Niniek Widyorini
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 103 Documents
Articles

PROGRAM PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI “KARYA MINA MANDIRI” MANGUNHARJO DALAM RANGKA PENINGKATAN PENJUALAN DAN PROMOSI PRODUK HASIL OLAHAN MANGROVE Widyorini, Niniek; A?in, Churun; Rudiyanti, Siti; Suryanti, Suryanti; Purnomo, Pujiono Wahyu
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.41 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.2.125-128

Abstract

Sister Program for ?Mina Karya Mandiri? Group to Improve Selling and Promotion Mangrove Processing Product  ABSTRAK   Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui program pendampingan kelompok tani dilaksanakan sebagai solusi untuk mengatasi stagnasi produksi dan penjualan hasil olahan mangrove (bolu dan krupuk mangrove) yang dihasilkan oleh Kelompok Tani ?Karya Mina Mandiri? (KMM) dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2014 di Mangunharjo Semarang. Target luaran (outcome) dalam kegiatan ini adalah pemantapan dan penguatan kerjasama yang selama ini telah terjalin antara tim pengabdian masyarakat dengan kelompok tani KMM sebagai mitra binaan, meningkatkan brand image product, meningkatkan hasil penjualan, meningkatkan minat masyarakat terhadap produk olahan mangrove, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya mangrove. Target kegiatan pengabdian masyarakat sudah terlaksana dengan baik sebesar 90% seperti sosialisasi, penyuluhan, perbaikan kemasan (packaging), pengujian informasi gizi produk dan pemberian bantuan alat kemasan. 10% Target kegiatan berupa promosi serta monitoring program pendampingan yang telah dijalankan, belum dapat dilakukan karena kendala bulan musim panen buah mangrove telah berlalu sehingga kelompok tani ?Karya Mina Mandiri? belum dapat memproduksi hasil olahan mangrove dalam volume besar. Hasil pengujian kandungan gizi bolu mangrove sebagai berikut : total antioksidan  129%, kalori 364 Kkal/kg, protein 5,5%, lemak 0,61% dan karbohidrat 78,13% sedangkan pengujian kandungan gizi pada krupuk mangrove adalah sebagai berikut : total antioksidan 1,29%, kalori 240 Kkal/kg, protein 3,89%, lemak 0,3%, karbohidrat 68,29%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka saran yang bisa disampaikan adalah Kendala musim panen buah mangrove perlu diantisipasi dengan cara mengolah semaksimal mungkin buah mangrove untuk dijadikan tepung pada saat panen dan menyimpannya sebagai stock cadangan pada bulan nonpanen.   Kata kunci : Program Pendampingan, Olahan Mangrove, Kandungan Gizi, Kemasan Produk,  Kelompok Tani ? Karya Mina Mandiri?, Mangunharjo Community Service activities through sister  program implemented as a solution to overcome the stagnation in the production and sale of mangrove processed products (cake and krupuks-snacks mangrove) generated by Farmers Group "Mina Karya Mandiri" (KMM). Target outcomes (outcome) in this activities are the establishment and strengthening of cooperation that has been established between a community service teams with farmer groups KMM as trained partners, improve product brand image, increase sales, increase public interest in the mangrove refined products, as well as raising awareness the importance of mangrove. Target community service activities already performing well by 90% as socialization, counseling, improved packaging (packaging), testing the nutritional information of products and provision of packaging tools. 10% target in the form of promotional activities as well as monitoring of assistance programs that have been run, can not be done because of constraints in mangrove fruit harvest season has passed so that farmers group "Mina Karya Mandiri" have not been able to produce results in large volumes of processed mangrove. The test results  mangrove nutritional content as follows: total antioxidant 129%, 364 calories Kcal/kg, 5,5% protein, fat and carbohydrate 0,61% 78,13% while testing the nutrient content in the mangrove krupuks-snacks are as follows: total antioxidant 1,29%, calories 240 kcal / kg, 3,89% protein, 0,3% fat, carbohydrates 68,29%. Based on these conclusions, the suggestions can be submitted is Constraints mangrove fruit harvest should be anticipated by processing as much as possible to be used as flour mangrove fruit at harvest and store it as a backup in nonharvest stock. Keywords : Sister  Program, Mangrove Processing Product,  Nutritional Ingredients, Packaging Products, Farmers Group "Mina Karya Mandiri", Mangunharjo  
ANALISIS KELIMPAHAN TOTAL BAKTERI COLIFORM DI PERAIRAN MUARA SUNGAI SAYUNG, MOROSARI, DEMAK (ANALYSIS OF TOTAL ABUNDANCE OF COLIFORM BACTERIA AT THE SAYUNG RIVER ESTUARY, MOROSARI, DEMAK) Safitri, Lani Febriana; Widyorini, Niniek; Jati, Oktavianto Eko
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.763 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.1.30-35

Abstract

Perairan Muara Sungai Sayung terletak di wilayah Kabupaten Demak sebelah barat. Perairan ini telah dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan. Bakteri Coliform merupakan bakteri gram negatif yang berbentuk batang dan tidak membentuk spora. Bakteri ini merupakan bakteri indikator terjadinya pencemaran perairan maupun indikator keberadaan bakteri patogen lainnya. Perhitungan total bakteri Coliform perlu dilakukan untuk mengetahui adanya pencemaran limbah organik yang terjadi di Perairan Muara Sungai Sayung, Morosari, Demak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan total bakteri Coliform, dan status perairan di Perairan Muara Sungai Sayung, Morosari, Demak. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan dari jumlah total bakteri Coliform dengan bahan organik terlarut dan oksigen terlarut (DO). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling yang dilakukan pada lima stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata total bakteri Coliform yang diperoleh berkisar antara 4 x 103 ? 550 x 10 3/100ml. Kelimpahan rata-rata total bakteri Coliform yang diperoleh pada setiap stasiun menunjukkan bahwa kandungan total bakteri Coliform telah melebihi baku mutu air menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Keberadaan total bakteri Coliform memiliki hubungan yang lemah dengan kandungan bahan organik terlarut, sedangkan keberadaan total bakteri Coliform memiliki hubungan yang cukup dengan oksigen terlarut (DO) di perairan Muara Sungai Sayung Morosari, Demak. Sayung River Estuary is located in the western part of Demak Regency. This estuary has been affected by various human activities which have led to a decline in water quality. Coliform bacteria are a gram-negative bacteria that are rod-shaped and do not form spores. This bacterium is an indicator bacteria of water pollution and an indicator of the presence of other pathogenic bacteria. Total Coliform bacteria calculation needs to be carrid out to find out if there any contamination of organic waste in Sayung River Estuary, Morosari, Demak.. The purpose of this research was to determine total abundance of Coliform bacteria, water quality in Sayung River Estuary, Morosari, Demak and relationship between the total abundance of Coliform bacteria with dissolved organic matter and dissolved oxygen (DO). This research was carried out in May 2018. The method that used in this research were survey method and the sampling technique was random sampling method in five stations. The results showed that the average abundance of total Coliform bacteria obtained ranged between 4 x 103 - 550 x 103 / 100ml. Average abundance of total Coliform bacteria obtained at each station shows that the total content of Coliform bacteria has exceeded the water quality standard according to Minister of Environment Decree number 51 of 2004. The total presence of Coliform bacteria has a weak relationship with the content of dissolved organic matter, while the total number of Coliform bacteria have sufficient relationship with dissolved oxygen (DO) in the Sayung River Estuary,Morosari, Demak.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS PADA SUBSTRAT DASAR BERLOGAM TIMBAL (Pb) DI PESISIR TELUK JAKARTA Marbun, Lolo Ray; -, Ruswahyuni; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.718 KB)

Abstract

Teluk Jakarta sebagai pintu gerbang masuk ibukota telah mengalami pencemaran yang telah melewati ambang batas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kadar konsentrasi timbal (Pb) dalam substrat terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobenthos di pesisir Teluk Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, sedangkan metode yang digunakan untuk pengambilan sampel metode purposive sampling. Adapun lokasi sampling sebagai berikut :Stasiun I (Muara Cengkareng), Stasiun II (Muara Marina), Stasiun III (Muara Merunda).Hasil perhitungan pada Stasiun I diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 100 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,88, indeks keseragaman sebesar 0,76 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 50,02 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun II diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 893 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 0,32, indeks keseragaman sebesar 0,15 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 7,145 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun III diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 18 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,2, indeks keseragaman sebesar 0,75 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 35,73 ppm.
ANALISIS KELIMPAHAN PERIFITON PADA KERAPATAN LAMUN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Novianti, Merlyna; Suprapto, Djoko; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.257 KB)

Abstract

Perifiton merupakan jasad – jasad yang dapat hidup melekat pada permukaan daun lamundengan demikian penelitian ini ditekankan untuk mengetahui struktur komunitas perifiton pada komunitas lamun serta membedakannya pada setiap jenis lamun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keberadaan perifiton pada komunitas lamun dalam menunjang fungsi-fungsinya di perairan Pulau Panjang, Jepara sebagai areal konservasi. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada antara bulan Juni - Juli 2012 selama 1 bulan di pantai perairan Pulau Panjang, Jepara, Jawa tengah. Proses mengidentifikasi diadakan di laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel lamun dan perifiton dengan menentukkan tiga titik pengambilan sampel lamun dengan kepadatan jarang, sedang dan padat serta pengukuran .  Jenis Perifiton yang paling banyak ditemui di pada perairan Pulau Panjang pada rata-rata kerapatan berasal dari kelas Bacillariophyceae yaitu berkisar antara 63.134-98.910 ind/cm2, perifiton dengan kelimpahan relatif tertinggi adalah Nizchia sp berkisar 32,26-34,18 % Persen penutupannya pada kerapatan sedang yaitu 39,08%, pada kerapatan padat yaitu 45,01% dan pada kerapatan jarang yaitu 15,89%. Pada sampel daun lamun yang diambil secara acak, ditemukan 16 spesies dengan indeks keanekaragaman (H’) perifiton pada kerapatan jarang mempunyai nilai indekskeanekaragaman sebesar 2,35 dengani keseragamannya sebesar 0,84 kerapatan sedang sebesar 2,39 dan keseragaman (e) sebesar 0,86 dan perifiton pada kerapatan padat mempunyai nilai indeks keanekaragaman  2,45 dan keseragaman 0,87.
ANALISIS PERBEDAAN MORFOLOGI DAN KELIMPAHAN KARANG PADA DAERAH RATAAN TERUMBU (Reef Flate) DENGAN DAERAH TUBIR (Reef Slope) DI PULAU PANJANG, JEPARA Septyadi, Kiai Agoes; Ruswahyuni, -; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.979 KB)

Abstract

Pulau Panjang merupakan kawasan wisata di Jepara yang memiliki potensi salah satunya adalah ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang mempunyai fungsi ekologis yaitu sebagai habitat untuk berkembang biak, mencari makan dan berlindung bagi biota lain. Terumbu karang juga mempunyai fungsi melindungi pantai dari hempasan ombak dan arus laut. Selain itu keindahan alam laut dan terumbu karang sendiri dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai daerah pariwisata bahari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan morfologi karang pada zona rataan (reef flat) dengan terumbu karang daerah tubir (reef slope) di perairan pulau Panjang, Jepara. Dan mengetahui kelimpahan terumbu karang pada zona rataan (reef flat) dan terumbu karang pada zona tubir (reef slope) di perairan pulau Panjang, jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dimana metode yang digunakan tergolong dalam metode survei yang bersifat deskriptif. Metode yang digunakan pada pengambilan data adalah Line Intercept Transect (LIT). Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu daerah rataan terumbu dan daerah tubir. Panjang line transek adalah 10 m, di letakkan sejajar garis pantai, transek yang digunakan di daerah rataan terumbu sebanyak 3 line dan daerah tubir sebanyak 3 line. Jarak antara line dimasing-masing lokasi sampling 5 m.Hasil penelitian jenis karang yang ditemukan di rataan terumbu dan tubir yaitu  adalah jenis Porites sp., Acropora sp., Echinopora sp., Turbinaria sp., Goniastrea sp., Pavona  sp., Favites sp., Leptoseries sp., Pectinia sp., dan Goniopora sp. Prosentase penutupan karang hidup tertinggi di rataan terumbu yaitu jenis Porites sp. 26,73% , Goniastrea sp. 4,10% dan Acropora sp 3,67%. Sedangkan presentase penutupan karang hidup tertinggi di tubir yaitu jenis Porites  sp. 35,67%, Echinopora sp. 6,50% dan Acropora sp. 6,33%. Nilai prosentase penutupan karang hidup di daerah rataan terumbu sebesar 36,40% yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan nilai prosentase penutupan karang hidup di tubir sebesar 65,50% termasuk kategori baik. Pada rataan terdapat jenis morfologi Acropora yaitu  jenis Acropora Branching (ACB) sebesar 3,67%, sedangkan pada tubir  sebesar 6,33%. Jenis morfologi yaitu jenis Acropora terdapat satu jenis yaitu Acropora Branching (ACB), Baik daerah rataan dan tubir.  Sedangkan untuk non Acropora yang paling banyak adalah jenis Coral Encrusting (CE) baik pada rataan dan tubir.
HUBUNGAN KELIMPAHAN MEIOFAUNA PADA KERAPATAN LAMUN YANG BERBEDA DI PULAU PANJANG, JEPARA Assy, Dwi; Widyorini, Niniek; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.278 KB)

Abstract

Lamun merupakan salah satu sumberdaya laut yang sangat potensial dan dapat dimanfaatkan. Organisme benthos seperti meiofauna menepati posisi yang sangat penting dalam proses biodegradasi di ekosistem pantai. Meiofauna bersifat relatif menetap pada dasar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan meiofauna pada kerapatan lamun yang berbeda di Pantai Pulau Panjang, Jepara dan mengetahui hubungan antara kerapatan lamun yang berbeda dengan kelimpahan meiofauna. Metode pengambilan sampel dan pengamatan meiofauna adalah sampel diambil 7 titik dari setiap stasiun, pengambilan sampel meiofauna dengan menggunakan pralon 20 cm, sampel kemudian disaring dengan menggunakan saringan sampel 0,5 mm dan diberi formalin sebanyak 4% ,larutan rose bengale™ dan larutan ludox. Jenis lamun yang ditemukan di lokasi penelitian ini didapatkan 5 genera lamun yaitu Thalassia sp, Cymodocea sp, Enhalus sp, Syringodium sp dan Halodule sp. Jumlah spesies individu meiofauna pada stasiun A yaitu 34.666 individu/m3 dari 22 spesies, pada stasiun B yaitu 42.666 individu/m3 dari 22 spesies dan pada stasiun C yaitu 54.000 individu/m3 dari 22 spesies. Uji korelasi pearson didapatkan nilai sebesar 0,565 ( ≥ 0,05 ) dengan kesimpulan H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara meiofauna dengan kerapatan lamun yang berbeda di Pulau Panjang Jepara. Nilai korelasi antara meiofauna dengan kerapatan lamun sebesar -0,632, hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang erat antara meiofauna dengan kerapatan lamun di Pulau Panjang, Jepara.
HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK SEDIMEN DAN KELIMPAHAN BIOTA MEIOFAUNA PADA DAERAH SUPRALITORAL PANTAI TANJUNG KELAYANG KABUPATEN BELITUNG -, Munandar; -, Ruswahyuni; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.592 KB)

Abstract

Pada ekosistem pantai kelimpahan biota meiofauna sangat penting peranannya dalam struktur rantai makanan. Biota meiofauna bersifat relatif menetap pada dasar perairan, oleh karena itu adanya perubahan lingkungan akibat eksploitasi dan pencemaran yang berlebihan dapat mengurangi kelimpahan biota meiofauna sehingga secara tidak langsung dapat mengganggu ekosistem karena biota meiofauna sangat penting peranannya dalam rantai makanan.Kehidupan organisme perairan dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya baik fisik, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan biota meiofauna di pantai Tanjung Kelayang dan untuk mengetahui hubungan antara kandungan bahan organik pada sedimen dan kelimpahan biota  meiofauna di pantai Tanjung Kelayang yang terdiri dari 3 stasiun yaitu stasiun A merupakan daerha yang terkenan percikan air, B daerah yang kadang-kadang tergenang air dan C daerah yang selalu tergenang air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012 di Pantai Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif, metode deskriftif adalah suatu metode dalam meneliti status suatu obyek, suatu kondisi ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan 1 Phylum yaitu Nematoda yang terdiri dari 14 spesies, yaitu Rhabdodemania sp, Epacanthion sp, Anoplostoma sp , Halalaimus sp, Enoplolaimus sp, Oncholaimellus sp, Pareurystomina sp, Gairleanema sp, Oxystomina sp, Synonchus sp, Platicoma sp, Trissonchulus sp, Mesacanthion sp, dan Thalassironus sp. Dari hasil indeks keanekaragaman dan keseragaman dari ketiga stasiun menunjukan kondisi perairan baik karena tingkat keanekaragaman spesies tinggi, serta tidak ada spesies yang mendominasi di lokasi tersebut. Kelimpahan biota meiofauna pada ketiga stasiun yaitu, stasiun A 107000 ind./m3,   B 12100 ind./m3, dan C 163000 ind./m3. Berdasarkan analisis korelasi yang dilakukan, bahwa kandungan bahan organik mempunyai hubungan yang nyata dan memiliki keeratan.
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih ( Allium sativum ) dengan Dosis yang Berbeda terhadap Lepasnya Suckers Kutu Ikan ( Argulus sp. ) pada Ikan Koi (Cyprinus carpio) Wijayanto, Dimas Surya Mahendra; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.999 KB)

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki bentuk dan warna tubuh yang menarik. Salah satu masalah yang sering dianggap sebagai penghambat dalam budidaya ikan adalah apabila ikan koi  mendapat serangan penyakit dan infeksi parasit. Pengendalian penyakit dalam usaha budidaya ikan selama ini  masih mengandalkan obat kimia, namun efek obat ini dapat menyebabkan  pencemaran perairan. Ada beberapa bahan alami / tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, misalnya bawang putih.Penelitian ini diadakan pada bulan Oktober-Desember 2012 di Laboratorium Hidrologi Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Tujuan penelitian  untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak bawang putih dengan dosis yang berbeda terhadap pelepasan sucker kutu ikan dan dosis optimum ekstrak bawang putih air yang mampu melepaskan / lepasnya   Argulus sp. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Konsentrasi ekstrak bawang putih yang digunakan adalah 0 % (kontrol),  4 %, 8% dan 12 %. Hasil yang didapatkan yaitu pelepasan sucker kutu ikan pada ikan koi pada perlakuan A (dosis 4 %) adalah 32 menit 36 detik, perlakuan B (dosis 8 %) 27 menit 12 detik, perlakuan C (dosis 12 %) 8 menit 12 detik. Dari hasil uji sidik ragam (ANOVA) perlakuan berbeda sangat nyata. Hubungan konsentrasi terhadap pelepasan sucker kutu ikan  pada ikan koi diperoleh persamaan Y = -3,092 x + 46,95 dengan koefisien determinasi sebesar R2= 0,911. Berdasarkan uji statistika ini diperoleh konsentrasi ekstrak bawang putih yang menghasilkan dosis optimum adalah sebesar 6,33%  Kondisi tingkah laku ikan pada akhir penelitian menunjukkan gejala yang normal dan kualitas air berada pada kisaran yang cukup optimal. Kondisi tingkah laku ikan pada akhir penelitian menunjukkan gejala yang normal dan kualitas air berada pada kisaran yang cukup optimal.
Analisis Morfometri dan Faktor Kondisi pada Cumi-Cumi Photololigo chinensis dan Photololigo duvaucelii yang Didaratkan di Beberapa TPI Pantai Utara Jawa Tengah Nuzapril, Mulkan; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.705 KB)

Abstract

Salah satu hasil laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi setelah ikan dan udang adalah cumi-cumi. Cumi-cumi merupakan salah satu jenis sumberdaya perikanan yang berperan nyata dalam sektor perikanan laut dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi melalui kegiatan penangkapan sudah saatnya disertai dengan upaya pengaturan penangkapan. Upaya ini dapat memperbaiki kerusakan sumberdaya cumi-cumi, karena stok dapat diperkaya untuk memperbaiki dan mempertahankan kelestarian sumberdaya cumi-cumi. Studi mengenai morfometri dari cumi-cumi sangat diperlukan guna selektivitas ukuran bagi kegiatan penangkapan. Selektivitas alat tangkap sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya overfishing. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik morfometri dan faktor kondisi dari cumi-cumi P.chinensis dan P. duvaucelii yang didaratkan di TPI sekitar Pantai Utara Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui teknik survei yaitu melakukan kegiatan pengamatan secara langsung dilapangan dengan bertanya terhadap nelayan sebagai data primer dan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling yaitu bahwa semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dimasukkan sebagai anggota sampel. Hasil penelitian ini adalah mengidentifikasi 2 jenis cumi-cumi yaitu P.chinensis dan P. duvaucelii. Ukuran yang mendominasi untuk P. duvaucelii  yaitu berkisar antara 25 – 40 mm dan P. chinensis  yaitu antara ukuran 55 – 70 mm. Hubungan panjang berat P.chinensis dan P. duvaucelii mempunyai persamaan W = 0,0024 L2,055dan W = 0,00129 L2,213. Karakteristik alometri pada cumi-cumi  P.chinensis dan P.duvaucelii mempunyai sifat pertumbuhan alometrik positif, alometrik negatif dan isometrik. Nilai faktor kondisi dari P.chinensis dan P. duvaucelii dengan rumus K= W/ aLb masing- masing adalah 1,007 dan 1,082. Hal tersebut menunjukkan bahwa tubuh dari kedua cumi-cumi yaitu kurang pipih. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa pertumbuhan panjang mantel kedua spesies tumbuh lebih cepat dibanding organ tubuh lain dan pertumbuhan panjang mata P. chinensis lebih cepat dibanding tinggi mata, sedangkan panjang mata   P. duvaucelii tumbuh seimbang terhadap tinggi mata.
PENGARUH LAJU SEDIMENTASI DENGAN KERAPATAN RUMPUT LAUT DI PERAIRAN BANDENGAN JEPARA Albert, Maruli; Ruswahyuni, -; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.045 KB)

Abstract

Perairan Pantai Bandengan Jepara terletak di daerah utara Pulau Jawa. Jenis biota yang ada beragam dengan populasi masing-masing jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan rumput laut, nilai laju sedimentasi pada daerah rumput laut serta mengetahui hubungan perbedaan kerapatan rumput laut dengan laju sedimentasi di perairan bandengan Jepara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunitas rumput laut yang dibagi menjadi 3 pengambilan,  pengambilan dilakukan secara tegak lurus ke arah laut dan penghitungan laju sedimentasi dengan menggunakan sedimen trap yang di pasang pada lokasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Metode penentuan kerapatan rumput laut dilakukan dengan frame kuadran ukuran 1x1 m dengan cara menghitung jumlah tegakan rumput laut dalam setiap meter persegi sepanjang 100 m. Kerapatan rumput laut di perairan Bandengan Jepara di dapat 431 individu/300m2 yang terdapat 9 jenis dari 2 filum yaitu  Filum Chlorophyta : Halimeda opuntia sebanyak 157 individu/300m2 , Halimeda descoides sebanyak 58 individu/300m2, Halimeda makroloba sebanyak 74 individu/300m2,filum Phaeophyta : Chordoria flagelliformis sebanyak 31 individu/300m2, Padina crassa sebanyak 83 individu/300m2, Sargassum yendoi sebanyak 15 individu/300m2, Sargassum piluliferum sebanyak 3 individu/300m2, Sargassum confusum sebanyak 5 individu/300m2, dan Sargassum duplicatum sebanyak 5 individu/300m2. Hasil penghitungan laju sedimentasi diketahui rata-rata laju sedimentasi pada lokasi penelitian adalah 0,85 mg/cm3/hari. Nilai korelasi antara laju sedimentasi dengan kerapatan rumput laut sebesar 0,85, hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang erat antara laju sedimentasi dengan kerapatan rumput laut di perairan Bandengan, Jepara.
Co-Authors - Haeruddin - Ruswahyuni A?in, Churun Agus Hartoko Ahmad Hadi Marwan, Ahmad Hadi Alfian Dony Saputra, Alfian Dony Alva W, Silvia Silvia Grandies Angelia Maharani Setya Putri, Angelia Maharani Setya Anhar Solichin Aryo Ganesha Putra, Aryo Ganesha Astari, Findiani Dwi Azzam, Faudzi Ath Tho Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Churun Ain Deni Kristiawan Derry Kurnia Prasetya, Derry Kurnia Dimas Rahmat Ramadhian, Dimas Rahmat Dimas Surya Mahendra Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Assy Dwi Tasha Maulida, Dwi Tasha Errinda Pramesti Oktaviana, Errinda Pramesti Fahmy Barik Fauzi, Reyhan Fathullah Ferdiansyah Ferdiansyah Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Hariawansyah, Fathul Aziz Hesty Riyana, Hesty Iswahyuni Iswahyuni Janisa Ferril Indriyastuti Jati, Oktavianto Eko Kiai Agoes Septyadi Kurnia, Rahanti Lolo Ray Marbun Lusiana Rahayu Widiastuti Maruli Albert Max Rudolf Muskananfola Merlyna Novianti Moh Hidayat Muhammad Ilham Mulkan Nuzapril Munandar - Mustofa Nitisupardjo Nasution, Afiah Nazla Ni’ma Ni?ma, Nazla Norma Afiati Nur Ain Nursubekhi, Rijal Galih Amta Pujiono Wahyu Purnomo Puteri, Fadya Rachmi Putri Nur Arifah, Putri Nur Rachmawan, Dicky Setya Ria Purnama Dewi Rinaldi, Rexa Kurnia Rizka Alifianita Saputri, Rizka Alifianita Ruswahyuni - Ruswahyuni Ruswahyuni Safitri, Lani Febriana Sahala Hutabarat Savitri Taurusiana Shalihah, Hana Nisau Siti Nur Hidayah, Siti Nur Siti Rudiyanti Stephanus Jeanua Widyalistyo Putra Subiyanto Subiyanto Supriharyono Supriharyono Supriyati, Siti Suryanti Suryanti Sutrisno Anggoro Syiva Nur Anggraeni, Syiva Nur Temmy Temmy Tiara Surya Dewi Tito Firmansyah Yuanto Tjatur Wulandari, Tjatur Tri Kusuma Oktaviana Tyas, Diani Estining Uswah Hasanah Vera Nabila Ariyanti, Vera Nabila Wiwid Widyaningsih, Wiwid Yasintia Aryanov Soekiswo Yaya Fitriyah, Yaya Yunita, Isnaini Dian