cover
0.252
P-Index
INTAN PRASTIHASTARI WIJAYA
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Articles
3
Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA PANGGUNG BONEKA TANGAN

NUSANTARA of Research Vol 1, No 01 (2014)
Publisher : NUSANTARA of Research

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa panggung boneka tangan adalah salah satu media yang menyenangkan bagi anak usia dini selain itu  juga dianggap dapat membantu mempercepat berkembangnya bahasa anak yang meliputi kemampuan berbicara, menulis, membaca dan menyimak. Disisi lain panggung boneka tangan bisa digunakan dalam pembelajaran yang tidak terfokus pada tema tertentu saja, tetapi masuk secara holistik ke dalam semua tema yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif, dengan sampel anak didik  kelompok  A  PAUD Ar- Ridwan Kota Kediri sejumlah 19 anak. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, menggunakan instrumen berupa RKH, lembar observasi aktivitas guru, dan pedoman observasi aktivitas anak. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Melalui tiga siklus tindakan pembelajaran telah dapat ditemukan langkah-langkah (sintak) yang efektif tindakan bercerita panggung boneka tangan sebagai media pengembangan kemampuan berbahasa bagi anak usia dini kelompok A. (2) Melalui tiga siklus tindakan pembelajaran dapat dibuktikan bahwa tindakan bercerita panggung boneka tangan terbukti berhasil dan efektif sebagai media pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini kelompok A. Implikasi praktis hasil penelitian ini adalah bahwa tujuan pendidikan pada satuan pendidikan PAUD/TK lebih diutamakan pada pengembangan kemampuan dasar pembiasaan, bahasa, kognitif, dan fisik/motorik. Untuk membentuk kemampuan dasar itu diperlukan beberapa syarat, diantaranya adalah penciptaan lingkungan belajar dan model pembelajaran yang menyenangkan. Penggunaan bercerita dengan media panggung boneka tangan terbukti dapat memenuhi tujuan tersebut. Maka guru-guru PAUD/TK dapat menggunakannya dalam pembelajaran, dalam upaya meningkatkan penguasaan kemampuan dasar anak, khususnya dalam kemampuan berbahasa anak.

PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN MEDIA WAYANG GAPIT SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.652 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perkembangan kemampuan berbicara anak antara waktu sebelum dan setelah dilakukan tindakan berupa penerapan metode bercerita dengan media wayang gapit. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian pada siklus pertama menunjukkan nilai ketuntasan perkembangan kemampuan berbicara anak sebesar 56%, sedangkan pada siklus kedua menunjukkan hasil nilai ketuntasan perkembangan kemampuan berbicara anak sebesar 78%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan berbicara anak mengalami peningkatan setelah menerapkan metode bercerita dengan media wayang gapit. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media wayang gapit dalam pembelajaran dapat berhasil dan efektif mengembangkan kemampuan berbicara anak usia dini. Kata kunci: kemampuan berbicara, metode bercerita, media wayang kulit.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR

Pijar Nusatara Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Pijar Nusatara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.53 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan motorikkasar anak didik sebelum dan sesudah dilakukan tindakan berupa penerapan permainan gobak sodor dalampembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar. Penelitian ini menggunakan pendekatanpenelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan subyek anak B TamanKanak-kanak. Dharma wanita Pranggang II Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri tahun ajaran2013/2014. Hasil penelitian pada siklus I  35%, siklus II 55%, sedangkan pada siklus III 85%. Dapatdisimpulkan bahwa penerapan permainan gobak sodor dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuanmotorik kasar anak usia dini.Kata kunci: kemampuan motorik kasar, gobak sodor.