Retno Winarni
Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Jember 68121

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

INDUSTRIALISASI DI KABUPATEN PASURUAN TAHUN 1992-2007 Agustini, Tita; Winarni, Retno
Publika Budaya Vol 2, No 1 (2014): Maret
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.318 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses industrialisasi di Kabupaten Pasuruan, utamanya Pasuruan Industrial EstateRembang (PIER). Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini adalah sejarah berdirinya kawasan industri PIER,bagaimana kondisi kawasan PIER dari tahun 1992-2007 dan dampak adanya industri PIER terhadap masyarakatdan Pemda. Data yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah data-data hasil studi pustaka berupa buku,laporan, terbitan khusus, survey lapangan, dan wawancara. Adapun hasil dari analisis data adalah kenyataanbahwa keberadaan kawasan industri PIER berdampak positif baik terhadap masyarakat sekitar kawasan PIERkhususnya maupun masyarakat Pasuruan pada umumnya serta terhadap Pemerintah daerah setempat. Dampakterhadap masyarakat adalah munculnya pusat-pusat ekonomi baru, terserapnya tenaga kerja dan perkembangankota. Sementara dampak bagi Pemerintah daerah adalah peningkatan PAD, baik dari sektor pajak maupun sektoryang lain.Kata Kunci: industrialisasi, perubahan, PIER
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN ETNIS TIONGHOA DI BIDANG POLITIK, SOSIAL BUDAYA,DAN EKONOMI DI KABUPATEN JEMBER DARI ZAMAN ORDE LAMA SAMPAI ZAMAN REFORMASI PADA TAHUN 1998-2012 Hudayah, Nur; Winarni, Retno
Publika Budaya Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.314 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan apa saja yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa, mendeskripsikan reaksi etnis Tionghoa di Jember terhadap kebijakan pemerintah tersebut, serta menelusuri dampak yang terjadi akibat berlakunya kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa khususnya di Jember. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa surat kabar, berbagai literatur buku, internet maupun sumber lain yaitu berupa wawancara. Teknis analisis data menggunakan teknis analisis historis, yaitu analisa yang mengutakamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian melalui empat tahap yaitu : heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan yang keluar sejak zaman Reformasi memberi kebebasan bagi etnis Tionghoa dalam berbagai bidang, tepatnya saat semua kebijakan yang melarang berbagai aktivitas kehidupan orang Tionghoa dicabut oleh pemerintahan semasa Gus Dur. Respons etnis Tionghoa di Jember cukup antusias untuk menerima semua perubahan tersebut, dan dari perubahan tersebut terjadi proses asimilasi budaya antara orang Tionghoa dengan masyarakat lokal di Jember. Dampak dari berbagai peraturan tersebut ternyata mengubah orientasi atau pandangan etnis Tionghoa. Dapat dikatakan orang Tionghoa di Jember telah beradaptasi dengan budaya lokal yang lebih bersifat ke- Indonesiaan. Kata kunci: Kebijakan pemerintah, etnis Tionghoa, Jember
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR Kurniawati, Herni; Winarni, Retno; Hidayah, Noer
Kumara Cendekia Vol 3, No 4 (2015): Desember, 2015, H.300-374
Publisher : Kumara Cendekia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.771 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar padaanak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bulurejo Juwiring, Klaten tahun ajaran 2013/2014 dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Penelitiandilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklusterdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian iniadalah anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bulurejo Juwiring, Klaten yang terdiridari 30 anak. Sumber data berasal dari guru, kepala sekolah dan anak. Teknik pengumpulandata dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu,reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching andLearning dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak kelompok B TK AisyiyahBustanul Athfal Bulurejo Juwiring, KlatenKata kunci: keterampilan motorik kasar, model pembelajaran Contextual Teaching andLearning
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO PEMBACAAN CERPEN BERMUATAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA UNTUK KOMPETENSI MENELAAH KARYA SASTRA BAGI PEMELAJAR BIPA Alfayanti, Lerry; Suwandi, Sarwiji; Winarni, Retno
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.088 KB)

Abstract

Pembelajaran bahasa merupakan sebuah proses untuk menguasai sebuah bahasa. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran bahasa dipengaruhi oleh dua unsur penting di dalamnya, yakni pengajar dan pemelajar. Begitu pula dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang mengharuskan pemelajarnya menguasai keterampilan bahasa maupun sastra. Khususnya bagi pemelajar BIPA tingkat mahir. Proses pembelajaran akan dikatakan berhasil apabila kompetensi yang diajarkan oleh guru atau pengajar dapat dikuasai pemelajar dengan baik. Perlu adanya persiapan yang harus dilakukan oleh pengajar sebelum menyampaikan kompetensi kepada pemelajar. Apalagi bagi pemelajar BIPA, karya sastra pasti cukup asing bagi mereka meskipun tidak sedikit yang sudah mengenal tentang karya sastra di negaranya masing-masing. Untuk itu pengajar BIPA sebaiknya menggunakan berbagai trik inovatif pembelajaran yakni salah satunya dengan menerapkan media pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan diajarkan kepada pemelajar BIPA. Menelaah karya sastra cerpen sangat pas apabila diajarkan dengan menggunakan media audio visual berupa video. Media video adalah media yang menampilkan gambar, gerak, maupun suara sehingga akan lebih menarik bagi pemelajar BIPA untuk menontonnya, serta dengan memilih video pembacaan cerpen yang bermuatan budaya nasional Indonesia sekaligus memperkenalkan keragaman kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia kepada pemelajar BIPA. Kata kunci :  media audio visual, video pembacaan cerpen, BIPA
PENGENALAN BUDAYA INDONESIA MELALUI NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA A. FUADI UNTUK PEMBELAJAR BIPA Khoirina, Izzatu; Suyitno, Suyitno; Winarni, Retno
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.646 KB)

Abstract

mengenai ragam budaya Indonesia dalam novel Ranah 3 Warna karya A. Fuadi yang dapat dikenalkan kepada pembelajar BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang besifat deskriptif. Langkah kerja yang dilakukan adalah melakukan studi pustaka terkait buku-buku sumber dan penelitian-penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini. Langkah selanjutnya, membaca, menganalisis, dan menandai bagian-bagian novel yang menunjukkan unsur-unsur budaya Indonesia dan melakukan analisis dari berbagai sumber. Langkah kerja terakhir adalah menulis hasil penelitian. Penelitian ini menghasilkan suatu konsep mengenai ragam unsur budaya Indonesia yang ada dalam novel Ranah 3 Warna karya A. Fuadi, yangmana ragam unsur budaya dalam novel tersebut dapat digunakan oleh pengajar BIPA sebagai media sekaligus upaya pengenalan macam-macam budaya Indonesia secara tidak langsung. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi pengajar BIPA dalam mengajar dan media belajar pembelajar BIPA. Selain itu dapat pula digunakan sebagai referensi peneliti lain yang hendak mengangkat penelitian dengan tema yang sama. Kata kunci: pembelajar BIPA, novel Ranah 3 Warna, pengenalan budaya Indonesia
BIPA (BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING) SEBAGAI UPAYA INTERNASIONALISASI UNIVERSITAS DI INDONESIA Ningrum, Rifqia Kartika; J. Waluyo, Herman; Winarni, Retno
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.068 KB)

Abstract

Keeksistensian bahasa Indonesia di kancah internasional sudah tidak dapat diragukan lagi. Terdapat beberapa universitas di wilayah Asia dan daratan Eropa mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh. Upaya untuk membawa bahasa Indonesia di kancah Internasional salah satunya yaitu melalui pengajaran BIPA. Penggunaan bahasa Indonesia dalam pendidikan di Indonesia telah diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009, khususnya pasal 29 ayat (1). Hal tersebut berlaku pula pada program pengajaran BIPA di Indonesia. Oleh karena itu mahasiswa asing yang belajar atau menuntut ilmu bahkan bekerja di Indonesia, harus mampu menguasai penggunaan bahasa Indonesia tersebut. salah satu cara agar mahasiswa asing tersebut dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya yaitu melalui program BIPA. Sebelumnya BIPA memang dijadikan salah satu ajang untuk internasionalisasi bahasa Indonesia. Jadi, selain dapat membawa bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, program BIPA juga dapat dimanfaatkan dalam upaya internasionalisasi universitas-universitas di Indonesia pada era globalisasi ini. Bertambahnya pelajar BIPA dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan bahasa Indonesia bagi pelajar asing lain agar tertarik untuk mempelajarinya.Kata Kunci: BIPA, internasionalisasi, globalisasi, universitas
DEVELOPING THE STUDENTS’ RESPONBILITY THROUGH NUMBERED HEAD TOGETHER MODEL IN SOCIAL SCIENCE LEARNING AT ELEMENTARY SCHOOL Widyaningtyas, Harini; Winarni, Retno; Murwaningsih, Tri
International Journal of Indonesian Education and Teaching (IJIET) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.245 KB)

Abstract

This study is aimed at developing the application of responsibility through the implementation of Numbered Head Together model in the social science learning process. The type of this research was descriptive analysis using qualitative approach. The subjects of the study were the third-grade students and teachers of social science learning in Sukoharjo Sub-district. Data collection techniques in this study were documentation studies, observation, and interviews. The findings of the research were analyzed using interactive analysis of Miles and Huberman model and presented through descriptive narrative text. The results of the research show that: 1) the learning result of the third-grade students in social science subject is not maximal yet, 2) the students are not aware of the social science learning objectives for their future, 3) the teachers remain applying the conventional model, 4) the teacher has not implemented the social science learning process involving the students responsibility. The characteristics of Numbered Head Together learning model are suitable to be applied in learning social science because it makes the students serious in learning, develop thinking skills, and improve social relationships among students that can be used as a means to develop the studenta’ responsibilities in the social studies learning process. DOI: https://doi.org/10.24071/ijiet.2018.020202
Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal pada Teks Eksposisi Siswa Kelas 10 Sekolah Menengah Atas Dwinuryati, Yustina; Andayani, Andayani; Winarni, Retno
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.67 KB)

Abstract

This study aims to describe the use of grammatical and lexical cohesion markers, the variation of the grammatical and lexical cohesion markers use, and the misuse of cohesion markers on the exposition of the students. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data sources came from a collection of students expository text, with purposive sampling as data analysis technique. The results of this study indicates that: (1) the most used grammatical cohesion marker by class X IPS 2 students is the reference form with the highest appearance of 42 data, while the lexical cohesion marker most used is form repetition with the highest appearance of 13 data; (2) the use of the grammatical and lexical cohesion marker in writing the exposition has been shown to be varied, although the use is still uneven; (3) the most common misuse of grammatical cohesion marker in the student exposition is the use of the conjunction with the percentage of 73.08%.
THE MEANING AND TEACHING OF “BUDI PEKERTI” IN THE POETRY OF KEKEAN BY F. AZIZ MANNA: SEMIOTIC STUDIES OF RIFFATERRE Setiawan, Kodrat Eko Putro; Andayani, Andayani; Winarni, Retno
HUMANUS Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.616 KB)

Abstract

Poetry can be used as a medium internalization precept of “budi pekerti” (manner). The theory of semiotic Riffaterre can be used in understand the meaning and precepts of “budi pekerti” mind contained in poetry Kekean work F. Aziz Manna. Research methodology this is descriptive qualitative. The result of this research suggests that indirectness expression by replacing meaning in the form of metaphors and similes and the deflection the meaning of ambiguity. Reading a heuristic useful to clarify the meaning of language. Reading hermeneutic in poetry Kekean remembrance people is in this world for permits god, therefore attitude “tawaduk” should be owned by each individual. Matrix poetry Kekean is an attitude “tawaduk” that should be owned by each individual.  The model in Kekean poetry is “hanya kepala dan torso. tubuhku bulat. togog. Lenganku buntung”, “Aku pun tumbuh bagai barang aduan”. The varians in the Kekean poem is “Leherku terlilit tali panjang; berjuang dalam gerak melingkar; Aku pun tumbuh bagai barang aduan”. The teaching of “budi pekerti” that are contained in the poetry Kekean among others: believe in the existence of God; have a sense of self-worth; developing work ethos and learning; have a sense of responsibility; and able to control themselves.Keyword: Kekean poetry, budi pekerti, semiotik Riffaterre MAKNA DAN AJARAN BUDI PEKERTI DALAM PUISI KEKEAN KARYA F. AZIZ MANNA: KAJIAN SEMIOTIK RIFFATERREAbstrakPuisi dapat digunakan sebagai media internalisasi ajaran budi pekerti. Teori Semiotik Riffaterre dapat digunakan dalam memahami makna dan ajaran budi pekerti yang terkandung dalam puisi Kekean karya F. Aziz Manna. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ketidaklangsungan ekspresi berupa penggantian arti dalam bentuk metafora dan simile dan penyimpangan arti berupa ambiguitas. Pembacaan heuristik berguna untuk memperjelas arti secara kebahasaan. Pembacaan hermeneutik dalam puisi Kekean mengandung makna manusia ada di dunia ini atas izin Allah, oleh sebab itu sikap tawaduk harus dimiliki oleh setiap individu. Matriks puisi Kekean adalah sikap tawadhu yang harus dimiliki oleh setiap individu. Model dalam puisi Kekean adalah “hanya kepala dan torso. tubuhku bulat. togog. Lenganku buntung”, “Aku pun tumbuh bagai barang aduan”. Varian dalam puisi Kekean adalah  “Leherku terlilit tali panjang; berjuang dalam gerak melingkar; Aku pun tumbuh bagai barang aduan”. Ajaran budi pekerti yang terkandung dalam puisi Kekean antara lain: meyakini adanya Tuhan; memiliki rasa menghargai diri sendiri; mengembangkan etos kerja dan belajar; memiliki rasa tanggungjawab; dan mampu mengendalikan diri.Kata kunci: puisi Kekean, budi pekerti, semiotik Riffaterre
CHARACTER EDUCATIONAL VALUE OF KALAMATA NOVEL BY NI MADE PURNAMA SARI AND ITS RELEVANCE FOR TEACHING LITERATURE IN HIGH SCHOOL Khoirina, Izzatu; Suyitno, Suyitno; Winarni, Retno
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.174 KB)

Abstract

AbstractThe study states the research question on character educational value of Kalamata novel by Ni Made Purnama Sari and its relevance by learning literature in high school. The research objective is to describe and analyze the character educational value of Kalamata novel by Ni Made Purnama Sari and its relevancy by learning literature in high school. The used research method is descriptive qualitative. This study investigates 12 character educational values of Kalamata novel that consist of (1) social care, (2) religious, (3) creative, (4) environmental awareness, (5) friendly or communicative, (6) curiosity, (7) honest, (8) nationalism, (9) work hard, (10) tolerance, (11) achievement appreciation, and (12) nationality spirit. Those found character educational values is relevant with learning literature based on Indonesian teachers’ interview and 2013 Curriculum syllabus.Key words/phrases: character educational value, Kalamata novel, literature learning, literature learning relevancy NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL KALAMATA KARYA NI MADE PURNAMA SARI DAN RELEVANSINYA UNTUK PEMBELAJARAN SASTRA DI SMAAbstrakPenelitian ini memuat rumusan masalah mengenai nilai pendidikan karakter novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis nilai pendidikan karakter novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menemukan 12 nilai pendidikan karakter pada novel Kalamata yang  meliputi (1) peduli sosial, (2) religius, (3) kreatif, (4) peduli lingkungan, (5) bersahabat/komunikatif, (6) rasa ingin tahu, (7) jujur, (8) cinta tanah air, (9) kerja keras, (10) toleransi, (11) menghargai prestasi, dan (12) semangat kebangsaan. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan sejumlah 12 butir tersebut relevan dengan pembelajaran sastra berdasarkan wawancara dua guru bahasa Indonesia dan silabus Kurikulum 2013.Kata Kunci/frase:  nilai pendidikan karakter, novel Kalamata, pembelajaran sastra, relevansi pembelajaran sastra