Evi Widowati
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH GETARAN BENANG LUSI TERHADAP KELELAHAN MATA OPERATOR LOOM WEAVING DENIM Widowati, Evi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada getaran mekanis dengan intensitas sampai dengan 4m/det2 (maksimal getaran yang dianjurkan) mata masih dapat mengikuti getaran antara kepala dan sasaran, sedangkan untuk intensitas selanjutnya mata tidak dapat lagi mengikutinya. Getaran yang melebihi nilai ambang batas dapat menyebabkan kelelahan mata ditandai dengan gejala penurunan ketajaman mata, penglihatan rangkap atau kabur, sakit atau pegal di sekitar mata dan terjadinya kesalahan atau bahkan kecelakaan kerja. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh getaran benang lusi pada mesin loom terhadap kelelahan mata operator bagian loom weaving. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh getaran benang lusi pada mesin loom terhadap kelelahan mata operator bagian loom weaving. Metode penelitian ini bersifat explanatory dengan menggunakan pendekatan belah lintang, dimana sampel dipilih dengan teknik purposif sebanyak 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya intensitas getaran 1 m/det2 akan diikuti dengan meningkatnya kelelahan mata responden sebesar 13.415 milidetik. Simpulan penelitian adalah ada pengaruh getaran benang lusi pada mesin loom terhadap kelelahan mata.On the mechanical vibrations with the intensities up to 4m/s2 (recommended maximum vibration), the eye can still follow the vibrations between the head and the target, while for the intensity of subsequent eye can no longer follow it. Vibrations exceeding the threshold value cause eye fatigue those are characterized by several symptoms, decrease the sharpness of the eyes, double or blurred vision, pain or soreness around the eyes and the occurrence of mistakes or accidents. Problem of this research was how the effect of the lusi yarn vibration on the loom machine to eyestrain of weaving loom operator. The purpose of this study was to determine the effect of the lusi yarn vibration on the loom machine cause eyestrain of weaving loom operator. Method of this research was explanatory using cross-sectional approach, where samples were selected by purposive sampling technique with the results as many as 13 peoples. The results showed increased intensity of 1 m/s2 vibration will be followed by increased eye fatigue respondents was 13 415 milliseconds. Conclusion of research was no effect on engine vibration warp loom against eye fatigue.
PENGARUH INTENSITAS PENCAHAYAAN LOKAL Widowati, Evi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas pencahayaan lokal terhadap kelelahan mata operator bagian loom weaving V denim perusahaan tekstil di Semarang. Metode penelitian ini bersifat penjelasan de-ngan menggunakan pendekatan belah lintang. Variabel dalam penelitian ini adalah intensitas pencahayaan lokal dan kelelahan mata. Populasi berjumlah 33 yang bekerja sebagai operator mesin loom weaving V denim. Sampel dipilih de-ngan teknik purposif berdasarkan kriteria inklusi sehingga diperoleh sebanyak 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara intensitas pencahayaan terhadap kelelahan mata yaitu meningkatnya intensitas pencahayaan 1 lux akan diikuti dengan menurunnya kelelahan mata responden sebesar 1.782 milidetik. AbstractThe purpose of this study was to determine the effect of local illumination intensity with the operator eyestrain, in loom weaving V denim of textile company in Semarang. The method of this research was explanatory research using cross sectional approach. The variable in this study was the intensity of local lighting and eyestrain. Population are 33 operators who worked as machine operators of weaving looms V denim. The samples were selected by purposive sampling technique based on inclusion criteria as many as 13 peoples. The results show influence between the intensity of illumination with the eyestrain that is the increasing intensity of illumination 1 lux will be followed by a decrease eyestrain respondents for 1782 milliseconds.Keywords: Local lighting; Eyestrain
PENERAPAN CBDP (COMMUNITY BASED DISASTER PREPARADNESS) DALAM MENGANTISIPASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Windraswara, Radatin; Widowati, Evi
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukuh Deliksari RW 6, Sukorejo, Gunungpati, Semarang City has landslide susceptiblecharacteristic. CBDP (Community Based Disaster Preparadness) is one of community based method toreduce disaster risk. Community involvement is a must to reduce vulnerabilities and to increasecommunity capacities on facing disaster risk. CBDP processes include selecting the community, rapportbuilding and understanding the community, participatory disaster risk assessment (PDRA),participatory disaster risk management planning, building and training a community disaster riskmanagement organization (CDRMO), community-managed implementation, and participatorymonitoring and evaluation. Informal meeting, focus group discussion (FGD) and participatory ruralappraisal (PRA) methods were chosen as this program approach.. As the result from CBDP processimplementation, an analysis of vulnerabilities and capacities are drawn. Some vulnerabilities arelandslide prone neighbourhood, inadequate water supply, lack of sanitation and low degree ofeducation. Community capacities include number of productive age 64.8%, high motivation to involvein teamwork, and there are some social group (religious and social group). There is need to furtherstudy to get comprehensive environment risk mapping and community planning management.Dukuh Deliksari RW 6, Sukorejo, Gunungpati Kota Semarang memiliki karakteristik daerahrawan longsor. Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) dengan metodeCBDP (Community Based Disaster Preparadness) merupakan metode alternatif mengelola resikobencana secara mandiri. Untuk mengurangi kerawanan dan untuk meningkatkan kapasitas komunitasdalam menghadapi risiko bencana diperlukan pelibatan komunitas. Proses CBDP (Community BasedDisaster Preparadness) mengikuti proses sebagai berikut: memilih komunitas, membangunkepercayaan, penilaian risiko bencana, manajemen perencanaan, membangun organisasi, implementasi,monitoring evaluasi. Instrumen yang dipilih yaitu pertemuan informal, diskusi group terfokus (FGD)dan PRA (Participatory Rural Appraisal). Dari hasil penerapan CBDP, didapatkan hasil kerawananmasyarakat yang utama meliputi kondisi lingkungan yang rawan longsor, fasilitas air bersih dan saluranpembuangan yang kurang, dan tingkat pendidikan yang rendah. Kapasitas masyarakat meliputi jumlahkelompok usia produktif sebesar 64,8%, motivasi bergotong-royong yang tinggi dan adanya kelompokkelompok(arisan/ pengajian) penggerak. Dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk melakukan pemetaandan pembuatan rencana aksi komunitas (RAK).Kata kunci: Community Based Disaster Preparadness, Deliksari, kapasitas, kerentanan
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR BALITA DI DESA PERON KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Widowati, Evi; Rahayu, Sri Ratna
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita adalah anak bangsa yang  merupakan generasi penerus bangsa yang harus disiapkan baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun kesehatan. Pada Indikator “Indonesia Sehat 2010” yang menginginkan mencapai darajat kesehatan yang salah satu indikatornya adalah morbiditas. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat morbiditas adalah dengan imunisasi dasar pada Balita, sehingga pemberian pengetahuan mengenai imunisasi dasar sangat penting untuk diberikan khususnya bagi kader Posyandu dan ibu-ibu yang memiliki Balita. Seluruh peserta yang hadir pada penyuluhan terlihat sangat antusias yang secara aktif mengikuti kegiatan. Dari hasil pre test dan post test dapat diketahui adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu dan kader-kader kesehatan, yang ditandai dengan peningkatan nilai pada hasil post test sebanyak 100 % dari total peserta hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pengetahuan  ibu tentang imunisasi  dasar Balita di Desa Peron Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pengenalan imunisasi, jenis-jenis imunisasi, kapan pemberian imunisasi dasar, kegunaan imunisasi, penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, dan efek samping imunisasi. Kata Kunci : Imunisasi, Balita, Pengetahuan Ibu
Gangguan Pendengaran Akibat Bising Septiana, Nur Rizqi; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) merupakan gangguan berupa penurunan fungsi indera pendengaran akibat terpapar oleh bising dengan intensitas kebisingan yang berlebih secara terus menerus dalam waktu lama. Penelitian ini membahas tentang faktor yang berhubungan dengan GPAB di PT. Indonesia Power UBP Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampelnya adalah 110 terdiri dari 55 kasus dan 55 kontrol diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan faktor yang berhubungan dengan GPAB adalah intensitas kebisingan (p=0,034, OR=2,779), lama kerja (p=0,022, OR=2,625), masa kerja (p=0,022, OR=3,656) dan umur (p=0,036, OR=2,429). Variabel yang tidak berhubungan adalah penggunaan alat pelindung telinga (p=0,775). Simpulan dari penelitian adalah ada hubungan antara intensitas kebisingan, lama kerja, masa kerja dan umur dengan GPAB. Tidak ada hubungan antara penggunaan alat pelindung telinga dengan GPAB. Kata Kunci: Gangguan Pendengaran Akibat Bising, Faktor Resiko, Pekerja. Noise induced hearing loss (NIHL) is a disorder in the form of decreased function of the sense of hearing as a result of exposure to noise with excessive noise intensity continuously for a long time. This study discusses the factors related to NIHL at PT. Indonesia Power UBP Semarang. This type of research is analytic observational with case control approach. The sample size is 110 consisting of 55 cases and 55 controls taken by purposive sampling technique. The results showed factors associated with NIHL is intensity of noise (p = 0.034, OR = 2.779), lenght of work (p = 0.022, OR = 2.625), period of work (p = 0.022, OR = 3.656) and age (p = 0.036 , OR = 2.429). Variables that are not related is the use of ear protection (p = 0.775). The conclusion from this study is there is a relationship between the intensity of noise, length of work and age woth NIHL. There is no relationship between the use of ear protection with NIHL. Keywords: Hearing disorder, Noise, Risk Factor
Penerapan Aspek Keselamatan Perkeretaapian pada PT.KAI (Persero) Daop IV Semarang Lubis, Tiarma; Widowati, Evi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 1 (2017): VisiKes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.376 KB)

Abstract

Railways is everything related to facility, infrastructure, human resource and train supporting facility for the operation of railway transport. The production of passenger trains during the years 2010-2014 in the Java island has increased by 8.29% annually. The railway accidents frequency are inluenced by: human factors, infrastructure factors, facility factors, operational factors, and external factors. This research aims to know the description of the aspects of railwaysafety application at PT. KAI (Persero) DAOP IV Semarang. This was evaluative research.The result showed that of the 253 points of the aspects of railways safety, as much as 235 (93%) points were accordance to standard, 13 (5%) points were not accordance tostandard, and 5(2%) did not conform to standard.The recommendation are fulillments of the safety railway aspects such as: increase the crossing-guard offifcer who have a competency certiicate, provide training and education for certiication of compentence for pcrossing-guard oicer that have not been certiied, facilitating the station with ire protection system, awarding and recoloring of secure border from railways on the station platform, and marking the installation of portable ire extinguisher.Keywods : railway, safety
The Application of Safety Education in Primary School Directorate in Indonesia Widowati, Evi; Koesyanto, Herry; Sugiharto, Sugiharto
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 12, No 3: August 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.702 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v12i3.7487

Abstract

Primary school children are included in the vulnerable group because they are still in a growth and development phase. In Indonesia, many accidents involve children due to their lack of knowledge, excessive energy, and high curiosity. Therefore, it is important to evaluate the application of safety values in formal education material, in order to evaluate how adequate the current teaching materials in encouraging children to practice safety culture.Petompon 2, one of the primary school used in this study, showed that 60% subjects in grade 1 contain application of safety values, and subjects from grade 2 to 6 showed that 14.3%, 90%, 100%, 87.5%, and 50% subjects, consecutively, already contain safety education.The solutions offered are improving teacher’s capacity in learning process and integrating the safety values into education subjects, such as: in sport education, natural science, social science, citizenship education, Islamic religion, mathematics, and Indonesian language. Other methods available are integrating safety values into extracurricular activities and introducing educative game on safety values to primary school students.
Penerapan Risk Management pada Pekerjaan di Ketinggian Berdasar SNI ISO 31000: 2011 Safitri, Nunuk; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global dari 142 kematian akibat kecelakaan kerja, penyebab utamanya adalah jatuh dari ketinggian sebesar 45% (ILO, 2015). Menurut Kemenaker (2014), kecelakaan yang dialami pekerja konstruksi yaitu 31,9% dan 26% dari total kecelakaan karena jatuh dari ketinggian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan risk management pada pekerjaan di ketinggian berdasar SNI ISO 31000 di PT. Adhi Karya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel kerangka kerja manajemen risiko yaitu dari 49 komponen yang dibahas, sebanyak 45 komponen (91,8%) telah diterapkan dan 4 komponen (8,2%) belum di terapkan oleh PT. Adhi Karya. Pada variabel proses manajemen risiko dari 41 komponen yang dibahas, sebanyak 100% telah diterapkan. Berdasarkan penilaian risiko pada pekerjaan di ketinggian terdapat 17 potensi bahaya jatuh dari ketinggian. Simpulan dari penelitian ini yaitu PT. Adhi Karya belum sepenuhnya menerapkan komponen manajemen risiko pekerjaan di ketinggian sesuai SNI ISO 31000 serta masih terdapat ketidaksesuaian dalam upaya pengendalian prosedur kerja, teknik bekerja aman, alat pelindung diri, perangkat pelindung jatuh dan tenaga kerja. Kata kunci: Manajemen Risiko, Pekerjaan di Ketinggian Globally out of 142 deaths, the main cause because it falls from a height of 45% (ILO, 2015). According Kemenaker (2014), the accident that was suffered by the construction worker was 31.9% and 26% of total accidents due to fall from a height. The purpose was to find out the overview implementation of risk management in working at elevation based on SNI ISO 31000 in the PT. Adhi Karya. Type of this research was descriptive qualitative. The data source selected using purposive sampling technique with a number of informants 5 people. Data collection techniques such as interviews, observation and documentation.The results showed that variable risk management framework that consist of 49 components, there are 45 components (91.8%) that have been applied and the 4 components (8.2%) have not been applied by PT. Adhi Karya. Meanwhile for variable risk management processed that consist of 41 components (100%) have been applied. Based on the risk assessment there are 17 danger potential of falling from height. The conclusions is PT. Adhi Karya has not fully implemented the risk management component of the working at elevation according SNI ISO 31000 and still there is not compatibility in controlling work procedures, safe working techniques, personal protective equipment, falls protective device, and labor. Keywords: Risk Management, fall from a height
The Penerapan Kewaspadaan Standar sebagai Upaya Pencegahan Bahaya Biologi pada Tenaga Keperawatan Romadhoni, Sutianik; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penularan bahaya biologi yang tinggi merupakan indikator pentingnya suatu usaha pengendalian infeksi dengan menerapkan kewaspadaan standar. Nilai BOR yang tinggi (83%) menyebabkan meningkatnya intensitas tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini berpotensi terjadi penularan bahaya biologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan kewaspadaan standar sebagai upaya pencegahan bahaya biologi pada tenaga keperawatan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan data tingkat kesesuaian poin-poin dengan standar dari evaluasi penerapan kewaspadaan standar di RSUD Tugurejo Semarang secara keseluruhan untuk 11 elemen dengan 63 poin. Penerapan yang sesuai sebanyak 54 poin (85,7%), penerapan yang tidak sesuai sebanyak 4 poin (6,4%), dan tidak ada penerapannya sebanyak 5 poin (7,9%). Penerapan kewaspadaan standar yang kurang akan menimbulkan konsekuensi kesehatan yang tidak menguntungkan yang diderita oleh banyak orang sebagai akibat kesalahan medis. Kata kunci: Biologis, Bahaya, Perawat Transmission of biological hazard that high is an indicator the importance of a control infections by applying standard precaution. Value BOR that high (83%) can give increase nurse intensity to give care nursing. It is potential for transmission of biological hazard. The purpose of this research is to know the application of evaluation standard precaution as a biological hazard prevention effort on nursing at RSUD Tugurejo. This research uses the method evaluative. Data collection by interviews, observation, and study documentation. Informants determined to technique purposive sampling. The result of an application standard precaution in RSUD Tugurejo over all for 11 element with 63 points. Application of appropriate as 54 points (85,7%), the aplication of that does not comforms as 4 points (6,4%), and nothing the application as 5 points (7,9%). The application of standard precaution would have health consequences unfavorable suffered by many people as a result of medical errors. Keywords: Biological, Hazard, Nurse
Penggunaan Job Hazard Analysis dalam Identifikasi Risiko Keselamatan Kerja pada Pengrajin Logam Azady, Al Asyhar Aahyu; Widowati, Evi; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.23564

Abstract

Abstrak Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pada tahun 2013 telah terjadi 406 kasus kecelakaan kerja di Kabupaten Boyolali, 372 pekerja (91,6%) berhasil sembuh, 25 pekerja (6,1%) sementara tidak mampu bekerja, 4 pekerja (0,9%) mengalami cacat, dan 5 pekerja (1,2%) meninggal dunia. Insiden kecelakaan dan cedera di tempat kerja dapat dikurangi dengan penggunaan Job Hazard Analysis. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya serta pengendalian yang tepat pada industri logam UD. A&D dengan metode Job Hazard Analysis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 46 bahaya dan 82 risiko yang teridentifikasi. Hasil penilaian risiko terdapat 24 (29,6%) risiko rendah, 27 (32,9%) risiko sedang dan risiko tinggi berjumlah 31 (37,8%). Hasil penilaian dan pengendalian risiko dirancang dalam bentuk form Job Hazard Analysis. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi bahaya yang ada belum dilakukan pengendalian secara optimal.  Abstract Each workplace always has a risk of possible accidents and occupational diseases. In 2013 there were 406 work accident cases in Boyolali District, 372 workers (91.6%) recovered, 25 workers (6.1%) were unable to work, 4 workers (0.9%) were disabled, and 5 workers (1.2%) died. Incidents of accidents and workplace injuries can be reduced by the use of Job Hazard Analysis. This research was conducted in 2018. The purpose of this research is to know the potential danger and proper control on UD metal industry. A & D with Job Hazard Analysis method. The type of this research is descriptive qualitative with observational approach.The results showed 46 hazards and 82 identified risks. Risk assessment results were 24 (29.6%) low risk, 27 (32.9%) medium and high risk 31 (37.8%). The results of risk assessment and control are designed in the form of Job Hazard Analysis form. The conclusion of this research is the potential hazard that has not been done optimally. Keyword : Job Hazard Analysis (JHA), Potential Hazard, Risk Analysis