Articles

Proximate Analysis of Protein and Relative Growth of Tilapia Fish Exposed to Heat Stress and Fed with the Combination of Willow Leaf and Chromium

Jurnal Medika Veterinaria Vol 8, No 2 (2014): J. Med. Vet.
Publisher : UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.005 KB)

Abstract

This study was aimed to determine the effect of relative growth rate and proximate levels of protein in tilapia fish exposed to heat stress and supplemented with the combination of willow leaf powder and chromium. A total of 30 tilapia fish with 1.3-1.5 cm long were divided into 6 treatment groups with 5 repetitions: fed with commercial feed at temperature 29±1° C (P1S1), fed with commercial feed combined with willow leaf at temperature 29±1° C (P2S1), fed with commercial feed combined with willow leaf and chromium at temperature 29±1° C (P3S1), fed with commercial feed at temperature 35±1° C (P1S2), fed with commercial feed combined with willow leaf at temperature 35±1° C (P2S2), fed with commercial feed combined with willow leaf and chromium at temperature 35±1° C (P3S2). The treatments were carried out for 15 days. Then, relative growth rate and proximate levels of proteins were calculated using Kjedahl methods. The results showed that there was an increase of the mean of relative growth rate and proximate levels of protein. Based on statistical test using factorial completely randomized design it was showed that there was a significant effect (P<0.01) on the interaction of feeding and temperature with the relative growth rate, but did not affect the relative growth rate of tilapia fish. The proximate level of tilapia fish protein was affected very significantly (P<0.01) by the food and the interaction between food and temperature as well, while the temperature treatment gave no significant effect on the proximate level of tilapia fish protein. In conclusion, the commercial feed combined with willow leaf and chromium can increase the relative growth rate and the proximate level of protein of tilapia fish exposed to heat stress.Key words: relative growth rate, proximate protein, willow leaf, chromium, tilapia fish

ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI DAN SIKAP CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PADA KONSEP ILMU PENGETAHUAN BUMI ANTARIKSA

Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.427 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan kemampuan inkuiri dan sikap mahasiswa calon guru sekolah dasar yang merupakan bagian dari tahapan penelitian disertasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan kemampuan inkuiri dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran pada konsep IPBA? Pengumpulan data dilakukan melalui  observasi kelas, kuesioner, dan wawncara. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan bantuan statistik deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari  s.d April 2011 yang melibatkan 2 dosen IPA dan 30 mahasiswa S1 PGSD semester IV. Materi yang dibahas mencakup: atmosfer, batuan dan mineral, bentuk dan gerakan matahari–bumi–bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan inkuiri mahasiswa dari setiap aspek meliputi:  merumuskan masalah (66,7%), membuat hipotesis (66,7%), merancang penyelidikan ilmiah (59,3%), menggunakan alat dan teknik yang tepat (61,3%), menginterpretasi data  (66,7%), mengkomunikasikan prosedur dan hasil penyelidikan ilmiah (57,3%), dan menggunakan matematika dalam penyelidikan ilmiah (52,7%). (2) Sikap mahasiswa dalam pembelajaran dari setiap aspek menunjukkan: persiapan penelitian (83,3%), langkah kerja (78,6%), afektif (70,8%), kegiatan akhir (55,5%). Kata kunci : kemampuan inkuiri, sikap, ilmu pengetahuan bumi antariksa, calon guru sekolah dasar.

Analisis Kemampuan Inkuiri Mahasiswa Calon Guru SD pada Konsep IPBA untuk Pengembangan Perkuliahan Berbasis Inkuiri

Bioedukasi Vol 4, No 2 (2011): BIOEDUKASI
Publisher : Bioedukasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.404 KB)

Abstract

ABSTRACT- The research is aimed to know level of inquiry skill of elementary school teacher candidate as this type of skill is considered as appropropriate for achieving science skill processes during teaching and learning processes in scientific knowledge. This research follows the qualitative paradigm. To achieve the research goal, the data was collected upon 30 teacher candidates by using tests, observation, questionnaires, and     interview. The obtained data were descriptively analyzed. The result shows that inquiry skill level of elementary school teacher candidate is regarded as insufficient. Key words: inquiry skill

ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI DAN SIKAP CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PADA KONSEP ILMU PENGETAHUAN BUMI ANTARIKSA

Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.427 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan kemampuan inkuiri dan sikap mahasiswa calon guru sekolah dasar yang merupakan bagian dari tahapan penelitian disertasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan kemampuan inkuiri dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran pada konsep IPBA? Pengumpulan data dilakukan melalui  observasi kelas, kuesioner, dan wawncara. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan bantuan statistik deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari  s.d April 2011 yang melibatkan 2 dosen IPA dan 30 mahasiswa S1 PGSD semester IV. Materi yang dibahas mencakup: atmosfer, batuan dan mineral, bentuk dan gerakan matahari–bumi–bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan inkuiri mahasiswa dari setiap aspek meliputi:  merumuskan masalah (66,7%), membuat hipotesis (66,7%), merancang penyelidikan ilmiah (59,3%), menggunakan alat dan teknik yang tepat (61,3%), menginterpretasi data  (66,7%), mengkomunikasikan prosedur dan hasil penyelidikan ilmiah (57,3%), dan menggunakan matematika dalam penyelidikan ilmiah (52,7%). (2) Sikap mahasiswa dalam pembelajaran dari setiap aspek menunjukkan: persiapan penelitian (83,3%), langkah kerja (78,6%), afektif (70,8%), kegiatan akhir (55,5%). Kata kunci : kemampuan inkuiri, sikap, ilmu pengetahuan bumi antariksa, calon guru sekolah dasar.

KEMAMPUAN SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY CALON GURU BIOLOGI PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESIONAL GURU (PPG) YANG BERLATAR BELAKANG BASIC SAINS PRA DAN POST WORKSHOP

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 1, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan/mendeskripsikan kemampuan Subjek Spesifik Pedagogi mahasiswa calon guru biologi yang mengikuti program Pendidikan Profesional Guru (PPG) angkatan 2012-2013 melalui pendekatan konsekutif.  Hasil sementara menunjukkan  bahwa Kemampuan Subject Specific Pedagogy mahasiswa calon guru biologi yang berlatar belakang Biologi murni program Basic Science masih minim, dapat dilihat dari hasil CoRes dan PaP-eRs buatan mereka sebelum mengikuti workshop. Setelah workshop semester I diperoleh hasil yang menunjukkan peningkatan yang cukup baik.   This study aimed to describe / describes the ability of prospective students Subject Specific Pedagogy biology teachers who follow the Professional Teacher Education Program (PTEP) 2012-2013 armed consecutive approach. Preliminary results indicate that the ability of prospective students Subject Specific Pedagogy biology teacher who belongs to the pure Biology Basic Science program is minimal, it can be seen from the cores and pap-ers made ​​them before the workshop. After the workshop the first half of the obtained results that showed a pretty good improvement.

DESAIN PROGRAM DIKLAT PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU BIOLOGI SMA

Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 1, No 1 (2011): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.625 KB)

Abstract

Abstrak: Desain program diklat partisipatif ini bertujuan untuk mengembangkan program diklat yang telah ada dalam upaya mencapai hasil yang efektif. Dari hasil  identifikasi kebutuhan guru biologi SMA  maka program diklat didesain dengan melibatkan calon peserta diklat secara bersama-sama untuk merumuskan tujuan dan cara pencapaian tujuan program tersebut. Dengan mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh guru-guru dan melibatkan secara aktif sejak perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi program diklat guru-guru dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan akan termotivasi dan memiliki keinginan yang kuat untuk lebih berpartifasi aktif dalam mencapai tujuan progaram diklat tersebut. Untuk mendesain program ini diperlukan data-data awal mengenai pola-pola pelaksanaan diklat yang telah dilakukan oleh instansi terkait, seperti LPMP atau Dinas Pendidikan serta mengidentifikasi secara akurat kebutuhan guru-guru di lapangan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data tersebut melalui instrumen, wawacara, dan analisis program diklat yang telah dilaksanakan di LPMP. Hasil analisis program diklat yang ada di salah satu LPMP di Indonesia mulai dari tahun 2007 sampai 2011 menunjukkan bahwa pola pelaksanaan diklat masih bersifa top down. Beradasarkan hasil survei terhadap guru-guru yang pernah mengikuti diklat menunjukkan bahwa 70% guru tidak dilibatkan dalam perencanaan program diklat. Lebih lanjut hasil studi tersebut menunjukkan sekitar 94.7% menyatakan setuju dan sangat setuju kalau para peserta diklat terlibat/dikutsertakan sejak perencanaan program diklat. Hasil analisis data dari responden yang tersebar pada 3 lokasi yaitu Kota Samarinda, Kab Kuningan dan Kab Subang didapatkan bahwa subjek materi/materi akademik yang diperlukan berdasarkan urutan kebutuhannya yaitu; Bioteknologi, Metabolisme, Genetika Sel dan Sistem Regulasi Manusia sedangkan untuk materi pedagogi/kependidikan urutan kebutuhannya yaitu; Media pembelajaran, Pengelolaan Laboratorium Biologi dan Model-model pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut maka model diklat yang dapat diharapkan untuk dapat peningkatan profesionalisme guru yaitu melalui pendekatan partisipatif.

Analisis Risk Assessment Menggunakan Process Hazard Analysis (PHA) dan Safety Objective Analysis (SOA) pada Central Gathering Station (CGS) di Onshore Facilities

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.241 KB)

Abstract

Keselamatan proses merupakan faktor utama yang sering dibahas oleh industri-industri kimia beberapa tahun terakhir ini. Salah satu metode semi-kuantitatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan tingkat risiko bahaya yaitu dengan Process Hazard Analysis (PHA) dan Safety Objective Analysis (SOA). Hazard and Operability Studies (HAZOP) dan What-If Analysis merupakan metode identifikasi bahaya kualitatif yang sering diterapkan secara simultan untuk PHA-SOA. Process Hazard Analysis (PHA) ialah rangkaian aktivitas mengidentifikasi hazard, mengestimasi konsekuensi, mengestimasi likelihood suatu skenario proses disertai dengan safeguard, dan mendapatkan risk ranking yang dapat dilihat pada matrik PHA 6x6. Sedangkan Safety Objective Analysis (SOA) merupakan rangkaian aktivitas yang bergantung pada penyebab skenario, dan konsekuensi dari PHA, menghasilkan kebutuhan IPL (Independent Protective Layer) menggunakan matrik SOA 6x6. Risk ranking 6 pada penilaian PHA diketegorikan aman jika safeguard yang ada selalu siap mengurangi risiko yang timbul dari skenario tersebut. Namun tidak semua safeguard dapat selalu siap mengurangi risiko tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya analisis tambahan untuk memastikan risiko dari skenario dapat diperkecil. Analisis safety suatu skenario dengan SOA menghasilkan kebutuhan IPL yang dapat ditutup dengan mengkonfirmasi safeguard yang sesuai menjadi IPL. Hasil penilaian PHA-SOA CGS 1, CGS 3, CGS 4, dan CGS 5 menunjukkan bahwa ada penilaian severity dan PHA-SOA likelihood yang berbeda di tiap CGS padahal proses pada CGS tersebut identik, maka perlu adanya analisis konsistensi. Hasil analisis konsistensi ini dapat dijadikan pedoman untuk melakukan safety review pada risk assessment workshop kedepannya, yang biasanya diadakan setiap tiga hingga lima tahun sekali oleh industri.

KEMAMPUAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU BIOLOGI YANG BERPENGALAMAN DAN YANG BELUM BERPENGALAMAN

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.598 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru biologi senior (mengajar > 20 th) dan guru junior ( mengajar < 10 th). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, partisipannya adalah dua orang guru biologi junior dan dua orang guru biologi senior. Kemampuan ini diukur dengan meminta guru membuat CoRes dan PaP-eRs pada materi transportasi zat yang dilanjutkan dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru senior memunculkan tujuh konsep penting yang harus diajarkan sedangkan guru junior memunculkan antara delapan sampai 10 konsep. Guru senior lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung menimbulkan miskonsepsi dan pada bagian sulit dipahami oleh siswa seperti konsep difusi dan osmosis, serta pembelajaran lebih kepada penggunaan metode. Guru senior lebih fleksibel menggunakan strategi mengajar, disesuaikan dengan kondisi dilapangan dan keadaan siswa. Guru junior lebih fokus pada kedalaman materi dan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Penggunaan strategi cenderung kurang fleksibel, lebih dikaitkan pada perencanaan yang sudah dibuat.Kata kunci : Pedagogical Content Knowledge (PCK), biologi, guru berpengalaman, guru belum berpengalaman

KONSEPSI CALON GURU BIOLOGI TENTANG IPA, BELAJAR, DAN MENGAJAR (CONCEPTION OF BIOLOGY STUDENT TEACHERS’ ABOUT SCIENCE, LEARNING, AND TEACHING)

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.313 KB)

Abstract

A study for one semester in Teaching learning strategy course was carried out to get the profile of biology student teachers conception about science, learning, and science teaching, as we know that constructivist paradigm in education is not just studied as a theory, but needs to be implemented in real teaching learning processes. A number of Biology education students (n =29) were involved as subjects. Their free essay were used as source and were organized through coding and then recoding using specific program (NUD.IST). It was found that there are five categories for their conception about science (i.e. study about nature, collection of knowledge or concepts, research method, the single truth, to worship their Creator); five categories their conception about learning (i.e. changing process, knowledge improvement, conceptual change, thinking process, interaction with environment); and three catagories for their conception about  science teaching (i.e. as fasilitating, knowledge transfer, interaction between teacher and students). Most of biology students have more than one conception (two or three), but none of them has a complete conception about science, learning and science teaching.  Biology student teachers conception about teaching (mostly as knowledge transfer) is paralel with their conception about science (mostly as study about nature) and about learning (mostly as knowledge improvement).  These findings give implication to their supervisor to pay attention more seriously on the students conception abot science, learning, and teaching. Because the way they teach will be influenced by their conception about those things. One suggestion to handle is by giving the student teachers to express their opinion about those things so that they are aware to other conceptions and in turn they will be aware to accept (and apply) conception based on constructivist reference or paradigm.Keywords:  conception, student teacher, science, learning, teaching.  

VELOPMENT OF WEBSITE INTEGRATED SCIENCE BOOK FOR SCIENCE AT INDONESIA INTERNATIONAL STANDARDIZED SCHOOL

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.574 KB)

Abstract

Penelitian Pengembangan Buku Terintegrasi Website Untuk Sains SMP SBI dan RSBI dilakukan dengan tujuan untuk menyediakan buku sains yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar bagi guru dan siswa SMP di RSBI/SBI. Dengan dikembangkannya buku ini, diharapkan pembelajaran sains dapat mengembangkan pemahaman sains siswa secara terintegrasi, mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, serta mengembangkan kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi. Penelitian dilakukan melalui metode Reseach and Development (R&D) yang diawali dengan analisis kurikulum sains SMP berdasarkan KTSP dan kurikulum Cambridge. Penyajian buku berupa tema-tema yang mengintegrasikan konsep-konsep dalam fisika, kimia dan biologi dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Dari hasil uji kelayakan penggunaan buku yang dilakukan terhadap siswa SMP diperoleh bahwa e-book yang disusun memenuhi kriteria penggunaan e-book dalam aspek penyajian gambar, animasi, penggunaan huruf, penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar,   latihan serta kegiatan siswa. Secara umum, e- book yang dikembangkan dinilai memiliki kreativitas yang baik dan layak digunakan sebagai buku sumber dalam pembelajaran sains di SMP, khususnya di RSBI/SBI.Kata Kunci: buku sains terintegrasi website, sains terpadu, pembelajaran sains di RSBI/SBI