Articles

Found 25 Documents
Search

Scalability Analysis of KVM-Based Private Cloud For Iaas Rahma, Fayruz; Adji, Teguh Bharata; Widyawan, Widyawan
International Journal of Cloud Computing and Services Science (IJ-CLOSER) Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/closer.v2i4.4535

Abstract

One of the cloud technology cores is virtualization. Virtual Machine Manager (VMM), which is also called hypervisor, is said to have good scalability if it provides services to many virtual machines with a fair management of resources to maintain optimal performance of virtual machines’. Scalability evaluation of virtualization technology needs to be done so that cloud developers can choose the appropriate hypervisor according to the scenario of cloud usage. This study was conducted to determine the scalability of KVM in a cloud with OpenStack platform. Three scalability metrics were used (overhead, linearity, and isolation) to measure the scalability of different machine resources: CPU, network, and disk. The results showed that KVM exhibits good scalability in CPU and network. KVM is suitable for a scenario in which isolation between its CPU and harddisk is needed. KVM is suggested not to be used in a scenario where harddisk is accessed intensively.
Pengembangan Aplikasi Interactive Tv Pada Platform Set-Top Box Tertanam Berbasis Windows Embedded 7 Aryananda, Ferro Ferizka; Widyawan, Widyawan; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Interactive TV Application Development on Embedded Set-Top Box Platform Based on Windows Embedded 7. With the novelty of television technology that marked by the boom of DTV,  Internet enabled Set-Top Box,  and DVR,  television users become more aware to interactive and rich experience of multimedia contents viewing on their television that later become the concept of interactive TV.Interactive TV allows viewers to take control of what they want to see something conventional TV can’t afford. In this research, there will be an application developed so that the user could enjoy extended services through their TV set. CETV is a proof of concept of interactive TV concept that enables users to access extended services. CETV is a group of 7 different application module that has their own feature and functionality. CETV delivers extended services and contents that bring interactivity and control to television users. Kata kunci: Embedded Device, . NET Framework,  interactive TV,  Set Top Box.Abstrak. Dengan kebaruan teknologi televisi yang ditandai dengan tren DTV, Internet enabled Set-Top Box, dan DVR, pengguna televisi menjadi lebih sadar akan pengalaman yang interaktif dan kaya pada konten multimedia yang tampil di televisi mereka yang kemudian menjadi konsep TV interaktif. Interaktif TV memungkinkan pemirsa untuk mengambil kendali dari apa yang mereka ingin lihat, sesesuatu yang tidak mampu disediakan oleh TV konvensional. Dalam penelitian ini, akan ada aplikasi yang dikembangkan sehingga pengguna dapat menikmati layanan tambahan melalui TV mereka. CETV adalah bukti dari konsep konsep TV interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tambahan. CETV adalah kelompok 7 modul aplikasi yang berbeda yang memiliki fitur dan fungsi mereka sendiri. CETV memberikan layanan tambahan dan konten yang membawa interaktivitas dan kontrol kepada pengguna televisi.Kata kunci: Perangkat Tertanam, .NET Framework,  TV interaktif,  Set Top Box.
OBSERVASI ALIRAN SUNGAI UNTUK PERINGATAN DINI BANJIR LAHAR DINGIN MEMANFAATKAN JARINGAN SENSOR NIRKABEL PLATFORM IQRF Priyanto, Agung; Widyawan, Widyawan; Sujoko, Sujoko
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Banjir lahar dingin merupakan bencana yang biasanya menyertai letusan atau erupsi gunung berapi. Ini terjadi ketika material vulkanik hasil erupsi yang menumpuk di lereng dan kaki gunung berapi terbawa air hujan melewati sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut. Air yang bercampur dengan material vulkanik ini memiliki massa jenis yang besar sehingga gelombang suara yang dihasilkan ketika mengalir berbeda dengan aliran yang terdiri dari air saja. Parameter inilah yang akan diteliti perbedaanya melalui percobaan yang akan dilakukan. Sinyal suara aliran sungai diperoleh menggunakan serangkaian sensor suara yang disusun secara array. Masing-masing sensor terhubung  dengan sebuah node jaringan sensor nirkabel IQRF. Data yang diperoleh masing-masing node dikumpulkan dan dikirimkan ke pusat pengolah data berupa sebuah PC. Pengolahan data suara ini dilakukan menggunakan signal processing MATLAB untuk memperoleh informasi apakah aliran air sungai tercampur material vulkanik seperti abu dan pasir hasil erupsi. Informasi yang diperoleh dapat membantu untuk pengembangan sistem peringatan dini banjir lahar dingin.   Kata kunci : gelombang suara, sensor suara, array sensor, jaringan sensor nirkabel IQRF, signal processing MATLAB     Abstract Lahars or volcanic mudflows commonly occur following volcanic eruption. Lahars inititation is led by heavy rainfall in the slopes of volcano where deposits of volcanic material sit. Lahars flow down through the river valleys originating at the volcano. Lahars have greater density than that of water, so they make different sound waves when flowing. This parameter will be examined through experiments. Sound signal or acoustic of flowing lahars taken by an array of  sound sensors. Each sensor has its own transceiver that acts as a node in a wireless sensor network (WSN). Data collected and transmitted to the PC via sink attached to its USB port. Data are then analyzed and processed by using MATLAB to obtain information of flowing material, lahars or water. This information can be useful to the development of lahars early warning system.   Keywords:           sound wave, sound sensors, array sensor, IQRF platform wireless sensor network,  MATLAB signal processing
Machine Learning Untuk Estimasi Posisi Objek Berbasis RSS Fingerprint Menggunakan IEEE 802.11g Pada Lantai 3 Gedung JTETI UGM Chairani, Chairani; Widyawan, Widyawan; Kusumawardani, Sri Suning
Jurnal INFOTEL Vol 7, No 1 (2015): Jurnal INFOTEL, Volume 7 Nomor 1 Mei 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang  estimasi  posisi  (localization)  objek  dalam gedung menggunakan jaringan  wireless  atau IEEE 802.11g  dengan pendekatan  Machine Learning.  Metode pada pengukuran  RSSmenggunakan  RSS-based fingerprint. Algoritma  Machine Learning  yang digunakan dalam memperkirakan lokasi dari pengukuran  RSS-based  menggunakan  Naive Bayes.    Localization  dilakukan pada lantai 3 gedung Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI) dengan luas 1969,68 m2dan memiliki 5 buah titik penempatan  access point  (AP).  Untuk membentuk peta  fingerprint  digunakan dimensi 1 m x 1 m  sehingga terbentuk  grid  sebanyak 1893 buah. Dengan menggunakan  software Net  Surveyor  terkumpul data  kekuatan sinyal yang diterima (RSS) dari jaringan wireless  ke perangkat penerima (laptop) sebanyak 86.980 record. Hasil nilai rata-rata error jarak estimasi untuk  localization seluruh ruangan di lantai 3 dengan menggunakan algoritma Naive Bayes  pada fase  offline  tahap  learning  adalah 6,29 meter.  Untuk fase  online  dan tahap  post learningdiperoleh rata-rata error jarak estimasi sebesar 7,82 meter.
MACHINE LEARNING UNTUK ESTIMASI POSISI OBJEK BERBASIS RSS FINGERPRINT MENGGUNAKAN IEEE 802.11G PADA LANTAI 3 GEDUNG JTETI UGM Chairani, Chairani; Widyawan, Widyawan; Kusumawardani, Sri Suning
Jurnal Infotel - Jurnal Informatika,Telekomunikasi dan Elektronika Vol 7, No 1 (2015): Jurnal INFOTEL, Volume 7 Nomor 1 Mei 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v7i1.96

Abstract

Penelitian ini membahas tentang estimasi posisi (localization) objek dalam gedung menggunakan jaringan wireless atau IEEE 802.11g dengan pendekatan Machine Learning. Metode pada pengukuran RSS menggunakan RSS-based fingerprint.  Algoritma Machine Learning yang digunakan dalam memperkirakan lokasi dari pengukuran RSS-based menggunakan Naive Bayes.  Localization dilakukan pada lantai 3 gedung Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI) dengan luas 1969,68 m2 dan memiliki 5 buah titik penempatan access point (AP). Untuk membentuk peta fingerprint digunakan dimensi 1 m x 1 m sehingga terbentuk grid sebanyak  1893 buah. Dengan menggunakan software Net Surveyor terkumpul data kekuatan sinyal yang diterima (RSS) dari jaringan wireless ke perangkat penerima (laptop) sebanyak 86.980 record. Hasil nilai rata-rata error jarak estimasi untuk localization seluruh ruangan di lantai 3 dengan menggunakan algoritma Naive Bayes pada fase offline tahap learning adalah 6,29 meter. Untuk fase online dan tahap post learning diperoleh rata-rata error jarak estimasi sebesar 7,82 meter.
PEGEMBANGAN HOME AUTOMATION BERBASIS JARINGAN SENSOR NIRKABEL IQRF TR-52B UNTUK LAMPU PENERANGAN Nugroho, Budi; Widyawan, Widyawan; Firmansyah, Eka
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) dapat menerima informasi untuk mengatur kerja aktuator, juga dapat mengirimkan informasi yang dihasilkan oleh sensornya. JSN melakukan komunikasi menggunakan jaringan nirkabel dengan jangkaun terbatas. Untuk meningkatkan jangkauannya, komunikasi dilakukan secara multi hop. Penelitian ini mengembangkan sebuah coordinator dengan 9 node untuk membangun home automation yang digunakan untuk menyalakan atau mematikan lampu penerangan. Node dan coordinator dibangun menggunakan JSN IQRF TR-52B dengan metode komunikasi Discovery Optimized Mesh. Setiap node harus didaftar (bonding) oleh coordinator. Coordinator juga harus membangun Virtual Routing Structure dengan cara memberikan Virtual Routing Number pada setiap node. Mekanisme tersebut dilakukan dengan fungsi  bonding dan discovery yang telah disediakan oleh sistem operasi IQRF disamping fungsi-fungsi lainya. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem telah berjalan sesuai rancangan dengan tingkat keberhasilan sebesar 87% untuk On/Off manual menggunakan saklar dan 100% untuk On/Off terjadwal. Dari pengukuran delay dapat disimpulkan bahwa waktu tunda berbanding lurus dengan jarak antara node dengan coordinator. Kata Kunci— Home automation, JSN, multi hop.
IMPLEMENTASI ROLE-BASED ACCESS CONTROL (RBAC) PADA PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN DITINGKAT KABUPATEN Ru, Rubiyanto; Selo, Selo; Widyawan, Widyawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrol akses dengan menggunakan Role-Based Access Control (RBAC) dapat dimanfaatkan untuk pengamanan pemanfaatan data kependudukan dalam proses otorisasi hak aksesnya. Hak akses sistem pemanfaatan data kependudukan ditingkat kabupaten merupakan syarat untuk dapat mengakses data kependudukan level kabupaten, yang diberikan berdasarkan mekanisme peraturan yang berlaku. Penentuan kewenangan yang berbeda harus dilakukan karena adanya perbedaan kebutuhan data dan peran berbagai sistem informasi yang  membutuhkan data kependudukan. Penentuan kewenangan dalam mengakses data tersebut perlu dipetakan untuk mengetahui kebutuhan data setiap sistem pengakses, yang kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam penyusunan pemberian hak akses dan kewenangannya. Pendekatan analisis deskriptif dilakukan dengan kajian pustaka terkait penggunaan RBAC, ketersediaan dan pemanfaatan data kependudukan ditingkat kabupaten, otorisasi akses data kependudukan dan analisa kondisi aktual terkait keamanan sistem terutama kontrol akses yang dibutuhkan untuk mengetahui masalah yang ada. Penelitian ini membahas mengenai otorisasi dalam pemanfaatan data kependudukan ditingkat kabupaten dengan pendekatan Role-Based Access Control (RBAC) sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan sistem web service yang digunakan. Pemetaan kebutuhan data kependudukan dilakukan dengan mengelompokkan sistem informasi pengakses berdasarkan jenis dan kelompok data yang dibutuhkan. Kebutuhan data sistem pengakses dipetakan berdasarkan fungsi  bisnis dari sistem tersebut. Pemetaan yang dilakukan menghasilkan tiga kelompok kewenangan berbeda, dalam pengaksesan data identitas maupun data agregat kependudukan.  Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan dalam pembuatan PKS sebagai dasar pemberian hak akses pada pelayanan data kependudukan oleh berbagai sistem pelayanan publik khususnya di tingkat Kabupaten Wonosobo 
Simulasi Deployment Jaringan Sensor Nirkabel Berdasarkan Algoritma Particle Swarm Optimization Saharuna, Zawiyah; Widyawan, Widyawan; Sumaryonjo, Sujoko
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.193 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v1i3.123

Abstract

Abstract— Deployment is one of several important issues in Wireless Sensor Network (WSN). During WSN deployment, the connectivity between each sensor nodes must be considered carefully to create reliable communication. In this research, we propose a WSN deployment tool based on Particle Swarm Optimization (PSO) algorithm with connectivity of the wireless to be our concern. Implementation of the PSO algorithm is focused to optimize received power of each sensor node based on its position in the 2D space. Therefore, every sensor node in the network will be able to reach its best position and improves the network connectivity. The deployment simulation results with various transmit power (e.g. -25 dB, -28 dB, -31 dB, -34 dB, -37 dB, -40 dB, -43 dB, and -46 dB) are successfully form a network with well maintained connectivity. After 100 times of simulation, the average of convergence is reached at iteration 29.Intisari— Deployment merupakan topik penting dalam bidang Wireless Sensor Network (WSN). Proses deployment harus mempertimbangkan konektivitas, sehingga komunikasi antar node sensor dalam jaringan bisa berlangsung dengan baik. Pada penelitian ini, dilakukan simulasi deployment dari aplikasi sensor node deployment berdasarkan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) dengan mempertimbangkan konektivitas jaringan nirkabel. Implementasi PSO difokuskan pada optimasi posisi node sensor pada koordinat 2D sehingga node sensor mendapatkan posisi terbaiknya dan bisa meningkatkan konektivitasnya dalam jaringan sensor nirkabel. Hasil deployment dengan daya pancar sebesar -25dB, -28dB-31 dB, -34 dB, -37 dB, -40 dB, -43 dB hingga -46 dB membentuk jaringan dengan konektivitas yang tetap terjaga dan kondisi konvergen dari 100 pengujian rata-rata dicapai pada iterasi ke 29.
Pedestrian Dead Reckoning pada Ponsel Cerdas sebagai Sistem Penentuan Posisi dalam Ruangan Pratama, Azkario Rizky; Widyawan, Widyawan
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.619 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v2i3.76

Abstract

Abstract— Nowadays, personal positioning systems are more necessary to build many location-based services. Pedestrian Dead Reckoning (PDR), which is a pedestrian positioning technique using the accelerometer sensor to recognize pattern of steps, is an alternative method that has advantages in terms of infrastructure-independent. However, the variation of walking pattern on each individual will make some difficulties for the system to detect displacement. This is really interested authors to develop a sensor-based positioning system that applied generally to all individuals. In the test, 15 test subjects was taken with the distance of each 10m, 20m and 30m. Experiment begins with the feasibility test of accelerometer sensor. In this work, a smartphone with average sampling rate 63.79 Hz and standard deviation of 1.293 is used to records the acceleration. Then, the acceleration data are analyzed to detect step and to estimate the travelled distance using several methods. Detection of steps are able to make an average error of 2.925%, while the most nearly correct displacement estimation is using Scarlet experimental method which is make a distance average error of 1.39metres at all the traveled distance.Intisari— Sistem penentuan posisi personal kini semakin banyak dibutuhkan untuk membangun berbagai macam layanan berbasis lokasi (location based services). Pedestrian Dead Reckoning (PDR), yang merupakan teknik penentuan posisi pejalan kaki dengan memanfaatkan sensor akselerometer untuk mengenali pola langkah, memiliki kelebihan dalam hal ketidaktergantungannya pada infrastruktur tertentu. Namun, variasi pola berjalan pada setiap individu akan menyulitkan sistem ini untuk mendeteksi perpindahan. Hal ini merupakan sebuah pendorong bagi penulis untuk mengembangkan sebuah sistem penentuan posisi berbasis sensor yang berlaku umum bagi seluruh individu. Dalam pengujian, diambil 15 sampel dengan jarak tempuh masing-masing 10m, 20m, dan 30m. Eksperimen diawali dengan uji kehandalan sensor akselerometer. Pada penelitian ini, sebuah ponsel dengan sampling rate 63.79 Hz dan standar deviasi 1.293 digunakan untuk merekam akselerasi. Kemudian, pada data akselerasi dilakukan deteksi langkah dan estimasi perpindahan menggunakan beberapa metode. Deteksi langkah mampu menghasilkan rata-rata kesalahan sebesar 2.925%, sedangkan estimasi perpindahan yang paling akurat adalah dengan menggunakan metode Scarlet yang mampu menghasilkan kesalahan estimasi rata-rata 1.39m pada semua jarak tempuh.Kata Kunci— pedestrian dead reckoning, teknik penentuan posisi berbasis sensor, ponsel cerdas.
Machine Learning Untuk Estimasi Posisi Objek Berbasis RSS Fingerprint Menggunakan IEEE 802.11g Pada Lantai 3 Gedung JTETI UGM Chairani, Chairani; Widyawan, Widyawan; Kusumawardani, Sri Suning
JURNAL INFOTEL Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Infotel Vol.7 No.1 Mei 2015
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v7i1.23

Abstract

Penelitian ini membahas tentang estimasi posisi (localization) objek dalam gedung menggunakan jaringan wireless atau IEEE 802.11g dengan pendekatan Machine Learning. Metode pada pengukuran RSS menggunakan RSS-based fingerprint.  Algoritma Machine Learning yang digunakan dalam memperkirakan lokasi dari pengukuran RSS-based menggunakan Naive Bayes.  Localization dilakukan pada lantai 3 gedung Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI) dengan luas 1969,68 m2 dan memiliki 5 buah titik penempatan access point (AP). Untuk membentuk peta fingerprint digunakan dimensi 1 m x 1 m sehingga terbentuk grid sebanyak  1893 buah. Dengan menggunakan software Net Surveyor terkumpul data kekuatan sinyal yang diterima (RSS) dari jaringan wireless ke perangkat penerima (laptop) sebanyak 86.980 record. Hasil nilai rata-rata error jarak estimasi untuk localization seluruh ruangan di lantai 3 dengan menggunakan algoritma Naive Bayes pada fase offline tahap learning adalah 6,29 meter. Untuk fase online dan tahap post learning diperoleh rata-rata error jarak estimasi sebesar 7,82 meter.