Reni Wijayanti
Program Studi Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Prof. Dr. Soepomo, S.H., Janturan, Umbulharjo, Yogyakarta 55164

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA BUAH-BUAHAN PASCAPANEN Wijayanti, Reni; Winiarti, Sri
Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.502 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memungkinkan aneka tanaman buah tumbuh dan berproduksi. Penerapan teknologi produksi dan penanganan pascapanen yang kurang memadai akan mengakibatkan inkonsistensi mutu buah yang dihasilkan. Terbatasnya sarana untuk mengakses informasi tentang penyakit buah-buahan pascapanen  menjadi salah satu penghambatnya, sedangkan jumlah pakar pertanian  masih terbatas.Pada penelitian ini akan dibangun sebuah media konsultasi dengan pendekatan sistem pakar. Tahap pengembangan aplikasi diawali dengan tahap analisis sistem yaitu analisis data dan deskripsi kebutuhan sistem, membangun basis pengetahuan, pembuatan Diagram Konteks, Diagram Alir Data, Entity Relationship Diagram, dan membuat struktur tabel, perancangan mapping table, dan perancangan menu antar muka. Setelah tahap perancangan selesai maka dilanjutkan pada tahap implementasi dan pengujian aplikasi. Aplikasi ini menggunakan Visual basic 0.6 sebagai bahasa pemrograman dan Ms.Acces sebagai Basis data.Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan perangkat lunak Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pada Buah-buahan Pascapanen yang dapat bekerja seperti layaknya seorang pakar pertanian. Sistem mampu mendiagnosa sebanyak 17 penyakit dengan menggunakan metode penelusuran  forward chaining  yang didukung dengan kepastian Theorema Bayes.Kata Kunci : Sistem Pakar, Penyakit buah pascapanen, Theorema Bayes.
Kadar Debu Kayu, Kebiasaan Merokok, Masa Kerja Dan Volume Ekspirasi Paksa Pada Tenaga Kerja Industri Mebel CV Bandengan Wood Desa Kalijambe Sragen Wijayanti, Reni
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi terpapar debu kayu dalam jangka waktu yang panjang akan mempengaruhi fungsi paru-paru dan dapat menyebabkan obstruksi paru. Oleh karena itu, pekerja dalam industri mebel memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan obstruksi paru. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan iritasi dan sekresi lendir bronkus yang berlebihan, yang meningkatkan risiko obstruksi paru. Penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan antara penguasaan, kebiasaan merokok, dan volume ekspirasi paksa pada pekerja yang terpapar debu kayu di industri Furniture Kalijambe, Sragen. Penelitian analitik ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Sampel dikumpulkan dari pekerja laki-laki dalam menyelesaikan departemen, sekitar 68 pekerja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pemeriksaan, dan pengukuran volume ekspirasi paksa. Data kemudian dianalisis secara statistik dengan univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dapat menurunkan% FEV1 (r = -0.422, p <0,01). Tenure juga menurunkan% FEV1 (r = 0.407, p <0,01). Ada hubungan antara kebiasaan merokok, kepemilikan dan kondisi paru obstruktif (F = 4.309, p <0,05), ini menunjukkan bahwa semakin banyak rokok yang dihisap oleh pekerja, risiko lebih tinggi pekerja dihadapi untuk paru obstruksi% penurunan FEV1).Kata kunci: kebiasaan merokok, kepemilikan, obstruksi paru, kayu expossure debu
PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PEKERJA YANG TERPAPAR BISING INDUSTRI DI SURAKARTA Sumardiyono, Sumardiyono; Ada, Yeremia Rante; Wijayanti, Reni; Rinawati, Seviana
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi masalah global, diperkirakan lebih dari satu dari tiga orang dewasa usia 25 tahun ke atas atau sekitar satu miliar orang di seluruh dunia mengalami hipertensi. Penyakit itu mengakibatkan hampir 9,4 juta kematian akibat serangan jantung dan stroke setiap tahun. Salah satu faktor internal penyebab hipertensi adalah kegemukan, sedangkan faktor eksternal adalah paparan bising industri pada tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah karyawan perusahaan tekstil di Surakarta. Pemilihan sampel menggunakan purposive quota sampling. Sampel berjumlah 170 orang untuk pekerja yang terpapar bising melebihi NAB dan 110 orang untuk pekerja yang terpapar bising kurang dari NAB. Uji statistik menggunakan Chi Square Test. Hasil uji menunjukkan: 1) pada pekerja yang terpapar bising melebihi NAB, pekerja gemuk/obesitas berisiko mengalami hipertensi 6 kali dibanding normal/kurus (p=0,000; OR=6,104; 95%CI: 3,078-12,102); 2) pada pekerja yang terpapar bising di bawah NAB, pekerja gemuk/obesitas berisiko mengalami hipertensi 2 kali dibanding normal/kurus (p=0,027; OR=2,364; 95%CI: 1,094-5,106). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebisingan yang melebihi NAB dapat menyebabkan risiko hipertensi yang lebih besar. Kata kunci : Bising, IMT, Tekanan Darah
PENGARUH PEMBERIAN UREA TERHADAP LAJU DEKOMPOSISI SERASAH TEBU DI PUSAT PENELITIAN GULA JENGKOL, KABUPATEN KEDIRI Wijayanti, Reni; Prasetya, Budi
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of urea will increase nitrogen content and microorganism activity so it can decrease C/N ratio. Sugarcane residues is low quality organic matter source and it is difficult to decompose. Accelerating the rate of decomposition of sugarcane residues can be done byh enumeration and application of urea fertilizer on sugarcane residues. The purpose of this study was to find out the effect of urea application on decomposition rate of sugarcane residues with enumeration on trash management system. The study was conducted at HGU C-13 PG Pesantren Baru Garden, Kediri Regency at 4.5-month sugarcane plantation. The experiment was designed using a randomized block design with six treatments and four replications. The treatments used were ratoon sugarcane which was trash chopped (dry and pure sugarcane litter) and urea. The doses of urea added to each treatment were Control (without urea); P1 (urea 2 kg ha-1); P2 (urea 3 kg ha-1); P3 (urea 4 kg ha-1); P4 (urea 5 kg ha-1); and P5 (urea 6 kg ha-1). The results showed that the addition of urea with dose 4 kg ha-1 to sugarcane residues decreased the C/N ratio by 10,94% compared to control and increased N-total by 16,00% as well as microbial population by 25,00%.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penentuan Kontrol di Puskesmas Gambirsari Surakarta Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control in Gambirsari Public Health Center Surakarta Wijayanti, Reni; - Universitas Sebelas Maret Surakarta, Amalia Salim W2
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.486 KB)

Abstract

Abstract: Public Health Center as a health service facility must prioritize the improvement of service quality to the community without neglecting Health and Safety effort for all workers, patients, and Public Health Center visitors. Potential hazards in Public Health Center include infectious diseases, accidents, radiation of hazardous chemicals, psychosocial disorders and ergonomics. The presence of potential hazards requires efforts to control and minimize and if possible negate them. Health and Safety in Public Health Center need to be managed properly through Hazard Identification risk management, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). The research method used descriptive observational. Source of data used in the form of primary data. The data were collected by direct observation along with photo of observation result and interview with Public Health Center officer. Discussion with literature review related to the problems studied. The results of this study indicated the activities of health workers and patients are arranged according to the patients service flow. Potential hazards in Gambirsari Public Health Center are: 1) Utilization of garbage not yet optimal, 2) Location of APAR less easy to reach, 3) Cable less well organized, 4) Cleaning fan not cleaned, 5) Poly Roof hole, 6) Which has been damaged, 7) Bathroom slippery and poorly maintained, 8) Use of excessive electrical current. All the results of the hazard risk assessment found are medium.Keywords: Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control, Public Health Center  Abstrak: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus mengedepankan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat tanpa mengabaikan upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi seluruh pekerja, pasien, dan pengunjung Puskesmas. Potensi bahaya di Puskesmas antara lain penyakit-penyakit infeksi, kecelakaan, radiasi bahan-bahan kimia yang berbahaya, gangguan psikososial dan ergonomi. Adanya potensi bahaya diperlukan upaya untuk mengendalikan dan meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya. K3 di lingkungan puskesmas perlu dikelola dengan baik melalui manajemen risiko Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung disertai foto hasil observasi dan wawancara dengan petugas Puskesmas. Pembahasan dengan kajian literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas kegiatan petugas kesehatan dan pasien sudah tertata sesuai alur pelayanan pasien. Potensi bahaya di Puskesmas Gambirsari antara lain: 1) Pemanfaatan tempat sampah belum optimal, 2) Letak APAR kurang mudah dijangkau, 3) Kabel kurang tertata rapi, 4) Kipas angin belum terawat kebersihannya, 5) Atap Poli terdapat lubang, 6) Alas kursi yang sudah rusak, 7) Kamar mandi licin dan kurang terawat, 8) Penggunaan arus listrik berlebihan. Semua hasil penilaian risiko bahaya yang ditemukan adalah medium.Kata kunci: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Kontrol, Puskesmas 
The Correlation between Hearing Loss and the Quality of Life of Workers Exposed to the Noise in the Textile Industry Sumardiyono, Sumardiyono; Wijayanti, Reni; Hartono, Hartono; Probandari, Ari
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i1.18124

Abstract

Noise is a stressor for hearing loss among workers. Unfortunately, hearing loss also affect worker’s quality of life. This study aimed to investigate the correlation between hearing loss and quality of life among workers in textile industry. The study design was a cross-sectional survey.  The study population were 200 workers exposed to the noisy textile industry. The data were analyzed using Spearman's rank correlation coefficient. The findings showed a significant relationship between hearing loss and the quality of life of the workers (rs=-0.698; p=0.000). The dimensions of quality of life associated with hearing loss were the Physical Functioning (rs=-0.493; p=0.000), Role-Physical (rs=-0.501; p=0.000), Bodily Pain (rs=-0.516; p=0.000), General Health (rs=-0.497; p=0.000), Vitality (rs=-0.527; p=0.000), Social Functioning (rs=-0.521; p=0.000), Role-Emotional (rs=-0.521; p=0.000), and Mental Health (rs=-0.517; p=0.000). This study concludes that hearing loss decreases the quality of life among workers exposed to the noise of the textile industry.
Aplikasi Trichoderma sp. dan Lama Penyimpanan Terhadap Dormansi Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.) Rahmawati, Dwi; Wijayanti, Reni
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.694 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v2i2.98

Abstract

Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.) memiliki dormansi fisik, serta berkulit keras dan tebal. Salah satu upaya untuk mematahkan dormansi fisik adalah menggunakan mikroorganisme Trichoderma sp dan penyimpanan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, pada bulan Agustus hingga November 2017, bertempat di Laboratorium PT. Benih Citra Asia, Jl. Akmaludin No. 26 Jember Jawa Timur 64117. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu lama perendaman yang terdiri dari 4 taraf, Tanpa Perendaman, direndam dengan larutan spora Trichoderma sp. selama 1 Hari, 2 Hari, dan 3 Hari. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu disimpan selama 0 Minggu, dan 2 Minggu. Penelitian lama perendaman Trichoderma  sp. memberikan hasil pengaruh nyata pada parameter Indeks Dormansi (ID) dan pengaruh sangat nyata pada parameter Kecepatan Tumbuh. Perlakuan perendaman selama 2 hari memberikan hasil. Sedangkan pengaruh penyimpanan (S) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh. Perlakuan penyimpanan setelah aplikasi memberikan hasil meningkatkan nilai KcT sampai 17,58%/etmal. Interaksi antara perlakuan Lama Perendaman Tichoderma sp dan penyimpanan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh dan pada parameter Indeks Dormansi serta benih abnormal. Benih Oyong yang yang direndam menggunakan larutan Trichoderma sp. selama 2 hari tanpa disimpan memiliki Kecepatan Tumbuh diatas 17%/ etmal, yaitu 17,65%/ etmal, dengan Indeks Dormansi paling rendah yaitu 13,33%.