Sony Hartono Wijaya
Institut Pertanian Bogor

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Penjadwalan Perkuliahan Menggunakan Algoritme Genetika

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.949 KB)

Abstract

Course scheduling is process of placing courses into available time-and-classroom slots. As number of  course activities and requirement needed increase, the solution to scheduling problem become more complicated and time consuming. The aim of this research is to improve the previous research on Course Scheduling using Genetic Algorithm, such that number of students in each class complies with the class size. This research also used to measure the performance of Genetic Algorithm. In this research, chromosomes are represented by a matrix of course activities. This matrix consists of all the course activities in one semester. Rows of matrix represent the amount of time-slots in a week course, from Monday to Saturday. Columns of the matrix represent the number of available classrooms. The data used in this research are FMIPA IPB timetable data from Handbook of Undergraduate Program at IPB edition. The processing of this data produced students, lecturers, programs, time-slots, and course activities data. There are two kinds of students data used in this research, that is safe and unsafe data. The first data type ignores classroom and number of students of a class, while the latter does not. The results of this research show that Genetic Algorithm gets the optimal solution with crossover rate 0.7, mutation rate 0.2, number of population 50, maximum generation 500, threshold 0, and stall generation 100. Results reveal that the number of conflicts on unsafe data is more than the safe one. The best schedule ever reached is by allocating of 6 time-slots per day with 6 classrooms with 97.02% effectivities and 93.33% efficiencies.

Perbandingan Algoritme Pruning pada Decision Tree yang Dikembangkan dengan Algoritme CART

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.223 KB)

Abstract

Pruning is part of the development of decision tree. As decision tree is developed, some nodes became outliers as the results of noise data. Implementation of the decision tree pruning, can reduce the noise and outliers on the initial decision tree so that it can improve the accuracy of the data classification. Therefore the selection of proper pruning algorithm needs to be done to get the maximum results of the classification.  This experiment uses data from the company´s customer credit providers. The data obtained from the data bank at the University of California. Data used in this experiment  has twenty variables with two classes and 1000 instances. The data contain thirteen qualitative variables and the rest is a numeric data. The data is a good for use because it does not have a missing value.  The experiment compared three pruning algorithm, Cost Complexity Pruning (CCP), Reduced Error Pruning (REP), Error Based Pruning (EBP). Those pruning algorithms do prune to the decision tree that was developed with the Classification and Regression Tree (CART) algorithm. The comparison of those algorithms is done repeatedly on the data with different conditions both in terms of the instance number and the data variables. Comparison of the algorithm includes a comparison of the accuracy of the decision tree, and the process time of pruning algorithm.  The experiment’s result shows the average error rate of that the REP algorithm will produce the smallest error rate. Although the error rate of REP algorithm is the smallest, the difference value between ERP’s and EBP’s error rate is only 0.5%. Even though they have almost similar error rate, EBP algorithm proposes more simple decision tree than REP algorithm does.

Desain, Implementasi dan Analisis Kinerja Sistem Keamanan Perumahan Client/Server Berbasis Mikrokontroler dan Teknologi Nirkabel IEEE 802.11b/g

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.331 KB)

Abstract

Sistem keamanan perumahan berbasis teknologi komputer telah banyak dikembangkan.Sistem seperti ini dipandang perlu untuk dikembangkan mengingat dibutuhkannya sistem keamanan yang lebih efektif untuk mencegah terjadinya tindakan pencurian dan perampokan di perumahan. Tujuan penelitian ini adalah mendesain, mengimplementasikan, dan menganalisis kinerja prototipe sistem keamanan perumahan yang memanfaatkan teknologi komputer, mikrokontroler, dan jaringan nirkabel IEEE 802.11. Prototipe sistem ini dapat melakukan pendeteksian dini terhadap usaha pencurian atau perampokan dengan menggunakan detektor yang dipasangkan di pintu atau jendela rumah. Detektor tersebut akan aktif apabila pintu atau jendela dibuka atau digeser. Keluaran yang dihasilkan dari prototipe sistem ini berupa kode rumah yang kemudian dikirim ke pos jaga keamanan melalui jaringan nirkabel dan ditampilkan sebagai pesan peringatan dini terhadap jadian pencurian. Evaluasi kinerja sistem dilakukan berdasarkan waktu respon yang dibutuhkan untuk mengirimkan pesan peringatan dari rumah ke pos keamanan, dan berdasarkan keberhasilan dalam penerimaan data. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan prototipe sistem keamanan ini memiliki waktu respon yang cepat, yaitu sebesar 0,625 detik (waktu tercepat) dan 1,813 detik (waktu terlama). Selain itu, hasil pengujian juga didapatkan bahwa sistem ini handal dengan keberhasilan penerimaan data sebesar 100%. Keywords: House security system, microcontroller, wireless technology.

Triple DES Algorithm Analysis for Message Disguising

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini mendiskusikan hasil analisis terhadap algoritma triple DES sebagai varian dari DES (Data Encryption Standard) yang lebih kuat dan mampu melindungi informasi dengan baik. Analisis yang dilakukan meliputi analisis algoritma, analisis keamanan dan analisis hasil implementasi (kecepatan). Analisis algoritma terbagi menjadi dua bagian yaitu analisis algoritma enkripsi dan analisis algoritma deskripsi. Triple DES menggunakan algoritma DES sebagai algoritma utama. Triple DES dikembangkan untuk mengatasi kelemahan ukuran kunci yang digunakan pada proses enkripsi-deskripsi DES sehingga teknik kriptografi ini lebih tahan terhadap exhaustive key search yang dilakukan oleh kriptoanalis. Penggunaan triple DES dengan suatu kunci tidak akan menghasilkan pemetaan yang sama seperti yang dihasilkan oleh DES dengan kunci tertentu. Hal itu disebabkan oleh sifat DES yang tidak tertutup (not closed). Sedangkan dari hasil implementasi dengan menggunakan modus Electronic Code Book (ECB) menunjukkan bahwa walaupun memiliki kompleksitas/notasi O yang sama (O(n)), proses enkripsi-deskripsi pada DES lebih cepat dibandingkan dengan triple DES. Kata Kunci : Data Encryption Standard (DES), triple DES, kriptografi, exhaustive key search, Electronic CodeBook (ECB), enkripsi, deskripsi.

Ekspansi Kueri pada Sistem Temu Kembali Informasi Berbahasa Indonesia Menggunakan Analisis Konteks Lokal

Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna suatu sistem temu kembali sering kali tidak tepat mengungkapkan kebutuhan informasi yang diinginkannya dalam bentuk kueri. Masalah lain ialah adanya perbedaan pilihan kata antara seorang pengguna dalam kuerinya dan penulis dalam dokumennya. Analisis konteks lokal adalah ekspansi kueri otomatis yang mengombinasikan teknik global dan teknik lokal. Analisis konteks lokal mengurutkan konsep berdasarkan pada kemunculannya dengan seluruh term kueri pada dokumen peringkat teratas dan menggunakan konsep peringkat teratas untuk ekspansi kueri. Pada dasarnya suatu dokumen mempunyai beberapa topik sehingga pada penelitian ini dokumen peringkat teratas dibagi ke dalam beberapa passage. Konsep peringkat teratas diambil dari beberapa passage peringkat teratas. Tujuan penelitian ini ialah mengimplementasikan ekspansi kueri menggunakan analisis konteks lokal. Kinerja dari sistem temu kembali informasi menggunakan analisis konteks lokal bagus dengan nilai ketepatan rata-rata sebesar 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja sistem dengan analisis konteks lokal secara signifikan meningkat 6.07% dibandingkan dengan sistem tanpa analisis konteks lokal dengan dokumen-dokumen relevan yang ditemukembalikan berada pada posisi teratas penemukembalian. Selain itu, jumlah dokumen dan passage peringkat teratas yang terambil secara signifikan tidak mempengaruhi nilai ketepatan rata-rata. Faktor yang lebih mempengaruhi adalah jumlah term ekspansi yang ditambahkan. Analisis konteks lokal cukup baik diterapkan pada koleksi dokumen yang memiliki kemiripan cukup tinggi.Kata kunci: analisis konteks lokal, ekspansi kueri

Development of Knowledge Management System of Teachers’ Competency

Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 25, No 1 (2019): (May)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers had a strategic role in helping achieving an educational purpose. Every teacher should have specific competencies. Sustainable quality improvement of teachers needed to get support and attention from various stakeholders including leaders at schools and government.  Therefore, a medium was required to facilitate the process of various knowledge of teacher competency which had been documented and unlimited to time and location. One of the solutions was developing a knowledge management system. The research method was adopted from Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC) method. Results of this research was a web-based knowledge management system with features supporting the process of capturing, developing, distributing, and utilizing knowledge. Development of the knowledge management system could facilitate teachers to gain knowledge related to teachers’ competencies easily.