Djarot Sadharto Widyatmoko
Fakultas Geografi UGM

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

SEBARAN KERUANGAN SEKTOR EKONOMI DAN KOMODITAS UNGGULAN ANTARA TAHUN 2005-2010 DI KOTA BANJAR

Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Banjar merupakan salah satu kota hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis yangterletak di sebelah tenggara Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder(kuantitatif) dengan menggunakan analisis: 1) Analisis tipologi klassen; 2) Analisis LQ (locationquotient); 3) kombinasi analisis koefisien spesialisasi dan location question; 4) analisis SWOT.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sektor jasa merupakan satu-satunya sektor yang berkategori sektormaju dan tumbuh dengan pesat di Kota Banjar.Sektor unggulan (sektor basis) meliputi sektorpertanian, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dankomunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-jasa. Komoditasberkategori unggulan utama hampir tersebar di setiap kecamatan yang ada di Kota Banjar.Arahanpengembangan yang dapat dilakukan adalah peningkatan sumberdaya manusia (SDM), memperkuatSektor primer sebagai bagian dalam pengembangan daerah dan peningkatan sumbangsih terhadapPAD, LPE dan PDRB Kota Banjar, mengoptimalkan keragaman komoditas unggulan, danmemperbaiki tata kelola pemerintahan.Kata kunci: Sektor ekonomi Unggulan, Komoditas Unggulan, Keruangan, Tipologi Klassen, LocationQuetion, Koefisien Spesialisasi, Analisis SWOT

PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN MENJADI NON PERTANIAN DI SEKITAR JALAN LINGKAR KLATEN

Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan lingkar di Kabupaten Klaten dimulai tahun 1971. Wilayah yang digunakan dalam pembangunan jalan lingkar merupakan daerah yang agraris berupa sawah produktif. Pembangunan ini berimplikasi pada Perubahan Penggunaan Lahan dari sektor pertanian menjadi non pertanian. Tujuan dari penelitian ini ada tiga, yaitu (a) mengetahui bentuk, luas, dan pemanfaatan perubahan penggunaan lahan di sekitar Jalan Lingkar Klaten, (b) mengetahui pola pekerjaan dan pola pendapatan pemilik lahan di sekitar Jalan Lingkar Klaten, dan (c) mengetahui kesesuaian pola ruang di RTRW Kabupaten Klaten dengan perubahan penggunaan lahan yang terjadi. Metode penelitian ini adalah survei dengan cara analisis data deskriptif kualitatif yang dikombinasikan dengan pengolahan data sekunder dan data primer yang berupa hasil wawancara.Kata Kunci: Jalan Lingkar Klaten, Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan

Analisis Risiko Tanah Longsor Desa Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo

Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): September 2011
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desa Tieng Kecamatan Kejajar secara umum memiliki kondisi topografi yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya tanah longsor seiring dengan perkembangan perkembangan aktivitas manusia. Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya bencana alam tanah tanah longsor, maka perlu disediakan peta risiko tanah tanah longsor di Desa Tieng yang merupakan perpaduan antara peta bahaya dan peta kerentanan sebagai bahan pertimbangan yang penting dalam pencegahan dan penanggulangan tanah longsor. Penyusunan peta bahaya, kerentanan, dan risiko tanah longsor menggunakan ArcGIS dan ILWIS dengan menggunakan parameter hujan, lereng lahan, geologi, keberadaan sesar, kedalaman tanah, penggunaan lahan, infrastruktur, kepadatan pemukiman. Skoring dan pemberatan digunakan dalam penentuan peta bahaya dan  kerentanan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode pengambilan sampel acak berstrata dengan berdasarkan zona bahaya tanah longsor di lokasi penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zona tingkat bahaya tanah longsor terbagi menjadi 3 zona yaitu zona bahaya tinggi, sedang, dan rendah. Wilayah pemukiman berada pada zona bahaya tinggi dan sedang. Tingkat kerentanan total merupakan fungsi dari tingkat kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi. Tingkat kerentanan fisik menggunakan faktor persentase kawasan terbangun, kepadatan bangunan, dan jenis material banguan. Tingkat kerentanan sosial menggunakan faktor kepadatan penduduk, persentase penduduk usia tua-balita, dan penduduk wanita. Tingkat kerentanan ekonomi menggunakan faktor persentase rumah tangga yang bekerja di sektor rentan, dan persentase rumah tangga miskin. Masyarakat Desa Tieng membuat sistem terassering untuk berkebun dan membuat bangunan penahan dari batu untuk mengurangi bahaya tanah longsor.  Kesimpulan penelitian ini Desa Tieng berada pada risiko tanah longsor sedang dan tinggi. Penduduk yang berada pada zona risiko tinggi sebaiknya direlokasi terutama penduduk yang terletak berdekatan dengan tebing.  ABSTRACT Tieng District Kejajar village generally has a topography which can be the causes of the landslides along with the development of human activity. To anticipate and prevent the occurrence of natural disasters landslides land, it is necessary to provide a map of landslide risk land in the village of Tieng which is a combination of hazard maps and vulnerability map as an important consideration in the prevention and mitigation of landslides. Preparation of hazard maps, vulnerability, and risk of landslides using ArcGIS and ILWIS using the parameters of rain, land slope, geology, the presence of faults, depths of soil, land use, infrastructure, residential density. Scoring and weighting are used in the determination of hazard and vulnerability maps. The sampling method in research using stratified random sampling method with a landslide hazard zones based on the location of the research. The results showed that the degree of landslide hazard zone is divided into three zones, namely the danger zone of high, medium, and low. Residential areas are in the danger zone of high and medium. Total vulnerability level is a function of the level of vulnerability of physical, social, and economic. The level of physical vulnerability using a percentage factor woke region, building density, and type of material banguan. The level of social vulnerability using a factor of population density, percentage of population age-old toddler, and the female population. The level of economic vulnerability using factors the percentage of households who work in vulnerable sectors, and the percentage of poor households. Tieng Village Community makes terassering system for gardening and create a barrier of stone buildings to reduce the danger of landslides. The conclusion of this study Tieng village are at risk of landslides medium and high. Residents who are at high risk zones should be relocated mainly residents located adjacent to the cliffs.