Rahmat Doni Widodo
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK TEXMACO PEMALANG

Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengalaman praktikkerja industri (Prakerin) terhadap minat berwirausaha dan seberapa besar pengaruhnya.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII TMO SMK TexmacoPemalang tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 88 siswa (2 kelas). Satu kelasdijadikan kelompok uji coba (44 siswa) dan satu kelas sebagai sampel penelitian. (44siswa). Data diperoleh dengan angket dan dianalisis dengan persamaan regresi. Hasilpenelitian untuk variabel pengalaman Prakerin pada siswa kelas XII Program KeahlianTeknik Mekanik Otomotif SMK Texmaco Pemalang tahun ajaran 2009/2010 termasukdalam kategori baik, yaitu dengan rata-rata persentase sebesar 78,74%. Adapun minatberwirausaha juga temasuk dalam kategori baik, dengan rata-rata persentase sebesar77,27%. Hasil analisis regresi diperoleh besarnya koefisien korelasi 0,658 dan koefisiendeterminasi (r2) sebesar 0,4332. Besarnya koefisien determinasi tersebut menunjukanbahwa perubahan tingkat pengalaman Prakerin berpengaruh terhadap minat berwirausahasebesar 43,32%.Kata kunci : praktik kerja industri, minat berwirausaha, mekanik otomotif

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI MATA KULIAH PRAKTIK PERMESINAN

Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman materi kullah praktik permesinan dengan menggunakan hasil penilaian prakttk harus mencapal nilai minimal (B) melalui metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian lni diterapkan pada mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Mesin, pada semester genap tahun akademik 2009/2010. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa proses belajar mengajar masih belum makslmal antara laln:(a) Ketua kelompok yang diharapkan bisa menjadi tutor sebaya masih terllhat canggung, malu-malu dan takut salah dalam menjelaskan materi praktik permesinan, (b) Perhatian mahasiswa masih kurang, karena mengganggap remeh kemampuan ketua kelompok sebagai tutor sebaya, (c) Kebebasan yang diberikan dosen dalam menyelesalkan benda kerja supaya mandiri ternyata disalah artikan. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah sangat baik yakni:(a) Mahasiswa sudah terbiasa dengan pembelajaan kooperatif tipe jigsaw dan menjalankannya sesuai prosedur, (b) Mahasiswa Juga sudah tidak canggung dalam berdiskusi, berkomunikasi, bertanya dan mengemukakan pendapat dalam kelompoknya, (c) Hasil tes ketuntasan belajar secara menyeluruh telah menunjukkan pencapaian sebesar 100%. Hal lni telah mencapal indlkator nilai praktik sekurang-kurangnya (B). Kata Kunci: praktik permesinan, metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw   This study aims to improve machining practices skill through methods of jigsaw type cooperative learning. This research used action research conducted through repeated cycles. The sample was students of Mechanical Engineering Education . The learning process Is carried out in the second semester of academic year 2009/2010. The results showed that in the first cycle of learning, only 62.5% of the students who had the skills in completing machining practices subject This is due to application of the jigsaw type cooperative learning is not maximized After reflection and improvement action in the second cycle of learning, the students completing machining practices was Increased to 100%. This Indicates that students are familiar with the type of Jigsaw cooperative learning and implement according to the procedure, students also have not awkward in the discussing, asking questions and expressing opinions in the group so that the learning process can be achieved as well. Keywords: machining practice, methods of jigsaw type cooperative learning

DENSITAS DAN KEKUATAN BENDING PADA MATERIAL KOMPOSIT FLY ASH-MGO

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu sinter terhadapdensitas komposit keramik fly ash/MgO, mendapatkan suhu sinter terbaik padakomposit keramik fly ash/MgO, mengetahui pengaruh penambahan komposisi MgOsebesar 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % berat terhadap kekuatan bending padakomposit keramik fly ash/MgO. Penelitian ini menggunakan bahan dasar fly ash danMgO (teknis) dengan variasi penambahan MgO sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%berat. Pencetakan dilakukan dengan beban kompaksi sebesar 3000 kgf atau samadengan tekanan kompaksi 166,42 MPa untuk spesimen silinder (d = 15 mm dan t = 8mm) dan 58,84 MPa untuk spesimen balok (B = 10mm, W = 8 mm, dan L = 50mm).Dilanjutkan proses sintering pada suhu 1100, 1150 dan 1200 oC yang kemudiandiambil suhu sinter terbaik. Pengujian meliputi uji komposisi fly ash dan MgO, ujidensitas dengan metode Archimedes, dan uji kekuatan bending dengan four pointbending test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas komposit keramik flyash/MgO meningkat pada suhu sinter 1100-1150 oC dan turun kembali pada suhusinter 1150-1200 oC. Suhu sinter optimum komposit keramik fly ash/MgO adalah1150 oC. Kekuatan komposit keramik fly ash/MgO paling tinggi yaitu pada komposisi95% fly ash dan 5% MgO sebesar 29,58 Mpa.Kata kunci : fly ash, MgO, densitas, dan kekuatan bending.

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN CVT (CONTINUES VARIABLE TRANSMISSION) PADA MICROCAR RODA TIGA UNTUK PARA PENYANDANG CACAT KAKI

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan antara lain menguji efektifitas micro car roda tiga terhadap kecepatan, pengereman dan beban, menghasilkan produk rekayasa micro car roda tiga yang memiki keunggulan dari segi kecepatan, pengereman, dan kenyamanan. Jenis kendaraan yang dipilih berupa kendaraan roda dua yang dimodifikasi menjadi roda tiga menggunakan CVT (Continues Variable Transmission) sehingga tidak memerlukan persneling kaki. Penyandang cacat tidak perlu mengganti persneling namun secara otomatis CVT akan mengatur momen kecepatan kendaraan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan uji coba rekayasa. Hasil penelitian ini berupa prototype kendaraan roda tiga bertransmisi CVT dan kendaraan tersebut telah diuji coba oleh penyandang cacat. Hasil uji coba dari system ini lebih stabil pada saat jalan lurus namun pada saat belok ke kiri perlu hati-hati dengan mengurangi kecepatan dan tubuh diarahkan ke sebelah kiri agar terjadi keseimbangan pada saat berbelok ke kiri.Pada saat kendaraan roda tiga ini berbelok ke kanan dapat dikendarai dengan nyaman karena roda tambahan sebelah kiri akan menahan gaya sentrifugal akibat belokan.

PHYSICAL CHARACTERISTICS AND MAGNETIC PROPERTIES OF BAFE12O19/SRTIO3 BASED COMPOSITES DERIVED FROM MECHANICAL ALLOYING

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barium hexaferrite and strontium titanate are well established permanent magnet and piezoelectric materials which are technologically and scientifically attractive due to their potential for various applications in the field of magnetic electronics functional materials. However, the material properties for both require a careful control of grain structure as well as microstructure design to meet a specific application. In this work, we report some results of materials characterization especially particles and grains which were promoted during mechanical milling of a BaFe12O19/SrTiO3 composite system. These are including mean particle size characterization by Particle Size Analyzer and mean grain size determination by means of line broadenning analysis employing a step scanning counting in XRD apparatus for composite powders at various milling time up to 60 hours. It was found that the particle size of composite powders initially increased due to laminated layers formation of a composite and then decreased to an asymptotic value of ~8 μm as the milling time extended even to a relatively longer time. However, based on results of line broadening analysis the mean grain size of the particles was found in the nanometer scale. We thus believed that mechanical blending and milling of mixture components for the composite materials has promoted heterogeneous nucleation and only after successive sintering at 1100 oC the milled powder transformed into particles of nanograin. In thireport, microstructure as well as magnetic properties for the composite is also briefly discussed.

PELATIHAN PEMROGRAMAN CNC BERBASIS SOFTWARE CADCAM BAGI GURU TEKNIK MESIN SMK NEGERI 4 SEMARANG

Rekayasa Vol 14, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, adalah: (1) memberikan pelatihan pemrograman CNC berbasis software CADCAM dengan metode yang baik dan benar; (2) meningkatkan keterampilan pemrograman CNC berbasissoftware CADCAM bagi guru jurusan teknik mesin SMK N 4 Semarang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah dan modul penggunaan software CADCAM. Metode pelaksanaan kegiatanmenggunakam metode pelatihan pemula dan evaluasi. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil pada kegiatan pengabdian ini adalah: (1) metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalahmetode pelatihan pemula melalui pemberian materi baik teori maupun praktik, pemberian tugas mandiri, dengan mengadakan evaluasi pada awal dan akhir, serta pendampingan/konsultasi meski program telah selesai; (2) keterampilanpemrograman CNC berbasissoftware CADCAM dapat ditingkatkan dengan menitikberatkan pelatihan pada aspek praktik, peningkatan keterampilan diketahui dari pengamatan langsung pada proses praktik dan evaluasi pre-test dan post-test.

Pengaruh thermal shock resistance terhadap makro struktur dan ketahanan impact kowi pelebur (crusible) berbahan komposit abu sekam padi/grafit/kaolin

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.441 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara agraris dimana pertanian menjadi salah satu komoditas terbanyak. Hasil pertanian yang mendominasi di antaranya yaitu padi. Salah satu sisa dalam penggilingan padi adalah sekam padi. Secara umum penggunaan sekam di Indonesia masih terbatas yaitu sebagai media tanaman hias, pembakaran bata merah, alas ternak untuk unggas, kuda, sapi, kambing, dan kerbau. Bahkan di kawasan industri pengolahan makanan seperti pabrik makanan sekam padi hanya digunakan sebagai bahan bakar dan abunya dibuang begitu saja. Oleh karena itu, dalam penelitian ini abu sekam padi akan digunakan sebagai bahan pembuatan kowi atau cawan lebur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh thermal shock resistance terhadap hasil makro struktur kowi pelebur (crusible) berbahan komposit abu sekam padi/ grafit/ kaolin dan mengetahui pengaruh thermal shock resistance terhadap ketahanan impact kowi pelebur (crusible) berbahan komposit abu sekam padi/ grafit/ kaolin. Metode penelitian ini menggunakan metode statistika deskriptif. Variasi suhu pada thermal shock resistance memiliki pengaruh yang berbeda terhadap tingkat ketangguhan impact pada spesimen uji impact. Ketangguhan terendah sebesar 0,0086 J/mm2 pada suhu thermal shock resistance 600 0C, dan ketangguhan impact tertinggi sebesar 0,0170 J/mm2 pada spesimen tanpa perlakuan thermal shock resistance. Semakin tinggi suhu thermal shock resistance kowi berbahan komposit abu sekam padi/ grafit/ kaolin, maka hasil struktur makro terlihat butiran warna hitam yang mendominasi, sehingga menyebabkan ketangguhan dan kekerasan pada bahan kowi pelebur semakin rendah, begitu juga sebaliknya.

PEMBERDAYAAN PERAJIN JAMU TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA WONOLOPO KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

Rekayasa Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini bertujuan untuk memberdayakan perajin jamu tradisional yang berlokasi di Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang ditetapkan sebagai Desa Wisata dan Kampung Tematik Jamu oleh pemerintah Kota Semarang. Secara garis besar pelaksanaan KKN-PPM ini melalaui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Jumlah mahasiswa peserta  KKNPPM dipilih sebanyak 30 orang, berasal dari berbagai program studi yang sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan di lapangan. Demikian pula dosen pembimbing lapangan (DPL) dipilih dari dosen yang sesuai dengan bidang keahlian yang relevan. Waktu pelaksanaan KKN-PPM di lapangan selama tiga bulan, yang dalam teknis pelaksanaannya berkoordinasi dengan Pusat Pengembangan KKN LP2M unnes. Kegiatan KKN-PPM ini diterjunkan dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 mahasiswa telah diterjunkan mulai 3 Agustus  dan sampai tanggal 20 September  2017, dan tahap kedua telah diterjunkan pada tanggal 21 Oktober 2017. Beberapa luaran atau kegiatan  yang telah dilaksanakan adalah: 1) Peningkatan aspek produksi, dengan memberikan bantuan mesin penggiling empon-empon, 2) Pengembangan desain kemasan (ada 9 jenis jamu) sehingga lebih menarik, 3) Peningkatan higienitas dan kesehatan, dengan mendatangkan nara sumber dari Dinas Kesehatan sekaligus untuk mendapatkan PIRT, 4) Perluasan pemasaran produk dengan memperkenalkan ke berbagai kalangan masyarakat, 5) Pendaftaran merek jamu “Sumber Husodo” ke Ditjen KI Kemenkumhan RI, 6) Pembuatan buku Buku Tamu dan Profil Perajin Jamu di Wonolopo, 7) Permintaan lahan kepada Pemkot Semarang  seluas 3.000 m2 untuk wisata edukasi kampong jamu Wonolopo, 8) Melakukan inisiasi kerjasama dan  studi banding ke  industri jamu modern PT. Sido Muncul di Bergas, yang dilaksanakan pada 28 September 2017.

KAREKTERISTIK DAN UJI PEMBAKARAN BIOPELET CAMPURAN CANGKANG KELAPA SAWIT DAN SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERBARUKAN

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.913 KB)

Abstract

Energi tak terbarukan ketersediannya sangat terbatas sehingga apabila energi ini habis maka tidak dapat diperbarui kembali. Perlu adanya energi terbarukan untuk mengatasi masalah ini. Biopelet adalah salah satu bahan bakar terbarukan yang berasal dari biomassa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kualitas dari biopelet campuran cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Komposisi campuran bahan baku cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100% : 30%, 70% : 30%, 50% : 50%, dan 30% : 70%. Pembuatan biopelet menggunakan mesh 80 dengan tekanan 200      . Hasil pengujian karakteristik biopelet dari campuran cangkang kelapa sawit dan serbuk kayu diperoleh 7,6 - 11 % kandungan kadar air, 67,6 - 68,08 % kandungan kadar zat terbang, 1,53 - 2,57 % kadar abu, 19,38 - 22,23 % nilai karbon terikat, 3563,05 - 4366,73 kal/g nilai kalor, dan 1,03 – 1,32 g/cc nilai kerapatan. Biopelet dengan kualitas terbaik terdapat pada jenis biopelet D dengan persentasi 30 % cangkang kelapa sawit dan 70 % serbuk kayu. Biopelet D adalah biopelet dengan laju pengurangan massa terlama, habis terbakar sampai dengan menit 26.

PENGARUH ANYAMAN 2D TRIAXIAL BRAIDED FABRIC FILLER KAIN GONI TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN STRUKTUR MAKRO KOMPOSIT BERMATRIK POLYESTER

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goni merupakan hasil olahan dari serat alam yang pemanfaatan goni masih sebatas untuk mengemas hasil pertanian atau industri. Goni memiliki karakteristik yang kuat dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang bernilai lebih, salah satunya sebagai bahan dasar pembuatan komposit serat alam yang dapat digunakan di dunia industri. Untuk meningkatkan sifat mekanik komposit maka perlu adanya perlakuan, salah satunya perlakuan pada filler kain goni dengan dianyam triaxial.Matriks yang digunakan adalah Poliester Yukalac 157 BQTN-EX dengan fraksi volume resin 70% : 30% filler. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dengan variasi sudut serat diagonal (bias) pada anyaman 2D Triaxial Braided Fabric dengan sudut ±30°, ±45°, dan ±60°. Pengujian bending dilakukan dengan metode pengujian three point bending sesuai standar ASTM D 790-03 menggunakan Universal Testing Machine merk Torontech.Perlakuan sudut serat diagonal pada anyaman memberikan pengaruh terhadap nilai kekuatan bending dengan nilai tertinggi pada anyaman triaxial 30° diikuti anyaman triaxial 45° dan 60° dengan nilai berturut-turut 93,63 MPa, 53,05 MPa dan 42,64 MPa. Perlakuan anyaman triaxial juga berpengaruh terhadap nilai momen bending dan modulus elastisitas bending yaitu terjadi peningkatan berturut-turut dari komposit triaxial 60°, 45° dan 30°. Hasil uji foto makro terdapat beberapa kegagalan seperti fiber pull-out, void dan delaminasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan sifat mekanik dari komposit lamina ini. Burlap is the result of natural fibers that contain burlap is still limited to packing agricultural or industrial production. Burlap has strong characteristics and has the potential to be rolled out further into more products as one of the basic ingredients for making natural fibers that can be used in the industrial world. To stabilize the mechanical properties it is necessary to do maintenance, one filler on the burlap filler cloth with triaxial weaving.The matrix which is Yukalac 157 BQTN-EX Polyester with 70% resin volume fraction: 30% filler. Mold making using the hand lay-up method with a diagonal fiber angle (bias) in the 2D Triaxial Braided Fabric web with an angle of ± 30 °, ± 45 °, and ± 60 °. Bending testing is carried out by testing three bending points according to ASTM D 790-03 standard using the Torontech brand Universal Testing Machine.The angle treatment of diagonal fibers in the webbing gives an effect on the bending strength value with the highest value in triaxial webbing 30 ° followed by triaxial webbing 45 ° and 60 ° with values respectively 93.63 MPa, 53.05 MPa, and 42.64 MPa. Triaxial webbing treatment also affects the bending moment value and bending elastic modulus that is a successive increase of triaxial composite 60 °, 45 °, and 30 °. Macro photo test results have several failures such as fiber pull-out, voids, and delamination. Further research is needed to improve the mechanical properties of this lamina composite.