Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MEMBEKALI FOUNDATIONAL KNOWLEDGE DAN MENINGKATKAN SCIENTIFIC LITERACY Tesi Muskania, Ricka; Wilujeng, Insih
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.309 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i1.8830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan perangkat pembelajaran IPA berbasis project-based learning, (2) pengaruh penerapan perangkat pembelajaran IPA berbasis project-based learning terhadap keterbekalan digital/ICT literacy, (3) pengaruh penerapan perangkat pembelajaran IPA berbasis project-based learning terhadap scientific literacy peserta didik SMP. Penelitianinimerupakanpenelitiandanpengembangandenganmenggunakan model Borg & Galldengan prosedur yangmeliputi (1) studipendahuluan, (2) desainproduk, (3) validasi, (4) ujicobadanrevisiprodukhinggamenghasilkanprodukakhir. Hasilpenelitianiniadalahkelayakanperangkatpembelajaran IPA berbasisproject-based learningyang dihasilkan memperoleh kriteriabaik sekali.Keterbekalanfoundational knowledge khusus digital/ICT literacysebesar 98,29%. Kriteriabaiksekalidiperolehuntukpeningkatanscientific literacy pesertadidik SMP setelahmengikutipembelajaranmenggunakanperangkatpembelajaran IPA berbasisproject-based learningdengangain scoresebesar 15,37. Hasilujiindependent-sample t testmenunjukkanbahwaperangkatpembelajaranberbasisproject-based learningmemberikanpengaruhsignifikanterhadapscientific literacypesertadidik SMP.?Kata kunci: perangkat pembelajaran IPA, project-based learning, digital/ICT literacy, scientific literacy?AbstractThis study aims to: (1) the result feasibility of the project-based science teaching kit, (2) the implementation effect of project-based science teaching kit on the digital/ICT literacy provision, and (3) the implementation effect of project-based science teaching kit on the improvement of scientific literacy of junior high school students.This was a research and development (R&D) study employing the development model of Borg & Gall with a procedure consisted of: (1) preliminary study, (2) product design, (3) validation, (4) tryout and revision to final product study.The result of the study is a project-based science teaching kit the feasibility product criteria being ?very good?. The provision of foundational knowledge special digital/ICT literacy as is much as 98.29%. The improvement of scientific literacy is in the ?very good? category after they attend teaching activities implementing the project-based science teaching kit with the gain score of 15.37. The result of independent-sample t test shows that the developed project-based science teaching kit gives a significant effect to the increase of the scientific literacy of junior high school students.?Keywords: science teaching kit, project-based learning, digital/ICT literacy, scientific literacy
PENGARUH IMPLEMENTASI THE 4-E LEARNING CYCLE TERHADAP PENGETAHUAN, KETERAMPILAN PROSES DASAR, DAN SIKAP ILMIAH IPA SISWA SDK KEREROBBO Sole, Ferdinandus Bele; Wilujeng, Insih
Jurnal Prima Edukasia Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.815 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model 4-E learning cycle terhadap: (1) pe-ngetahuan IPA siswa SD, (2) keterampilan proses dasar IPA siswa SD, dan (3) sikap ilmiah IPA siswa SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah selu-ruh siswa kelas V SDK Kererobbo, Kecamatan Kota Tambolaka semester II tahun ajaran 2012/ 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh untuk dijadikan sebagai kelas eksperi-men dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen dilaksanakan pembelajaran IPA dengan menggunakan model 4-E Learning Cycle, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran ekspositori. Instrumen yang digunakan adalah (1) tes terintegrasi untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan proses dasar IPA dan (2) skala sikap untuk mengukur sikap ilmiah. Analisis data menggunakan (1) statistik deskriptif untuk mendeskripsikan data pengetahuan, keterampilan proses dasar dan sikap ilmi-ah; dan (2) statistik inferensial dengan menggunakan independent sampel t-test untuk menguji hipote-sis penelitian pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerap-an model 4-E learning cycle berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan IPA siswa di SDK Kererobbo dengan nilai sig 0,044; (2) penerapan model 4-E learning cycle berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan proses dasar IPA siswa di SDK Kererobbo dengan nilai sig 0,020; dan (3) penerapan model 4-E learning cycle berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap ilmiah siswa di SDK Kererobbo dengan nilai sig 0,000. Kata Kunci: the 4-E Learning Cycle, pembelajaran ekspositori, pengetahuan sains, keterampilan proses dasar, sikap ilmiah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN INSTRUMEN PENILAIAN IPA TEMA INDAHNYA NEGERIKU PENYEMPURNAAN BUKU GURU DAN SISWA KURIKULUM 2013 Purnomo, Heru; Wilujeng, Insih
Jurnal Prima Edukasia Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.589 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dan instrumen penilaian IPA tema “Indahnya Negeriku” buku guru dan buku siswa kelas 4 Kurikulum 2013 yang layak dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. terdiri atas sembilan tahap, yaitu: (1) studi pendahuluan ,(2) perencanaan,(3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi untuk menyusun produk utama, (6) uji coba lapangan,(7) revisi untuk menyempurnakan produk hasil uji coba lapangan,(8) uji pelaksanaan lapangan, dan (9) revisi produk final. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kelayakan penilaian ahli materi belajar IPA dengan kriteria Sangat Baik, uji coba terbatas dengan kriteria Sangat Baik dan uji coba pelaksanaan lapangan dengan kriteria Sangat Baik, hasil penilaian ahli Instrumen Penilaian IPA dengan kriteria Baik, uji coba terbatas dengan kriteria Sangat Baik dan uji coba pelaksanaan lapangan dengan kriteria Sangat Baik. (2) Efektifitas produk pengembangan perhitungan gain score mengetahui aspek pengetahuan (knowledge) diperoleh indeks gain sebesar 0,80 dengan kategori Tinggi, sedangkan aspek sikap (atittude) dan keterampilan (skill) dengan observasi menunjukan hasil yang positif.Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, Instrumen Penilaian IPA, Kurikulum 2013. DEVELOPMENT OF LEARNING MATERIAL AND SCIENCE ASSESSMENT OF INSTRUMENTS ON THE THEME MY BEAUTIFUL COUNTRY THE FINALIZATION OF TEACHER BOOK AND STUDENT CURRICULUM 2013AbstractThis study aims to produce learning material and Science assessment of instruments on the theme “My beautiful country” for the Finalization of Teacher Book and Student Book Grade 4 of Curriculum 2013 which is suitable and effeetive. This was a research and development (R & D) study consisting of nine stages, namely: (1) preliminary studies, (2) planning, (3) early product develop-ment, (4) early trials, (5) revision to draft the main product, (6) field tryout (7) revisions to enhance the results of field trials of products, (8) field impelementation testing and (9) revision of the final product.The results show (1) It is shown on the assessment of the feasibility study materials science experts which obtained an average value of 4.44 with the criteria Very Good, limited trial gained an average value of 4.53 with the criteria Very Good and piloted the field obtained average values 4.80 with criteria Very Good, whereas the results of expert assessment of Science assessment of instruments obtained an average value of 3.92 with the criteria Good, limited trial gained an average value of 4.33 with the criteria Very Good and piloted the field with an average value 5 with the criteria Very Good. (2) The effectiveness of the product development is shown in the calculation of the gain score to know the aspects of knowledge that obtained an index gain of 0.80 with High category, while aspects of attitude and skills with observation show positive results.Keywords: development, learning material, science assessment of instruments, Curriculum 2013
PENGEMBANGAN SUBJECT SPESIFIC PEDAGOGY TEMATIK UNTUK MENANAMKAN KEDISIPLINAN DAN KEPEDULIAN SISWA SD KELAS II Anderiani, Dewi; Wilujeng, Insih
Jurnal Prima Edukasia Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Subject Spesific Pedagogy (SSP) tematik yang layak; dan menguji keefektifan SSP tematik untuk menanamkan kedisiplinan dan kepedulian pada siswa sekolah dasar kelas II. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Depelopment (R&D) dengan mengacu pada model Borg & Gall yang terdiri dari 10 tahap. Dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap ke 9 yaitu studi pendahuluan, perencanaan, mengembangkan produk awal, uji coba awal, revisi produk utama, uji coba lapangan, revisi terhadap produk operasional, uji coba lapangan produk operasional, dan revisi produk final. Subjek ujicoba adalah siswa kelas II SDN Glagah Yogyakarta. Subjek uji coba satu-satu terdiri atas 3 orang dari kelas II.B, uji coba kelompok kecil terdiri atas 10 siswa dari kelas II.B  yang belum terlibat dalam uji coba satu-satu dan uji coba lapangan terdiri atas 56 siswa dari kelas II.A dan II.C. Instrumen pengumpulan data terdiri dari pedoman wawancara, lembar penilaian produk, penilaian SSP oleh guru, lembar pengamatan karakter siswa, angket karakter disiplin, angket karakter peduli dan lembar penilaian. Hasil penelitian ini berupa SSP yang meliputi: silabus, RPP, LKS dan lembar penilaian. Hasil penilaian SSP berupa silabus, RPP, LKS dan lembar penilaian yang dikembangkan berkategori baik. Hasil uji coba produk dinyatakan bahwa rata-rata hasil belajar afektif untuk karakter disiplin adalah 91,11 dan peduli adalah 91,82. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa SSP yang dikembangkan layak dan efektif untuk menanamkan kedisiplinan dan kepedulian siswa sekolah dasar kelas II. _________________________________________________________________________________________________________________________________________ DEVELOPING THEMATIC SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY TO INCULCATE THE DISCIPLINE AND CARE AT THE SECOND GRADE STUDENT OF ELEMENTARY SCHOOLABSTRACT This study aims to produce thematic Specific Pedagogy Subject (SSP) which is suitable, and to assess the validity of thematic SSP to inculcate the characters of Grade II students of the elementary school, especially those of discipline and care. This was a Research and Development (R & D) based on Borg & Gall model consist of ten stages. In this research were nine stages only, namely: (1) preliminary study and data collection, (2) planning, (3) product draft development, (4) preliminary field tryout, (5) revision of the tryout result, (6) field tryout, (7) product finalization based the field tryout result, (8) field implementation testing, and (9) final product finalization. The tryout subjects were Grade II students of SDN Glagah Yogyakarta. The one-to-one tryout subjects consisted of three students from Grade II B, the small-group tryout subjects consisted of ten students from Grade II B who were not involved in the one-to-one tryout and the field tryout subjects consisted of 56 students from Grade II A and Grade II C. The instruments of collecting data consisted of the guide of interview, scoring paper on product, the assessment of SSP by teachers, observation paper of students’ characters, questionnaire of discipline, questionnaire of care and scoring paper. The result of the study is in the form of SSP consisting of a syllabus, lesson plans, student worksheets, and assessment instruments. The results of the evaluation show that the developed syllabus, lesson plans, student worksheets, developed assessment instruments are good. The results of tryout product it can be concluded the students’ average affective learning outcomes of discipline and care are 91.11 and 91.82 respectively. Therefore, it can be concluded that the developed SSP is in the good category and effective to inculcate the discipline and care at the second grade students of elementary school. Keywords: development, SSP, thematic, characters
PENGEMBANGAN SSP FISIKA BERBASIS PENDEKATAN CTL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR Noor, Faiq Makhdum; Wilujeng, Insih
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 1, No 1: April 2015
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.124 KB)

Abstract

This research aims to develop a learning device as Subject-Specific Pedagogy (SSP) of physics, and to improve science process skills and learning motivation of the students. This research used the 4D model. The subjects of this research were the XI grade students of Muhammadiyah High School 2 Yogyakarta. The data collecting instruments were expert validation sheets, science process skill observation sheets, questionnaire of students’ response to the student books and worksheets, question-naire of students’ response to teaching process, students’ motivation learning sheets, and science process skill paper test. The research data were collected through observation, questionnaire, and paper test, and analyzed quantitatively. The results show as follows. (1) The development of physics SSP is carried out in accordance with the procedures of 4D model product development. (2) The results of expert’s validation show the physics SSP is in the very good criteria. (3) The readability of the student books and worksheets is in the good criteria. (4) The increasing of the score of science process skills and students’ learning motivation in the experimental class is higher than that in the control class. This shows that the physics SSP is fit for use in physics teaching.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPREHENSIF DAN HOLISTIK SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INTEGRATED SCIENCE Wilujeng, Insih
COPE Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : COPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6709.569 KB)

Abstract

Sains hendaknya diposisikan untuk mendidik siswa agar mampu berpikir komprehensif dan holistik tentang keterkaitan antar konsep yang satu dan konsep yang lain yang berkait dengan fenomena Berbekal kemampuan berpikir yang komprehensIf dan holistik tersebut memberikan kesadaran pada siswa tentang arti pentingnya memahami berbagai alam. fenomena alam beserta keterkaitannya satu dengan yang lain, sehingga diharapkan akan mampu memecahkon permasalahan secara kontektual yang berkait dengan fenomena kebendaan maupun kejadian-kejadian di alam. Guna meningkatkan kemampuan berpikir yang komprehensif dan holistik bagi siswa tersebut, maka hendaknya dilakukan pembelajaran integrated sains dengan pengintegrasian produk dan proses sains. Setting sajian materi pembelajaran dapat diawali dengan kegiatan dan informasiyang bersifat apersepsi untuk menggugah minat dan hasrat untuk mau belajar sains, dilanjutkan kegiatan informasi inti,dan kemudian ditutup berbagai hal yang menantang siswa serta penutup berupa informasi pengembangan. Pengintegrasian dapat dilakukan dengan dua dasar, yaitu pengintegrasian berbasis obyek dan pengintegrasian berbasispersolan.Memadukan objek-objek alam untuk dipelajari, untuk diamati gejala/fenomena kebendaannya maupun kejadiannya di alam dalam salu saat bersamaan akan menyadarkan siswa bahwa tidak semua benda alam menunjukkan gejala/fenomena kebendaan dan kejadianyang sama. Pengintegrasian sains berbasis persoalan dapat dilakukan dengan mengembangkan topik atas pokok bahasan yang sifatnya tematik yang tidak mengesampingkan pesan kurikulum. Dengan kata lain melalui topik atau pokok bahasan yang tematik, dalam sekali pembelajaran guru dapat memilih beberapa kompetensi dasar atau beberapa unsur kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum Apabila kita mampu mengembangkan pembelajaran sains terintegrasi baikintegrasi berdasar obyek telaah maupun integrasi berdasar persoalan yang dikaji dari berbagai dimensi tema/persoalan sains,maka siswa SMP mampu mempelajari sains dengan benar, maka sains harus dikenalkan secara utuh, baik menyangkut obyek, persoalan, maupun tingkat organisasi dari benda-benda yang ada di dalam jagad raya. Selain itu guru mampu melakukan pembelajaran yang benar-benar tidak membelenggu siswa dan guru sendiri dalam pembelajaran (memerdekakan guru dan siswa), pembelajaran yang mampu mewujudkan proses perolehan konsep bagi siswa dalam belajar
PELATIHAN PENINGKATAN PENGGUNAAN KOMPUTER UNTUK PEMBELAJARAN ANAK TERHADAP GURU-GURU DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Jumadi, Jumadi; Subaryanto, Subaryanto; Suparwoto, Suparwoto; Sumarna, Sumarna; Wilujeng, Insih
INOTEK Vol 1, No 1 (1999): INOTEK Vol 1 Thn 1 1999
Publisher : LPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4369.273 KB)

Abstract

etiap SMU di Daerah Istimewa Yagyakarta,  baik SMlJ negeri maupun Swasta, telah memiliki komputer dalam jumlah..,...,:c;ukup memadai. Tetapi pemanfaatannya  masih terbatas untuk keperluan adrninistrasi, Mengingat kemampuan  yang dimiliki rmputer, maka pemanfaatannya   dapat dikembangkan  untuk pembelajaran  anak di dalam kelas. Berbagai kemampuan  komputer- -   a dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran anak jika para guru berkemampuan  dan terampil menggunakan komputer danz.embuat program serta benninat untuk mengembangkannya. Tujuan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk (I) melatih para guru agar dapat menggunakan dan- embuat program pembelajaran berbantuan komputer (CAl) yang sesuai dengan keperluannya, (2) menghasilkan program­_  gram pembelajaran berbantuan komputer untuk beberapa pokok bahasan dari satu bidang studi, (3) melatih para guru::JIUk dapat mengorganisir pelaksanaan pembelajaran berbantuan komputer di dalam kelas. Semuanya diharapkan dapat-eningkatkan  prestasi belajar para siswa. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan  sosialisasi Universitas Negeri Yogyakarta_:mg memiliki berbagai potensi untuk rnembantu para guru dalam menangani masalah pengajaran dan pendidikan pada.znurnnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 17 (tujuh belas) orang guru SMU DIY dan dilaksanakan dan3Ilggal 23 Oktober 1996 s.d. tanggaI 9 Nopember 1996 dan rata-rata dari pukul 08.00 s.d. pukul 15.00 di Laboratorium:- omputer Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta  dan di Sekolah masing-masing peserta. Selama cegiatan berlangsung semua peserta berpartisipasi  sangat aktif sehingga para peserta merasakan ada peningkatan baik cetrampilan, pengetahuan.  maupun  kemampuan  yang berkaitan  dengan penggunaan  kornputer, pembuatan  program_Jembelajaran  anak berbantuan komputer dan cara pengorganisasian pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Selain itu_. ga telah dihasilkan program pembelajaran untuk beberapa pokok bahasan dari satu bidang studi yang benar-benar dapat   diman fa atkan                                                                                   cepat.    Komputer     dengan    perangkat     lunak   dan pendukungnya    dapat  menambahkan,    memperbaiki,
EFEK PELATIHAN KEMAMPUAN PENYUSUNAN PERANGKAT PERCOBAAN SAINS UNTUK OPTIMALISASI CTL Istiyono, Edi; Wilujeng, Insih
INOTEK Vol 8, No 2 (2004): Agustus 2004
Publisher : LPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7323.302 KB)

Abstract

Activity   of  service   community   have  objects:   (1)  after  upgrading, partie Sainsnts  have   a skill to use of science  equipment  needed  of CTL,  (2) partie  Sainsnts   have     a  skill  to  use,  plan,  and  make  science   equipment needed  of CTL,  (3) partie  Sainsnts  have  a skill  to complete  the  equipment with work sheet,  (4) partie  Sainsnts  have   a skill to make science  equipment from second-hand  materialThe   activity    is   explaining,    information-discussion,     work   group,workshop  and experiment.   The activity  is carried  out classical  and group  for24  hour.  The  activity   is  explaining,   discussion,   topic  choosing   that  are continued  work group  and presentation.Based  on observation   can  be concluded:  (1) increase  of skill  to use of science  equipment   needed  of CTL,  (2) increase  of skill  to use,  plan,  and make  science   equipment    needed   of  CTL,  (3)  particSainsnts    have   made science  equipment   completed   with  work  sheet,  and  (4) particSainsnts   have had a skill to make  science  equipment  from second-hand  material.
PERWUJUDAN KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENGEMBANGKAN KNOWLEDGE, SKILL, DAN ATTITUDE PESERTA DIDIK SMA Suharyanto, -; Wilujeng, Insih; Mundilarto, -; Windiarti, Desinta; Pertiwi, Rusdina Ratna; Yulianti, Tri
JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun II
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.619 KB)

Abstract

Pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis Problem Based Learning (PBL), Scientific Inquiry, dan Scientific Approach sebagai perwujudan Kurikulum 2013 menekankan pada penilaian knowledge, skill, dan attitude peserta didik. Pengembangan dilakukan untuk mendapatkan kelayakan perangkat pembelajaran fisika berbasis PBL, Scientific Inquiry, dan Scientific Approach untuk meningkatkan knowledge, skill, dan attitude; mengetahui peningkatan penguasaan konsep, ketercapaian keterampilan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan keterampilan proses sains; serta mengetahui ketercapaian sikap kerja sama, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab peserta didik setelah menggunakan perangkat. Penelitian menggunakan model 4D, yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu RPP, LKPD, lembar observasi keterampilan dan sikap, serta soal evaluasi pengetahuan dan keterampilan (pretest dan posttest) serta angket. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis PBL, Scientific Inquiry, dan Scientific Approach yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika, terjadi peningkatan ketercapaian penguasaan konsep, keterampilan (memecahkan masalah, berpikir kritis, dan keterampilan proses sains) serta sikap (kerja sama, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab) dari ketiga pendekatan dengan kategori “sedang” dilihat dari standar gain pada rentang 0,65-0,69.Kata kunci: perangkat pembelajaran, PBL, scientific inquiry, scientific approach, penguasaan konsep, memecahkan masalah, berpikir kritis, science process skills, kerja sama, rasa ingin tahu, tanggung jawab
THE EFFECT OF SCIENCE LEARNING BASED ON AN INTEGRATED SCIENTIFIC APPROACH TO LOCAL POTENTIAL ON THE SCIENCE PROCESS SKILL OF THE STUDENT Cahyaningtyas, Riza Nur; Wilujeng, Insih; Suryadarma, I Gusti Putu
Unnes Science Education Journal Vol 6 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v6i2.15857

Abstract

The present study aimed to analysis the aftermath of science learning based on an integrated scientific approach to local potential, onion agriculture, towards the science process skill of 7th grade of junior high school students. The study was a quasi-experimental research with non-equivalent control group design. The object of this experiment was all classes in the 7th grade of Wedarijaksa 2 junior high school. Cluster random sampling was used to gather the sample, as the result, two over seven classes were randomly chosen. Data that be used in the research were the result of science process skill test. Data were analyzed using One-way Anova. The result shows that there is a significant impact of science learning based on scientific approach to local potential, in this case is onion agriculture, towards process science skill of the students.