Articles

Found 26 Documents
Search

Poling Dan Penerapannya Di Indonesia

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 9, No 2 (2004)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poling yang akhir-akhir ini marak dan seringkali diselenggarakan oleh berbagai media elektronik, media cetak, dan lembaga-lembaga riset untuk melihat pendapat masyarakat terhadap suatu permasalahan yang sedang dihadapi.  Hasil poling dari satu penyelenggara dengan penyelenggara lain seringkali berbeda karena metode yang digunakanpun berbeda.  Poling yang diselenggarakan televisi biasanya menggunakan metode penarikan contoh tidak berpeluang (unscientific polling), sedangkan poling yang diselenggarakan oleh lembaga riset biasanya menggunakan metode penarikan contoh berpeluang (scientific polling).  Sumber bias dari kebanyakan poling yang diselenggarakan disebabkan oleh metode penarikan contoh yang kurang tepat, urutan dan kualitas pertanyaan yang kurang baik, serta tingkat pengetahuan dan kepedulian responden yang rendah.  Kata kunci : Poling, unscientific polling, scientific polling

PEMILIHAN MODEL REGRESI LINIER MULTILEVEL TERBAIK

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 14, No 2 (2009)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.442 KB)

Abstract

Linear regression models is used to describe relationship between dependent variable and independent variables. In a survey research, data was used often have hierarchical structure or nested structure. In this research, independent variables can be defined at any level of the hierarchy but dependent variable can only be defined at the lowest level of the hierarchy. Multilevel regression models is one of the methods can be used to analyze this data. Some authors purpose many models can be used to analyze data with hierarchical structures. Deviance as -2 log likelihood was defined as the measure goodness of fit. The difference of the deviance for two nested models was a method for comparing that two models.

Penggunaan Analisis Diskriminan Metode MDP (Minimum Distance Probability) pada Data Biner (Studi Kasus pada Data Pemilikan Barang)

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.968 KB)

Abstract

Penerapan analisis diskriminasi seringkali melibatkan peubah- diskret yang tidak mengikuti pola sebaran normal. Salah satu prosedur analisis diskriminasi yang dapat digunakan untuk data biner adalha metode MDP. Metode MDP didasarkan pada suatu fungsi jarak dan aplikasi kaidah keputusan Bayes. Metode ini dapat digunakan untuk peubah kontinu, diskret maupun campuran.Pada penelitian ini, analisis diskriminasi metode MDP digunakan untuk menalaah klafikasi kela sekonomi rumahtangga berdasarkan data pemilikan barang. Kebaikan metode MDP juga ditelaah melalui perbandingan dengan fungsi diskriminan linier dan kuadratik Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwaanalisis diskriminan metode MDP dapat digunakan dan memberikan hasil yang cukup baik dalam menelaah klasifikasi kelas ekonomi rumahtangga berdasarkan data pemilikan barang.

KAJIAN METODE THURSTONE DALAM PENENTUAN ASPEK PENTING PADA SISTEM TRANSAKSI NON TUNAI

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data persepsi sudah sangat umum diukur dalam skala ordinal.  Thurstone memperkenalkan metode untuk mengolah data ordinal, diantaranya adalah metode Thurstone, metode equal appearing intervals, dan metode successive intervals. Prinsip dasar metode-metode tersebut adalah mentransformasi data dari skala ordinal menjadi interval agar relevan dalam melakukan interpretasi. Selain itu, metode tersebut dapat menilai peringkat suatu atribut dan mengukur seberapa besar perbedaan kepentingan suatu atribut terhadap atribut lainnya. Pada kasus penilaian tingkat kepentingan responden dalam menggunakan transaksi non tunai, hasil uji kesesuaian model pada metode Thurstone dan metode successive intervals menyatakan bahwa model telah cukup baik menggambarkan kondisi data sebenarnya dengan tingkat ketidaksesuaian masing-masing sebesar 2.3% dan 4.5%.  Metode Thurstone relatif tidak sensitif terhadap perubahan bobot atau skala penilaian pada suatu atribut. Metode Thurstone hanya melihat bagaimana hasil penilaian berpasangan antara dua atribut, namun tidak mampu melihat perbedaan penilaian yang diberikan oleh responden terhadap atribut-atribut tersebut. Penilaian tingkat kepentingan dalam menggunakan transaksi non tunai memberikan hasil tiga peringkat tingkat kepentingan paling tinggi dalam melakukan transaksi non tunai secara berutut-turut adalah aspek tingkat kemudahan atau aksesibilitas, tingkat keamanan, dan kecepatan transaksi. Kenyamanan merupakan aspek yang tingkat kepentingannya paling rendah dibandingkan atribut lain. Kata kunci : Metode Thurstone, Transaksi Non Tunai

The Estimation of Price Sensitivity Curves Using Generalized Linear Models

Forum Pasca Sarjana Vol 18, No 1 (1995): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.428 KB)

Abstract

The estimation of price sensitivity curves is usually based on historical data of the product. The estimates obtained, however, are potentially biased especially if the previous condition does not reflect the current market situation. alternativety, the estimation could be based on preference data. This paper introduces the use of Generalized Linear models to estimate the curve based on preference data.

Persepsi Masyarakat Mengenai Kriteria Calon Presiden 2004-2009 (Studi Kasus: Daerah Pemilihan Kota Bogor)

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 9, No 2 (2004)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli 2004 secara langsung  memberikan kesempatan masyarakat untuk dapat memilih calon presiden sesuai dengan harapannya. Harapan masyarakat tersebut dapat dilihat melalui pandangan masyarakat tentang kriteria apa saja yang penting dimiliki oleh seorang calon presiden dan apakah kriteria tersebut ada pada diri calon presiden itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria yang paling penting dimiliki oleh seorang calon presiden adalah mampu mengatasi krisis ekonomi. Persepsi masyarakat Bogor secara umum menilai bahwa calon presiden Amien Rais merupakan tokoh yang  tidak terlibat pelanggaran HAM, tidak terlibat Orde Baru, dan mampu menggalang hubungan internasional.   Sedangkan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai  mampu mengatasi krisis ekonomi, memiliki visi, misi dan program kerja yang jelas serta  memiliki intelektual yang tinggi.  Pendukung calon presiden Hamzah Haz paling tidak konsiten pada jawaban mereka mengenai kriteria-kriteria calon presiden, kemudian diikuti oleh pendukung Megawati dan Wiranto.  Sedangkan pendukung calon presiden Amien Rais merupakan pendukung yang paling konsisten, kemudian diikuti oleh pendukung Susilo Bambang Yudhoyono.

KONSISTENSI RESPONDEN DALAM MENGEVALUASI PROFIL PRODUK PADA ANALISIS KONJOIN

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu non sampling error dalam suatu survey adalah ketidakkonsistenan jawaban yang diberikan oleh responden terutama jika diminta untuk memberikan prioritas terhadap profil suatu produk. Hal tersebut berkaitan dengan alat ukur (kuesioner) yang digunakan. Dalam analisis konjoint, evaluasi preferensi terhadap suatu produk dilakukan dengan memberikan penilaian (rating) dan mengurutkan (ranking) profil-profil suatu produk. Responden dikatakan konsisten apabila hasil analisis konjoin per individu dari data rating dan ranking menunjukkan urutan tingkat kepentingan atribut yang sama dari dua metode pengukuran tersebut. Sebagai bahan evaluasi terhadap ketidakkonsistenan jawaban responden, dalam penelitian ini digunakan studi kasus preferensi mahasiswa IPB dalam memilih mata kuliah pilihan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Dari hasil survey, secara umum dapat dikatakan responden konsisten dalam mengevaluasi stimuli dengan metode rating dan ranking. Sedangkan apabila ditinjau dari sisi masing-masing individu diperoleh sekitar 43% responden yang dapat mengevaluasi stimuli dengan metode rating dan ranking secara konsisten. Kekonsistenan jawaban responden dipengaruhi oleh lamanya waktu yang diperlukan untuk evaluasi produk, sikap dan kesungguhan dalam menjawab, serta pribadi yang serius (ditunjukkan oleh prilaku yang tidak gemar bermain games). Kata kunci : konjoint, rating, ranking, kekonsistenan

PENDETEKSIAN PERILAKU HERDING PADA PASAR SAHAM INDONESIA DAN ASIA PASIFIK (Detection of Herding Behavior on Indonesia and Asia Pacific Stock Market)

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.889 KB)

Abstract

Herding  Behavior  is  an  irrational  investor  behavior, because  investors  do  not make investment decisions based on economic fundamentals of  risky assets, but based  on  others  investor  in  the  same  condition,  or  following  market  consensus. Herding  behavior  indications  can  be  seen  from  relation  between  dispersion  of stock  return  (Cross  Sectional  Absolute  Deviation,  CSAD)  and  market  portfolio return. If herding behavior exist, CSAD increases lower than increase of market portfolio  return  moreover,  CSAD  will  decrease  even  though  market  portfolio return increases. Herding behavior in stock market can trigger mislead in stock pricing  because  is  bias  among  investors  in  analyzing  risk  and  return.  To understand  relationship  between  CSAD  and  market  portfolio  return  in  some conditions, Quantil regression is used. Result gained from this research is that in Indonesian  and  global  Asia  Pacific  stock  market,  herding  behavior  occurs  in  a market stress condition, whereas in normal condition or in condition of very high stock return, investor behavior tends to be more rational.  Keywords : herd behavior, Quanrtile regression, CSAD

ANALISIS KONJOIN: METODE FULL PROFILE DAN CBC UNTUK MENELAAH PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PILIHAN PEKERJAAN

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.668 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas perbandingan analisis konjoin metode full profile dan metode CBC.  Metode full profile merupakan metode yang klasik dan cukup mudah diterapkan terutama dalam pembuatan disain pengumpulan dan analisis data, tetapi cukup merepotkan dalam tahap pengumpulan data.  Sedangkan Metode CBC, walaupun agak sulit dalam disain  pengumpulan dan analisis datanya tetapi pada saat pengumpulan datanya relatif lebih mudah dan dipandang lebih alamiah.   Penerapan kedua metode ini dalam menelaah faktor yang paling dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memilih pekerjaan memberikan hasil yang relatif sama.  Faktor utama yang berpengaruh terhadap pilihan pekerjaan mahasiswa adalah besarnya gaji pertama dan kesesuaian bidang pekerjaan dengan latar belakang pendidikannya.

PENDUGAAN PRODUKTIVITAS KENTANG DENGAN METODE KEMUNGKINAN MAKSIMUM UNTUK MODEL ACAK

FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 10, No 2 (2005)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.058 KB)

Abstract

Metode kemungkinan maksimum merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan untuk pendugaan parameter populasi.  Dalam penerapannya pada model acak, metode kemungkinan maksimum menghadapi berbagai kendala dalam prosedur pendugaan parameter populasi terutama untuk kasus data yang tidak seimbang.  Pada tulisan ini dibahas penggunakan metode kemungkinan maksimum pada model acak untuk pendugaan produktivitas komoditas kentang.   Keywords: :      random model, maximum likelihood method, profile likelihood, backfitting algorithm, potatoe productivity