Articles

UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI UNIT PENGGILING PADI (COMPACT RICE MILLING CRM-10) (STUDI KASUS DI PT. BUMR (BADAN USAHA MILIK RAKYAT) PANGAN TERHUBUNG PASIRHALANG, SUKARAJA, KABUPATEN SUKABUMI) Widyasanti, Asri; Utami, Isthafa Harits; Kramadibrata, Ade Moetangad; Herwanto, Totok
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.64 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.56

Abstract

Unit Penggiling Padi (Compact Rice Milling–CRM 10) belum memiliki spesifikasi teknis dan nilai ekonomis, karena itu uji kinerja dan analisis ekonomi mesin ini perlu dilakukan agar mesin siap dipasarkan kepada masyarakat pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja dan analisis ekonomi pada mesin CRM–10. Analisis Deskriptif digunakan untuk pengukuran, pengamatan, perhitungan, analisis, pengujian, dan mengevaluasi kinerja mesin dan tingkat kelayakan ekonominya. Hasil uji kinerja pada varietas Inpago 5 dan Inpari 4 berturut-turut menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas penggilingan 897,63 kg/jam dan 1003,2 kg/jam, efisiensi penggilingan 78,33% dan 65%, kebutuhan daya 28,2 kW dan 28,9 kW, energi spesifik 112,7 kJ/kg dan 107,7 kJ/kg, dengan tingkat kebisingan mesin di bawah ambang batas yaitu 87,23 dan 87,3 dB, serta rendemen penggilingan 68,5% dan 62,9%. Sedang dari hasil analisis ekonomi mesin CRM berturut-turut, telah memenuhi kriteria dengan NPV > 0 yaitu Rp 413.768.068 dan Rp 466.299.086, dengan nilai IRR 16,32% dan 18,0% , BC ratio > 1 dengan nilai 1,17 dan 1,19, serta periode pengembalian modal tercapai pada tahun ke-3.
PENGARUH SUHU DALAM PROSES TRANSESTERIFIKASI PADA PEMBUATAN BIODESEL KEMIRI SUNAN (Reautealis trisperma) Widyasanti, Asri
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan bahan bakar fosil. Biodiesel bersifat ramah lingkungan karena dibuat dengan bahan baku alami. Bahan baku pembuatan biodiesel pada penelitian ini adalah kemiri sunan (Reautealis trisperma). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu terbaik dan pengaruh suhu yang digunakan dalam proses transesterifikasi biodiesel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dan lima variasi suhu yang digunakan, yaitu 45°C, 50°C, 55°C, 60°C dan 65°C. Karakteristik biodiesel kemiri sunan tersebut lalu dibandingkan dengan standar SNI 04-7182-2006. Karakteristik yang diamati adalah rendemen parsial, rendemen total, densitas, kadar air, bilangan asam, viskositas dan bilangan iod. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biodiesel kemiri sunan terbaik memiliki karakteristik rendemen total, densitas, kadar air, bilangan asam, viskositas dan bilangan iod secara berturut-turut adalah 6,55%; 1,036 g/ml; 0%; 0,862 mgKOH/g; 6,241 cSt dan 32,11 gI2/100g. Biodiesel kemiri sunan tersebut dihasilkan dari proses transesterifikasi dengan suhu tertinggi 65°C. Kata kunci: Biodiesel, Kemiri Sunan, Suhu dan Transesterifikasi
Pengaruh Konsentrasi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dan Minyak Jarak (Castor Oil) terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Mandi Cair Widyasanti, Asri; Junita, Shayana; Nurjanah, Sarifah
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 1 (2017): Vol.(9) No.1, April 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v9i1.6383

Abstract

VCO contains of lauric acid that perform to smooth and to moisturize the skin. Castor oil has ricinoleic acid that serves to protect the skin. Therefore, both of the oil are suitable to be the raw material for liquid soap making. This study aimed were to produce a liquid soap, to determine the exact concentration of VCO and castor oil for liquid soap and to find out the effect of VCO and Castor Oil concentrations to the characteristics of liquid soap. The method used was laboratory experimental method with descriptive analysis. The treatments in this study were A =concentrations of VCO 100 %, B = concentrations of VCO 80 % and castor oil 20 %, C = concentrations of VCO 50 % and castor oil 50 %, D = concentrations of VCO 20 % and castor oil 80 %, and E = concentrations of castor oil 100 %,  from 200 gram soap base. The parameter observed for liquid soap included chemical properties, physical properties of soap, and organoleptic test. The result shows that all treatments complies the requirement SNI 06-4085-1996. The formula of liquid soap with treatment B was revealed as the best product with 0.01 % of total alkali content, pH value of 9.16 , specific gravity 1.06, and total plate count 5colonies/g. This technology process of natural liquid soap production with the VCO and castor oil could be develop and apply in industrial scale.
KINETIKA FRENCH FRIES UMBI GARUT SELAMA PENGGORENGAN Widyasanti, Asri; Marta, Herlina; Mardawati, Efri
Jurnal Teknotan Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

French fries adalah produk olahan makanan siap saji berbentuk batang yang diolah melalui tahapan pemanasan dan pembekuan serta siap diproses lebih lanjut. Tujuan penelitian adalah mempelajari perubahan kekerasan, dan kematangan serta membuat pemodelan kinetika perubahan karakteristik french fries umbi garut selama penggorengan.Sampel digoreng dengan perlakuan suhu pengorengan (155±2oC, 170±2oC, 180±2oC).Hasil penelitian menunjukkan penggorengan dengan suhu minyak 180±2oC selama 2 menit menghasilkan karakteristik french fries umbi garut yang terbaik, yaitu tingkat kekerasan 52,875 mm/gram/detik, warna coklat keemasan, crust renyah, core lunak, tidak terjadi pemisahan core dan crust. Konstanta laju perubahan sifat mekanis mengikuti hubungan eksponensial kp = A e. Kenaikan Kp pelunakan sejalan dengan kenaikan suhu minyak penggorengan dan  kp pengerasan berbanding terbalik dengan kenaikan suhu minyak. Besar energi aktivasi fase pelunakan 40605,576 J dan faktor frekuensi 2,60 x 10-8, sedangkan fase pengerasan  23753,098 J dan faktor frekuensi  4,19 x 10-6. Pemodelan nilai kekerasan menunjukkan kesesuaian antara data kekerasan observasi dengan prediksi. Pemodelan nilai kekerasan dapat digunakan untuk perancangan dan pengendalian proses. Kata kunci: Umbi garut, French fries, Penggorengan, Kinetika
PEMANASAN OHMIC PADA BAHAN MAKANAN CAIR Widyasanti, Asri; Rahardjo, Budi
Jurnal Teknotan Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari pengaruh kekuatan medan listrik dan konsentrasi cairan yang dipanaskan secara ohmic dalam pemanas ohmic statis. PEnelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2005. Bahan makanan cair yang digunakan adalah larutan garam, larutan CMC, larutan jus jeruk dan susu segar. Konduktivitas listrik bahan makanan cair sebanding dengan perubahan suhu serta bervariasi dengan kekuatan medan listrik. Kenaikan konduktivitas listrik seiring dengan kenaikan suhu untuk semua sampel uji mengikuti hubungan linier σ = aT + σ ref. Laju pemanasan meningkat dengan pertambahan konsentrasi cairan.Di dalam penelitian ini, distribusi suhu di bawah kondisi observasi pemanasan ohmic diperlakukan sebagai fungsi linear terhadap waktu. Model yang dikembangkan dapat memprediksi perubahan suhu selama pemanasan ohmic dengan baik.Kata kunci: Ohmic, pemanasan, makanan cair, konduktivitas listrik, suhu prediksi
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS GULA DAN KONSENTRASI SARIBUAH TERHADAP KESUKAAN KARAKTERISTIK SIRUP JERUK KEPROK GARUT (CITRUS NOBILIS LOUR) Marta, Herlina; Widyasanti, Asri; Sukarti, Tati
Jurnal Teknotan Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk menentukan jenis gula dan konsentrasi saribuah yang tepat sehingga dihasilkan sirup Jeruk Keprok Garut yang mempunyai karakteristik baik dan disukai panelis telah dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan FTIP, UNPADBandungdari April sampai Oktober 2007. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan terdiri dari 8 perlakuan, yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah kombinasi penggunaan jenis gula (sukrosa, fruktosa) dan konsentrasi saribuah (30% v/v, 35% v/v, 40% v/v dan 45% v/v) terhadap karakteristik sirup Jeruk Keprok Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gula sukrosa dengan konsentrasi saribuah 40% menghasilkan sirup Jeruk Keprok Garut yang lebih disukai dibandingkan dengan perlakuan lain dengan nilai kesukaan (skor  1 =  tidak suka; 2 = agak tidak suka; 3 = biasa; 4 = agak suka; dan 5 = suka); warna (4,42 = agak suka); aroma (3,42 = biasa); kekentalan (4,59 = suka); warna hasil pengenceran (4,33 = agak suka); aroma hasil pengenceran (3,33 = biasa); dan rasa hasil pengenceran (4,17 = agak suka); dengan kadar gula total 69,7%; kadar vitamin C 1,76 mg/100 g; dan nilai pH 3,15. Kata kunci: Jeruk keprok garut, Sirup, Karakteristik
The Effect of NaOH Concentration and Length of Transesterification Time on Characteristic of FAME from Reutealis trisperma (Kemiri Sunan) Nurjanah, Sarifah; Septiani Lestari, Dwi; Widyasanti, Asri; Zain, Sudaryanto
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18517/ijaseit.5.1.483

Abstract

Biodiesel (FAME) is biofuel as a result from conversion process of triglycerides (oil) into FAME (Fatty Acid Methyl Esther).  Reutelis trisperma (Kemiri Sunan) is one of the plant that contains triglycerides, which is inedible oil due to its high poisonous component (alpha oleostearic acid), therefore this plant can be used as the nature source of biodiesel production.  The research aimed to study the effect of NaOH concentration and length of transesterification time on the yield and FAME characteristic.  The experiment was arranged in Completely Randomized Design with two replicated.  The result indicated that 0.75% NaOH in two hours transesterification  produce the highest yield of FAME with density 0.8703 g/cm3, kinematic viscosity 5.325 cSt, acid value 0.552 mg KOH/g and iodine value 46.6972 g I2/g.
UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI MESIN PENGUPAS BAWANG MERAH (MPB TEP-0315) [Test Performance and Economical Analysis of Shallot Skin Sheller Machine (MBP TEP-0315)] Sugandi, Wahyu Kristian; Kramadibrata, M. Ade Moetangad; Widyasanti, Asri; Putri, Andhini Rosyana
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v5i2.59

Abstract

The vacuum-pneumatic type of the modified shallot skin sheller (MPB TEP-0315) has to be specified its technical and economical feasibility. An explanatory descriptive analysis has been employed to observe, measure, and re-account the details. Results from performance test showed that its theoretical and actual capacities were 52.48 kg/h and 31.24 kg/h, respectively at a machine efficiency of 59.60 percent at a required power (for compressor and decompressor) of 2092.6 W and at a shelling yield of 70.20 percent. The average level of noissiness was 69.25 dBA. Whilst the average machine vibration with or without load were 0.67 mm/s and 1.67 mm/s, respectively. Based on economic analysis this shelling business would be reasonable at a net present value (NPV) of Rp 30.618.320,- at an internal rate of return (IRR) of 68.83%, where the benefit cost ratio (BCR) would be 1.20. While the pay back period (PBP) would be reached in the 2nd year of investation.   Keywords: economic analysis, shelling machine, performance test   ABSTRAK   Mesin pengupas kulit bawang Tipe Vakum-Pneumatik (MPB TEP-0315) hasil modifikasi perlu dideskripsikan spesifikasi dan kelayakan ekonominya. Metode analisis deskriptif eksplanatori digunakan untuk mengamati mengukur, dan menghitung kinerja mesin serta kinerja ekonomi. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa kapasitas teoritis dan aktual mesin berturut-turut adalah 14,57 g/detik, dan 8,67 g/detik dengan efisiensi mesin 59,60%, dan pada kebutuhan daya (untuk kompresor dan dekompresor) 2092,6 W rendemen pengupasan 70,20%. Tingkat kebisingan mesin rata-rata 69,25 dBA. Sementara getaran mesin rata-rata dengan dan tanpa beban beruturut-turut adalah 0,67 mm/s dan 1,67 mm/s. Berdasarkan analisis ekonomi usaha pengupasan bawang merah memenuhi syarat pada nilai bersih sekarang (net present value, NPV) Rp 30.618.320,- , laju pengembalian modal (internal rate of return, IRR)  68,83%, rasio laba-biaya (benefit cost ratio, BCR) 1,20. Sedangkan periode pengembalian modal (pay back period, PBP) investasi tercapai pada tahun ke-2.   Kata kunci: analisis ekonomi, mesin pengupas, uji kinerja
PENGARUH OHMIC DAN PASTEURISASI KONVENSIONAL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN KUALITAS JUS CAMPURAN JERUK-WORTEL Widyasanti, Asri
Jurnal Teknotan Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasteurisasi ohmic dan konvensional dilakukan pada jus campuran jeruk-wortel dengan perbandingan (80 %:20 %, v/v) pada konsentrasi 10o Brix. Perubahan karakteristik fisikokimia dan kualitas jus campuran dapat dilihat dalam hal warna, pH, brix, browning, turbiditas, keasaman, rasio pulp-serum, dan rasio brix-asam, yang diukur dan dibandingkan dengan jus yang tidak diproses. Kecenderungan warna jus dengan perlakuan ohmic menunjukan sampel dengan warna sedikit kemerahan dan kuning cerah jika dibandingkan dengan metode pasteurisasi lainnya, akantetapi tidak berbeda nyata dengan jus campur segar pada tingkat kepercayaan 0,05 %. Hasil pengukuran CIE Lab menunjukkan bahwa CIE b* memiliki nilai korelasi positif sedangkan CIE a* cenderung memiliki nilai korelasi negatif ketika sampel mengalami perlakuan panas. Nilai kandungan gula, keasaman dan rasio brix-asam mengindikasikan ohmic dapat diterapkan pada kondisi yang tepat terutama untuk mengimbangi rasa dari jus campur. Sampel yang telah dipasteurisasi dengan ohmic juga menghasilkan warna, pH, turbiditas, keasaman dan rasio pulp-serum yang lebih baik dibandingkan metode yang lain. Secara umum, karakteristik  jus campur pasteurisasi dapat dipertahankan oleh pasteurisasi ohmic diikuti dengan pasteurisasi konvensional cepat, sedangkan pasteurisasi konvensional ringan menunjukkan pengaruh paling sedikit diantara semuanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasteurisasi ohmic memiliki kemungkinan yang menjanjikan untuk diaplikasikan pada jus campur yang diproduksi industri minuman. Kata kunci: pasteurisasi ohmic, pasteurisasi konvensional, karakteristik fisikokimia, jus                             campuran jeruk-wortel 
Upaya Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Usaha Sabun Cair Handmade di Kelompok Rumah Insan Juara, Desa Cilengkrang, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung Widyasanti, Asri; Rosalinda, Rosalinda; Putri, Selly Harnesa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v8i2.331

Abstract

Upaya kerjasama antara Unpad dan masyarakat diperlukan untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memanfaatkan bahan herbal serta hasil bumi. Salah satu upaya pemanfaatan tersebut adalah perlu dikembangkannya produk turunan menjadi sabun cair handmade. Kelompok Insan Juara memiliki potensi memproduksi sabun cair handmade dalam bentuk industri rumahan melalui pemanfaatan hasil pertanian masyarakat. Produk sabun ini terbuat dari minyak dan alkali sehingga terjadi reaksi saponifikasi, selanjutnya adonan pasta sabun dicairkan menjadi sabun cair serta siap untuk dikemas. Potensi ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam mengembangkan wirausaha industri rumahan, selain itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Tujuan dari kegiatan ini (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pengolah sabun handmade berbasis komoditas lokal; (2) Merintis upaya penganekaragaman industri rumahan salah satunya masyarakat yang bergerak di industri pembuatan sabun cair handmade untuk  kebutuhan souvenir dan kado; (3) Membantu pemerintah desa untuk dapat memajukan kesejahteraan masyarakat; dan (4) Mensosialisasikan hasil penelitian dari perguruan tinggi kepada masyarakat pengguna melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra Rumah Insan Juara adalah kurangnya pengetahuan dan pengalaman mengenai pembuatan sabun, pemilihan kemasan sabun yang tepat dari sisi manajemen dan marketing.  Mitra juga sudah diberikan sosialisasi adanya peluang pasar bagi produk sabun cair sebagai souvenir pernikahan. Melihat antusiasme dari kelompok wirausaha baru ini untuk menghasilkan sabun cair sebagai alternatif cinderamata khas kota Bandung  berupa produk non-pangan sehingga perlu pembinaan dari sisi proses pembuatan sabun, kemasan, manajemen dan marketing. Pendekatan yang diterapkan dalam merealisasikan program ini di Kelompok Insan Juara melalui metode participatory approach.  Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi pelatihan cara melakukan pembuatan sabun cair handmade,  pendampingan, demonstrasi langsung  dalam proses pembuatan pasta sabun, pencairan, pengemasan, monitoring kualitas akhir sabun,  hingga pemasaran hasil sabun. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal (minyak kelapa) menjadi produk sabun cair handmade; (2) Peserta pelatihan terutama kelompok ibu-ibu  Rumah Insan Juara telah mengikuti serangkaian  kegiatan pembuatan sabun handmade selanjutnya perlu dikembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun handmade kedepannya.