Arwan Putra Wijaya
Dosen Teknik Geodesi, Universitas Diponegoro

Published : 57 Documents
Articles

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KERAWANAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TENGGANG KOTA SEMARANG

Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Semarang masih menjadi permasalahan besar yang terjadi di ibukota provinsi Jawa Tengah ini terutama pada saat hujan dalam waktu yang lama terjadi. Kecamatan Genuk, Gayamsari dan Pedurungan merupakan daerah di Semarang yang sering banjir. Ketiga kecamatan tersebut termasuk dalam Daerah Aliran Sungai Tenggang. Dalam daerah tersebut, selama 5 tahun terakhir yaitu 2006 – 2011 mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan. Penelitian  yang bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kerawanan banjir ini menggunakan citra beresolusi tinggi yaitu quickbird untuk membuat peta tata guna lahan 2006 dan Ikonos untuk tahun 2011. Luas dari masing-masing tata guna lahan akan diberikan nilai koefisien air larian untuk perhitungan nilai air larian. Selain koefisien, perhitungan air larian juga dipengaruhi curah hujan dan luas DAS. Kata kunci : DAS Tenggang, Penggunaan Lahan, Semarang

Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Pelayanan Kesehatan Masyarakat Berbasis Web (Studi Kasus: Kota Semarang)

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran geografis mengenai letak dan informasi keberadaan infrastruktur fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang tersebar cukup merata di Kota Semarang belum memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pembangunan Sistem Informasi Geografis (SIG) persebaran pelayanan kesehatan masyarakat merupakan pilihan yang diharapkan mampu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi tersebut dengan penyajian informasi secara terintegrasi dari data spasial dan data non spasial, serta penyajian yang dinamis untuk proses editing data.Untuk dapat menghasilkan aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dibutuhkan data spasial masing-masing lokasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk wilayah Kota Semarang, serta diambil contoh apotek dan klinik untuk wilayah Kecamatan Banyumanik beserta data atributnya. Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dimulai dengan pengumpulan data, kemudian penganalisisisan data yang telah diperoleh, dilanjutkan dengan pembangunan program menggunakan software XAMPP untuk server lokal dan basis data MySQL dengan fitur phpMyAdmin di dalamnya, Notepad ++ untuk proses pembuatan kode program, integrasi basis data dengan Google Maps API untuk menampilkan peta, serta browser sebagai pengecekan tampilan yang dihasilkan oleh kode program melalui server lokal.Hasil dari pemrograman diperoleh aplikasi pelayanan kesehatan masyarakat berbasis web yang dapat diakses pada situs http://semarang-gohealthy.com dengan menampilkan lokasi dan informasi yang cukup kompleks yang disajikan melalui peta Google Maps API dengan fitur fungsi edit bagi pengguna pihak kedua yaitu rumah sakit, puskesmas, apotek, dan klinik, serta dinas kesehatan.Kata kunci: Pelayanan Kesehatan Masyarakat, SIG Berbasis Web

Pembuatan Peta Potensi Curah Hujan Dengan Menggunakan Citra Satelit Mtsat Di Pulau Jawa

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rain that occurs anytime make rainfall information become needed. Rainfall information is one of the important information and needed by almost all fields. Moreover for Java isle, the most populous isle in Indonesia, and with all sorts of activities .     This study aims to make rainfall information in rainfall maps by utilizing geostationary meteorological satellite’s data, MTSAT-1R. The making of rainfall map created by the brightness temperature values is recorded in the infrared channel-1 (IR1) on MTSAT satellite imagery. MTSAT image data used starting on May 1, 2013 until August 31, 2013 as many as 2.931 data set.     Research methods include 1) conversing PGM data format to ERS one, 2) correcting geometric or doing registration on coordinate system, 3) incorporating data in every hour into daily, 4) converting digital value number to brightness temperature values, 5) grouping brightness temperatures values into rainfall classification, 6) layouting rainfall map using ArcGIS, 7) making rainfall map animations, and 8) making the websites     Results obtained in the form of rainfall map. To support the cloud movements and see the potential rainfall area, this study also create animated rainfall maps. Then, the results of rainfall maps are displayed on a website so public can utilize them.Keywords : Map, rainfall, Brightness temperature, MTSAT-1R, Website

EVALUASI TATA LETAK BANGUNAN TERHADAP GARIS SEMPADAN JALAN DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT KOTA SEMARANG

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Central Business District (CBD) Kota Semarang yang terdiri dari Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Thamrin, dan Jalan Gajahmada yang terletak pada Bagian Wilayah Kota I (BWK I) merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai wilayah perkantoran, perdagangan, dan jasa. Dalam hal ini banyak bangunan atau kavling yang bangunan terluarnya (seperti pagar, dll) berdiri tidak sesuai dengan Perda No.14 Tahun 2011, maka dari itu menarik penulis untuk melakukan evaluasi bangunan-bangunan di kawasan tersebut yang melanggar/ tidak sesuai dengan Perda Kota Semarang No.14 Tahun 2011.            Evaluasi tata letak bangunan Garis Sempadan Jalan (GSJ) merupakan suatu proses penilaian tentang tata letak bangunan terluar dari kavling tersebut yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah yang diatur dengan jarak tertentu suatu bangunan terluar dengan as jalan/ tengah jalan. Dalam melakukan tugas akhir ini penulis memerlukan data yang berkaitan dengan penelitian tersebut seperti: Citra Satelit; Peta Jaringan Jalan. Untuk data sekunder penulis melakukan digitasi dari tiap-tiap kavling yang didapat dari interpretasi Citra Satelit resolusi tinggi, serta membuat garis evaluasi dengan jarak tertentu dari as jalan.            Hasil penelitian tersebut nantinya akan memberikan informasi bangunan-bangunan yang melanggar dengan luas-an (m2) pelanggaran di Jl. Pemuda; Jl. Pandanaran; Jl. Thamrin; Jl. Gajahmada yang diatur dalam Perda Kota Semarang.Kata Kunci : Citra Satelit, Central Business District, Garis Sempadan JalanAbstract             Central Business District (CBD) consisting of Semarang City Pemuda, Pandanaran, Thamrin and Gajahmada street is located in the Urban Area Part I  is an area that has a function as an office area, trade, and services. In this case many of the buildings or building plots outer (such as fences, etc.) don’t stand in accordance with Regulation No.14 of 2011, and therefore interesting authors to evaluate buildings in the region that violates / does not comply with regulation Semarang No.14 of 2011.            For secondary data, the authors conducted digitization of individual plots obtained from the interpretation of high-resolution satellite imagery, as well as making a line of evaluation with a certain distance from the axle path.            Evaluation of building layout Line Border Roads  is a process of assessment of the outer building layout of the plots that have been on the local regulation is governed by a certain distance to the outer buildings as road / middle of the road. In doing this thesis the author requires data related to the study such as: Satellite Imagery; Road Network Map.            The results of these studies will provide information that violates buildings with an area (m2) violations at Pemuda; Pandanaran; Thamrin; Gajahmada street set forth in the regulation of Semarang.Keywords: Satellite Imagery, Central Business District, Line Border Roads*)Penulis Penanggung Jawab

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN KUDUS)

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu kasus penyakit yang cukup sering melanda wilayah di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Sistem informasi geografis (SIG) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi persebaran penyakit dan membantu menganalisa kondisi suatu daerah terhadap penyakit untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk menangani penyakit. Keberadaan SIG diharapkan mampu memberikan gambaran tentang persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kudus.Untuk menghasilkan aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dibutuhkan data kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus pada tahun 2007 sampai 2008 dan peta Administrasi yang digunakan untuk persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus. Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dimulai dengan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan program menggunakan software  XAMPP untuk server lokal dan basis data MySQL dengan fitur phpMyAdmin di dalamnya, Dreamweaver CS4 untuk proses pembuatan kode program, integrasi basis data dengan Google Maps API.Hasil dari pemrograman diperoleh dari aplikasi persebaran kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus berbasis web yang dapat diakses pada situs http://kudus-gisdbd.com dengan menampilkan lokasi dan informasi yang cukup kompleks yang disajikan melalui peta Google Maps API.Kata Kunci: Persebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue, SIG Berbasis WebABSTRACTOne of the common diseases which often occur in the region in Indonesia is Dengue Hemorrhagic Fever. Geographic information system (GIS) is one of the tools which can be used to deliver information of disease distribution and to help analyze the area’s conditions to determine what actions must be taken to deal with the disease. The existence of the SIG is expected to represent the spread of Dengue Hemorrhagic Fever in Kudus Regency.To produce this web-based Geographic Information System application, the Dengue Hemorrhagic Fever cases data from 2007 until 2008 and the administration map used to represent the spread of Dengue Hemorrhagic Fever in Kudus Regency are needed. This Web-based Geographic Information System is started with the collection of data, followed by the development of software programs using XAMPP for a local server and MySQL database    with phpMyAdmin feature in it, Dreamweaver CS4 to the process of making the program code, database integration with the Google Maps API.The results of programming obtained from the Kudus Regency web based application of the spread of Dengue Hemorrhagic Fever cases which can be accessed on the site http://kudus-gisdbd.com by showing the location and fairly complex information which presented through maps Google Maps API. Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever Spread Disease, Web-Based GIS

PENGOLAHAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTI TEMPORAL DENGAN METODE BILKO DAN AGSO UNTUK MENGETAHUI DINAMIKA MORFOMETRI WADUK GAJAH MUNGKUR

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWaduk Gajah Mungkur merupakan salah satu waduk buatan yang berlokasi kurang lebih 3 km arah selatan Kota Wonogiri tepat di bagian hilir pertemuan kali Keduang. Luas daerah genangan 13.600 ha (Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah DAS Solo Hulu, 1985). Seiring dengan perkembangan kondisi alam yang sangat dinamis, umur pakai waduk diperkirakan hanya tinggal 10-15 tahun lagi. Hal ini disebabkan oleh laju sedimentasi yang sangat tinggi terutama dari 6 Sub Daerah Aliran Sungai yang menyebabkan semakin kecilnya daya tampung air. Kondisi penurunan fungsi waduk yang terjadi akibat sedimentasi dan erosi menyebabkan berbagai macam dampak bagi ekosistem sekitar, khususnya untuk pendayagunaan waduk itu sendiri. Untuk itu perlu dilakukannya pemantauan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya pemantauan yang dapat dilakukan adalah dengan teknologi penginderaan jauh.Pada penelitian ini digunakan metode pengolahan citra satelit Landsat dengan menggunakan metode BILKO yang dikembangkan oleh UNICEF dan metode pemetaan perairan dangkal dari citra (shallow water image mapping) yang dikembangkan oleh Australian Geological Survey Organization (AGSO) yang pernah digunakan oleh Hanifa et.al, 2004, untuk penentuan batas maritim negara yang difokuskan pada penentuan garis pangkal sebagai acuan penarikan garis batas maritim antara Indonesia dan Singapura. Sedangkan untuk penelitian ini kedua metode digunakan untuk menetukan batas antara darat dan air untuk perairan darat, dalam hal ini perairan waduk yang terfokus pada batas antara darat dan air untuk waduk Gajah Mungkur wonogiri dengan tujuan untuk mengkaji dinamika morfometri Waduk Gajah Mungkur Provinsi Jawa Tengah dalam periode ± 5 tahun dimulai dari tahun 1994 sampai dengan awal tahun 2014.Dari uji validasi lapangan hasil pengolahan rumus BILKO dan AGSO menggunakan metode confusion matrix, didapat akurasi sebesar 85,71 % untuk hasil metode BILKO dan 82,86 % untuk hasil metode AGSO, yang berarti kedua metode bisa digunakan untuk penentuan batas perairan waduk.Hasil pengolahan citra Landsat dengan menggunakan metode BILKO pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 1994 – 2000 waduk Gajah Mungkur mengalami sedikit perluasan yaitu sebesar 1.544.400 m2. Sedangkan pada periode 2000 – 2009 waduk Gajah Mungkur mengalami penyempitan yang sangat signifikan dengan total perubahan luas sebesar 14.958.900 m2, dimana arah perubahan waduk Gajah Mungkur terjadi pada arah timur dan selatan waduk, pada bagian timur terjadi pada daerah sub DAS Keduang dan sub DAS Wiroko, dan pada bagian selatan terjadi pada daerah sub DAS Alang dan Solo Hulu. Kemudian untuk periode tahun 2009 – 2014 waduk kembali mengalami perluasan sebesar 1.602.000 m2. Kata Kunci : Waduk Gajah Mungkur, Morfometri, metode BILKO, metode AGSOABSTRACTGajah Mungkur reservoir is one of the artificial reservoir located approximately 3 km south of the Wonogiri town on the lower reaches of the river Keduang. The area of inundation is 13,600 ha (Field Engineering Plan for Land Rehabilitation and Soil Conservation of Solo Hulu Watershed, 1985). Along with the high dynamic of natural conditions’s development , lifespan reservoirs probably only 10-15 years away. This is due to the very high rate of sedimentation, especially from 6 sub Watershed which causes water capacity has narrowed. Reservoir function decline that occurs as a result of sedimentation and erosion make any kind of impact to the surrounding ecosystem, especially for the utilization of the reservoir itself. So that should be monitoring from year to year. One of the monitoring efforts that can be done is by remote sensing technology.In this study used Landsat satellite image processing methods using BILKO which developed by UNICEF and shallow water mapping methods using imagery which developed by the Australian Geological Survey Organization (AGSO) that have been used previously by Hanifa et.al, 2004, for the determination of the maritime’s boundary of countries focused on the determination of the base line as a withdrawal’s reference of maritime’s boundary between Indonesia and Singapore. While for this study, two methods are used to determine the boundary between land and water for inland waters, in this case which focused on the boundary between land and water in the Gajah Mungkur reservoir wonogiri with the aim to assess the dynamics of morphometry of Gajah Mungkur reservoir Central Java Province within ± 5 year period starting from 1994 to early 2014.From the field validation test for the results of two processing formula, BILKO and AGSO, using confusion matrix method, obtained an accuracy is 85.71% for the results for BILKO method and 82.86% for the results of AGSO method, which means that both methods can be used for the determination of the maritime’s boundary of reservoirs.In this study, Landsat image processing results using the BILKO method show that in the period of 1994 - 2000 Gajah Mungkur reservoir having a little expansion in the amount of 1.544.400 m2. While in the period of 2000 - 2009 Gajah Mungkur reservoirs suffered significant narrowing with total area of 14.958.900 m2 changes, which the direction changing of Gajah Mungkur reservoir occurs in the eastern and southern reservoirs, occur in the eastern part of the Keduang sub-watershed and Wiroko sub-watershed, and occurs in the southern part of the Alang and Solo Hulu sub-watershed. Then, for the period of 2009 - 2014 the reservoir expanded again by 1.602.000 m2.Keywords : Gajah Mungkur Reservoir, Morphometry, BILKO method, AGSO method

ANALISIS AREA LUAPAN BANJIR AKIBAT KENAIKAN DEBIT AIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Das Banjir Kanal Timur Kota Semarang)

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap bencana banjir. Kondisi ini  di perparah dengan adanya penurunan tanah / land subsidence dan fenomena Rob (banjir pasang surut). Selain itu, adanya kenaikan debit air yang terjadi ketika musim penghujan, menyebabkan banjir di sepanjang muara Banjir Kanal Timur.Penelitian ini menggunakan software ArcGIS versi 10 untuk mengetahui sebaran area luasan banjir dan HEC-RAS 4.1.0 untuk simulasi hidraulika. Teknik yang digunakan adalah memodelkan geometri sungai  dan membentuk model hidraulika berdasarkan data kontur dan penampang melintang sungai sehingga didapat sebaran area luapan banjir. Analisis unsteady flow digunakan untuk membuat peta debit rencana banjir 5,10, dan 25 tahun.Dari hasil penelitian di dapat area luapan banjir terbesar yaitu Desa Terboyo Kulon Kecamatan Genuk, pada debit banjir rencana 5, 10, dan 25 tahun berturut turut sebesar 116,449 Ha, 117,520 Ha, dan 119,153 Ha. Tata guna lahan terdampak banjir terbesar adalah  tambak dengan luas berturut-turut 217,128 Ha, 218,851 Ha, dan 221,116 Ha. Hasil area luapan banjir disajikan dalam peta area luapan banjir dan peta area luapan banjir pada tata guna lahan debit banjir rencana 5, 10, dan 25 tahun.Kata Kunci : SIG, HEC-RAS, Banjir Kanal Timur ABSTRACTSemarang is one of the areas in Indonesia that are prone to catastrophic flooding. This condition is getting worse with a decrease in land / land subsidence and the phenomenon of Rob(tide and gauge flood). In addition, an increase in water discharge that occurs during the rainy season, causing flooding along the Banjir Kanal Timur.Study using ArcGIS software  version 10 to find out the distribution of flood area and HEC-RAS hydraulics simulation for hydraulics simulation.The technique used is to model the geometry of rivers and form a model based on the hydraulics contours and transverse cross section of the river that had spread in the flood overflow area. Analysis unsteady flow used for making maps of discharge flood plan 5, 10, and 25 years.From the results of research in the area of the largest flood overflow is Kecamatan Genuk Terboyo Kulon Village, on flood discharge plan 5, 10, and 25 years of successive became one of 116,449 Ha, 117,520 Ha, and 119,153 Ha. Land use is the largest flood affected farm with an area of 217,128 Ha, respectively, 218,851 Ha, and 221,116 Ha. Results of the flood overflow areas presented in the overflow area flood maps and overflow area flood maps on land use of discharge flood plan 5, 10, and 25 years.Keywords : GIS, HEC-RAS, Banjir Kanal Timur

PEMANFAATAN SIG UNTUK MENENTUKAN LOKASI POTENSIAL PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN (Studi Kasus Kabupaten Boyolali)

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Boyolali yang berada pada jalur strategis Semarang - Surakarta menyebabkan terjadinya perkembangan kota yang dapat memicu konversi lahan non-mukim menjadi permukiman. Penggunaan lahan yang tidak terencana akan menimbulkan kerusakan lahan dan lingkungan. Dalam hal tersebut SIG (Sistem Informasi Geografis) mempunyai peran yang cukup strategis, karena SIG mampu menyajikan aspek spasial (keruangan). Dalam rangka perwujudan manfaat SIG tersebut, yang kemudian dapat digunakan untuk mengetahui tingkat potensi lahan di Kabupaten Boyolali untuk pengembangan kawasan perumahan dan permukiman. Penelitian ini mempertimbangkan tujuh parameter untuk menentukan lokasi potensial pengembangan perumahan dan permukiman, yaitu parameter kemiringan lereng, ketersedian air tanah dan pdam, kerawanan bencana, Aksesbilitas, jarak terhadap pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan umum, kemampuan tanah dan perubahan lahan.Dari analaisis dengan metode metode AHP (Analytic Hierarchy Process) menujukan bobot pengaruh untuk masing masing parameter sebesar 27,5 % untuk kerawanan bencana; 19,4 % kemiringan lereng; 17,0 % Perubahan Lahan; 15,0 % Aksesbilitas; 7,2 % Ketersediaan Air; 7,0 % daya dukung tanah; 6,9 % jarak terhadap pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan umum. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dengan skoring, tingkat potensi untuk perumahan dan permukiman di Kabupaten Boyolali dibagi menjadi 4 kelas, yaitu Kelas Sangat berpotensi dengan luas 1944,92 Ha, cukup berpotensi dengan luas 63127,89 Ha, kurang berpotensi dengan luas 21302,52 Ha dan tidak berpotensi dengan luas 5216,20 Ha.Untuk Kecamatan yang memiliki kawasan sangat berpotensi dan menjadi prioritas daerah pengembangan kawasan perumahan dan permukiman yang sesuai RTRW Kabupaten Boyolali tahun 2010-2030 paling luas berada di Kecamatan Andong dengan luas 1645,82 Ha, Kemudian Kecamatan Boyolali dengan luas 1259,23 Ha, dan Kecamatan Nogosari seluas 1578,40  Ha.Kata Kunci :Potensi LahanPerumahan, SIG, AHP ABSTRACTBoyolali district which is strategically located at Semarang - Surakarta intercity road led to the development of the city which can trigger the conversion of non-settlements area into settlements area. Unplanned land usage will cause damages to the land and environment. In this case, GIS (Geographic Information System) have a strategic role, because GIS is able to present the spatial aspect. In order to realize the benefits of GIS, which can then be used to determine the level of land potential in Boyolali for real estate and housing development. This study considers seven parameters to determine the potential sites for housing and settlement development, that are the slope parameter, groundwater and PDAM availability, disaster vulnerability, Accessibility, distance to the center of commerce and public service facilities, land capability and land transformations.From the analysis using AHP method (Analytic Hierarchy Process) addressed the weights influence for each parameter is 27.5% for disaster vulnerability; 19.4% for slope; 17.0% for  land transformation; 15.0% for accessibility; 7.2% for water availability; 7.0% for land capability; 6.9% for the distance to the center of commerce and public service facilities. While based on the calculation and analysis by scoring, the level of potential for housing and settlements in Boyolali divided into 4 classes: Highly potential class with an area of 1944.92 hectare, enough potential with an area of 63127.89 hectare, less potential with an area of 21302.52 hectare, and no potential with an area of 5216.20 hectare.For the Districts with highly potential area and become a priority area of real estate and settlement development that appropriate to Boyolali district RTRW years 2010-2030 were most widespreaded in the Andong sub-district with an area of 1645.82 hectare, then the Boyolali sub-district with an area of 1259.23 hectare, and the Nogosari sub-district with an area of 1578,40 hectare.Keywords : Land potential forReal estate, GIS, AHP

ANALISIS ANCAMAN BENCANA EROSI PADA KAWASAN DAS BERINGIN KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daerah Aliran Sungai Beringin merupakan salah satu daerah aliran sungai terbesar di Kota Semarang dengan curah hujan tertinggi. Wilayah hulu adalah daerah yang berfungsi sebagai daerah konservasi, tangkapan  hujan, dan pengelolaan  lingkungan DAS. Tujuan pengelolaan DAS antara lain mengendalikan dan mencegah erosi tanah, mengoptimalkan air tanah, dan menjaga lingkungan hidup. Faktanya lahan konservasi  pada wilayah hulu telah banyak yang beralih fungsi. Hal itu akan memicu kejadian bencana salah satunya disebut erosi.Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada wilayah DAS Beringin pada tahun 2013 dan mengkaji parameter yang mempengaruhi besarnya tingkat erosi. Perhitungan erosi menggunakan metode RUSLE (Revised Soil Lost Equation) dan indeks topografi dihasilkan dengan menghitung faktor kemiringan dan panjang lereng. Tutupan  lahan terbaru dihasilkan dari digitasi on screen citra google earth  tahun  perekaman 2012. Perhitungan erosi dan pengolahan parameter erosi dilakukan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis.Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya erosi yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu : sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Dari hasil perhitungan dihasilkan tingkat bahaya erosi dengan tingkat sangat ringan sebesar 20,39 km2 (68%), ringan sebesar 3,83 km2 (13%), sedang sebesar 3,77 km2 (12%), berat sebesar 1,68 km2 (6%), sangat berat sebesar 0.19 km2 (0,6%).Kata kunci : Erosi, RUSLE, DAS Beringin, SIG ABSTRACTBeringin watershed is one of the largest watersheds in the Semarang City with the highest rainfall in Semarang City. The upstream area is an area that served as conservation area, rain catchment, and watershed environmental management. The purposes of watershed management is controling and preventing soil erosion, optimizing groundwater, and  protecting  the environment. The fact is land conservation in the upstream area has switched into others function. It will trigger one of catastrophic incident which is called erosion.The purpose of this study is  to determine the danger level of erosion in Beringin watershed area in 2013 and to  review the parameters that affect the level of erosion. Erosion calculation is using RUSLE (Revised Soil Lost Equation) method and  the topography index was  generated from  the slope value and slope length factors. Latest land  cover was generated from  on-screen digitized image from 2012 google earth image. The erosion level calculation and  the erosion parameter  are using  Geographic Information System technology.The results of this study is erosion potential maps that  is divided into five classes, namely: very mild, mild, moderate, severe, and highly severe. From the calculation result of erosion hazard  potential, as a very mild level at 20,39 km2 (68%), mild at 3,83 km2 (13%), moderate at 3,77 km2 (12%), severe at 1,68 km2 (6%), very severe at 1,9 km2 (0,6%).Keywords : Erosion , RUSLE, Beringin Watershed, GIS

ANALISIS CURAH HUJAN BERDASARKAN KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI (IDF) DI DAERAH POTENSI BANJIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : DAS Bogowonto Kabupaten Purworejo)

Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBencana banjir termasuk bencana alam yang sering terjadi ketika datangnya musim penghujan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, banjir terjadi akibat limpasan air Sungai Bogowonto yang menggenangi tambak udang sehingga mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) dan mengetahui perubahan penggunaan lahan di Daerah Aliran sungai Bogowonto Kabupaten Purworejo tahun 2002, 2008 dan 2013, serta menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan dan tingkat banjir berdasarkan data curah hujan tahun 2002-2013, sehingga dapat diketahui daerah yang berpotensi banjir.Metode  yang digunakan untuk membuat Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) adalah metode Mononebe dan untuk perhitungan Debit Air menggunakan metode Rasional. Penelitian ini membutuhkan Peta RBI kabupaten Purworejo dengan skala 1:25.000, data curah hujan tahun 2002-2013, data Jenis Tanah Kabupaten Purworejo, peta tata guna Lahan Kabupaten Purworejo, peta daerah Aliran Sungai (DAS) dan citra Landsat 8 tahun 2013.Intensitas Curah Hujan tertinggi terdapat pada periode ulang terlama yaitu pada periode ulang 100 tahun. Sedangkan intensitas curah hujan terendah terdapat pada periode ulang tercepat yaitu 2 tahun. Dalam hal penggunaan lahan, terjadi pengurangan luas sawah dan tegalan, sedangkan pemukiman, hutan dan perkebunan, lahan kosong, serta tambak dan danau mengalami peningkatan luas. Nilai debit dari tahun 2002 hingga 2013 mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pengaruh dari banyaknya curah hujan dan perubahan penggunaan lahan hutan dan perkebunan memiliki persamaan regresi Y = 22720,14 + (0,52416 X) + e.Kata Kunci: DAS Bogowonto, Intensitas curah hujan, debit air, pengaruh perubahan lahan ABSTRACTFlood was a natural disaster that often occured in every rainy season. As occured in Purwodadi district, regency of Purworejo, flood caused by run off water of Bogowonto river that inundating the shrimp ponds so that gave bad impact up to hundred milion rupiahs.The purpose of this Research, Firstly is to make Intensity Duration Frequency curve and know the changes of landuse at Bogowonto watersheds, regency of Purworejo, in 2002, 2008 and 2013. Secondly is to analyze an effect of landuse changes and flood levels based on rainfall data from 2002 untul 2013, so it can be determined the potential flood area. The method is used to make curve of Intensity Duration Frequency is using Mononobe method then Rational method is using to calculate water discharge. This research is using data RBI map of Purworejo regency with scale 1:25.000, rainfall data from 2002 until 2013, land types map, landuses map, watersheds map and landsat 8 data acquired in 2013.The highest rainfall intensity occured in the longest return peroid which is occuring hundred years period. The lowest rainfall intensity occured in the shortest return perioid which is occuring 2 years  peroid, based on landuse changes, there are decreasing landuse with ricefield and more area, in regency area, forest and plantation area, available, pondsand, lake were occured of discharge value it was occured from 2002 until 2013. Therefore, result of effect of rainfall level and landuse changes for forest and plantations are determined of regresion equation Y = 22720,14 + (0,52416 X) + e.Keyword: Bogowonto Watershed, Rainfall Intensity, Water Discharge, Effect of Land Change

Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Aditya Hafidh Baktiar, Aditya Hafidh Alfian Galih Utama, Alfian Galih Andri Suprayogi Angga Sapto Aji, Angga Sapto Ardhian Setiawan Saputra, Ardhian Setiawan Arief Laila Nugraha Arizal Kawamuna, Arizal Arliandy Pratama Avi Yudhanto, Avi Avianta Anggoro Santoso Avini Sekha Rasina, Avini Sekha Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana, Bambang Bambang Sudarsono Bandi - Sasmito Bandi Sasmito Dani Nur Martiana, Dani Nur David Carlous Pintubatu Denni Apriliyanto Dian Ayu Saraswati, Dian Ayu Dian Ika Aryani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Dwi Uzteyqah Exacty Erlangga Putranindya Fahrunnisa Wulandari Adininggar, Fahrunnisa Wulandari Faizal Hafidz Muslim, Faizal Hafidz Gilang Yudistira Hilman Gita Amalia Sindhu P. Harmeydi Akbar Heranda Ibnu Adhi, Heranda Ibnu Ihsan Pakaya Kartiko Ardhi Widananto, Kartiko Ardhi Lilik Kristianingsih, Lilik Maulvi Surya Gustavianto, Maulvi Surya Mia Anggorowati Karomah Muh Zaki Ulil Albab Muhammad Ibnu Munadi, Muhammad Ibnu Nadia Anggraeni Yuristasari, Nadia Anggraeni Novita Amelia Nur Wahidah Sudarsono, Nur Wahidah Paundra Ksatrio Wahyutomo, Paundra Ksatrio Polin Mouna Togatorop, Polin Mouna Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Rezky Yudhaseno Riana Kristiani Priskila Putri, Riana Kristiani Ridho Alfirdaus, Ridho Risty Khoirunisa, Risty S Sariffuddin, S Sawitri Subiyanto Sendi Akhmad Al Mukmin, Sendi Akhmad Setyo Adhi Nugroho Siti Khoeriyah Sukomono, Abdi Sutomo Kahar Sylvia Tri Yuliani, Sylvia Tri Tengku Oki Al Akbar, Tengku Oki Togi Pardo Siagian, Togi Pardo Ummi Athiyyah Yuniarti Wahyu Satya Nugraha widya Prajna, widya Yoga Kencana Nugraha Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky