Didik Setiyo Widodo
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 43 Documents
Articles

Elektrodekolorisasi Limbah Cair Batik di Pekalongan dengan Elektroda PbO2/Cu

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri batik berasal dari proses pewarnaan yang mengandung pewarna sintetik dan sukar didegradasi secara alami. Limbah tersebut menyebabkan pencemaran air yang dapat dilihat dari perubahan warna air menjadi keruh dan beraroma busuk yang menyengat. Metode elektrodekolorisasi mampu menurunkan intensitas zat warna menggunakan elektroda PbO2 sebagai anoda dan Cu sebagai katoda dalam proses elektrolisis. Elektrolisis dilakukan dalam 50 mL sampel dengan penambahan elektrolit Na2SO4 pada potensial 4,5 V dengan pH 1 selama 360 menit. Hasil akhir elektrolisis dianalisis menggunakan Spektrometer UV-Vis dan ditentukan uji COD dan BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/Cu dan pH 1 dapat menurunkan intensitas warna secara bertahap dengan persentase dekolorisasi mencapai 85,5%, penurunan COD sebesar 80,7% dan BOD sebesar 81,44%.

ELEKTROREMEDIASI PERAIRAN TERCEMAR:PENGGUNAAN GRAFIT PADA ELEKTRODEKOLORISASI LARUTAN REMAZOL BLACK B

KIMIA SAINS DAN APLIKASI Vol 11, No 1 (2008): Volume.XI.Nomor.1.Tahun.2008
Publisher : KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.745 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dekolorisasi larutan zat warna—remazol black B—dengan metode elektrolisis (elektrodekolorisasi) menggunakan anoda grafit. Remazol black B merupakan zat warna reaktif yang banyak digunakan pada industri tekstil dan batik. Pada proses produksi, zat warna ini dapat terbuang ke lingkungan dan mencemari perairan, sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki lingkungan perairan. Pendekatan elektrokimia merupakan metode alternatif bagi upaya pemecahan masalah lingkungan yang tercemar zat warna seperti remazol blak B. Pada metode ini, bahan elektroda merupakan faktor penting pada keberhasilan proses. Pemilihan grafit sebagai elektroda dilakukan dengan mempertimbangkan sifat bahan ini dalam sistem eletrolisis, kontuktif, stabil (inert) dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendekolorisasi zat warna Remazol Black B dengan pendekatan elektrolisis menggunakan elektroda grafit. Metode ini dilakukan dengan mengelektrolisis larutan remazol black B sebanyak 50 mL dengan potensial 6,5 V selama 120 menit. Setelah elektrolisis larutan sampel dianalisis dengan spektrometer UV-Visibel. Untuk memperoleh data awal, elektrolisis dilakukan terhadap larutan sampel dengan variasi potensial aplikasi dan variasi waktu elektrolisis hingga 120 menit. Pada variasi waktu tersebut, dilakukan pencatatan arus yang mengalir dan pengujian tingkat pengurangan kepekatan zat warna dengan Spektrometer UV-Visibel. Sebagai pembanding dan untuk memperoleh daerah kerja dilakukan juga elektrolisis terhadap sistem pelarut (akuades yang mengandung Na2SO4 berlebih). Data penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis dengan penggunaan grafit sebagai anoda pada elektrodekolorisasi larutan remazol black B telah berhasil menghilangkan warna dengan parameter intensitas hingga 97,09 %. Penurunan intensitas ini menujukkan bahwa dekolorisasi larutan zat warna remazol black B telah berlangsung. Elektrodekolorisasi ini disebabkan oleh proses destruksi oksidatif (elektrodestruksi) remazol black B menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana. Produk elekrodestruksi diharapkan lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan bahan pencemar sebelum elektrodekolorisasi, sebagaimana diindikasikan dari spektra UV-Vis larutan setelah elektrolisis.

Pengaruh Bahan Elektrode pada Pengambilan Cu dan Cd secara Elektrokimia

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.829 KB)

Abstract

Pengolahan biji tembaga menjadi tembaga banyak dilakukan menggunakan proses pemekatan melelui pencucian dan pemisahan secara fisik dengan hasil yang tidak maksimal karena sebagian logam ikut terbuang bersama pengotor logam yang lain, diantaranya kadmium ke dalam ekosistem darat dan perairan.Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh bahan elektroda pada pengambilan tembaga dan kadmium dari campuran dengan komposisi elektrolit CuSO4 dan CdSO4 secara elektrolisis. Sel elektrolisis menggunakan variasi bahan elektroda tembaga- karbon (Cu-C), seng - karbon (Zn-C) dan karbon-karbon (C-C). Elektrolisis dijalankan dengan potensial terpasang tetap pada temperatur kamar selama 2 jam.Hasil penelitian diperoleh bahwa kuantitas pengendapan tembaga terbaik pada elektrode (Zn-C) dapat menurunkan kadar Cu2+ dari 63,5 ppm menjadi 41,5 ppm dengan efisiensi arus 32,0 %, dan elektrode (Cu-C) dapat menurunkan kadar Cd dari 112,4 ppm menjadi 94,4 ppm dengan efisiensi arus 3,8 %Kata kunci : tembaga, kadmium, elektrolisis, bahan elektroda

Pengaruh Penambahan Serbuk Titanium Dioksida (TiO2) dalam Fotoelektrokatalisis Fenol dengan Elektroda PbO2/Pb

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenol merupakan salah satu pencemar perairan yang beracun, dapat terakumulasi dan stabil. Salah satu metode yang efektif untuk mendegradasi fenol adalah fotoelektrokatalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendegradasi fenol dengan metode fotoelektrokatalisis menggunakan elektroda PbO2/Pb, mengetahui pengaruh penambahan TiO2dan membandingkan metode fotoelektrokatalisis dengan fotokatalisis dalam degradasi fenol. Larutan fenol 100 mL dielektrolisis dengan potensial 5 V selama 8 jam dan ditambah 0,8 g TiO2 dan dipapar sinar UV. Kemudian larutan sampel dianalisis dengan spektrometer UV-Vis. Untuk memperoleh potensial kerja dilakukan elektrolisis terhadap blanko (akuades ditambahkan Na2SO4 berlebih). Setelah itu dilakukan variasi potensial, variasi waktu fotoelektrokatalisis hingga 10 jam serta variasi penambahan TiO2 hingga 1,0 g. Penambahan TiO2 sebanyak 0,8 g pada fotoelektrokatalisis fenol menaikkan persentase degradasi fenol dari 79,31% menjadi 94,05%. Degradasi fenol ditunjukkan dengan terjadinya penurunan absorbansi pada panjang gelombang 270 nm. Metode fotoelektrokatalisis lebih efektif dalam mendegradasi fenol dalam larutan daripada fotokatalisis.

Pengaruh Ligan NH3 pada Pengambilan Logam Tembaga dari Serpihan Sisa Produksi Kuningan Kabupaten Pati Secara Elektrolisis

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ligan NH3 pada pengambilan logam tembaga dari serpihan sisa produksi kuningan Kabupaten Pati secara elektrolisis. Serpihan sisa produksi kuningan mengandung logam mayor yakni tembaga(Cu), seng(Zn), dan logam minor yakni Timbal(Pb), dan Timah (Sn). Penambahan ligan tertentu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas endapan. Penelitian ini meliputi 3 langkah, yaitu destruksi serpihan sisa produksi kuningan, elektrolisis dan analisis dengan AAS. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan hasil destruksi serpihan kuningan yang diencerkan 1000 kali. Variabel penelitian ini adalah waktu elektrolisis yaitu 30, 60, 90, dan 120 menit pada sampel tanpa dan dengan penambahan NH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat endapan 19,54 mg tanpa ligan NH3 dan 20,58 mg dengan ligan NH3 pada waktu elektrolisis 120 menit. Kemurnian endapan tembaga pada waktu elektrolisis 30 menit pada sampel tanpa penambahan NH3 adalah 62,80% dan dengan penambahan NH3 72,46%.

Pembuatan Dye-Sensitized Solar Cell dengan Memanfaatkan Fotosensitizer Ekstrak Kol Merah (Brassica oleracea var. capitata f. Rubra)

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan Dye Sensitized Solar Cell dengan memanfaatkan ekstrak kol merah (Brassica oleracea var. capitata f. Rubra). Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan salah satu kandidat potensial sel surya, proses absorpsi cahaya dilakukan oleh molekul zat warna dan proses separasi muatan oleh semikonduktor TiO2. Zat warna alami yang digunakan diisolasi dalam campuran asam asetat:metanol:air dan dilakukan screening fitokimia. Karakterisasi ekstrak kol merah dilakukan dengan spektrometer UV Vis dan spektrometer FTIR. Karakterisasi lapis tipis TiO2 dilakukan menggunakan metode difraksi sinar-X dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Efisiensi kinerja DSSC diperoleh melalui pengukuran voltase dan arus yang dihasilkan pada kondisi yang berbeda yakni di bawah pancaran sinar matahari dan di dalam ruangan. Hasil karakterisasi komponen DSSC menunjukan bahwa fotosensitizer ekstrak kol merah merupakan senyawa fenolik golongan flavonoid. Adanya kandungan antosianin ditunjukan dengan panjang gelombang maksimum 525 nm dan diperkuat dengan munculnya gugus hidroksil, benzena dan karbonil pada serapan inframerah. Lapis tipis TiO2 menunjukkan morfologi permukaan dengan ukuran rongga sekitar 220 nm, dan ketebalan penampang lintang sekitar 300 nm. Sedangkan difraktrogram lapis tipis TiO2­ menunjukkan bahwa TiO2 memiliki fasa kristalin anatase dengan ukuran kristal sebesar 17,366 nm. Voltase maksimum dan kuat arus maksimum yang dihasilkan pada kondisi di bawah pancaran sinar matahari dan di dalam ruangan masing-masing sebesar 0,627 V; 0,065.10-3 A dan 0,152 V; 0,014.10-3 A. Efisiensi yang dihasilkan sistem sel surya dalam penelitian ini masing-masing sebesar 0,003 % dan 0,000113 %. Hasil karakterisasi arus dan voltase memperlihatkan kemampuan konversi energi cahaya menjadi energi listrik.

Pengambilan Tembaga dari Batuan Bornit (Cu5FeS4) Variasi Rapat Arus dan Pengompleks EDTA Secara Elektrokimia

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.658 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan tembaga dari mineral bornit terhadap pengaruh rapat arus dan pengompleks EDTA secara elektrolisis. Serbuk bornit dilarutkan dalam besi(III) sulfat dan diendapkan dengan variasi rapat arus menggunakan elektrode karbon selama 1 jam.Dari hasil penelitian diperoleh kadar tembaga maksimal yang terlarut sebesar 14,88 % pada konsentrasi besi(III) sulfat 0,6 M. Semakin besar rapat arus yang digunakan pada elektrolisis, kuantitas endapan semakin meningkat dan endapan tembaga maksimal 1,69 mg terbentuk pada penambahan pengompleks EDTA 0,20 M dan rapat arus 0,05 A/cm2. Keberadaan pengompleks EDTA mampu menurunkan potensial yang diperlukan sehingga meningkatkan kemurnian dan kekuatan pelapisan tembaga. Kemurnian endapan tembaga tertinggi didapatkan pada elektrolisis dengan penambahan pengompleks EDTA 0,20 M sebesar 93,88%Kata kunci:bornit, tembaga, rapat arus, pengompleks EDTA

Reduksi Kurkumin: Kajian Awal Elektrosintesis dalam Sistem Etanol

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.634 KB)

Abstract

Telah dilakukan suatu kajian pendahuluan reduksi kurkumin dalam sistem larutan etanol dengan pendekatan elektrokimia. Kurkumin telah banyak digunakan dalam bidang pangan dan farmasi dan sebagian kecil analisis kimia. Dalam bidang kimia, kurkumin telah digunakan sebagai pereduksi logam dan pengkhelat ion-ion logam. Aplikasi yang beragam ini didasarkan pada keberadaan gugus β-diketon yang dalam tinjauan reaksi reduksi dan oksidasi gugus ini dapat mengalami serangan elektron dan/ atau membentuk ikatan dengan substat lain. Untuk mengkaji lebih lanjut dan memperkaya aplikasi senyawa ini berikutnya dilakukan modifikasi gugus tersebut untuk membentuk suatu dimer atau senyawaan lain dengan pendekatan elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk reduksi senyawa kurkumin untuk memperluas pemanfaatan kurkumin dalam bidang kimia, analisis kimia dan sintesis. Penelitian dilakukan dengan cara mengelektrolisis larutan kurkumin dalam sistem etanol pada potensial terkontrol 1,8 V dan 2,0 V dengan variasi elektroda kerja (C dan Cu) dan pH (1 dan 4) selama selama 2 jam dan hasil elektrolisis dianalisis dengan FTIR. Data yang diperoleh, elektrolisis pada petensial kerja 2,0 volt untuk pH 1 dan 1,8 volt untuk pH 4 melibatkan masing-masing satu elektron dan 3 elektron. Konfirmasi lanjut terhadap data FTIR disimpulkan bahwa produk dengan kode Pc-1 (proses pada pH 1) adalah suatu pinakol dan produk berkode Pc-2 (proses pada pH 4) merupakan senyawa siklis.Kata kunci: kurkumin, elekrolisis, elektroreduksi

Potential Oxidative Treatment Using Pb-PbO2 Electrode in Electrodecolorizing Batik Wastewater

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrodecolorization of batik wastewater has been done. Study was performed to remediate aquatic environment containing dyes of batik industry by electrolysis, decreasing COD and some metal ions as well. Research was conducted by electrolyzing sample from Buaran Pekalongan and Semarang using Pb and PbO2 as electrodes at a constant applied potential. Solution after treating were analysed, zeolite sieving treatment, and final analysis by UV-Vis spectrophotometer for measuring decolorization percentages, atomic absorption spectrophotometerer (AAS) for evaluating metal ions of Cu2+, total Fe and Na+, and COD analysis. Results show that electrolysis of batik wastewater using PbO2 as anode effectively decolorize and decreasing COD values. Sample containing indigozol and remazol black B (RBB) were decolorized up to 100%. CODs were reduced to 98.6% and 95.4%, respectively. Zeolite treatment enhancing water quality by reducing ion concentration of Cu2+, total Fe ions and Na+.

Pengaruh pH pada Penurunan Kadar Ion Sianida secara Elektrokimia dengan Elektroda PbO2/Grafit

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pH pada penurunan kadar ion sianida secara elektrokimia dengan elektroda PbO2/grafit. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan kadar sianida dengan metode elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/grafit dan mengkaji pengaruh pH terhadap penurunan kadar sianida dalam limbah artificial dengan elektroda PbO2/grafit. Logam PbO2 digunakan sebagai anoda dan grafit sebagai katoda. Elektrolisis dilakukan selama 8 jam disertai pengadukan dan variasi pH dengan potensial aplikasi sebesar 5,0 volt. Variasi pH yang digunakan adalah 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13 yang diatur dengan penambahan H2SO4 atau NaOH. Analisis sianida dilakukan secara kuantitatif dengan metode spoktrofotometri UV-Vis, sedangkan analisis karbonat dan amoniak dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrolisis dengan elektroda PbO2/grafit mampu menurunkan kadar sianida sampai 100% dan pada pH basa penurunan kadar sianida cenderung meningkat dengan peningkatan pH. Elektrolisis larutan sianida menghasilkan karbonat dan amoniak.