I Dewa Putu Wijana
Indonesian Department, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gajah Mada

Published : 40 Documents
Articles

Found 40 Documents
Search

PENOLAKAN DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA Nadar, FX; Wijana, I Dewa Putu; Poedjosoedarmo, Soepomo; Djawanai, Stephanus
Jurnal Humaniora Vol 17, No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.7 KB) | DOI: 10.22146/jh.842

Abstract

This paper discusses refusals in English and in Indonesian and is presented within the framework of pragmatics. The goal is to describe and compare the language politeness strategies used in refusals of both languages. Three hundred and ninety refusals in English and 390 refusals in Indonesian were used as data corpus. Both languages employ some strategies found in Brown and Levinson?s compiled language politeness strategies. However, as compared to refusals in Indonesian, more refusals in English are expressed in single speech acts and combination of two speech acts. Fewer refusals are expressed in combination of three and four speech acts. Refusals in English and in Indonesian also have different inclination in the use of speech act types to express refusals.
IMPLIKATUR DALAM WACANA POKOK Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora Vol 13, No 3 (2001)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.876 KB) | DOI: 10.22146/jh.727

Abstract

Pragmatik sebagai kajian struktur eksternal bahasa mengamati berbagai aspek pemakaian bahasa dalam situasi yang kongkret. Situasi yang kongkret dalam hal ini mengandaikan sebuah tuturan benar-benar dipandang sebagai produk sebuah tindak tutur yang jelas konteks lingual (kooteks) dan konteks ekstralingual (konteks)nya. Konteks ekstralingual digunakan untuk mengungkapkan maksud (makna penutur) yang tersembunyi di balik sebuah ujaran. Walaupun sering disinggung pentingnya peranan konteks esktralingual di dalam kajian cabang ilmu bahasa yang lain, pemanfaatannya agaknya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Sesuai dengan judulnya, tulisan ini membahas implikatur wacana pojok yang terdapat pada harian Kedaulatan Rakyat (khususnya yang terbit pada Januari s.d. Oktober 2001) dan aneka tindak tutur yang dipergunakan untuk menyampaikannya
ANGKA, BILANGAN, DAN HURUF DALAM PERMAINAN BAHASA Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora Vol 12, No 3 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.262 KB) | DOI: 10.22146/jh.699

Abstract

Saya jadi teringat semasa kanak-kanak dahulu, seorang kawan sepermainan menyodorkan sebuah teka-teki kepada saya. l a menyuruh saya untuk menuliskan frase preposisional seperti Gareng ke dalam deretan kotak layaknya lajur TTS yang berjumlah lima buah . Tentu saja, saya jadi pusing tujuh keliling karena untuk menuliskan huruf-huruf yang menyusun frase itu, saya membutuhkan jumlah kotak yang lebih banyak, yakni 13 buah. Tujuh buah untuk menuliskan seperti dan 6 buah lainnya untuk Gareng, punakawan jenaka yang memiliki anggota tubuh yang serba panjang itu. Setelah saya menyatakan menyerah, dengan tenang bercampur sedikit mengejek, kawan sebaya saya memberikan solusinya. Dia menuliskan angka 1/3 (sepertiga) di sebuah kotak untuk mewakili bagian tuturan sepertiga dan bagian yang lain reng di empat kotak sisanya . Boleh juga akal kawan saya itu, pikir saya . Pengalaman yang kedua saya alami ketika saya dalam perjalanan pulang naik bus patas Surabaya-Yogya "Sumber Kencono" seusai memberikan kuliah tamu di Universitas Negeri Djember pada awal Desember 2000. Di depan Pabrik Gula Gondang, Klaten, secara kebetulan saya melihat di kaca belakang kendaraan umum berplat kuning yang akan didahului bus yang saya turnpangi ada tulisan yang berbunyi "ber-217- an". Bingung juga beberapa saat saya dibuatnya karena tidak dapat secara cepat menangkap maksud tulisan itu . Kebingungan ini disebabkan angka 217 pertama saya baca dua ratus tuju(h) belas.
PERBANDINGAN BENTUK TINDAK TUTUR MEMINTA OLEH PEMBELAJAR BIPA DARI KOREA DAN PENUTUR ASLI BAHASA INDONESIA: KAJIAN BAHASA ANTARA Primantari, Adista Nur; Wijana, I Dewa Putu
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/kls.v1i2.3629

Abstract

This study is aimed at comparing the form of request utterances in bahasaIndonesia produced by Korean learners of Indonesian with the native speakers.Data in this research were collected through a direct fieldwork by recordingand taking notes on conversations produced by Korean learners of Indonesianin Yogyakarta. After collecting the data, we analyze them through comparisonof the data between the Korean and Indonesian speakers. It turns out thatthe Korean learners of Indonesian produce different request utterance formscompared to the native speakers. The patterns of the request utterances can beseen in three different forms: the structure, the variation, and the strategy of theutterances. The difference between utterances produced by the learners and thenative speakers found in the choice of formal and informal styles, strategy ofrequest, semantic formulas, and personal pronouns.
THE DEVELOPMENT OF BAHASA INDONESIA IN MULTICULTURAL CONTEXT: A CASE STUDY OF ADOLOSCENT'S SLANG Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.259 KB) | DOI: 10.22146/jh.1011

Abstract

This article deals with Indonesian slang that is commonly used by youngsters as a symbol of their intimate friendship. This colloquial variation, which is often regarded as a threat to the existence of standard Indonesian is in fact very rich with interesting linguistic features, especially in terms of its forms, formation processes, spellings, and sources. The discovery of its uniqueness will hopefully vanish all negative views about the slang because its presence will actually give give contribution for the development of Bahasa Indonesia.
MAKIAN DALAM BAHASA INDONESIA: STUDI TENTANG BENTUK DAN REFERENSINYA Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora Vol 16, No 3 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1753.174 KB) | DOI: 10.22146/jh.1304

Abstract

This paper aims at describing forms of swearing expressions and their references used in Bahasa Indonesia. Data which are extracted from The Big Indonesian Dictionary (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Indonesian comic books, and the writer's intuition as an Infonesian native speaker, indicate that the sweating expressions can take several forms, i.e. words, phrases, and clauses. With regards to their references, the severing expressions mainly refer to mental state or unlucky situation, animals, devils, bad things, parts of human body, kinship terms, sexual activities and professions.
PRAGMATIK DAN PEMBELAJARAN BAHASA ASING Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.605 KB) | DOI: 10.22146/jh.1905

Abstract

Pragmatik sebagai ilmu yang mengkaji seluk beluk makna eksternal satuankebahasaan timbul dan berkembang sebagai reaksi terhadap pandangan kaum strukturalis dan transformasionalis yang mengkaji satuan-satuan kebahasaan secara internal. Mengkaji satuan-satuan kebahasaansecara eksternal berarti menelaah pemakaian satuan-satuan kebahasaansecara fungsional, yakni bagaimana satuan-satuan kebahasaan itu di komunikasikan.
SLOGAN SEBAGAI WACANA PERSUASIF: STUDI KASUS WACANA KAMPANYE PEMILIHAN BEM DAN SM FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 1996 Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora No 4 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.1913

Abstract

Studi ini akan mencoba mengamati wacana slogan dalam upaya menyingkapkan sejumlah aspek yang menjadikan wacana itu menarik sehingga dapat membentuk persepsi para pembacanya, mengubah sikap, dan mempengaruhi tindakan mereka. Slogan yang dijadikan objek penelitian adalah slogan kampanye pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa (SM) Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 1996. Data-data yang dikumpulkan berupa slogan-slogan berwujud poster yang dipajang di seluruh kompleks kampus Fakultas Sastra beberapa minggu menjelang hari pemilihan dua badan kemahasiswaan tersebut. Data itu diklasifikasikan berdasarkan tindak tuturnya dan sarana kebahasaan yang dimanfaatkannya.
KALIMAT ANOMALI DAN KEDUDUKANNYA DARI SUDUT PANDANG PRAGMATIK Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora No 3 (1996)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2223.212 KB) | DOI: 10.22146/jh.1944

Abstract

Di dalam berbagai bahasa tentu ada kalimat-kalimat yang menyimpangdi lihat dari keselarasan kategori dan makna elemen pembentuknya. Kalimat-kalimat seperti ini dalam istilah linguistik dikenal dengan sebutan kalimat anomali (anomalous sentence) (Kridalaksana, 1993, 14; Fromkin & Rodman. 1983, 177). Hal yang menarik dipermasalahkan di sini adalah bahwa kalimat anomali (nonsense) tidak pernah di utarakan atau diucapkan di dalam pemakaian bahasa yang sebenarnya. Kalimat-kalimat itu diciptakan dalam konteks yang abstrak, tidak jelas siapa pembicaranya, dengan s1apa kalimat itu diutarakan, kapan kalimat itu diutarakan, dan sebagainya. Abstraknya konsepsi data yang melatarbelakangi teori Chomsky.
PEMANFAATAN TEKS HUMOR DALAM PENGAJARAN ASPEK-ASPEK KEBAHASAAN Wijana, I Dewa Putu
Jurnal Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.385 KB) | DOI: 10.22146/jh.1973

Abstract

Keberhasilan sebuah proses belajar mengajar tidaklah semata-mata ditentukan oleh pengajar yang handal, input yang baik, fasilitas pengajaran (gedung sekolah, alat-alat pengajaran, perpustakaan, dsb.) yang memadai, tetapi pemilihan bahan pengajaran yang tepat juga memegang peranan yang cukup dominan. Makalah ini akan membahas pemanfaatan teks humor untuk mengajarkan aspek-aspek kebahasaan dalam berbagai cabang ilmu bahasa, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik.