Articles

Found 16 Documents
Search

PENGGUNAAN STRATEGI POINT COUNTERPOINT MELALUI MEDIA COMPACT DISC (CD) INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN Widodo, Agung; Utami, Runtut Prih
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.271 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui keterlaksanaan penggunaan strategi point counter point melalui media compact disc (CD) interaktif pada proses pembelajaran biologi di kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan; (2) mengetahui banyaknya siklus pembelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan; dan (3) mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan dengan menggunakan media compact disc (CD) interaktif melalui strategi point counter point pada materi sistem reproduksi manusia. Model penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research/CAR). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 38 siswa. Keberhasilan penelitian ini ditunjukkan oleh keberhasilan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Keberhasilan peningkatan motivasi belajar siswa diperoleh melalui  lembar observasi dan angket, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai pre-tes dan post-tes. Data motivasi belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan memaparkan persentase rata-rata motivasi belajar siswa yang meningkat dari siklus I ke siklus II. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil pre-tes dan post-tes dengan teknik effect size, yaitu membandingkan rerata nilai post-tes siklus I dan rerata nilai post-tes siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran menggunakan strategi point counter point melalui media compact disc (CD) interaktif dapat terlaksana di kelas XI IA 1 SMA N 1 Banguntapan; (2) Siklus pembelajaran yang dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa sebanyak 2 siklus; dan (3) strategi point counter point melalui media compact disc (CD) interaktif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 26% pada siklus II. Rata-rata nilai post-tes siklus I adalah 7,77, dan rata-rata nilai post-tes siklus II adalah 8,13. Jadi, hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari tiap siklusnya dengan effect size sebesar 0,36.   Kata kunci:  Strategi point counterpoint, compact disc, motivasi dan hasil belajar.
PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN BERAS BERMERK DI KABUPATEN JEMBER DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Mulyo Aji, Joni Murti; Widodo, Agung
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.285 KB)

Abstract

This study was carried out to (1) seek to identify underlying factors influencing consumers’ decision to purchase branded packaged-rice; (2) understand whether packaging and brand are important factors influencing consumers’ decision t purchase packed-rice; (3) analyze consumers’ perception toward the function of brand in a packed-rice; and (4) seek to identify correlation between the level of income as well as education of consumers and their response to brand-factor on their decision to purchase a branded packaged-rice. The results of analysis show that brand and packaging were amongst important factors influencing consumer behavior on purchasing packed rice. Based on their importance, factors influencing consumer behavior on purchasing branded packaged-rice respectively were perceived quality; price; brand; purchasing place; source of information (reference); rice physical quality; product packaging; and promotion. Consumers mostly agree that brand is associated with several positive dimension of their perception. According to consumers, the dimensions associated with brand-factor respectively were product aesthetics, product performance, consumer satisfaction, product hygiene, product reliability and availability of the product. No correlation was found between the consumers’ level of income and their decision to purchase branded packaged-rice, but significant correlation was found for consumers’ level of education. This indicates that level of education potentially can be utilized to segment the branded packaged-rice market.Keywords: Rice, Consumer behaviour, Brand, Labelling
PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA MELALUI DISKRESI DALAM PENGGUNAAN KEKUATAN KEPOLISIAN Widodo, Agung
LEX ET SOCIETATIS Vol 6, No 3 (2018): Lex Et Societatis
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.228 KB)

Abstract

Menggunakan metode penelitian hukum normatif mengacu pada penerapan kaedah hukum, yang terkait dengan diskresi kepolisian dan perlindungan hak asasi manusia. Meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku di masyarakat maupun secara kelembagaan yang menjadi acuan perilaku setiap orang. Norma hukum yang berlaku tersebut berupa norma hukum positif yang dibentuk oleh lembaga berwenang. Alat pengumpulan bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian yang dilakukan adalah dengan study dokumen atau penelusuran literatur dan kepustakaan, dengan mempelajari dan memahami bahan-bahan hukum yang terkait dengan penelitian ini. Pendekatan metode analisa bahan hukum dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukan penerapan diskresi yang dilakukan oleh anggota Polisi bertujuan untuk memelihara keamanan dan ketertiban untuk tegaknya supremasi hukum guna melindungi hak asasi manusia. Wewenang Polisi untuk menerapkan diskresi sebagai kebijakan penegakan hukum dalam pencegahan kejahatan, diskresi yang dimiliki anggota Polisi didasarkan pada Undang-undang Nomor. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 18 ayat 1, wewenang penerapan diskresi yang dimiliki oleh anggota Polisi harus dipandang sebagai batasan dalam membuat keputusan menurut penilaiannya sendiri harus tetap memperhatikan syarat-syarat kecakapan dan kewenangan serta pengalaman dalam menjalankan dinas kepolisian. penerapan diskresi tersebut dapat dilindungi oleh hukum. Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum: Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan; Harus patut, masuk akal, dan termasuk dalam lingkungan jabatannya; Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa, dan Menghormati hak azasi manusia.Kata Kunci : Perlindungan Hak Asasi Manusia, Diskresi, Kepolisian
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA KESEHATAN (PJOK) TERINTEGRASI DENGAN AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN BAHASA ARAB (ISMUBA) DI SD/MI MUHAMMADIYAH Widodo, Agung
Jendela Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.044 KB)

Abstract

SD/MI Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki salahsatu ciri khusus yang menjadi keunggulan yaitu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (ISMUBA). Idealnya, nilai-nilai ISMUBA tersebut diimplementasikan ke dalam segala aspek kegiatan di sekolah muhammadiyah termasuk di dalam pembelajaran. Salahsatu implementasi dalam pembelajaran idealnya diwujudkan salahsatunya dalam bentuk bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merumuskan kebutuhan bahan ajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) menurut guru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah; dan (2) mengembangkan prototype menjadi bahan ajar PJOK yang terintegrasi dengan Al Islam, Kemuhammadiyah, dan Bahasa Arab (ISMUBA) di SD/MI Muhammadiyah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) untuk menghasilkan bahan ajar. Tahapan dalam metode ini terdiri atas tiga tahapan yaitu (1) tahap studi pendahuluan, yaitu studi literatur dan studi lapangan; (2) tahap pengembangan, meliputi: analisis bahan ajar, desain produk awal (prototype); dan (3) tahap evaluasi, yang terdiri dari validasi ahli dan uji lapangan untuk menguji kelayakan dan keefektifan bahan ajar PJOK terintegrasi ISMUBA di SD/MI Muhammadiyah. Penelitian ini sudah sampai pada tahap yang ketiga yaitu tahap evaluasi dengan dilakukannya uji kelayakan bahan ajar pada uji skala kecil. Akan tetapi, dikarenakan keterbatasan waktu uji keefektifan bahan ajar belum dilakukan.Hasil validasi ahli materi yang diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh ahli ISMUBA dan ahli pendidikan jasmani sekolah dasar terhadap draf bahan ajar yang dikembangkan secara keseluruhan diperoleh skor 81.5 dari skor maksimal 110. Setelah dihitung persentasenya penilaian dari ahli (validator) menunjuk pada angka 74,09%. Selanjutnya, berdasarkan hasi penilaian praktisi pada uji skala kecil diperoleh skor 80 dari skor maksimal 110. Setelah dihitung persentasenya, menunjuk pada angka 74,09%. Hal ini menunjukkan bahan ajar tematik integratif PJOK dengan ISMUBA di SD/MI Muhammadiyah dikategorikan sebagai bahan ajar yang baik/layak digunakan dalam pembelajaran.
DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEETS SCIENCE PROCESS SKILLS BASED ON THE ACID-BASE MATERIAL widodo, agung; diawati, chansyanah; kadaritna, nina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.09 KB)

Abstract

Most of the concepts in chemistry are abstract. So the potential misconception that is common to the students, so it is necessary to develop the learning medium, especially in the student worksheet. This study aims to develop student works-heet based on science process skills. In this study, using the method of research and development (Research and Development) by Borg Gall and Gall, 1989 (Sukmadinata, 2009). Results of student worksheets developed are student worksheets that can measure students science process skills. Furthermore performed limited testing to see what students and teachers based on student worksheets science process skills are developed. Limited testing done at one school in the town of Bandar Lampung. Based on limited testing for teachers on aspects of compliance content, readability, and the construction of the student worksheet based on science process skills obtained results respectively 90%, 85%, and 88.88%. While the limited testing conducted for the students to aspects kemenarikan, legibility and keterlaksanaan the student worksheet based on science process skills acquired respectively 88.93%, 87.85%, and 100%. Based on these results can be simpulankan the student worksheet based on science process skills can increase student interest and may assist students in the mastery of concept sespecially inacid-base material.Keywords: student worksheet, science process skills, acid-base.
PERMOHONAN IZIN PERKAWINAN BEDA AGAMA ( Studi dalam prespektif Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juncto Pasal 35 huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 dan Penetapan Pengadilan Negeri Nomor 04/Pdt.P/2012/PN.MGL Magelang ) Widodo, Agung
Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.957 KB)

Abstract

Beragamnya agama yang dianut oleh masyarakat di Indonesia menimbulkan keaneragaman ritual keagamaan termasuk persoalan perkawinan. Perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang penting dalam kehidupan manusia guna meneruskan keturanan dan membentuk bangsa dan negara. Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tetang Perkawinan dijelaskan Perkawinan adalah sah apabila dilaksanakan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing. Oleh karenanya Undang-Undang Perkawinan tidak memandang suatu tindakan perkawinan dari aspek yuridis saja tetapi juga melihat dari aspek keagamaan. Sehingga menutup kemungkinan untuk melaksanakan perkawinan beda agama. Akan tetapi dalam praktek yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat masih banyak terdapat keluarga-keluarga yang terbentuk dari perkawinan beda agama, dimana salah satunya adalah dengan cara melalui Pengadilan Negeri Kota Magelang dengan Penetapan Nomor : 04/Pdt.P/2012/PN.MGL.Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dalam penjelasan Pasal 35 huruf (a) menjelaskan Perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan adalah perkawinan yang dilakukan oleh antar umat berbeda agama. Maka Undang-Undang Administrasi Kependudukan seakan memungkinkan terjadinya perkawinan beda agama sedangkan dalam Undang-Undang Perkawinan menutup kemungkinan adanya perkawinan beda agama.Kata Kunci : Perkawinan, beda agama
Pengembangan Model Permainan Target untuk Meningkatkan Keterampilan Shooting dalam Permainan Sepakbola Widodo, Agung
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 4 No 2 (2018): Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.637 KB)

Abstract

This study aims to produce a target game model to improve shooting skills in football games. The method used in this study is research and development (R & D). The stages in this method refer to the 10 steps of Borg & Gall's research and development which were adapted into three stages, namely: (1) Preliminary study phase; (2) Development stage; and (3) evaluation phase. Data collection instruments use questionnaires.Data collection instruments use questionnaires. Data analysis using quantitative descriptive analysis with percentage. The research product is a target game model consisting of: (1) 3 lawan 3; (2) tendangan hukuman; (3) tendangan berlubang; and (4) tendangan gol. Validation of the game model involves 2 experts, namely lecturers of football courses and football coaches. The results of the validation of the target game model obtained the target game model pointed to 85.71%. Field test results to determine the feasibility of the target game model, based on the practitioners' assessment in this case the extracurricular coach of MTs Yasiro Lembursawah, Sukabumi obtained a score of 29 from a maximum score of 35 with a percentage of 82.85% which means good / decent. So that the game model developed is suitable for use in improving shooting skills.
PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN BERAS BERMERK DI KABUPATEN JEMBER DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Mulyo Aji, Joni Murti; Widodo, Agung
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 4 No 3 (2010)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was carried out to (1) seek to identify underlying factors influencing consumers? decision to purchase branded packaged-rice; (2) understand whether packaging and brand are important factors influencing consumers? decision t purchase packed-rice; (3) analyze consumers? perception toward the function of brand in a packed-rice; and (4) seek to identify correlation between the level of income as well as education of consumers and their response to brand-factor on their decision to purchase a branded packaged-rice. The results of analysis show that brand and packaging were amongst important factors influencing consumer behavior on purchasing packed rice. Based on their importance, factors influencing consumer behavior on purchasing branded packaged-rice respectively were perceived quality; price; brand; purchasing place; source of information (reference); rice physical quality; product packaging; and promotion. Consumers mostly agree that brand is associated with several positive dimension of their perception. According to consumers, the dimensions associated with brand-factor respectively were product aesthetics, product performance, consumer satisfaction, product hygiene, product reliability and availability of the product. No correlation was found between the consumers? level of income and their decision to purchase branded packaged-rice, but significant correlation was found for consumers? level of education. This indicates that level of education potentially can be utilized to segment the branded packaged-rice market.Keywords: Rice, Consumer behaviour, Brand, Labelling
DISPARITIES DECISION RELATED TO INTERPRETATION OF ARTICLE 2 AND 3 CORRUPTION ERADICATION ACT Widodo, Agung
The 2nd Proceeding “Indonesia Clean of Corruption in 2020" Table Of Content
Publisher : The 2nd Proceeding “Indonesia Clean of Corruption in 2020"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7507.238 KB)

Abstract

The discovery of the law by the judge in the court judgment is important. However, if these findings are based on a mistaken interpretation of the law, then such a step can not be regarded as legal discovery and it will have implications for the emergence of public disappointment. The results of analysis of 13 court verdict shows disparities legal interpretation both horizontally and vertically on Articles 2 and 3 of Law on Corruption Eradication. Among the legal interpretation of the most prominent of which are used judges is an interpretation of a restrictive, so that the element of "everyone" in Article 2 is interpreted as people who are not civil servants or state officials, while the element "any person" in Article 3 is interpreted as civil servants or state officials , The interpretation does not make sense because the resulting civil servants or state officials can not be charged under Article 2 (tort) and can only be charged under Section 3 (abuse of authority). Article 3 The minimum penalty is much lighter than a minimum sentence of Article 2, so that decisions are based on a restrictive interpretation of the implications for the injustice and legal uncertainty. In addition, in a systematic interpretation haldemikian contrary to criminal law umbrella because according to Article 52 of the Criminal Code, a threat to a crime in office plus one third. Keywords: discovery of law, corruption, abuse of authority.
PELANGGARAN PERPRES NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH OLEH PENYEDIA BARANG DAN JASA ATAU PENGGUNA JASA DALAM PERSPEKTIF TINDAK PIDANA KORUPSI Hafidz, Jawade; Widodo, Agung
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.42 KB)

Abstract

The government as a provider of services to the community, is both basic services and basic semi- service the needs of society. Basic categories of services financed through the taxsystem, while the semi basic services financed through levies which essentially is a community participation in financing certain services in question. The research method using normativejuridical approach that was then analyzed qualitatively normative. The results obtained states that: 1).Implementation of Presidential Decree 54 of 2010 on the procurement of goods and services may not be helpful and not useful. This is because it turns out the implementation activities of government goods/services, violations can occur at anytime in any process. Potential violations in procurement of government goods/serviceshave occurred from the initial stage to the final stage, which can be divided into three phases:preparation, implementation phase, and phase. 2).Countermeasures violations carried out in the form of supervision over the course of Presidential Decree No. 54 of 2010 Concerning Procurement of Government Goods and Services so that they can minimize the potential for evil that can cause irregularities that led to the creation of unfair business competition.