasi perkawinan. Dampak dari asimilasi perkawinan ini adalah pembauran tradisi dan budaya karena bersatunya dua etnis dalam satu keluarga.____________________________________________________________This article discusses marital assimilation between Chinese and indigenous people. The research questions are: why many Chinese newcomers got married with the indigenous people in the past, when marital assimilation decreased and its factors, how the recent condition is, and what the impacts of marital assimilation towards their culture are. The result of research shows that marital assimilation happened since the Chinese people decided to stay longer in Indonesia. However at the end of 18th century, the marital assimilation decreased. It was triggered by many Chinese women who arrived in Java. Therefore many peranakans Chinese got married with the indigenous Chinese women. Yet it did not mean assimiliation was no longer in existence. The marital assimilation was executed again in the era of New Order. The wisdom of government affected the marital assimilation. The impact of the assimilation is the mixing of culture and tradition because of the unity of two ethnicities in one family.