Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik ITS

Pengaruh Fraksi Berat Serbuk Karbon Hitam Dan Jumlah Lapisan Serat E-Glass Terhadap Reflection Loss Pada Komposit E-Glass/Ripoxy Untuk Aplikasi Radar Absorbing Structure (Ras)

Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.024 KB)

Abstract

Saat ini penelitian tentang radar absorbing structure (RAS) dengan menggunakan bahan komposit polimer yang diperkuat serat (FRP) yang ditambahkan dengan serbuk penyerap gelombang elektromagnetik menjadi populer karena sifat elektromagnetik dari material tersebut dapat disesuaikan secara efektif hanya dengan menambahkan beberapa serbuk yang dapat menyerap gelombang elektromagnetik, seperti karbon hitam, ferit, besi karbonil, dan lain-lain ke dalam matrik komposit. RAS bekerja tidak hanya sebagai struktur bantalan beban untuk menopang sistem antenna tetapi juga mempunyai peranan penting dalam menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari energi elektromagnetik sebuah sistem pelacak. Dalam penelitian ini, komposit serat E-glass yang diperkuat dengan resin ripoxy  dibuat dengan mencapurkan serbuk karbon hitam yang konduktif (Ketjenblack EC300J) dengan matrik komposit dan memaksimalkan koefisien penyerapan lebih dari 90 % (lebih dari -10 dB) dalam jangkauan frekuensi X-Band (8 – 12 GHz). Pengujian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji konduktivitas listrik (LCR meter) dan Vector Network Analyzer (VNA). Spesimen yang terbaik untuk diaplikasikan sebagai radar absorbing structure (RAS) adalah komposit E-glass/ripoxy dengan fraksi berat serbuk karbon hitam  0,02 dan jumlah lapisan serat E-glass  4 lapis dengan nilai ketebalan sebesar 2,1 mm, nilai konduktivitas listrik 8,33 × 10-6 S/m, dan nilai maksimum reflection loss sebesar -27,123 dB. Kata Kunci—serbuk karbon hitam, komposit E-glass/ripoxy, radar absorbing structure

Pengaruh Penambahan Ni, Cu, dan Al dan Waktu Milling pada Mechanical Alloying Terhadap Sifat Absorpsi dan Desorpsi Mg sebagai Material Penyimpan Hidrogen

Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.113 KB)

Abstract

Mg merupakan salah satu material yang digunakan sebagai material penyimpan hidrogen dengan membentuk MgH2. Sifat absorpsi dan desorpsi hidrogen dari suatu metal hidrida salah satunya tergantung  pada bahan, unsur penambah, dan metode pembuatannya. Pada penelitian kali ini Mg sebagai material penyimpan hidrogen dihasilkan melalui metode mechanical alloying dengan unsur penambah Ni, Cu, dan Al dan variasi waktu milling 10, 20, 30 jam. Selanjutnya sampel dilakukan pengujian SEM, XRD, DSC, dan Uji hidrogenisasi. Dari data uji diperoleh bahwa meningkatnya waktu milling menurunkan ukuran partikel sehingga meningkatkan wt% hidrogen terabsorb dan menurunkan temperatur onset desorpsi. Namun efek aglomerasi dan coldwelding yang berlebih pada proses mechanical alloying mengakibatkan ukuran partikel menjadi lebih besar. Unsur pemadu Al dan Cu berfungsi sebagai katalis, sedangkan Ni berfungsi sebagai pemadu yang ikut bereaksi dengan hidrogen. Mg10wt%Al dengan waktu milling 20 jam mempunyai nilai weight percent terbaik H2 yaitu 0.38% dalam temperatur hidrogenisasi 2500C, tekanan 3 atm, dan waktu tahan 1 jam. Sedangkan Mg10wt%Al dengan waktu milling 30 jam memiliki temperatur onset paling rendah yaitu 341.490C Kata Kunci— Absorpsi, Desorpsi, Material Penyimpan Hidrogen, Mechanical Alloying, Mg

Pengaruh Variasi Temperatur Sintering Dan Waktu Tahan Sintering Terhadap Densitas Dan Kekerasan Pada Mmc W-Cu Melalui Proses Metalurgi Serbuk

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.932 KB)

Abstract

Proyektil adalah bagian dari peluru yang dioptimalkan agar peluru memiliki jangkauan dan daya tembus yang tinggi.Untuk itu material yang biasa digunakan adalah material yang memiliki densitas yang tinggi seperti timbal.Namun, timbal memiliki tingkat kontaminasi yang tinggi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibuat komposit W-Cu (Tungsten-Copper) sebagai material alternatif untuk core proyektil.   Pembuatan dilakukan dengan proses metalurgi serbuk dengan komposisi fraksi berat 70%W dan 30%Cu serta tekanan kompaksi 400 MPa. Sedangkan temperatur sintering dan waktu tahan sintering dilakukan dengan beberapa variasi yaitu 700, 800, 900°C  dan 1,2,3 jam, secara berturut-turut. Untuk mengidentifikasi digunakan beberapa pengujian seperti uji densitas, uji kekerasan, SEM, XRD dan uji tekan. Berdasarkan hasil pengujian, fasa yang terbentuk dari hasil XRD adalah W dan Cu, sinter density tertinggi sebesar 12.78 g/cm3 dan porositas terkecil sebesar 10.82% pada 900°C-2 jam, kekerasan tertinggi sebesar 34.7 HRb pada 900°-2 jam, kekuatan tekan tertinggi sebesar 156.71 MPa pada 800°C-3 jam, modulus elastisitas tertinggi sebesar 50.23 GPa pada 800°C-3 jam

Pengaruh Fraksi Al2o3-Y2o3/Sio2dan Feed Rate Serbuk Terhadap Kekuatan Lekat Danketahanan Termal Lapisan Pada Substrat Hastelloy Dengan Metode Flame Spray Untuk Aplikasi Nosel Roket

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.312 KB)

Abstract

Nosel roket merupakan bagian roket yang mengatur laju, masa, arah dan tekanan fluida yang keluar dari ruang bakar. Nosel harus dapat menahan energi kinetik dan panas dari  fluida yang berasal dari ruang bakar.Material yang digunakan pada penelitian ini adalah serbuk Al2O3-Y2O3/SiO2 yang memiliki nilai konduktifitas panas rendah. Material tersebut dilapiskan kepada substrat hastelloy® x menggunakan metode flame spray dengan memvariasikan feed rate 6, 12 dan 18 gram/menit. Dengan memvariasikan jumlah komposisi ittria 3, 5 dan 7 % pada Al2O3-Y2O3/SiO2. Lalu dilakukan torch termal pada temperatur 1400 oC dengan waktu maksimal 30 detik agar dapat dilihat ketahanan termal. Dilakukan pengujian termo gravimetrik (TGA) untuk mengalisa  kestabilan material pelapis setelah pemanasan dan dilakukan termal ekspos untuk mengetahui perubahan struktur mikro pada lapisan setelah diberi pembebanan termal secara kontinyu. Untuk  menunjang penelitian ini dilakukan beberapa pengujian yang meliputi pengujian SEM, pengujian XRD, dan pengujian Pull off.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua   spesimen yang paling stabil pada temperatur tinggi terjadi pada komposisi 80%Al2O3, 13%SiO2, 7%Y2O3 dan feed rate 18 gram/menit. Nilai kekuatan lekat yang paling optimal adalah 8 MPa didapatkan pada komposisi 80%Al2O3, 13%SiO2, 7%Y2O3 dan feed rate 6 gram/menit. Fasa yang stabil pada saat sebelum dan setelah pemanasan adalah kyanite dan γ-Al2O3 .

Pengaruh komposisi komposit al2o3/ysz dan variasi feed rate terhadap ketahanan termal dan kekuatan lekat pada Ysz-al2o3/ysz double layer tbc

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.33 KB)

Abstract

TBC (Thermal Barrier Coating) dengan YSZ-Al2O3/YSZ top coat (TC)dan MCrAlY sebagai bond coat (BC) yang selanjutnya disebut sebagai YSZ-Al2O3/YSZ double layer TBC dibuat dengan menggunakan metode flame spray.Hasil pelapisan sebelum dan sesudah diuji termal dikarakterisasi menggunakan SEM, EDX dan XRD.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi powder feed rate akan berpengaruh pada morfologi permukaan lapisan. Feed rate makin rendah menyebabkan struktur yang cenderung kasar dan tidak padat dan cenderung berporos. Lapisan komposit Al2O3/YSZ juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan TGO (Thermally Grown Oxide) setelah dilakukan uji termal, dimana komposisi paling bagus dengan pertumbuhan TGO paling rendah adalah 15%Al2O3/8YSZ. Hasil pengujian TGA menunjukkan semua sampel mulai teroksidasi pada temperatur 1000-1030oC dan didapatkan sampel paling stabil adalah 15% Al2O3/8YSZ 14 dan 20 gr/min. Dari pengujian XRD sampel yang memiliki fasa yang paling stabil adalah 15%Al2O3/8YSZ dengan fasa t-ZrO2 dan m-ZrO2. Dari pengujian Thermal Torch dan Pull Off komposisi 15%Al2O3/8YSZjuga memiliki ketahanan terhadap pengerusakan yang paling baik dan kelekatan yang baik sebesar 10 MPa.

Kompaksi Terhadap Densitas Dan Kekerasan Pada Komposit W-Cu Untuk Proyektil Peluru Dengan Proses Metalurgi Serbuk

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.875 KB)

Abstract

Dalam penggunaanya peluru memiliki beberapa bagian yaitu proyektil (bullet), kelongsong (bullet base), mesiu (propellant), dan pematik (rim). Proyektil menjadi penting karena proyektil adalah bagian yang menuju sasaran untuk menembus atau melumpuhkan. Bagian proyektil pada umumnya terbuat dari material yang berat jenisnya relatif tinggi, sehingga mampu menghasilkan peluru yang memiliki momentum yang besar dan jangkauan yang lebih jauh. Tungsten dipilih sebagai pengganti timbal karena tungsten memiliki densitas lebih besar dari timbal dan juga tidak memiliki sifat racun terhadap manusia. Proses pembuatannya melalui proses metalurgi serbuk dengan komposisi tembaga sebanyak 20, 30, 40 wt% dan tekanan kompaksi sebesar 200, 400, dan 600 MPa. Kemudian dilakukan sintering pada temperatur 900oC selama 1 jam. Hasil terbaik didapatkan pada W-20wt%Cu dengan nilai green density dan sinter density sebesar 12,09 g/cm3 dan 14,14 g/cm3 serta memiliki kekerasan, compressive strength, dan modulus elastisitas sebesar 32 HRB, 220,89 MPa dan 55,68 GPa

Fraksi Mol Dan Variasi Ph Terhadap Sifat Magnetik Dan Struktur Mikro Barium Heksaferrit Dengan Metode Sol-Gel Auto Combustion

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.943 KB)

Abstract

Pada penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan optimal untuk penambahan unsur paduan yang terbaik untuk menghasilkan barium heksaferrit dengan tingkat penyerapan gelombang mikro yang optimum. Barium heksaferrit termasuk dalam material yang memiliki sifat ferromagnetik dan termasuk hard magnetic. RAM membutuhkan material yang memiliki sifat soft magnetic. Oleh karena itu banyak diteliti bagaimana cara untuk mendapatkan sifat soft magnetic dari barium heksaferrit. Salah satu cara yang telah ditemukan adalah dengan menambahkan unsur baru. Unsur baru ditambahkan agar mengganggu struktur kristalnya dan menyebabkan perubahan sifat magnetiknya dari hard magnetic menjadi soft magnetic yang cocok untuk RAM. Unsur yang biasanya digunakan untuk mengganggu sejumlah ion Fe dalam komposisi hexaferrit adalah Ti, Zn, Mn, Ni, Co, dll. Efek yang dapat ditimbulkan dari penambahan unsur tersebut misalnya, variasi dalam koersivitas, magnetisasi saturasi, dan suhu Curie telah ditujukan untuk magnetik aplikasi. Sementara dalam aplikasi elektromagnetik, ferromagnetik resonansi frekuensi pergeseran, peningkatan pencocokan impedansi, dan elektromagnetik peningkatan penyerapan gelombang. Pada penelitian kali ini dilakukan penambahan unsur paduan Co-Zn pada barium heksaferrit. Penambahan dilakukan dengan menggunakan metode sol-gel auto combustion, dengan variasi fraksi mol x= 0.2 , 0.4 dan 0.6 dan variasi pH 7, 9, dan 11. Hasil dari penambahan tersebut kemudian di sintering pada temperatur 9500C selama 3 jam. Selanjutnya hasilnya akan dianalisis dengan pengujian XRD, SEM, dan VSM  sehingga akan didapatkan informasi mengenai struktur mikro, fasa dan tingkat magnetisasi dari serbuk barium heksaferrit yang telah ditambahkan unsur paduan. Hasil penelitian ini didapatkan pada pH 7 dan x = 0,4 penambahan unsur paduan Co-Zn paling sesuai untuk material penyerap radar karena memiliki nilai koersivitas paling rendah yaitu 0,1104 Tesla

Pengaruh Variasi Komposisi BaM/PAni Matriks Cat Epoxy Pada Pelapisan Single Layer Dengan Metode Spray Coating Untuk Aplikasi Material Penyerap Radar

Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyerapan gelombang mikro dapat dilakukan melalui rekayasa material, menggunakan material RAM (RadarAbsorbing Material ) yang terdiri dari material resistif dan material magnetik untuk menyerap gelombang radar. Material magnetik yang digunakan adalah BaM (Barium Heksafferit). Sintesis material BaM menggunakan metode solid state. Material BaM di dopping dengan Zn2+ untuk meningkatkan nilai Magnetic Saturation (Ms) dari 58,97 emu/gr menjadi Ms 60,04 emu/gr dan menurunkan nilai koersivitas (Hc) dari 4743 Oe menjadi 833,17 Oe. PAni (Polianiline) merupakan material polimer konduktif yang digunakan pada penelitian ini. Material PAni didapatkan dengan proses polimerisasi oksidasi kimia. Penggunaan PAni dikarenakan memiliki stabilitas thermal dan konduktivitas listrik yang baik sebesar 1,579 x 10-5 S/cm. Komposit BaM/PAni kemudian dicampurkan dengan cat epoxy dengan variasi persen berat 5,10,15 wt%. Kemudian dilapiskan pada material alumunium 2024 dengan metode spray coating dengan lapisan single layer. Untuk mengetahui nilai rugi refleksi dari material RAM yang telah dilapisi pada plat alumunium dilakukan pengujian VNA (Vector Network Analyzer) pada rentang frekuensi 8-12 GHz. Didapatkan nilai RL maksimum sebesar -26,34 dB 9,33 GHz dengan ketebalan 59,1 micron pada komposisi BaM/PAni 15 wt%. Dari hasil penyerapan dan nilai ketebalan yang didapatkan, komposisi komposit BaM/PAni 15 wt% terhadap matriks cat epoxy sesuai untuk aplikasi RAM pada pesawat.  

Co-Authors ABDUL GAFUR Adang Hardi Gunawan Afif, Muhammad Nur Agung Cahyono Agung Putra Wijaya, Agung Putra Agus Sugiarto Andini, Yuri Tri Aprilina, Ulfah Arnelis Djalil Asih Purnami Widiastuti Asri, Peggy Nurida Bidari, Masgusti Dinda Caswita Caswita Cecep Taufik Rustendi Dharma Himawan, Muhammad Agung Dian Mulawarmanti, Dian Diba, Shofura Farah Dwi Kurniawati, Dwi Dwi Laila Sulistiowati, Dwi Laila Elin Erlina Sasanti Eni Indriani Eni Kartika, Eni Enny Lestari Eva Meizara Puspita Dewi, Eva Meizara Fajarin, Rindang Febby Eka Putri Febrian Budi Pratama FELLY YULIAN FF, FELLY Fitri Rahmawati Fitriyani ZS, Syawalia Florensia Evindonta Bangun, Florensia Evindonta Gita Novian Hermana Gunawan, A. H. Guslihan Dasa Tjipta, Guslihan Dasa Hamzah Afandi Hanafiah A. Haninda Bharata Hariyati Purwaningsih Hasaruddin Hafid, Hasaruddin Indah Damayanti, Indah Iswanti, Nina Iwan Nurwantoro, Iwan Jayadinata, Asep Kurnia Juhamzah, Sulfiani Karim, Nina Karina Katibi, Ahmad Yakub Khairi, Husain Kholid, Rifki Rachman Kusuma, Ariya Eka Laksmi A. Lenap, Indria Puspitasari Lucia Maria Santoso, Lucia Maria M Coesamin M. Coesamin Mahfudho, Zahidatun Maskuroch Adesty Muhammad Safrudin Yafie Muhammad Yusuf Mulia, Septi Dianna Bunga Mustika, Lia Nanda, Evi Tirto Nasrun Nasrun Ningrum, Nia Widya Novianti, Elvita Lia Nurhanurawati Nurhanurawati Nurlaili Nurlaili Nurul Rohmah Nurvita Nurvita Nur’ainingsih, Dyah Parindra Kusriantoko Pentatito Gunowibowo Pratiwi, Ganjar Febriyani Pratiwi, Rafi Puji Rahayu Purnama Dewi Putri, Apriliani Qorri Ayuni Rani, wayan Widya Regina Lichteria Panjaitan, Regina Lichteria ria septiana Ridfah, Ahmad Ridfah, Ahmad Rini Asnawati Rini Rita T Marpaung Riyanto Riyanto Rizal Ramadhan Rizki Agustianto Robith Hudaya ROCHMAN R, ROCHMAN Rosalia Deviana Cahyaningrum Rusdi Setiono Sangaji, Darma Sapitri, Nonik Mega Sarlina Sarlina, Sarlina Silvana, Silvana Siti Laelatul Chasanah, Siti Laelatul Slamet Suprayogi Soraya, Rahayu Sri Hastuti Noer Sri Hastuti Noer Sri Setiyowati Sri Setyowati Sriyono Sriyono Sugeng Sutiarso Sukmawati, Fitriani Supriatmo Supriatmo, Supriatmo Syakir Mahid Tina Yunarti Titi Murniati Utami, Fithrina Yudha Utari Rezki Veronika Yulianti Wayan Rumite Wijayanti, Chusna Yuliana Yuliana Yulisa Yulisa Yuniarti, Tina Yunilda Yunilda YUSLI MARIADI Zuma Herdiyanti