Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Teknik Fast Motion Estimation Pada Algoritma Frame Rate Up-Conversion Video Yuniari, Ni Putu Widya; Widyantara, I Made Oka
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Video surveillance merupakan salah satu aplikasi yang sering dimanfaatkan pada sistem keamanan yakni dengan menempatkan satu atau beberapa kamera untuk memantau suatu ruangan kemudian ditransmisikan ke dekoder. Pada jaringan yang memiliki keterbatasan bandwidth transmisi, untuk tetap memperoleh video dengan resolusi tinggi terdapat suatu mekanisme yakni pada sisi enkoder harus menurunkan frame rate dengan mengirimkan sebagian dari urutan video asli. Sedangkan di dekoder harus mengupgrade kembali frame rate tersebut dengan suatu teknik yang dinamakan Frame Rate Up-Conversion (FRUC). FRUC merupakan suatu teknik menyisipkan sebuah frame yang baru (intermediate) ke dalam suatu urutan video asli untuk meningkatkan frame rate. Salah satu teknik FRUC adalah Motion Compensation Interpolation (MCI). Teknik ini menyandarkan pada suatu proses yang disebut Motion Estimation (ME). Proses ME untuk algoritma MCI pada FRUC yakni memprediksikan posisi frame berupa Motion Vector (MV) yang sekarang berdasarkan pada frame referensi. MV yang telah diperoleh disimpan di dekoder sebagai informasi yang digunakan untuk penyisipan frame intermediate. Terdapat suatu metode untuk mempercepat proses ME dengan mengurangi jumlah blok kandidat yang disebut Fast Search. Salah satu metode Fast Search adalah Three Step Search {TSS). Dengan mengadopsi pengkodean video berbasis blok, pada paper ini mengajukan penerapan teknik Fast Search TSS untuk ME pada algoritma FRUC. Sasarannya adalah menurunkan kompleksitas di enkoder dengan mengurangi jumlah kandidat blok pencarian dan untuk memberikan informasi MV frame intermediate yang akan disisipkan pada dekoder sehingga mampu meningkatkan frame rate.Kata kunci: Motion Compensation Interpolation, Motion Estimation , Fast Search , Three Step Search.
Analisis Kinerja Rate-Distortion Codec Wyner-Ziv Video Coding Berbasis Discrete Wavelet Transform Shandyasa, I Wayan; Widyantara, I Made Oka
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pengkodean video Wyner-Ziv (WZVC) merupakan salah satu paradigma baru dalam pengkodean video, dimana korelasi temporal sumber di eksploitasi disisi decoder. Encoder video hanya mengirimkan informasi seminimal mungkin, dan selanjutnya decoder video akan membuat skema pembangkitan side information (SI) menggunakan frame-frame sebelumnya yang sudah didekodekan. Pembangkitan SI di decoder adalah persoalan utama untuk menghasilkan kinerja rate-distortion (RD) yang mendekati kinerja RD pengkodean video konvensional seperti MPEG dan H,264. Paper ini akan mereview penerapan teknik discrete wavelet transform (DWT) pada codec WZVC. Dengan sifat hirarki berlapis, DWT dapat membuat eksploitasi spatial dari orde redah sampai orde tinggi. Dengan kemapuan ini, codec WZVC dapat menerapkan DWT untuk mengkeploitasi hirarki lapisan orde tinggi untuk pembangitan SI di decoder. Implementasi DWT pada codec DWT dapat diklasifisikan menjadi (i) penerapan langsung DWT sebagai teknik transformasi dan (ii) menggunakan hirarti lapisan orde rendah sebagai auxiliary information (AI) untuk menningkatkan akurasi pembangkitan SI di decoder. Studi literatur menunjukan bahwa imlementasi DWT pada codec WZVC mampu menghasilkan kinerja RD yang lebih baik dibandingkan dengan H.264 pada pengkodean Intra.Hal ini memungkinkan encoder video dapat dirancang berkompleksitas rendah.Kata kunci—WZVC; DWT; Rate-Distortion; Side Information; Auxiliary Information;
Evaluasi Kinerja Rate-Distortion Dengan Penerapan Teknik Pembangkitan Side Information Pada Codec Wyner-Ziv Video Coding Ardyanti, Anak Agung Ayu Putri; Widyantara, I Made Oka; ., Linawati
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Wyner-Ziv Video Coding (WZVC) adalah paradigma baru dalam pengkodean video, dimana, ekploitasi korelasi temporal video dilakukan sepenuhnya di dekoder. Sasarannya adalah menurunkan kompleksitas enkoder, dengan menggeser teknik estimasi dan kompensasi gerak ke sisi dekoder. Skema umum WZVC adalah mendekodekan frame dari enkoder, dengan membangkitkan side information (SI) di dekoder. Semakin akurat frame SI yang yang dihasilkan untuk sebuah frame yang dikirimkan oleh enkoder, maka kinerja rate-distortion (RD) codec WZVC akan semakin baik. Saat ini telah dikembangkan dua codec WZVC dengan metode pembangkitan SI berbeda yaitu codec DISCOVER dan codec WZVC-EM. Codec DISCOVER menerapkan metode bidirectional motion-compensated frame interpolation (B-MCFI), dimana sebuah frame SI diperoleh dengan estimasi dan kompensasi gerak dua frame referensi yang tersedia di dekoder. Sedangkan codec WZVC-EM menerapkan metode pembelajan medan gerak secara iteratif berbasis pada algoritma Expectation-Maxization (EM). Metode ini akan memperbaharui medan gerak secara iteratif untuk meningkatkan akurasi soft SI. Paper ini akan mengevaluasi kinerja RD kedua codec tersebut pada struktur group of picture (GOP) berbeda. Sasarannya adalah untuk memperoleh kerangka kerja codec WZVC yang efisien untuk dikembangkan lebih lanjut. Hasil evaluasi menunjukan bahwa kinerja RD codec WZVC-EM lebih baik untuk ukuran GOP lebih besar dari dua.Kata Kunci—Side Information, Wyner-Ziv Video Coding, Codec DISCOVER, Codec WZVC-EM, Estimasi dan kompensasi gerak.
Implementasi Embedded Linux pada Jaringan Sensor Nirkabel Platform Imote2 Purnama, Fajar; Widyantara, I Made Oka; Sastra, Nyoman Putra
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebelumnya JSN menggunakan sistem operasi Intel Platform X, SOS, dan TinyOS. Kini Platform X dan SOS tidak dikembangkan lagi, sehingga banyak peneliti menggunakan TinyOS. Pada akhir pengguna TinyOS pada platform Imote2 menemukan banyak keterbatasan seperti penerapan pada routing yang complex. Oleh karena itu komunitas Embedded Linux pengembangkan embedded Linux untuk platform Imote2. Pada makalah ini dibahas secara rinci tahap untuk mengembed Linux pada target yaitu perangkat JSN radio sensorboard platform Imote2. Host merupakan Linux operating system. Pengembedan meliputi 3 komponen utama yaitu bootloader, Linux kernel, dan filesystem. Embed dilakukan dengan proses flashing pada JTAG interface menggunakan software OpenOCD. Setelah proses embed, konfigurasi pada target melalui koneksi serial. Konfigurasi meliputi pengaktifkan alamat IP, SSHD, dan radio secara otomatis. Terakhir dibandingkan performansi target yang menggunakan IEEE 802.11 WLAN dan IEEE 802.15.4 ZigBee sebagai media transmisi. Hasilnya penggunaan IEEE 802.11 WLAN lebih boros terhadap memory dan daya listrik.Kata Kunci—JSN, Imote2, Embedded Linux, ZigBee, WLAN, JTAG, OpenOCD.
RANCANG BANGUN APLIKASI WIRELESS PENETRATION TEST PADA SISTEM OPERASI LINUX Dwipayana, Aditya; Widyantara, I Made Oka; Esta Wirastuti, Ni Made Ary
Jurnal Ilmu Komputer Vol 9 No 2: September 2016
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma enkripsi adalah pertahanan pertama terhadap serangan jaringan. Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA) digunakan untuk mengamankan jaringan pada standar 802.11, akan tetapi enkripsi ini memiliki banyak kelemahan. Aplikasi-aplikasi penetrasi berbasis linux seperti aircrack, airodump, aireplay mampu memanfaatkan kelemahan tersebut untuk dapat terkoneksi ke dalam jaringan dan bahkan mencuri data. Sayangnya aplikasi penetrasi berbasis text mengakibatkan kesulitan tersendiri bagi pengguna umum karena harus mengingat format perintah pada setiap aplikasi. Penelitian ini berhasil menyederhanakan penggunaan aplikasi penetrasi berbasis text dengan cara membangun sebuah antarmuka menggunakan QTdesigner serta memberikan review proses penetrasi terhadap keamanan WEP dan WPA menggunakan antar muka yang diusulkan.
KLASIFIKASI PENGGUNAAN PROTOKOL KOMUNIKASI PADA TRAFIK JARINGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR Subrata, Komang Kompyang Agus; Widyantara, I Made Oka; Linawati, Linawati
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.1601.10

Abstract

Intisari?Trafik jaringan internet adalah lalu lintas ko­mu­nikasi data dalam jaringan yang ditandai dengan satu set ali­ran statistik dengan penerapan pola terstruktur. Pola ter­struktur yang dimaksud adalah informasi dari header paket data. Klasifikasi yang tepat terhadap sebuah trafik internet sa­ngat penting dilakukan terutama dalam hal disain perancangan arsitektur jaringan, manajemen jaringan dan keamanan jari­ngan. Analisa terhadap suatu trafik jaringan komputer meru­pakan salah satu cara mengetahui penggunaan protokol komu­nikasi jaringan komputer, sehingga dapat menjadi dasar pe­nen­tuan prioritas Quality of Service (QoS). Dasar pemberian prio­ritas QoS adalah dengan penganalisaan terhadap data trafik jaringan. Pada penelitian ini melakukan klasifikasi ter­hadap data capture trafik jaringan yang di olah menggunakan Algoritma K-Neaerest Neighbor (K-NN). Apli­kasi yang digu­nakan untuk capture trafik jaringan yaitu aplikasi wireshark. Hasil observasi terhadap dataset trafik jaringan dan melalui proses perhitungan menggunakan Algoritma K-NN didapatkan sebuah hasil bahwa nilai yang dihasilkan oleh klasifikasi K-NN memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhi­tungan yang mencapai nilai 99,14 % yaitu dengan perhitungan k = 3.   DOI: 10.24843/MITE.1601.10
GREEN DATA CENTER DESIGN OF UDAYANA UNIVERSITY Rusdiana, Komang Ery; linawati, linawati; Widyantara, I Made Oka
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 15 No 2 (2016): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data center of Udayana University is not integrated who caused excessive power usage. The green data center system needs to be applied to the data center of Udayana University, where the use of power can be more efficient and environmentally friendly. The purpose of this study is to determine the energy consumption in the data center of Udayana University and to design a data center in accordance with the criteria and standards for green data center. Collecting data in this study using the survey directly into the data center, interviews with IT staff and analyze the data center. Then, will be calculated green metrics i.e. Power Usage Effectiveness (PUE) and Data Center Infrastructure Efficiency (DCIE) and designing a green data center. Based on the research, the result of data center power consumption is 104.231 w. where the results of the calculation of PUE is 2.51 which is inefficient and DCIE calculation is 39%, which means that the efficiency of power usage reaches 39%. From the results obtained, will be redesign the servers clustering to minimize the use of cables and easier for checking, using a raised floor according to the cooling system was designed, using a system of electric 3 phase for load balanced, redesign the cooling system using a row-oriented cooling system and redesign cabling in the data center. By doing the design of green data center at the University of Udayana, data center power consumption will be down significantly and efficiency will be increased.
AUDIT MANAJEMEN SUMBER DAYA DAN PENGUKURAN PERFORMA SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS HINDU INDONESIA MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 I Kadek, Noppi adi Jaya; Widyantara, I Made Oka; Hartati, Rukmi Sari
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 18 No 1 (2019): Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2019.v18i01.P05

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dewasa menjadi salah satu jawaban bagi pemenuhan kebutuhan akan sistem informasi dari segala jenis organisasi. Kemampuan teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis dalam suatu organisasi menjadikan teknologi informasi dipercaya mampu menjadi alat bantu dalam mempercepat langkah organisasi  mencapai tujuan bisnis. Universitas sebagai salah satu organisasi pendidikan tidak lepas dari pemanfaatan teknologi informasi ini. Pengembangan layanan teknologi informasi menjadi begitu penting untuk mendukung dan memberikan pelayanan maksimal pada sektor layanan pendidikan. Wujud nyata dari pengembangan teknologi informasi dalam layanan pendidikan berupa  pengembangan sistem informasi akademik. Untuk mengetahui tingkat layanan yang telah berhasil diberikan bagi pengguna melalui implementasi sistem informasi akademik tentu memerlukan evaluasi dalam bentuk tata kelola sistem informasi. Angka COBIT telah menyediakan parameter penilaian yang dapat memberikan ukuran setinggi dan sebaik apa pengeleloaan dan performa teknologi informasi pada suatu lembaga dengan menggunakan maturity model. Metode kualitatif  digunakan untuk melakukan pengumpulan, mengolah, menganalisis serta menyimpulkan data guna memperoleh maturity level pada wilayah  COBIT 4.1. Jumlah responden yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 orang responden. Pengolahan data yang diperoleh dari rata-rata atas seluruh proses TI memiliki tingkat kematangan saat ini memberikan hasil yang cukup baik dengan tingkat maturity sebesar 2.95. Dengan tingkat kematangan harapan sebesar 5, berarti terdapat kesenjangan kematangan sehingga perlu diberikan strategi perbaikan yang berisi langkah-langkah untuk mencapai tingkat kematangan yang diharapkan.
EKSTRAKSI FITUR WARNA, TEKSTUR DAN BENTUK UNTUK CLUSTERED-BASED RETRIEVAL OF IMAGES (CLUE) Sugiartha, I Gusti Rai Agung; Sudarma, Made; Widyantara, I Made Oka
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Picture (image) is a media that used for storing visual data, for example, two-dimensional images are often used to store an incident. Images on the internet media growth very rapidly. There are a lot of image, video, text or other content on the Internet. Image Index and image retrieval again become a topic of research in the last decade in which concentrated on how to get the meaning of an information contained in an image. Three methods outlined in the search for an image, the text-based image retrieval, content-based image retrieval and indexing images in the order of language. This study focuses on the preparation of the features of an image based on color and texture. Features colors using the average value of Hue image, texture features using Gray Level occurance Matrix (GLCM). Color, texture, and shape extraction technique resulted in eighteen (18) feature that can be used as features in the process of Clustering.DOI: 10.24843/MITE.1601.12
PREPROCESSING PADA SEGMENTASI CITRA PARU-PARU DAN JANTUNG MENGGUNAKAN ANISOTROPIC DIFFUSION FILTER Widyantara, I Made Oka; Kusuma, A. T. A Prawira; Wirastuti, N. M. A. E. Dewi
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 14 No 2 (2015): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2015.v14i02p02

Abstract

This paper propose a preprocessing techniques in lung segmentation scheme using Anisotropic Diffusion filters. The aim is to improve the accuracy, sensitivity and specificity results of segmentation. This method was chosen because it has the ability to detect the edge, namely in doing smoothing, this method can obscure noise, while maintaining the edges of objects in the image. Characteristics such as this is needed to process medical image filter, where the boundary between the organ and the background is not so clear. The segmentation process is done by K-means Clustering and Active Contour to segment the lungs. Segmentation results were validated using the Receiver Operating Characteristic (ROC) showed an increased accuracy, sensitivity and specificity, when compared with the results of segmentation in the previous paper, in which the preprocessing method used is Gaussian Lowpass filter.