Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SD PADA MAHASISWA S1 PGSD IKIP PGRI SEMARANG Widodo, Wahyu; Budoyo, Sapto
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperolehdeskripsi tentang hal-hal berikut; (a) kemampuan mahasiswa PGSD IKIP PGRISemarang dalam mengembangkan bahan ajar tematik, (b) langkah-langkahpenyusunan bahan ajar tematik SD, (c) Meningkatkan kemampuan mahasiswaPGSD IKIP PGRI Semarang dalam mengembangkan bahan ajar pembelajarantematik. Penelitian ini menggunakan analisis teks bahan ajar. Langkahpenyelesaian penelitian menggunakan langkah R&D, yakni: Tahap I: Studipendahuluan, yang meliputi : observasi, identifikasi respon dan kebutuhanmahasiswa dalam pengembangan bahan ajar, Tahap II : Pengembangan awal,rancangan penyusunan bahan ajar tematik, meliputi: penyusunan jejaringkompetansi dasar, pembuatan silabus, pengembangan materi pokok menjadibahan ajar , Tahap III : Evaluasi pengembangan bahan ajar tematik SD, Tahap IV: Perbaikan dan penyusunan bahan ajar tematik SD. Pengembangan materidilaksanakan dalam perkuliahan menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkahlangkahpengembangan bahan ajar adalah pembuatan jejaring tema,pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran, pengembangan materi ajar, danpenilaian bahan ajar. Produk yang dihasilkan berupa buku bahan ajar untuk kelassatu semester satu.Kata kunci: Bahan ajar, pembelajaran tematik.
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA PADA MANUSIA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Maryadi, Maryadi; Widodo, Wahyu
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih tingginya jumlah siswa yangpasif dalam proses pembelajaran dan rendahnyahasil belajar merupakan cerminan pemahaman konsep yang masih rendah di kelas IXC SMPN40 Semarang tahun pelajaran 2011/ 2012. Berdasarkan data pengamatan, wawancara, angketdan dokumentasi yang diperoleh, maka alternative tindakan yang diambil adalah denganmenerapkan modelpembelajaran Student Facilitator and Eksplaining. Penelitian TindakanKelasini secara umum bertujuan meningkatkan pemahaman konsep materi Sistem Koordinasidan Alat Indra pada manusia. Tujuan khususnya adalah meningkatkan jumlah siswa yang aktifdalam pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian Tindakan kelas inidilaksanakan dengan 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasidan refleksi. Data yang dikumpulkan adalah kinerja siswa, dalam pembelajaran, kinerja guru,hasil belajar dan tanggapan siswa terhadap pelajaran. Pengamatan dilakukan oleh 3 pengamat,2menggunakan lembar pengamatan dilengkapi rubric penskoran, strategi yang digunakanpembelajaran kooperatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan sebuah model yangditerapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.Dengan demikian modelpembelajaran Student Facilitator and Eksplaining dapat diterapkan untuk membelajarkanmateri“Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada manusia”.Kata kunci :Student Facilitator and Eksplaining,Penguasaan konsep
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN RAMAH ANAK DALAM KONTEKS MEMBANGUN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA SEMARANG Widodo, Wahyu
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar harus menempatkanpendidikan ramah nak sebagai dasar membangun karakter siswa. Hasil kuesioneryang didisi oleh semua guru-guru SD se-kota Semarang yang dilakukan 3,5 bulan di16 SD Negeri se Kota Semarang. Hasil menunjukkan mereka setuju untuk selalubersikap ramah terhadap siswa-siswanya. Tidak hanya itu, sekolah juga telahmengimplementasikan beberapa nilai-nilai karakter dalam visi misi sekolah, bahkantersedia kata-kata motivasi di dinding-dinding sekolah.Kedua, bentuk-bentuk pendidikan ramah anak yang telah dilaksanakan disekolah meliputi; ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh siswaseperti dalam kaitannya dengan kesehatan siswa yaitu tersedianya ruang UKS,program jumat bersih, kerja bakti, dokter kecil, BIAS maupun program tanaman toga.Sedangkan di bidang lain seperti tersedianya toilet, sanitasi air untuk mencuci tangan.Namun belum semua sekolah memiliki sanitasi air maupun toilet yang bersih. Bentukpendidikan ramah anak yang lain yaitu tersedianya perpustakaan, kantin, koperasisiswa, taman bermain siswa, dan mading. Jika dilihat dari observasi kelas, guru telahmengimplementasikan bentuk-bentuk pendidikan ramah anak seperti pemberian rasakasih sayang, perhatian terhadap siswa-siswanya. Dalam segi partisipai, bentukpendidikan ramah anak yang telah dilaksanakan seperti adanya kegiatan-kegiatansekolah dalam memperingati hari besar, serta ekstrakurikuler yang diikuti oleh semuasiswa. keterlibatan siswa dalam berbagai hal seperti dalam penataan bangku dandekorasi kelas.Ketiga, sejauhmana sekolah-sekolah dasar di kota Semarang telahmengimplementasikan pendidikan ramah anak dapat kita ketahui melalui hasilobservasi kelas dan wawancara. Sekolah telah berupaya mengimplementasikanpendidikan pendidikan ramah anak, namun faktanya masih belum optimaldikarenakan adanya beberapa kendala seperti keterbatasan dana, sarana danprasarana.Kata kunci: pendidikan ramah anak, karakter, SD Negeri di Kota Semarang
STATUS ANAK LUAR KAWIN Widodo, Wahyu; budoyo, sapto
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 03/08 (2010)
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam sebuah kehidupan. Bagisn dari cerita hidup adalah berawal dari sebuah keluarga. Penting sekali peran kejluarga untuk menjadi dalam kehidupan. Oleh karna nya asal usul dan silsilah dari sebuah keluarga hendaknya diketahui oleh masing-masing anggota keluarga. hal ini tidak hanya untuk mengetahui garis keturunan akan tetaoi juga untuk menyelasaikan maslah hukum yang akan terjadi dalam sebuah keluarga. Perkawinan adalah ikatan lahir batinantar pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga(rumahtangga) yang bahasia dan kekal mendasarkan ketuhanan yang maha esa. Dimanapun yang namanya anak adalah sosok manusia yang tidakhanya merupakan harapan orangtua yang melahirkan. tetapi juga merupakan generasi muda yang peran sertanya diharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan negara. Anak merupakan anggota keluarga dia berhak mendapatkan hak-hak nya dalam sebuah keluarga. anak luar kawin yaitu keturunan yang tidak didasarkan atau suatu perkawinan yang sah, sehingga ada perbedaan hak antara anak sah dengan anak luar kawin. Anak luar kawin dapat memperoleh akta kelahiran, akan tetapi dalam akta tersebut hanya terdapat nama dari ibunya.kata kunci": Status anak, perkawinan
KINERJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK DALAM KERANGKA RESOSIALISASI NAPI ANAK Widodo, Wahyu
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimanapun yang namanya anak, adalah sosok manusia tidak hanya merupakan harapan orangtua yang melahirkannya, tetapi juga merupakan generasi muda, yang peran sertanya sangat dharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan Negara. Bertitik tolak dari eksistensi anak yang demikian, maka pertumbuhan dan perkembangan anak patut dijaga dan diperhatikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak sedikit lubang – lubang yang potensial menjebak anak untuk ke dalam suasana kehidupan yang “suram“. Tidak sedikit contoh yang ditujukan terhadap hal ini. Meningkatnya frekuensi tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan gambaran nyata tidak sedikit anak – anak yang terjerumus ke dalam kehidupan yang suram. Terhadap anak – anak yang sudah terkanjur melakukan tindak pidana ini, tidak jarang sedikitnya mengalami depresi, karena frustasi dan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaanya. Oleh karena dibutuhkan suatu upaya kompehensif untuk mengembalikan anak – anak yang sudah terlanjur melakukan tindak pidana (kejahatan) ke dalam kehidupan semula. Anak yang melakukan kejahatan bukan Karen ia memiliki sifat jahat, karena keadaan anak tersebut yang tidak stabil akibat keadaan yang datang dari anak maupun lingkungan sekitar. Bagi anak yang melewati sitem peradilan pidana, ia mendapat perlakuan khusus melalui tahap pelaksanaan pidana, perhatian terhadap ini tak pernah berhenti walaupun sampai saat ini. Pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak belum dilakukan secara terpadu oleh system peradilan pidana, penangnan pembinaan anak masih terkesan masih merupakan tanggungjawab Lembaga Pemasyarakatan saja. Dan pelaksanaan pembinaan narapidana anak pada prakteknya masih mengabaikan hak – hak anak. Untuk masa yang akan datang perlu kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak swasta, setelah anak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dengan bekal ketrampilan dan keahlian, pihak swasta telah menerima anak sebagai tenaga sesuai dengan keahlianya. Bertitik tolak uraian di atas dengan mengambilan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) sebagai obyek yang pantas dan memegang peranan penting dalam melakukan resosialisasi napi anak, tulisan ini akan menguraikan dan mendeskripsikan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) di dalam melakukan pembinaan untuk tujuan resosialisasi napi anak. Kata – kata kunci : Kinerja, LPA, Resosialisasi, Napi, Anak
STRATEGI PERGURUAN TINGGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA Widodo, Wahyu; Maryadi, Maryadi
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  The globalication are demans the increasing quality of the human resources so that they are able to play an active and productive role by taking the education in all fields and levels into the first priority. The hight learning institution as on institution which develops vision and mission to promote the human resource has the main role and strategie position. The logical consequence of this is that university must be able to carry out and to complete that vision and mission successfully, so that the quality of the human resources can increase significantly which is in accordance wich the demand development of the era, which can accommodate the kocal initiatives, nasional interest and global funcsion.     Kata – kata kunci : Era global, Partisipasi Pendidikan, Kebijakan, Strategi
NILAI-NILAI HAK ASAZI DAN KEADILAN DI DALAM HUKUM Sutono, Agus; Widodo, Wahyu
CIVIS Vol 2, No 2/Juli (2012): CIVIS
Publisher : CIVIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara substansial, hukum diciptakan dalam rangka untuk menemukan keadilan.  Undang-undang sebagai salah satu penjelmaan  hukum merupakan  upaya untuk mewujudkan keadilan tersebut. Dalam perspektif filsafat hukum, hukum harus  mengandung sejumlah nilai yang menjadi landasannya. Dari bermacam-macam nilai yang mungkin terdapat di dalam sebuah hukum, nilai hak asasi dan keadilan menjadi nilai yang banyak didapati . Nilai keadilan dianggap sebagai nilai tertinggi dari hukum karena landasan filosofis atas keadilan merupakan elemen dasar yang memungkinkan siapa saja untuk menerima dan bertindak sesuai dengan hak dan kewajiban yang dimilikinya. Keadilan menjadi kata kunci di dalam hukum. Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) merupakan salah satu  wujud hukum positif yang diakui keberadaannya oleh negara.  Di dalam analisis filosofis yang telah dilakukan atas nya didapati dua nilai penting yang menjadi landasan dasar bagi undang undang ini. Nilai dimaksud adalah  nialai-nilai pengakuan atas hak azasi setiap manusia termasuk anak-anak didalamnya. Nilai berikutnya adalah nilai keadilan yang menjadi elemen penting lainnya. Nilai keadilan merupakan kelanjutan atas pengakuan negara terhadap hak-hak yang dimiliki oleh anak-anak dan wajib untuk diwujudkan di dalam kerangka penegakan keadilan. Nilai filosofis tersebut di atas menjadi roh atau pesan penting atau mendasar yang hendak disampaikan oleh undang-undang, yaitu pengakuan hak dan upaya penegakan keadilan serta kewajiban bagi semua pihak untuk memujudkannya sebagai  bentuk pencerminan   penghargaan atas nilai-nilai humanitas yang penuh martabat.   Kata Kunci: filsafat hukum, UUPA, nilai hak azasi, nilai keadilan
Mantra Kidung Jawa: Perangkat Linguistik dan Kemanjuran Widodo, Wahyu
TransLing Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : TransLing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.005 KB)

Abstract

This paper describes linguistic elements in Javanese incantory poetry that are support an efficacy. Linguistic elements work on two levels: regularity of aesthetics and efficacy. Element of words consists of meaningless word, taboo word, and alignment of Javanese and Arabic words. Poetic elements use saroja words and alliteration. Saroja words  means two word that are synonyms chanted together, as a pair. Repetition elements uses lingual units of form which are repeat in incantation. The function of elements linguistic work to awake cogency. Cogency begins with identification, internalization and implementation. Key words : Javanese incantatory poetry, linguistic element, and efficacy
NOVEL SINGKAR RERIPTANE SITI AMINAH: Tintingan Strukturalisme Genetik WIDODO, WAHYU; , DARNI
BARADHA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BARADHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Pengaruh Pemanasan Sekilas pada Telur Ayam Konsumsi terhadap Daya Tahan Penyimpanan Widodo, Wahyu
Buletin Peternakan Vol 11, No 2 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (2) September 1987
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1793

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF