Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : KURVA S JURNAL MAHASISWA

PERHITUNGAN DRAINASE JALAN PADA RUAS JALAN MARGASARI – SUNGAI PAYANG KEC. LOA KULU WIDODO, SUGENG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.164 KB)

Abstract

Kerusakan jalan lebih sering dihubungkan dengan beban kendaraan yang melintas,namun  dalam  fakta  di  lapangan  kerusakan  jalan  dapat  disebabkan  oleh  banyak  hal diantaranya adalah banjir dan genangan pada badan jalan.Secara umum badan jalan yang lebih sering mengalami banjir atau lebih sering tergenang akan mengakibatkan jalan tersebut rentan dan lebih cepat mengalami kerusakan dari umur rencananya dibandingkan jalan yang jarang atau tidak sering terendam banjir atau genangan air hujan.Konstruksi jalan seringkali dibangun tanpa dilengkapi dengan  bangunan pelengkap jalan seperti saluran samping, pematah arus, gorong-gorong atau culvert dan sebagainya. Kondisi seperti ini seringkali ditunjang dengan kondisi medan jalan yang berada di daerah cekungan   atau lembah sehingga posisi pembuangan air hujan yang melimpas pada badan jalan tidak dapat dialirkan.Ruas  jalan  yang  menghubungkan  daerah  Margasari  dengan  Sungai  Payang  yang berada di Kecamatan Loa Kulu merupakan ruas jalan yang melintasi daerah perbukitan dengan cekungan-cekungan atau lembah-lembah yang berpotensi menjadikan badan jalan rentan terendam banjir dan genangan pada saat hujan terjadi. Selain itu pada ruas ini juga terdapat beberapa anak sungai kecil yang pada saat kemarau tidak terlihat debitnya, namun pada saat musim hujan maka air akan melimpas dan menggenangi permukaan badan jalan bahkan pada beberapa titik di ruas ini akan mengalami banjir setempat.Pada penelitian ini dilakukan perhitungan drainase, Dalam perencanaan gorong- gorong atau culvert, kemiringan memanjang (S) yang disarankan adalah 0,5% sampai 2% dengan pertimbangan faktor-faktor lain yang dapat mengakibatkan terjadinya pengedapandan erosi di inlet dan outlet gorong-gorong.Apabila bangunan transisi dibuat dari tanah, maka kecepatan aliran yang diijinkan di dalam culvert adalah 1 m/detik, dengkan apabila dipilih bangunan transisi dari pasangan batu atau beton, maka kecepatan aliran yang diijinkan di dalam culvert adalah 1,5 m/detik