Articles

Found 10 Documents
Search

From Instrument to Agent: the Metamorphosis of Media’s Role in Curbing Corruption in Indonesian Politics (Case Study on the Incident of Corruption By Kendal Regent Hendy Boedoro, Kendal Regency, Central Java Province 2005-2006) WIJAYANTO, WIJAYANTO
POLITIKA Vol 3, No 1 apr (2012)
Publisher : POLITIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rick Stapenhurst (2000) di Amerika Serikat dan dibeberapa negara Amerika Latin seperti: Equador, Venezuela dan Brazil menemukan bahwa mediamasa memainkan peranan penting dalam pemberantasan korupsi. Akan tetapi, pertanyaan patutdiajukan tentang apakah media masa memainkan peran sebagai agen ataukah sekedar instrumendalam pemberantasan korupsi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dalam konteks politik Indonesia,studi ini melihat insiden korupsi oleh Bupati Kendal Heny Beodoro sebagai studi kasus.Sebagai metode, studi ini melakukan triangulasi metode dengan mengkombinasikan analisisisi quantitaive terhadap 2 (dua) surat kabar yaitu Suara Merdeka dan Kompas dan wawancaramendalam terhadap para jurnalis, aktivis Civil Society Organization’s (CSO’s), aparat pemerintah danaparat penegak hukum.Berdasarkan studi kasus yang ada, penelitian ini menemukan bahwa media masa tidakhanya mampu berperan sebagai instrumen namun juga sebagai agen dalam pemberantasan korupsi.Pertama, media masa memainkan peran sebagai instrumen CSO’s dalam pemberantasan korupsipada awal gerakan anti korupsi. Kedua, media masa melakukan metamorfosis denganmentransformasikan dirinya dari instrumen menjadi agen di tengah perjalanan gerakan anti korupsiyang ada. Peran media masa ini kemudian secara meyakinkan menjadi faktor kunci bagikeberhasilan gerakan anti korupsi yang terjadi untuk mengirimkan Hendy Beodoro ke penjara.Akan tetapi, satu hal yang juga perlu dicatat di sini, peran media masa sebagai instrumen ternyatalebih dominan diperankan daripada peran sebagai agen. Hal ini disebabkan oleh konteks sosial politikmedia masa di Indonesia di mana pembatasan terhadap kebebasan media masih terus terjadi disetiap rezim pemerintahan di Indonesia.Kata kunci: media masa, metamorfosis, instrumen, agen, pemberantasan, korupsi.
NEW STATE, OLD SOCIETY: The Practice of Corruption in Indonesian Politics In Historical Comparative Perspective WIJAYANTO, WIJAYANTO
POLITIKA Vol 2, No 2 (2011): Politika, Jurnal Ilmu Politik
Publisher : POLITIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDengan menggunakan perspektiv perbandingan sejarah, dan mendasarkan pada kasuskorupsi di sektor perhutanan, artikel ini berargumen bahwa meskipun Indonesia telah berubah darinegara berstruktur otoriter menjadi negara yang berstruktur demokratis namun sikap (attitude) parapelaku (actors) dalam negara masih belum berubah. Mereka masih berlaku feodal sebagaimanahalnya pada saat negara ini masih berbentuk kerajaan ribuan tahun silam. Karakter feodal inilah yangkemudian memberi justifikasi bagi tetap langgengnya tradisi korupsi pada sepanjang sejarah bangsa.Lebih jauh, watak feodal dan korup ini sesungguhnya bisa dilacak akarnya pada nilai-nilai yangterdapat dalam budaya Jawa sebagaimana diuraikan oleh Bennedict Anderson.Kata kunci: sikap, pelaku, budaya jawa, korup
Pengembangan Buku Sekolah Elektronik (BSE) Dilengkapi Media Evaluasi Mandiri Siswa Berbasis Protable Document Format wijayanto, wijayanto; Menarianti, Ika; wibisono, arif
Jurnal Informatika Upgris Vol 2, No 2: Desember (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiu.v2i2.1110

Abstract

Abstrak – Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang sudah ada ditambahkan fitur Media Evaluasi Mandiri Berbasis Elektronik yang dapat dipakai di kelas pembelajaran dan dapat digunakan untuk belajar mandiri siswa. Penelitian ini merupakan model penelitian dan pengembangan (research and development). Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa BSE yang dilengkapi fitur media evaluasi belajar mandiri siswa. Tahap pengembangan media meliputi, (1) studi awal, (2) desain sistem, (3) membuat media, (4) melakukan tes secara modular, (5) validasi, (6) uji coba, (7) revisi produk, (8) field tes.Pengolahan data dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Sesuai hasil uji analisis statistik pada t-test for Equality of Means diperoleh nilai sig (2-tailed) pada nilai sesudah adalah < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai kondisi sesudah diterapkan buku sekolah elektronik (BSE)  lebih baik daripada sebelum diterapkannya.Diperoleh rata-rata hasil belajar (Mean) yang lebih baik antara kelas eksperimen sebesar 83,44 dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 79,33.Dari hasil tersebut diperoleh media pembelajaran buku sekolah elektronik (BSE) yang valid untuk belajar mandiri siswa. Kata Kunci: Buku Sekolah Elektronik, Media Evaluasi Mandiri Siswa, Portable Document Format.
Rancang Bangun Viskosimeter Fluida Metode Bola Jatuh Bebas Berbasis Mikrokontroler ATMEGA16 Aryanto, Didik; Saptaningrum, Ernawati; Wijayanto, Wijayanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.872

Abstract

Rancang bangun viskosimeter metode bola jatuh berbasis mikrokontroler Atmega16 telah berhasil dilakukan. Viskosimeter berbasis mikrokontroler diujicoba untuk menentukan viskositas gliserin dan membandingkan denganpengukuran menggunakan viskosimeter konvensional. Hasil percobaan dengan menggunakan viskosimeter berbasis mikrokontroler diperoleh viskositas gliserin dalam rentang (1,5534 - 1,5589) N.s/m2. Viskositas gliserin yang diukur menggunakan viskosimeter konvensional besarnya dalam rentang (1,4749 - 1,8703) N.s/m2. Nilai viskositas gliserin yang didapatkan dengan menggunakan viskosimeter berbasis mikrokontroler memiliki rentang yang sangat kecil dibanding dengan menggunakan viskosimeter konvensional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa viskosimeter berbasis mikrokontroler dapat digunakan untuk menentukan viskositas zat cair yang transparan/jernih.
Rancangan Kinematika Gerak Menggunakan Alat Eksperimen Air Track Untuk Media Pembelajaran Fisika Berbasis Video Wijayanto, Wijayanto; Susilawati, Susilawati
JIU Vol 1, No 2 Desember (2015)
Publisher : JIU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengeksplorasi kinematika gerak menggunakan software video analisis (Tracker) mengkombinasikan antara penggunaan alat praktikum atau peraga, video dan software video analisis dalam menanamkan konsep kinematika gerak sesuai dengan tingkatan siswa. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendesain dan merancang bangun alat praktikum yang sekaligus dapat digunakan untuk alat peraga. Selain itu digunakan teknologi (video) untuk membantu dalam pengamatan dan menganalisis konsep fisika dengan memanfaatkan software video analisis. Penggunaan software video analisis digunakan memudahkan dalam menganalisis kinematik gerak yang sering dijumpai siswa ataupun mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan alat peraga dan alat praktikum yang dikombinasi dengan pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menciptakan strategi pembelajaran fisika yang lebih efektif, menarik dan menyenangkan. Eksplorasi konsep kinematika gerak yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana tingkat pemahaman konsep kinematika gerak yang akan diajarkan sesuai tingkatannya
Rancangan Kinematika Gerak Menggunakan Alat Eksperimen Air Track Untuk Media Pembelajaran Fisika Berbasis Video Wijayanto, Wijayanto; Susilawati, Susilawati
Jurnal Informatika Upgris Vol 1, No 2 Desember (2015)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiu.v1i2 Desember.871

Abstract

Penelitian mengeksplorasi kinematika gerak menggunakan software video analisis (Tracker) mengkombinasikan antara penggunaan alat praktikum atau peraga, video dan software video analisis dalam menanamkan konsep kinematika gerak sesuai dengan tingkatan siswa. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendesain dan merancang bangun alat praktikum yang sekaligus dapat digunakan untuk alat peraga. Selain itu digunakan teknologi (video) untuk membantu dalam pengamatan dan menganalisis konsep fisika dengan memanfaatkan software video analisis. Penggunaan software video analisis digunakan memudahkan dalam menganalisis kinematik gerak yang sering dijumpai siswa ataupun mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan alat peraga dan alat praktikum yang dikombinasi dengan pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menciptakan strategi pembelajaran fisika yang lebih efektif, menarik dan menyenangkan. Eksplorasi konsep kinematika gerak yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana tingkat pemahaman konsep kinematika gerak yang akan diajarkan sesuai tingkatannya
Ambiguous Neutrality: Kompas’ Position Amid the Wave of Political Polarization During the Presidential Election 2014 Wijayanto, Wijayanto
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v20i2.651

Abstract

This study aims to examine the position of Kompas daily newspaper amid the wave political polarization during Indonesian presidential election 2014 and explain the underlying reason behind it. Based on six months on site observation within the daily’s newsroom as well as content analysis to 278 of Kompas’ article during the presidential campaign, this study found that the actual position of the daily has been ambiguous. On one hand, it claimed to be neutral in its editorial policy, but on the other hand, most of its editorial elites as well as its reporters had personally supported Jokowi. Furthermore, even though the daily has managed to be in a relative balance in term of space in its coverage, it has favored Jokowi in term of tone. This study argues there are political, economy as well as cultural reasons underlying this ambiguous position. Politically, Kompas took position to be neutral to stay close, and to avoid conflict, with whoever might win the election. Economically, this position was taken to maximize its economic interest to maintain its readers whose supports were also divided to the two pairs of candidates and to keep the chance to get advertising revenue from both candidates. Finally, this position has been justified by the shared cultural values among the journalists that this is important to remain neutral to avoid direct confrontation with either Presidential candidate. This values has been embodied as part of the habitus of the journalists which its development primarily took place under the previous authoritarian era. This situation is surprisingly similar with the case in the post authoritarian South American countries, in which the legacy of the authoritarian past still takes hold to the current state of its journalism.
PELATIHAN AKUNTANSI PADA UMKM PRODUK UNGGULAN KABUPATEN MAGETAN Wijayanto, Wijayanto; Ulfah, Ika Farida; Mustoffa, Ardyan Firdausi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jd.v1i3.317

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internal (PMI) ini dilaksanakan pada pelaku UMKM yang memproduksi oleh-oleh khas Kabupaten Magetan tepatnya di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Jumlah anggota forum ini sekitar 50 UKM.Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UKM yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya pembukuan yang baik. Dengan manajemen dan administrasi yang baik dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah selain untuk melaksanakan tri darma perguruan tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat juga untuk membantu mitra memberikan solusi atas permasalahan berkaitan dengan aspek keuangan antara lain adalah menata sistem manajemen yang selama ini dilakukan secara sederhana menjadi manajemen usaha yang profesional. Permasalahan lain yaitu kurang tertibnya administrasi pembukuan oleh pelaku UKM karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya pembukuan yang baik. Dengan manajemen dan administrasi yang baik dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Perbandingan Skrining Gizi Kariadi (SGK) dengan Subjektive Global Assessment (SGA) pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Dr Kariadi (RSDK) Semarang Wijayanto, Wijayanto; Subagio, Hertanto Wahyu
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 5, No 1 (2017): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.5.1.2017.45-49

Abstract

Latar Belakang:Skrining gizi pada pasien di rumah sakit secara umum dipakai menggunakan Subjective Global Assessment (SGA), namun skrining dengan SGA mempunyai kelemahan yaitu memerlukan waktu yang lama dan keahlian khusus dari pemeriksa. Di RSDK telah dikembangkan Skrining Gizi Kariadi (SGK) yang diturunkan dari SGA namum memiliki waktu skrining yang lebih cepat (3-5 menit) Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesesuaian SGK dengan SGA.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada tahun 2016 di RSDK Semarang. Sebanyak 100 pasien rawat jalan dari poliklinik bedah dan penyakit dalam yang dipilih secara acak dijadikan sampel penelitian. Satus gizi pasien diukur menggunakan SGK dan SGA. Hasil pengukuran berdasarkan SGK dan SGA kemudian dibandingkan untuk melihat kesesuaian antara kedua metode tersebut.Hasil:Berdasarkan SGK: pasien dengan malnutrisi ringan/sedang berjumlah 52 orang (52 %), pasien dengan malnutrisi berat berjumlah 48 orang (48 %).Berdasarkan SGA: pasien tidak berisiko malnutrisi berjumlah 38 orang (38 %), pasien berisiko malnutrisi ringan/sedang berjumlah 32 orang (32 %), pasien malnutrisi berat berjumlah 30 orang (30 %).Simpulan:Kesesuaian hasil SGK dengan SGK didapatkan: pasien berisiko malnutrisi ringan/sedang berjumlah 18 orang (18 %), pasien malnutrisi berat berjumlah 27 orang (27 %), dengan jumlah total kesesuaian hasil SGK dengan SGA berjumlah 45 orang (45 %).Kata kunci: SGA, status gizi, skrining 
Bourdieu and Media Theory: Explaining Media’s Changes and Continuities in The Post Authoritarian Countries Wijayanto, Wijayanto
Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol 4, No 2 (2019): General Issue: Indonesian Politics
Publisher : Political Science Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ipsr.v4i2.19513

Abstract

What happens to the media after the regime changes from authoritarian to the democratic system? Would the media also change accordingly and automatically become free after the regime?s change? Furthermore, what are the forces within and outside the media that influence these changes? This paper aims to review the exiting literatures in the post authoritarian Latin America and Southeast Asia to answer the questions. As a method, this study conducts a critical literature review. This study found that there is agreement among scholars that regime?s change didn?t automatically lead to more free reporting. However, debate is going on about what factors influence the degree of change or continuity with regard to media freedom in post-authoritarian settings. In this regard, scholars have been divided to a theoretical dichotomy. In one hand, there are groups of scholars who believe that political economy factors are the main factors that influence degrees of media freedom. In another hand, there are scholars who believe that cultural factors are more influential. Borrowing the theory of Pierre Bourdie, French sociologists who also concern about this issue, the paper argues that his theory on media? change can be used as a theoretical framework to examine the media?s changes and overcome the existing theoretical dichotomies.