Gunawan Pamudji Widodo
Faculty of Pharmacy, Setia Budi University, Surakarta, Indonesia. Jalan Letjen Sutoyo Mojosongo, Surakarta, 57127. Indonesia

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Biaya Terapi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Rawat Inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Tahun 2016 Astuti, Windi; Widodo, Gunawan Pamudji; Herowati, Rina
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.364 KB)

Abstract

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyakit infeksi yang terjadi akibat adanyamikroorganisme dalam urin. Infeksi saluran kemih pembiayaannya diatur dalam tarif INA-CBG’s.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian biaya riil dengan tarif INA-CBG’s padapasien JKN rawat inap penyakit infeksi saluran kemih di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun2016.Penelitian ini merupakan observasional dengan menggunakan rancangan penelitiancross sectional. Metode pengambilan data secara retrospektif. Data dianalisis untuk melihatpola pengobatan pasien selama menjalani rawat inap, untuk mencari selisih biaya riil dengantarif INA-CBG’s menggunakan uji one sample t-test, dan untuk melihat faktor yang berhubungandengan biaya riil menggunakan uji korelasi bivariat.Hasil penelitian menunjukkan pola pengobatan pasien infeksi saluran kemihmenggunakan antibiotik Ceftriaxone (40,8%), Cefixime (7,1%), Ceftazidime (10,2%),Ciprofloxacin (26,5%), Levofloxacin (9,2%), Amoxicillin (3,1%), Ampicillin (1,0%), danGentamicin (2,0%). Analisis biaya rill dengan tarif INA-CBG’s terdapat perbedaan antara biayariil dengan tarif INA-CBG’s pada pasien JKN rawat inap penyakit infeksi saluran kemih.Perbedaan ini menunjukkan selisih yang positif, dimana total biaya riil lebih rendahdibandingkan tarif INA-CBG’s. Faktor yang behubungan dengan biaya riil pengobatan infeksisaluran kemih adalah LOS (Length of Stay), diagnosa sekunder, dan tingkat keparahan.
EVALUASI TINGKAT KESESUAIAN STANDAR AKREDITASI TERHADAP PELAYANAN FARMASI DAN STRATEGI PERBAIKAN DENGAN METODE HANLON DI RSUD KABUPATEN BIMA Bimmaharyanto.s, Dedent Eka; Fudholi, Achmad; Widodo, Gunawan Pamudji
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.19 KB)

Abstract

Getting maximal service represent dream all society especially receiver of service of  the hospital  including in pharmacy installation. Patient got many problems because service not yet fulfilled standard. To fulfill requirement of patient, pharmacy installation have to this research accredit  to know storey level according to seven accreditation standard to service of pharmacy in RSUD Sub Province Bima and repair strategy with Hanlon method.  This Research use instrument of quizioner  Depkes and special informan interview counted 15 informan and people lock counted 3 people. Subject at this research is all officer in concerned and have important role in pharmacy Installation RSUD Sub Province Bima. Conducted by assessment seven standard  later then compared to between informan with result of observation,  afterwards analyzed by strategy development by using Hanlon method. Result of Research of show there are difference of result assessment of standard accredit between officer of pharmacy Installation that is ( 58,75%) with research that is  ( 55%). From seventh of accreditation standard, nothing that fulfill accreditation standard (< 60%), result  strategy development with Hanlon method is Facility and equipments, repair of facilities and basic facilities of Pharmacy administration  management and, immediately do function KFT . Evaluation and quality control, require to make pharmacy program written  and also SK about meeting schedule .Philosophy   and  target, SK about policy of pharmacy service  from  Hospital head. Policy and procedure, making SOP and policy written  about management of provisions of pharmacy . Development of education program and staff,  done by education program and periodical training in IFRS. STAF and head, existence of staff pharmacy performance evaluation and orientation to officer of Installation Pharmacy
Antimalarial activity of ethyl acetate extract of Garcinia dulcis kurz stem bark Widodo, Gunawan Pamudji; Rahayu, Mamik Ponco
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 21 No 4, 2010
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.562 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp225-229

Abstract

In-vivo antimalarial activity of ethyl acetate extract of Garcinia dulcis Kurz stem  bark  have  been  evaluated  against  Plasmodium  berghei  induced  mice. Antimalarial  test  was  conducted  by  paracitemia  investigation  and  leucocyte counting  of  paracite  induced  mice  blood,  after  oral  administration  of  Garcinia dulcis  stem  bark  extract  dose  of  25  mg,  50  mg,  as  well  as  75  mg/kg  bw.  The highest  antiplasmodial  activity  and  decresing  of  leucocyte  amount  was  showedby  extract  of  dose  of  50  mg/kg  bw.  The  compounds  identified  in  ethyl  acetate extract  of  Garcinia  dulcis  stem  bark  were  flavonoid,  saponin  and  tannin.  The compounds that have antimalarial activity weren’t yet known.Keywords: antimalarial, Garcinia dulcis Kurz, stem bark, paracitemia
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DAN STRATEGI PERBAIKAN DENGAN METODE HANLON DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT TAHUN 2012 R., Wirdah Wati; Fudholi, Achmad; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.223

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu siklus manajemen obat yang meliputi empat tahap yaitu seleksi, perencanaan dan pengadaan, distribusi dan penggunaan, Pengelolaan obat dilakukan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara dengan menggunakan indikator efisiensi dan dilakukan strategi perbaikan dengan metode Hanlon. Penelitian menggunakan rancangan diskriptif untuk data tahun 2012 yang bersifat retrospektif dan concurent.  Data dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif dari pengamatan dokumen serta wawancara dengan petugas IFRS terkait. Seluruh tahap pengelolaan obat di IFRSUD Karel  Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara diukur tingkat efisiensi mengunakan indikator DepKes dan WHO, kemudian dibandingkan dengan standar atau hasil penelitian lainnya dan selanjutnya diolah serta deskripsikan berdasarkan analisis prioritas rencana tindakan dengan Metode Hanlon. Hasil penelitian didapatkan sistem pengelolaan obat yang sesuai standar sebagai berikut: kesesuaian DOEN (77,56%), persentase modal/dana (100%), kecocokan kartu stock obat (100%), rata-rata waktu melayani resep, resep obat generik (96,52%), persentase label obat (100%).Tahapan yang belum sesuai standar yaitu: kesesuaian perencanaan obat dengan kenyataan (72,73%), persentase alokasi dana (6,51%), frekuensi pengadaan tiap item  obat 1 kali sedangkan menurut EOQ 2 kali, nilai ITOR (5,77 kali), tingkat ketersediaan obat (7,28 hari), persentase nilai obat kadaluwarsa/rusak (2,21%), persentase stock mati (5%), jumlah item obat tiap lembar resep (3,23), persentase resep yang tidak terlayani (13,84%).Prioritas penanganan masalah sebagai berikut: 1) membentuk Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) dan menyusun formularium, serta melakukan monitoring dan evaluasi  pengelolaan obat 2) mengusulkan kenaikan anggaran, 3) melakukan analisis ABC-VEN, 4) mengintegrasikan SOP tentang perbekalan farmasi, 5) menerapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) pengelolaan obat. Kata kunci: pengelolaan obat, indikator efisiensi, Instalasi Farmasi RSUD Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara, metodeHanlon
Aktivitas Antidiabetika Kombinasi Fraksi Etil Asetat Buah Pare (Momordica charantia L.) dan Rimpang Zamzani, Irfan; Nugroho, Agung Endro; Widodo, Gunawan Pamudji
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v9i2.575

Abstract

Diabetes Mellitus type 2 can be caused by the resistance of tissue towards insulin accompanied by relative deficiency in insulin secretion. Insulin resistance factor can result from obesity. This research aims to investigate anti- diabetic activity of the compound of FEA of curcuma (Curcuma domestica Val) and bitter melon (Momordica charantia L.). Subjects of this research were 40 albino Wistar rats (Rattus norvegicus) aged 5-8 weeks. The rats were randomly grouped into 8 experimental groups in which each group consisted of'5 rats. The tested animals were divided into 6 groups, KG) metformin 45 mg/Kg BB, P1: FEA curcuma 10 mg/ 200g BB, P2: FEA bitter melon 04 mg/ 200g BB, P3: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon 5 : 0,8 mg/200g BB, P4: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon 10 : 04 mg/200g BB, and P5: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon (20 : 02mg9/200g BB). The animals were inducted with insulin resistance with the giving of HFD-fructose. Result showed that the compound of FEA of curcuma (Curcuma domestica Val) and FEA of bitter melon (Momordica charantia L.) had the activity of lowering blood glucose level: the best anti-diabetic activity was identified in the compound of FEA of curcuma and FEA of bitter melon at the dose of 20: 0,2m9g/200g BB in the rats with HFD- fructose.Diabetes Mellitus type 2 can be caused by the resistance of tissue towards insulin accompanied by relative deficiency in insulin secretion. Insulin resistance factor can result from obesity. This research aims to investigate anti- diabetic activity of the compound of FEA of curcuma (Curcuma domestica Val) and bitter melon (Momordica charantia L.). Subjects of this research were 40 albino Wistar rats (Rattus norvegicus) aged 5-8 weeks. The rats were randomly grouped into 8 experimental groups in which each group consisted of'5 rats. The tested animals were divided into 6 groups, KG) metformin 45 mg/Kg BB, P1: FEA curcuma 10 mg/ 200g BB, P2: FEA bitter melon 04 mg/ 200g BB, P3: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon 5 : 0,8 mg/200g BB, P4: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon 10 : 04 mg/200g BB, and P5: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon (20 : 02mg9/200g BB). The animals were inducted with insulin resistance with the giving of HFD-fructose. Result showed that the compound of FEA of curcuma (Curcuma domestica Val) and FEA of bitter melon (Momordica charantia L.) had the activity of lowering blood glucose level: the best anti-diabetic activity was identified in the compound of FEA of curcuma and FEA of bitter melon at the dose of 20: 0,2m9g/200g BB in the rats with HFD- fructose.Diabetes Mellitus type 2 can be caused by the resistance of tissue towards insulin accompanied by relative deficiency in insulin secretion. Insulin resistance factor can result from obesity. This research aims to investigate anti- diabetic activity of the compound of FEA of curcuma (Curcuma domestica Val) and bitter melon (Momordica charantia L.). Subjects of this research were 40 albino Wistar rats (Rattus norvegicus) aged 5-8 weeks. The rats were randomly grouped into 8 experimental groups in which each group consisted of'5 rats. The tested animals were divided into 6 groups, KG) metformin 45 mg/Kg BB, P1: FEA curcuma 10 mg/ 200g BB, P2: FEA bitter melon 04 mg/ 200g BB, P3: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon 5 : 0,8 mg/200g BB, P4: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon 10 : 04 mg/200g BB, and P5: Compound of FEA curcuma : FEA bitter melon (20 : 02mg9/200g BB). The animals were inducted with insulin resistance with the giving of HFD-fructose. Result showed that the compound of FEA of curcuma (Curcuma domestica Val) and FEA of bitter melon (Momordica charantia L.) had the activity of lowering blood glucose level: the best anti-diabetic activity was identified in the compound of FEA of curcuma and FEA of bitter melon at the dose of 20: 0,2m9g/200g BB in the rats with HFD- fructose.
STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI BERBASIS EVALUASI AKREDITASI MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) RUMAH SAKIT Noval, Noval; Oetari, R.A.; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.344

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang dan merupakan pendapatan utama rumah sakit, dengan kontribusi 90% pelayanan kesehatan merupakan perbekalan farmasi. Banyaknya kesalahan dalam pemberian obat menyebabkan kejadian tidak diharapkan, rumah sakit perlu memperhatikan akreditasi instalasi farmasi dari segi manajemen penggunaan obat (MPO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan farmasi terhadap tujuh standar akreditasi MPO dan strategi pengembangannya dengan metode hanlon berdasarkan standar akreditasi rumah sakit tentang MPO di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian non eksperimental, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan februari sampai bulan maret tahun 2016. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner penilaian diri sendiri dan wawancara kepada staf instalasi farmasi rumah sakit yang terlibat berdasarkan tujuh standar MPO. Strategi pengembangan untuk penyelesaian masalah elemen penilaian menggunakan analisis prioritas masalah dengan metode Hanlon. Hasil penelitian tingkat kesesuaian pelayanan farmasi terhadap standar akreditasi MPO adalah MPO1 organisasi dan manajemen sebesar 98,71%, MPO2 seleksi dan pengadaan 98,26%, MPO3 penyimpanan 98,37%, MPO4 pemesanan dan pencatatan 97,83%, MPO5 persiapan dan penyaluran 96,37%, MPO6 pemberian 98,82%, dan MPO7 pemantauan 94,10%. Dari 24 elemen penilaian standar MPO yang dilakukan ada 7 yang belum memenuhi standar maksimal dan memiliki kekurangan. Analisis prioritas masalah elemen penilaian menggunakan metode Hanlon, prioritas secara berturut-turut pertama elemen penilaian MPO6.P3 identifikasi petugas untuk memberikan obat, MPO7.P2 monitoring efek obat, MPO4.P2 identifikasi petugas kompeten, MPO1.P4 pelayanan penggunaan informasi obat, MPO3.P1 penyimpanan produk nutrisi, MPO5.P3 penyiapan produk steril, dan terakhir MPO7.P3 pencatatan atau pelaporan obat yang tidak diharapkan dalam status pasien.
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP KUALITAS HIDUP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT SEBAGAI VARIABEL ANTARA PADA PASIEN DM Yuwindry, Iwan; Wiedyaningsih, Chairun; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.353

Abstract

Pengetahuan tentang DM sangat penting untuk pasien DM. Pengetahuan akan mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat dalam penerapan manajemen DM untuk mengontrol kadar gula darah mereka dan mencegah komplikasi kronik sehingga meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kualitas hidup dengan kepatuhan penggunaan obat sebagai variabel antara.Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan carasurvey selama 3 bulan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner Diabetes Knowlegde Questionnaire(DKQ 24), New  8 item  Self   Report  Morinsky  Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan Quality of Life (WHOQOL) –BREF.Sampel ditetapkan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 34.Pemberian kuesioner kepada responden dilakukan pendampingan dalam pengisiannya.Data jawaban responden direkapitulasi dan dihitung skor masing-masing kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur (Path Analisis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien diabetes mellitus tipe 2 berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup sebesar 31,6%. Tingkat pengetahuan pasien diabetes mellitus tipe 2 berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penggunaan obat sebesar 25,1%. Kepatuhan penggunaan obat pasien diabetes mellitus tipe 2 berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup sebesar 75,2%. Kepatuhan penggunaan obat sebagai variabel antara meningkatkan pengaruh tingkat pengetahuan pasien DM tipe 2 terhadap kualitas hidup dari 24% menjadi 29%. 
ANALISIS PENGENDALIAN OBAT SITOSTATIKA DENGAN METODE EOQ DAN ROP Ercis, Ercis; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.194

Abstract

Tingginya jumlah pasien dan mahalnya harga obat sitostatika menjadikan obat sitostatika membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaanya di di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Efisiensi biaya untuk meningkatkan ketersediaan obat sitostatika dapat dilakukan melalui pengendalian dengan metode EOQ dan  ROP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan  menganalisis pengendalian obat sitostatika dengan metode EOQ dan ROP di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini  menggunakan metode komparatif non eksperimental dengan pengambilan data obat sitostatika secara retrospektif tahun 2012. Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan dari  dokumentasi Instalasi Farmasi, bagian keuangan, dan bagian logistik. Data dianalisis untuk mengetahui efisiensi biaya obat sitostatika dengan menggunakan metode EOQ dan ROP. Hasil penelitian selanjutnya diuji dengan menggunakan Paired-Sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2012 pengendalian obat  sitostatika menggunakan metode analisis EOQ diketahui dapat meningkatkan efisiensi biaya hingga sebesar Rp.224.845.245 atau 73% dari total cost kenyataan sebesar Rp.306.956.410 dalam  pengendalian persediaan obat. Analisis ROP menunjukkan bahwa obat sitostatika dapat dilakukan pemesanan kembali dan diketahui pada setiap item obat sitostatika memiliki ROP bervariasi.Kata Kunci: pengendalian, sitostatika, metode EOQ, metode ROP
PENGARUH PERILAKU KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA Aslam, Astri; Riani, Asri Laksmi; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.189

Abstract

Optimalisasi dan pengembangan layanan kesehatan di rumah sakit diwujudkan dengan mempertahankan layanan bermutu tinggi oleh staf rumah sakit. Kunci pokok untuk menjaga layanan yang diberikan staf adalah menjaga kepuasan kerjanya agar tetap dalam taraf yang maksimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perilaku kerja, lingkungan kerja, interaksi sosial terhadap kepuasan kerja staf di RSUD Pandan Arang Boyolali dalam kondisi sebelum dan sesudah menggunakan motivasi sebagai variabel mediasi, kemudian membandingkannya. Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian deskriptif dengan survei langsung ke lapangan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan Tabachic dan Fidell. Data dianalisis dengan menggunakan analisa jalur, dengan bantuan Lisrel 9.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kerja, lingkungan kerja, dan interaksi sosial karyawan masing-masing mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kepuasan dan motivasi kerja staf di RSUD Pandan Arang Boyolali. Sedangkan  motivasi sebagai variabel mediasi dapat meningkatkanpengaruh perilaku kerja, lingkungan kerja, dan interaksi sosial terhadap kepuasan kerja.Kata kunci: perilaku kerja, lingkungan kerja, interaksi sosial, motivasi,kepuasan kerja
PENERAPAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN REORDER POINT DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PERSEDIAAN OBAT REGULER DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT Hartih, Nur Aeni; Satibi, Satibi; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.199

Abstract

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat harus tepat waktu dan terjamin mutunya, maka pengelolaan perbekalan  farmasi sangatlah penting khususnya obat-obatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode EOQ dan ROP terhadap nilai persedian obat, inventory turn over ratio (ITOR), customer service level (tingkat pelayanan) di IFRSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen tanpa kontrol. Rancangan peneltian ini dipilih untuk mengetahui apakah dengan adanya penerapan metode EOQ dan ROP dalam meningkatkan efisiensi persedian obat dapat memperbaiki kinerja pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Lasinrang  Kabupaten Pinrang. Pengukuran efisiensi persediaan obat dengan memakai tiga indikator, yaitu nilai persediaan, Inventory Turn  Over Ratio (ITOR), customer service level, kemudian hasil  penelitian dianalisis paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EOQ dan ROP dapat meningkatkan efisiensi  persedian obat di IFRSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang, yang  ditunjukkan dengan peningkatan indikator nilai persedian obat  yaitu sebelum intervensi sebesar Rp. 485.071.623 dan setelah  intervensi sebesar Rp. 395.712.319 (p = 0,048), inventory turn  over ratio (ITOR) yaitu sebelum intervensi sebesar 0,47 dan  setelah intervensi sebesar 0,70 (P = 0,003), dan peningkatan  customer service level (tingkat pelayanan) yaitu sebelum  intervensi sebesar 99,65% dan setelah intervensi sebesar 99,93%  (p = 0,017). Kata kunci: ROP, EOQ, Nilai Persediaan, ITOR, customers service level