Deddy Kurniawan Wikanta
Jurusan Teknik Kimia PSD III, Fakultas Teknik, UNDIP, Jl.Prof.Sudharto,S.H Tembalang, Semarang 50275

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

REKAYASA BIOKONVERSI LIMBAH CAIR INDUSTRI PANGAN MENJADI PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN MENGGUNAKAN LUMPUR AKTIF Wikanta, Deddy Kurniawan; Yulianto, Mohamad Endy; Arifan, Fahmi
METANA Volume 5 Nomor 2 Desember 2007
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5269.839 KB)

Abstract

Abstract Plastics waste has a negative effect on our environment. one effort to solve a  problem exerted in plastic waste is by making a degradable plastic material. Polihidroksialkanoat (PHA) is one of biodegradable plastic material which is include in the polyester group. PHA can be completely degraded and has  similar properties. with conventional plastic. The usage of liquid food industry waste is a good alternative for the production of PHA, since liquid waste of food industry comprise of organics substance such as C, H, O, N and  S. The production of Polihidroksialkanoat (PHA) from liquid waste of flour industry, wasconducted in a of sequencing batch reactor (SBR).The objectives  of this research are to study the effect of batch time in one cycle of sequencing batch reactor(SBR), to compare between short and ordinary cycle in SBR system to PHA accumulation and kind of PHA, to study optimum condition of producing PHA. The first experimen was done In time of less than 12 hours by using filling time  variable and ratio of duration of Aerob and anaerob process. The constand conditions were ambient temperature and neutral pH (at the begining). The results shows that at running with time ratio of aerob:anaerob was 6:3 hours and a  same duration of  feeding, the highest average PHA content was got at the run when filling step is in six hours anaerob with aerob breaking time. The feeding duration  also influence the PHA formation. the short feeding duration yielded the highest average PHA content. An average PHA 0.1838 g/gsel was yielded at two hours feeding duration   Key Words :biodegradable:plastic:waste    
PEMODELAN TERMODINAMIKA STEAM REFORMER UNTUK PRODUKSI GAS H2 MENGGUNAKAN GAS ALTERNATIF HASIL PEMBAKARAN COKES Wikanta, Deddy Kurniawan
METANA Vol 6, No 02 (2009): Volume 06, Nomor 2, Desember Tahun 2009
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.606 KB)

Abstract

Abstract Most of H2 gas industry produce its product from natural gas by reforming. Availability of natural gas stay no longer. One of alternative substitute gas is flue gas from cokes. The problem is how to model thermodynamically the reformer so that it operates as same in order compare with using natural gas. For this reason it needs to be simulated thermodynamic model to know the process tendency to succeed. This research is done in 2 step, namely : thermodynamic modelling and simulation. The result give recommendation that flue gas from cokes can be used as gas substitute to feed reformer. Keywords : reformer; thermodynamic
PENGEMBANGAN PROSES THERMOKIMIA UNTUK PENINGKATAN KONVERSI ASAM LEMAK MELALUI INTERFACIAL ACTIVATION LIPASE BUAH SEGAR KELAPA SAWIT DENGAN TUNING UP MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Wikanta, Deddy Kurniawan; Y, Mohamad Endy; Erlangga, Erlangga; A, Hermawan Dwi
METANA Vol 8, No 01 (2012): Juli
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.064 KB)

Abstract

Nowadays, Indonesia fulfill the demand of fatty acid by importing it, through Indonesia is one of major producer of Crude Palm Oil (CPO), one of vegetable oil beside Palm Kernel Oil (PKO) and Coconut Oil (CNO) that can be used as the raw material for the production of fatty acid. In order to increase the added value of palm oil and to fulfill the country demand of fatty acid, it is necessary, finding a new fatty acid production process which is more efficient and more economial. Because palm oil has a lipase enzyme that can hydrolyze the triglyceride of palm oil, it is urge to study the technology of fatty acid production by utilize the lipase of palm oil. The thermal protonation of microwave toward the fatty acid chain in enzyme is the important matter, because enzyme will memorize the ionization condition from aquatic solution before the dehydration process (enzyme’s pH memory). Because of that, “the tuning” towards pH will fasten the hydrolysis rate. The parameters of the research were reaction temperature, pH, power, ratio of water-fruit, mechanical treatment and the milling of the palm oil as time function. Keywords : fatty acid, lipase enzyme, interfacial antivation, microwave
FORMULASI MIKROENKAPSUL OLEORESIN KAYUMANIS (Cinnamon burmanni) DAN CENGKEH (Caryophillus aromaticus Linn) Arifan, Fahmi; Wikanta, Deddy Kurniawan
METANA Vol 8, No 01 (2012): Juli
Publisher : METANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.403 KB)

Abstract

Product development spices such as cinnamon and cloves in the form of oleoresin microcapsules cinnamon and cloves that can be used as a natural preservative because of its potential as an antioxidant and antimicrobial as well as a flavoring agent (agent taste) in food products. In this research, formulation of microcapsules to obtain microcapsules pleoresin cloves and cinnamon. Optimal extraction results obtained at 50 ° C, pressure of 350 bar, the efficiency of clove and cinnamon bark amounted to 17.24% and 1.16% of khromatography Cinnamaldehye analysis of cinnamon was 96.7%, moderate levels of eugenol clove 72, 08%. Terstabil emulsion composition with a ratio of lecithin; gum arabic; malto dextrin and CMC (10; 90, 10, 10), emulsion terstabil microcapsules made ​​with two formulas, formula A with clove oleoresin composition is more dominant, and the composition of formula B with composition oleoresin microcapsules cinnamon bark is more dominant, the results for the microencapsulation formula A 8 (1:4) was 85.98% and B8 formula (4:1) 89.13%. Key word : oleoresin clove, cinnamon-microencapsulated
OPTIMASI PRODUKSI IKAN LEMURU (SARDINELLA LONGICEPS) TINGGI ASAM LEMAK OMEGA-3 DENGAN PROSES FERMENTASI OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT Arifan, Fahmi; Wikanta, Deddy Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fermentasi merupakan salah satu cara  pengawetan ikan yang cukup penting, dengan cara ini diperoleh produk-produk yang digemari oleh sebagian masyarakat  karena flavor dan aromanya yang khas. Pada proses fermentasi  ikan bergaram, yang berperan  sebagai faktor  pengawet bukan hanya garam tetapi juga asam-asam dan senyawa-senyawa lain  yang dihasilkan oleh mikroba yang melakukan fermentasi. Ikan lemuru mengandung asam lemak omega -3, yang merupakan asam lemak esensial, namun produk ikan lemuru mudah rusak, disebabkan oleh aktivitas mikrobiologis dan autolisis,. Proses  fermentasi dengan menggunakan kultur bakteri asam laktat (BAL) yang dikombinasikan dengan  3% NaCl dan Na asetat dapat mencegah kerusakan lemak pada ikan. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metoda Tiobarbituricacid (TBA), sampai umur simpan 48 jam harga TBA control (tanpa pengawetan) 4,56 mgr/100gr, untuk pengawetan dengan BAL saja 1,8 mgr/100gr, untuk  pengawetan dengan kombinasi BAL dengan 3%NaCl dan Na asetat  0,75 mgr/100gr. Standar ikan yang masih dapat dikonsumsi  nilai TBA :3-4 mgr/100gr. Indeks kesegaran ikan, diukur dengan kadar TMA standar sebesar  17,48-19,57 Untuk usia siman sampai 48 jam tingkat kesegaran ikan pada control (tanpa pengawetan) sudah tidak memenuhi standar, yaitu sebesar 18,8 % mgr N, sedangkan ikan yang difermentasi denganBAL sebesar 8,1 mgrN/100gr dan Kombinasi BAL,Na-asetat dan NaCl sebesar 7 mg N/100gr. Pada pengujian organoleptik yang meliputi tektur, kenampakan dan bau didapatkan hasil sebagai berikut :   sampai umur simpan 48 jam pada kontrol sudah mengalami kerusakan tekstur , tidak segar dan berbau, sedangkan pada fermentasi dengan BAL maupun kombinasi BAL NaCl dan Na asetat pada masa simpan 48 jam tektur, masih kenyal, kenampakan dan bau masih segar. Kata kunci : Fermentasi dengan Bakteri asam laktat – kualitas ikan yang dihasilkan
OPTIMALISASI LIMBAH SERBUK KAYU MENJADI BIOETANOL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN MENGGUNAKAN DISTILASI GELOMBANG MIKRO Wikanta, Deddy Kurniawan; Arifan, Fahmi; Azmi, Luthfiana; Widyaningsih, Oktisya Devi; Septriani, Remita; Gupita, Pinandita Rekyan; Nurjannah, Anis Siti
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil dari proses industri penggergajian kayu kebanyakan menyisakan limbah padat berupa serbuk gergaji dan serpihan kayu yang terbuang menumpuk di suatu lokasi tertentu yang dapat mengganggu kondisi lingkungan sekitar, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah padat hasil penggergajian kayu tersebut. Berdasarkan komposisi kimia kayu kandungan yang paling banyak adalah selulosa, dalam hal ini adalah selulosa yang dapat diolah menjadi etanol. Tahapan pembuatan bioetanol dari serbuk kayu yaitu delignifikasi, hidrolisa, distilasi dan dehidrasi. Distilasi bioetanol sendiri memanfaatkan pemanasan gelombang mikro. Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan mentransfer panas dari luar tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut. Pemanasannya juga dapat bersifat selektif artinya tergantung dari dielektrik properties bahan. Hal ini akan menghemat energi untuk pemanasan akan menghasilkan etanol dengan kadar kurang dari 95%. Setelah proses dehidrasikadar etanol menjadi 99,5%. Densitas etanol yang dihasilkan variabel 1,2 dan 3 yaitu 0,806; 0,801 dan 0,795 gr/ml dengan kadar etanol variabel 1,2 dan 3 yaitu 92,809%,94,96% dan 96,708%.Kata Kunci : bioetanol,gelombang mikro, serbuk gergaji
PEMANFAATAN GLISEROL DARI LIMBAH UNTUK MEMBUAT BIOPLASTIK Ratnani, Rita Dwi; Budihardjo, Mochamad Arif; Wikanta, Deddy Kurniawan; Yulianto, Mohammad Endi; Hartati, Indah
MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya guna mengatasi masalah sampah plastik adalah dengan membuat plastik yang dapat terdegradasi. Plastik yang dapat terdegradasi dapat dibuat dari limbah cair industri biodiesel, yakni gliserol, dengan bantuan mikroorganisme dalam lumpur aktif. Jenis plastik yang terbentuk dalam proses ini adalah Polihidroksialkanoat (PHA). PHA dapat terdegradasi sempurna dan memiliki sifat yang mirip dengan plastik konvensional. Tujuan penelitian ini adalah  merancang sequenching batch bioreactor sederhana dilanjutkan studi kinetika reaksi fermentasi dan pemodelan menggunakan komputasi proses. Penyusunan model dilakukan berdasarkan teori kinetika Monod dan Michaelis–Menten. Model yang dipostulasi, kemudian diturunkan untuk memperoleh persamaan yang selanjutnya  diuji dan divalidasi menggunakan data eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh berupa alat sequenching batch bioreactor sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang baik untuk proses perlakuan ekstraksi PHA adalah metanol, yaitu sebesar 0.3g/L. Hasil relatif baik diperoleh pada perendaman 2 jam dengan perolehan PHA sebesar 0,44 g/L. Model matematika Monod dan Michaeilis-Menten ditentukan dengan metode algoritma genetika yang disusun dalam bentuk persamaan diferensial simultan yang  diperoleh dari penurunan neraca massa dan substitusi persamaan kecepatan regenerasi/pertumbuhan sel (rg), kecepatan penurunan/kematian sel (rd) dan kecepatan konsumsi substrat untuk menjaga aktifitas sel (rsm) dan diselesaikan dengan metode Runge Kutta menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Konsentrasi PHA yang dihasilkan sebesar 0.3 g/L diketahui dapat menjadi penghambat pertumbuhan sel dan menurunkan kecepatan reaksi bahkan sampai menghentikan reaksi (Cp*). Hal tersebut dikenal sebagai pengaruh product-inhibition. Kecepatan regenerasi meningkat seiring dengan waktu dan mulai menurun setelah 9 jam. Kata kunci : bioplastik, polihidroksialkanoat, gliserol.
Kemampuan Asap Cair pada Pengawetan Ikan Bandeng Disertai Perendaman Prapengasapan dalam Larutan Mikrokapsul Oleoresin Daun Sirih Arifan, Fahmi; Wikanta, Deddy Kurniawan; Susanti, Margaretha Tuti
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.978 KB)

Abstract

On this research have observed liquid smoke’s ability to pursue microbe activity, antimicrobe and antioxidant compounds in betel oleoresin, give preservation effect by pursue microorganism’s growth on Chanos-chanos forsk. Fish Submerge process by liquid smoke with betel oleoresin submerge on pre-smoking, give optimum result value of TVB 8,62 mg N/100gr, reach on submerge by betel oleoresin 6% concentration, during 15 minutes, and submerge with liquid smoke 4% concentration during 10 minutes. Value of total microbe 6,06 x 10 3 CFU. Result above has contribution with censor examination of rather hard texture and much liked flavor.