Agus Wijatmoko
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Asam Cuka, Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk Mengurangi Bau Amis Petis Ikan Layang (Decapterus spp.) Poernomo, Djoko; Suseno, Sugeng Heri; Wijatmoko, Agus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.168 KB)

Abstract

Petis ikan merupakan komoditi hasil pengolahan ikan yang biasa digunakan sebagai lauk pauk atau campuran makanan rakyat yang khas. Petis ikan memiliki pontensi yang sangat besar dalam pemasaran, namun ada masalah atau kendala pada petis ikan yaitu bau amis yang menyengat. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan asam-asam organik seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan asam cuka dengan konsentrasi berbeda terhadap pengurangan bau amis petis ikan (Decapterus spp.). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan jeruk nipis dengan konsentrasi 15% cukup efektif untuk mengurangi bau amis petis ikan layang dan penambahan jeruk nipis ini tidak mempengaruhi zat gizi yang ada dalam petis ikan.Kata kunci: asam cuka, bau amis, belimbing wuluh, jeruk nipis, petis ikan
PERAN PAMONG BELAJAR SANGGAR KEGIATAN BELAJAR DALAM PROSES DIFUSI PROGRAM PADU DI JAWA TENGAH Wijatmoko, Agus
Jurnal Ilmiah Visi Vol 1 No 2 (2006): VISI PTK-PNF
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.561 KB)

Abstract

This research was aimed to investigate the facilitators’ performance in defusing the program of early childhood education and the contribution of education level, concept mastery, adult instructional methodology and the perception of early childhood education program to the facilitators’ performance in defusing early childhood program. The descriptive analysis shows (1) facilitators’ performance in defusing the programs of early childhood education, (2) 68% of facilitators’ educational background is bachelor (S1), (3) the level of concept mastery and adult instructional methodology tends to be satisfactory, and (4) the level of perception is categorized good. Path analysis concludes direct effect of educational level, concept mastery and perception to facilitators’ performance. While the relations among the predictors show no effects of educational level to facilitators’ perception and educational level indicates the effect to the level of concept mastery. It also indicates that the level of concept mastery gives the effect to facilitators’ perception. This research suggests Directorate General of Non Formal Education to make efforts to strengthen the roles of facilitators’ in defusing early childhood programs through formal and nonformal education.
Pemanfaatan Asam Cuka, Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk Mengurangi Bau Amis Petis Ikan Layang (Decapterus spp.) Poernomo, Djoko; Suseno, Sugeng Heri; Wijatmoko, Agus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.168 KB)

Abstract

Petis ikan merupakan komoditi hasil pengolahan ikan yang biasa digunakan sebagai lauk pauk atau campuran makanan rakyat yang khas. Petis ikan memiliki pontensi yang sangat besar dalam pemasaran, namun ada masalah atau kendala pada petis ikan yaitu bau amis yang menyengat. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan asam-asam organik seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan asam cuka dengan konsentrasi berbeda terhadap pengurangan bau amis petis ikan (Decapterus spp.). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan jeruk nipis dengan konsentrasi 15% cukup efektif untuk mengurangi bau amis petis ikan layang dan penambahan jeruk nipis ini tidak mempengaruhi zat gizi yang ada dalam petis ikan.Kata kunci: asam cuka, bau amis, belimbing wuluh, jeruk nipis, petis ikan